Oleh
Bishop Dr. Chong Chin Chung
The Methodist Church of Singapore
Penerjemah: Team WMC
Kisah Para Rasul 10:34-43
34 Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. 35 Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. 36 Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang. 37 Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, 38 yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. 39 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib. 40 Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, 41 bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. 42 Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. 43 Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.”
Renungan
Kebangkitan Yesus telah menjadi bahan perdebatan sepanjang perjalanan sejarah. Dengan menggunakan perikop ini, mari kita periksa keyakinan kita sekali lagi:
- Yesus bangkit dari kematian: karena Allah mampu mengirim Yesus ke dunia dalam daging, Allah juga mampu membangkitkan-Nya dari kematian. Keduanya adalah inisiatif Tuhan, tidak diatur oleh manusia atau dikaitkan dengan imajinasi manusia.
- Saksi: Kristus yang bangkit tidak menampakkan diri di dalam mimpi manusia, tetapi muncul di tengah-tengah mereka — terutama kepada mereka yang sebelumnya makan dan minum bersama Dia, dan mereka mengenali-Nya. Yesus tidak muncul satu hari atau satu jam setelah kematian-Nya, tetapi empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya. Yesus juga muncul di depan berbagai kelompok orang di berbagai lokasi — di depan lima ratus orang, yang berkumpul di rumah, di danau Galilea, kepada para rasul di ruang atas, bahkan kepada Thomas yang curiga, dua dari para murid di jalan Emaus, dan akhirnya di depan Saul, yang sedang dalam perjalanan ke Damaskus.
- Misi Tuhan untuk semua orang percaya: Tuhan yang bangkit menampakkan diri kepada orang-orang ini dan mempercayakan kepada mereka sebuah misi. Sejak kemunculan-Nya yang pertama kepada para rasul dan orang-orang percaya, misi pemberitaan Firman-Nya telah diteruskan sampai hari ini — terlepas dari banyak kesulitan yang ditimbulkannya, seperti harus meninggalkan rumah, harus mengatasi perbedaan budaya ketika berbagi Injil, kelaparan, intimidasi, bahkan penyiksaan dan pembunuhan.
Doa
Ya Tuhan, Terima kasih atas pengorbanan-Mu di kayu Salib. Berdoa agar saya dipenuhi dengan sukacita kebangkitan-Mu dan hidup untuk memberitakan Firman-Mu, seperti yang dilakukan para murid. Amin!
Tindakan
Patuhi panggilan Kristus yang bangkit untuk memenuhi Amanat Agung, yang memerintahkan kita untuk mengkhotbahkan Firman-Nya, di mana Dia menjanjikan pengampunan dosa kepada semua orang yang percaya kepada-Nya.
Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen
(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)