Roma 10:18-21

「Allah Masih Mengasihi Pemberontak Pembantah!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 10:18-21 [ITB])
18Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: 「Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.」
19Tetapi aku bertanya: Adakah Israel menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata: 「Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang yang bukan umat dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal.」
20Dan dengan berani Yesaya mengatakan: 「Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku.」
21Tetapi tentang Israel ia berkata: 「Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah.」

Dalam Rom. 10:18 Paulus mengutip Mazmur 19:4, dengan cara simbolis menggunakan berbagai macam suara dari alam semesta diterapkan pada Injil yang diberitakan oleh para utusan Injil kepada bangsa-bangsa. Siapa yang dapat kita salahkan ketika orang mendengar Injil namun tidak percaya? Apakah orang yang tidak percaya melakukan introspeksi atas hidupnya sendiri?

Israel menolak Injil, kelak dihadapan penghakiman, apakah mereka memiliki alasan untuk berdebat membela diri? Tidak! Karena mereka sudah 「mendengar」 dan sudah 「tahu.」 Bahkan di zaman Paulus, Paulus dan para rasul telah hampir menyebarkan Injil atas sebagian besar daerah tempat tinggal orang Israel. Saat berada di Roma, Paulus berencana untuk pergi ke Spanyol di bagian ujung Eropa Barat untuk memberitakan Injil, yang berarti sebagian besar daerah tempat tinggal orang Yahudi sudah mendengar Injil. Permasalahan ketidakpercayaan Israel bukanlah belum mendengar Injil, tetapi masalahnya terletak pada ketidaktaatan mereka memberontak membantah.

Paulus berkesinambungan menggunakan Ul. 32:21 dan Yes. 65:1-2 untuk mengoreksi kesalahan Israel. Semakin Israel membual bahwa mereka adalah umat pilihan, mengatakan diri sendiri memiliki Firman Allah, adalah sama dengan semakin menyatakan keputusan penghakiman: karena mereka sudah tahu tetapi sengaja melakukan kesalahan, maka ketika mereka menolak keselamatan, tanggung jawab mereka tidak dapat terhindarkan. Israel yang memberontak, biasa memandang rendah bangsa-bangsa asing, bangsa-bangsa lain 「bukan umat Tuhan」 dan 「umat bodoh,」 tetapi mereka justru lupa bahwa Allah melalui Musa sejak dahulu sudah bernubuat bahwa di masa depan Tuhan menggunakan bangsa-bangsa lain yang mereka pandang rendah untuk membangkitkan kecemburuan dan amarah mereka (ayat 19). Ini telah digenapi pada zaman para rasul.

Israel mungkin masih memaksakan pembelaan: 「Jika Allah benar-benar menyatakan Diri kepada kami, maka kami akan percaya.」 Lalu mereka mungkin dengan licin membela diri: 「karena Paulus engkau gagal untuk memimpin kita percaya kepada Tuhan, engkau bukan utusan Allah! Dan Injil yang anda kabarkan bukanlah dari Allah.」 Paulus menggunakan nubuat Yesaya: 「Allah sejak awal sudah menubuatkan bahwa ketika Ia menyatakan Diri kepada mereka dan tiada henti melambaikan tangan memanggil mereka, mereka masih tetap memberontak membantah!」 Ketidakpercayaan mereka tidak berarti bahwa Allah tidak memberitakan Injil kepada mereka, juga tidak berarti para utusan Injil bukan datang dari Allah. Ketidakpercayaan mereka hanya menyaksikan ketidakbenaran mereka sendiri, memberikan kesaksian bahwa mereka adalah orang-orang pemberontak pembantah!

Dalam Rom. 10:19 terdapat kata 「tidak taat」(apeitheo) yang muncul 5 kali dalam Surat Roma, kebanyakan diterjemahkan sebagai「 ketidaktaatan 」(Rom. 2:8; 10:21; 11:30-31; 15:31), terdapat makna 「menolak untuk percaya.」 Kata ini dalam Roma 11:30-31 dipakai Paulus dalam penekanan bahwa bangsa-bangsa asing dan orang Israel semua aslinya adalah orang yang 「tidak taat.」 Di Roma 15:31 ia memakai kata ini dalam nubuatnya bahwa orang Yahudi yang 「tidak taat」 mungkin akan menganiaya dia di Yerusalem, dan itu benar menjadi kenyataan. Yohanes memperingatkan kita: 「Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa 『tidak taat (tidak percaya beriman)』 (apeitheo) kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya」 (Yoh. 3:36) Marilah kita tidak iri orang-orang yang 「memberontak,」 mereka akan menanggung murka Allah.

Hal paling menyentuh saya adalah bahwa Allah tidak berhenti 「melambaikan tangan」 ke para 「pemberontak pembantah」, yakni tangan yang diulurkan bersedia menyelamatkan mereka! Tidak peduli seberapa keras hati orang, Allah tidak pernah menyerah! Terdapat sebuah terobosan besar terjadi pada khotbah KKR peginjil besar Billy Graham di Los Angeles tahun 1949. Dalam KKR ini, ketika bintang aktor Stuart Hamberland yang terkenal karena sering mabuk dan menimbulkan kegaduhan, secara terbuka menerima Tuhan. Dunia melihat kuasa besar Injil yang mengubah orang, pada saat itu raja surat kabar Amerika William Hearst sangat terharu, ia memanggil semua surat kabarnya untuk 「dengan keras mempromosikan Graham」 (publikasi yang dinamakan Puff Graham). Sejak itu, kampanye penginjilan modern setelah perang dunia kedua telah diluncurkan dan Injil telah tersebar luas di seluruh dunia. Oleh karena itu, tidak peduli seberapa keras hati teman-teman dan kerabat kita tidak percaya, kita harus tidak menyerah. Di bawah kasih karunia Allah, akan tiba waktunya, orang yang paling keras hatinya akan ada hari percaya kepada Yesus! Karena Injil adalah kuasa besar Tuhan!

Renungkan: Anak sulung dalam perumpamaan Yesus tentang anak yang hilang, menanggapi kasih Allah Bapa yang besar dengan ketegaran, kebencian dan melipat tangan menjadi penonton!
Ketidaktaatan dan bantahan betapa membuat sakit hati Bapa!
Apakah ada akhir yang baik bagi pemberontak dan pembantah?
Marilah merenungkan hati Bapa: 「senantiasa melambaikan tangan memanggil pemberontak da pembantah!」 Apakah kita memiliki keteguhan yang demikian ini juga?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).