Category Archives: Lent Devotional 2020

12 April – Kebangkitan Tuhan: Minggu Paskah. Ia Bangkit di Hari Ketiga

Oleh
Bishop Dr. Chong Chin Chung
The Methodist Church of Singapore
Penerjemah: Team WMC

Kisah Para Rasul 10:34-43

34 Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. 35 Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. 36 Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang. 37 Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, 38 yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. 39 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib. 40 Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, 41 bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. 42 Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. 43 Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.”

Renungan
Kebangkitan Yesus telah menjadi bahan perdebatan sepanjang perjalanan sejarah. Dengan menggunakan perikop ini, mari kita periksa keyakinan kita sekali lagi:

  1. Yesus bangkit dari kematian: karena Allah mampu mengirim Yesus ke dunia dalam daging, Allah juga mampu membangkitkan-Nya dari kematian. Keduanya adalah inisiatif Tuhan, tidak diatur oleh manusia atau dikaitkan dengan imajinasi manusia.
  2. Saksi: Kristus yang bangkit tidak menampakkan diri di dalam mimpi manusia, tetapi muncul di tengah-tengah mereka — terutama kepada mereka yang sebelumnya makan dan minum bersama Dia, dan mereka mengenali-Nya. Yesus tidak muncul satu hari atau satu jam setelah kematian-Nya, tetapi empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya. Yesus juga muncul di depan berbagai kelompok orang di berbagai lokasi — di depan lima ratus orang, yang berkumpul di rumah, di danau Galilea, kepada para rasul di ruang atas, bahkan kepada Thomas yang curiga, dua dari para murid di jalan Emaus, dan akhirnya di depan Saul, yang sedang dalam perjalanan ke Damaskus.
  3. Misi Tuhan untuk semua orang percaya: Tuhan yang bangkit menampakkan diri kepada orang-orang ini dan mempercayakan kepada mereka sebuah misi. Sejak kemunculan-Nya yang pertama kepada para rasul dan orang-orang percaya, misi pemberitaan Firman-Nya telah diteruskan sampai hari ini — terlepas dari banyak kesulitan yang ditimbulkannya, seperti harus meninggalkan rumah, harus mengatasi perbedaan budaya ketika berbagi Injil, kelaparan, intimidasi, bahkan penyiksaan dan pembunuhan.

Doa
Ya Tuhan, Terima kasih atas pengorbanan-Mu di kayu Salib. Berdoa agar saya dipenuhi dengan sukacita kebangkitan-Mu dan hidup untuk memberitakan Firman-Mu, seperti yang dilakukan para murid. Amin!

Tindakan
Patuhi panggilan Kristus yang bangkit untuk memenuhi Amanat Agung, yang memerintahkan kita untuk mengkhotbahkan Firman-Nya, di mana Dia menjanjikan pengampunan dosa kepada semua orang yang percaya kepada-Nya.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

11 April – SABTU KUDUS. Kristus Menderita, Hidup untuk Kehendak Allah

Oleh
Dr Lim K Tham
General Secretary of the Bible Society of Singapore
General Secretary of the National Council of Churches of Singapore
Penerjemah: Team WMC

1 Petrus 4:1-8

1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa, 2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah. 3 Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang. 4 Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu. 5 Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati. 6 Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.
7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. 8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

Renungan
Ayat-ayat ini membahas kembali tema penderitaan yang dibahas dalam 1 Petrus 3: 18-22. Poin spiritual yang sangat penting disoroti, yaitu penderitaan yang dialami oleh Kristus telah memastikan penaklukan-Nya atas dosa, bukan dalam arti bahwa Ia berdosa, tetapi bahwa Ia berhasil menanggung dosa dunia dan mengakhiri cengkeraman dosa yang dimiliki manusia. Petrus juga berbicara tentang baptisan (3:21), dan bagaimana Kristus menjembati perbedaan ilahi dan manusia dengan membawa kita kepada Allah (3:18). Memerintahkan para pembacanya untuk meniru penderitaan dan ketidakberdosaan Kristus, Petrus mendesak mereka untuk menyesuaikan kembali hidup mereka, meninggalkan cara-cara berdosa dan berupaya hidup “Sesuai kehendak Allah” (4: 2).

Apa yang Petrus minta untuk dapat dilakukan oleh orang percaya juga sama diungkapkan oleh Paulus: “Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia … Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya“ (Roma 6: 8,10-12).

Petrus menambahkan bahwa kita sudah menghabiskan cukup banyak waktu ‘melakukan apa yang ingin dilakukan oleh bangsa-bangsa lain, hidup dalam sensualitas, hawa nafsu, kemabukan, pesta pora, pesta minum, dan penyembahan berhala tanpa hukum. ‘(4:3). Sesungguhnya cukup! Jadi, hentikan hal-hal itu dahulu, dan kembalilah untuk ‘hidup dalam roh seperti yang dilakukan Allah’! (4: 6). Mengendalikan diri dan berpikiran sadar; Yang terpenting, tetaplah saling mengasihi dengan sungguh-sungguh. (4: 7,8).

Memilih untuk menjalani kehidupan baru, dengan meninggalkan ‘hawa nafsu lama dalam ketidaktahuan (1:14) akan mengejutkan mantan teman yang mungkin mencemooh kita. Petrus mendorong dan menantang kita untuk menjadikan bentuk kehidupan baru kita sebagai saksi bagi Tuhan.

Doa
Bapa Surgawi, saya berterima kasih kepada-Mu karena Engkau telah mengirimkan Putra-Mu untuk menanggung penderitaan jasmani demi menghapus dosa-dosa dunia. Berikan saya wawasan yang sama dengan yang dimiliki Kristus tentang melakukan pekerjaan-Mu. Bantu saya untuk menghargai kuasa kesucian dari penderitaan untuk melemahkan cengkeraman dosa atas diri saya.
Ampunilah masa laluku yang penuh dosa, yang menjadikanku terbiasa dengan nafsu ketidaktahuanku. Bahkan ketika saya sekarang memilih untuk hidup bagi Engkau Tuhan, saya hanya dapat melakukannya dengan tidak sempurna dan terbata-bata. Berilah saya kekuatan dan anugrah-Mu untuk menyingkirkan pekerjaan kegelapan, dan bertarung dengan pertarungan yang baik.

Tindakan
Berikan beberapa pemikiran kepada teman-temanmu yang tidak percaya dengan siapa Anda pernah bergabung. Mereka mungkin ‘terkejut’ bahwa Anda tidak lagi bergabung dengan mereka dalam kegiatan tertentu. Pikirkan bagaimana Anda ingin menjangkau mereka. Berdoalah bagi mereka agar mereka juga datang untuk merangkul teladan Kristus dan mengikuti petunjuk-Nya.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

10 April – JUMAT AGUNG. Sesudah Kesusahan Jiwanya akan Melihat

Oleh
Revd Steven Seah
Dean of Cambodia
Diocese of Singapore
Penerjemah: Team WMC

Yesaya 52:13a-53:12

13 Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil,
ia akan ditinggikan, disanjung
dan dimuliakan.
14 Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia
begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi,
dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi
15 demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa,
raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia;
sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat,
dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.
1 Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar,
dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN
dan sebagai tunas dari tanah kering.
Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada
sehingga kita memandang dia,
dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
3 Ia dihina dan dihindari orang,
seorang yang penuh kesengsaraan
dan yang biasa menderita kesakitan;
ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia
dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya,
dan kesengsaraan kita yang dipikulnya,
padahal kita mengira dia kena tulah,
dipukul dan ditindas Allah.
5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita,
dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;
ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita
ditimpakan kepadanya,
dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
6 Kita sekalian sesat seperti domba,
masing-masing kita mengambil jalannya sendiri,
tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya
kejahatan kita sekalian.
7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas
dan tidak membuka mulutnya
seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian;
seperti induk domba yang kelu
di depan orang-orang yang menggunting bulunya,
ia tidak membuka mulutnya.
8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil,
dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya?
Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup,
dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik,
dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat,
sekalipun ia tidak berbuat kekerasan
dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia
dengan kesakitan.
Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah,
ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut,
dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas;
dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar,
akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya,
dan kejahatan mereka dia pikul.
12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya
orang-orang besar sebagai rampasan,
dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan,
yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya
ke dalam maut
dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak,
sekalipun ia menanggung dosa banyak orang
dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Renungan
Sangat tepat pada Jumat Agung membaca lagu Hamba yang Menderita dari Yesaya ini Agung karena itu mengingatkan kita bahwa Tuhan kita Yesus ‘ditikam oleh karena pemberontakan kita’, ‘diremukkan oleh karena kejahatan kita’, dan ‘atas dia adalah hukuman yang membawa kita kedamaian’ . Tuhan ‘telah menempatkan kepada-Nya kesalahan kita semua’ (Yes 53: 5-6) Itulah kehendak Tuhan. (Yesaya 53:10)

Begitu besar pengorbanan dan tindakan cinta serta ketaatan tetapi “… tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? … karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah” (Yes 53:8) Namun, orang bertanya-tanya berapa banyak orang yang menerima pengorbanan cinta-Nya pada zaman-Nya itu?

Sesuai terjemahan ‘Setelah dia menderita’ dalam NIV atau sebagai ‘Sebagai akibat dari penderitaan jiwa-Nya’ dalam NASB, lalu ‘ia akan melihat terang dan menjadi puas’ karena dia akan ‘membuat banyak orang dibenarkan’ ‘. (Yes 53:11) Tidak semuanya sia-sia.

Tuhan kita Yesus pergi ke kayu salib dalam ketaatan kepada kehendak Allah bahkan tampaknya tidak ada yang akan percaya. Tetapi pada akhirnya, pengorbanan dan kematian-Nya sepenuhnya mendapat pembelaan.

Apakah Kristus memanggil Anda mati demi sifat jasmani atau gaya hidup lama? Sulit bagi Anda untuk menyerah, dan hasil dari kehidupan baru dalam Kristus sekarang tidak jelas bagi Anda. Tetapi Tuhan berkehendak agar Anda meninggalkan kehidupan lama dan menjalani kehidupan yang sepenuhnya dalam Kristus (Yohanes 10:10). Apakah Anda percaya pada-Nya?

Bagi orang lain, apakah kehendak Allah agar Anda melayani dalam pelayanan atau pekerjaan yang terbukti sulit dan menuntut? Anda telah bekerja keras dan lama, tetapi semuanya tampaknya sia-sia. Tidak ada buah untuk ditampilkan, dan sepertinya tidak ada yang peduli. Godaan sangat kuat untuk menyerah atau mencari jalan pintas, formula atau metode perbaikan solusi cepat. Firman Tuhan kepada Anda hari ini adalah untuk dapat “keluar dari kesedihan jiwa Anda, Anda akan melihat”’cahaya kehidupan (Yes 53:11).

Doa
Berikan saya iman percaya untuk hidup sepenuhnya di dalam Kristus yang Engkau anugerahkan bagiku, dan kekuatan untuk mati atas hidup lamaku, dan hidup lebih mendalam di dalam kehidupan baru yang saya miliki di dalam Kristus.
Berilah anugrah-Mu agar saya bertahan dalam pekerjaan yang telah Engkau percayakan padaku dan menahan godaan melemahkan Injil atau mengambil jalan pintas mencari solusi buatan manusia. Berilah saya kekuatan Roh untuk melakukan hal-hal dengan cara yang benar bahkan ketika itu sulit dan pengorbanan.

Tindakan
Lepaskan kehidupan lama untuk memegang kehidupan baru. Itu sangat berharga.
Jangan menyerah melayani di tempat Anda berada. Percaya kepada Tuhan. Demi Tuhan, Dia akan mengangkatmu.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

09 April – KAMIS MAUNDY. Aku Memberikan Perintah Baru kepada Kamu

Oleh
Rev Dr Clement Chia
Principal
Singapore Bible College
Penerjemah: Team WMC

Yohanes 13:1-17, 31b-35

1 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. 2 Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. 3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. 4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, 5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
6 Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?”
7 Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”
8 Kata Petrus kepada-Nya: “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” Jawab Yesus: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”
9 Kata Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!”
10 Kata Yesus kepadanya: “Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.” 11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: “Tidak semua kamu bersih.”
12 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? 13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. 14
Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; 15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. 16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. 17 Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.
31 Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. 32 Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.
33 Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. 34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. 35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

Renungan
Apa tanda seorang murid di mata dunia? Ketika kita mendekati Paskah, kita ingat bagaimana Yesus mengucapkan selamat berpisah kepada murid-murid-Nya, meninggalkan tanda yang paling dalam pada mereka yaitu panggilan untuk saling mengasihi. Sebagai murid Yesus, apakah kita masih memiliki tanda penting ini?

Mengapa Yesus ingin murid-murid-Nya saling mengasihi? Ini karena Tuhan tahu bahwa motivasi terbesar untuk mengikuti Yesus tidak lain adalah Kasih yang memberi mereka kekuatan untuk menerima, mengampuni, dan mendukung satu sama lain tanpa memandang keadaan mereka. Yang paling penting, kasih memberi mereka ketekunan untuk mengikuti Yesus dalam menghadapi kesulitan.

Lalu bagaimana, hendaknya para murid Tuhan saling mengasihi? Tidak mungkin membagikan apa yang kurang dari kita, sama seperti kita tidak bisa berbagi gelas dengan orang lain jika kosong. Seorang murid tidak dapat berbagi cinta dengan orang lain kecuali hatinya sendiri dipenuhi dengan cinta, dan Yesus tahu bahwa murid-muridnya perlu terlebih dahulu merasakan kasih ini secara mendalam.

Apa itu Kasih? Yesus tidak hanya memberikan definisi kasih kepada orang bijak, tetapi sebaliknya memberikan kasih yang dicontohkan melalui tindakan-Nya (ayat 1). Kenapa Dia melakukannya? Karena kasih bukan kata benda, tetapi kata kerja. Yesus Tuhan, Guru, dan Mesias yang rela membasuh kaki para murid-Nya. Karena itu, kasih dicontohkan melalui tindakan nyata.

Selain itu, menurut definisi pria, Cinta adalah hubungan antara dua pihak; itu seimbang, dan saling membutuhkan timbal balik. Ini juga memberi seseorang perasaan puas. Yesus mengasihi umat-Nya di bumi, dan Ia mengasihi mereka sampai akhir. Tapi, apakah ini berarti Dia hanya mencintai mereka yang membalas? Tidak semuanya; Yesus mencintai semua umat manusia termasuk Yudas, yang cintanya kepada Yesus dieksploitasi oleh iblis, yang menyebabkan dia mengkhianati Tuhan dan Juruselamatnya. Cinta selalu memberi orang lain kesempatan kedua.

Namun, pada kenyataannya, cinta kasih di antara umat manusia adalah cacat, dan kadang-kadang bahkan dapat menyayat hati. Ini berlaku untuk murid-murid Yesus. Mereka mengalami keadaan yang keras, masalah antar personal, dan konflik, yang membuat habis cinta kasih mereka satu sama lain. Bahkan Yesus sendiri mengalami gejolak emosi ketika Dia menghadapi kegelapan umat manusia pada malam sebelum kematian-Nya. Namun, ini tidak menghentikan-Nya untuk mengasihi dan melayani murid-murid-Nya. Jika cinta kasih seseorang datang dari Tuhan, kita dapat yakin bahwa cinta kasih itu tidak akan pernah habis.

Doa
Tuhan Yesus, yang mengasihi saya sampai akhir, Engkau hidup untuk saya, mati untuk saya, dan bangkit dari kematian untuk saya, sehingga saya dapat mengikuti teladan Engkau hari ini untuk bertindak dalam kasih dan melayani orang-orang di sekitar saya. Izinkan saya belajar, seperti yang dilakukan para murid, untuk mengasihi di sekitar saya, bahkan mereka yang telah menyakiti saya. Amin

Tindakan
Akankah saya mengikuti Tuhan dan menjadi murid-Nya hari ini? Apakah saya membawa tanda murid Tuhan? Apakah saya melayani dalam kasih seperti yang dilakukan Tuhan Yesus? Apakah semua orang melihat saya sebagai murid di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di antara teman dan keluarga, serta di lingkungan sosial saya?

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

08 April – RABU MINGGU KUDUS. Aku Memberikan Punggung-Ku kepada Orang-orang yang Memukul Aku

Oleh
Rev Chia Beng Hock
Senior Pastor
Bethel Assembly of God

Penerjemah: Team WMC

Yesaya 50:4-9a

4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku
lidah seorang murid,
supaya dengan perkataan
aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.
Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku
untuk mendengar seperti seorang murid.
5 Tuhan ALLAH telah membuka telingaku,
dan aku tidak memberontak,
tidak berpaling ke belakang.
6 Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku,
dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku.
Aku tidak menyembunyikan mukaku
ketika aku dinodai dan diludahi.
7 Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku;
sebab itu aku tidak mendapat noda.
Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu
karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.
8 Dia yang menyatakan aku benar telah dekat.
Siapakah yang berani berbantah dengan aku?
Marilah kita tampil bersama-sama!
Siapakah lawanku berperkara?
Biarlah ia mendekat kepadaku!
9 Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku;
siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?

Renungan
Bagian ini adalah salah satu dari empat nyanyian hamba dalam Yesaya, antara lain adalah 42: 1-4, 49:1-6 dan 52:13-53:12. Sebuah kontras antara hamba yang taat dengan Israel yang memberontak (50:1-3). Kita melihat keberanian dari hamba yang taat dalam ayat 6, hamba yang taat dengan rela “memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul,” tubuhnya dicambuk, menderita dan dipermalukan. “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yesaya 53:5). Yesus menggenapi hal ini (Matius 8:17; 1 Petrus 2:24), dan mendamaikan manusia dengan manusia, dan manusia dengan Allah (Efesus 2:12-18).

Keberanian dari hamba yang taat ini, diselipkan di antara konsentrasinya kepada Tuhan Allah (ayat 4-5) dan iman dirinya pada Tuhan Allah (ayat 7-9). Nama Tuhan Allah disebutkan empat kali.

Konsentrasi kepada Tuhan (ayat 4-5). Ketaatan dimulai dengan memberikan perhatian untuk mendengarkan Tuhan. Mendengarkan dan menghayati perintah Tuhan memungkinkan kita membawa hikmat bagi orang-orang yang mendengar kita dan penghiburan bagi yang lelah.

Iman (ayat 7-9). Mendengarkan dan menghayati Firman Allah memperkuat iman kita (Roma 10:17). Karena itu, hamba yang taat bersandar pada Tuhan Allah untuk meminta bantuan: “Tuhan ALLAH menolong aku … aku tidak mendapat noda … aku tidak akan mendapat malu … Dia yang menyatakan aku benar telah dekat … Siapakah yang berani berbantah dengan aku? … Siapakah lawanku berperkara? … Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?”

Kita melihat Yesus, hamba yang taat bangun pagi-pagi untuk berdoa (Markus 1:35), tumbuh dalam hikmat (Lukas 2:52), mengajar dengan otoritas dan hikmat (Matius 7:29 ; 13:54) dan memberi kelegaan bagi yang letih (Mat. 11:28). Dia menghadapkan wajah-Nya untuk pergi ke Yerusalem (Lukas 9:51) di mana Dia memilih untuk tidak menentang penangkapan atas diri-Nya (Matius 26:53). Dia diludahi di wajah, ditampar, dipukul dengan tinju (Matius 26:67; 27:30), dicambuk dan disalibkan (Matius 27:26-35). Petrus menyatakan, “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus” (Kisah Para Rasul 2:36).

Mengikut Kristus membutuhkan keberanian untuk menghadapi pencobaan yang mungkin menghadang kita. Jangan menunggu cobaan datang, mulai dengan memberikan konsentrasi (perhatian) untuk mendengarkan dan menjalankan Firman-Nya, itu akan membantu Anda mengembangkan kepercayaan Anda kepada Tuhan. “Jika Allah ada di pihak kita, siapakah yang dapat melawan kita?” (Roma 8:31), dan “… dalam semua hal ini kita lebih dari pemenang melalui Dia yang mengasihi kita!” (Roma 8:37).

Doa
Tuhan Yesus, ketika saya berdoa setiap hari, janganlah biarkan pikiran saya mengembara. Tolonglah saya, berilah saya perhatian penuh. Ketika saya membaca Firman-Mu, bantulah saya untuk berkonsentrasi dan dapat mendengarkan apa yang Engkau sampaikan kepada saya. Berilah saya anugrah-Mu untuk taat dan menjalankan kebenaran-Mu. Ditengah pencobaan, berilah saya keberanian untuk bersandar kepada-Mu, bantulah saya selalu ketika berada pada Kesulitan. Amin!

Tindakan
Renungkan keberanian Yesus dan kesediaan-Nya untuk memberikan punggung-Nya kepada mereka yang memukul-Nya untuk memenuhi misi Allah yaitu menyelamatkan dunia. Yesaya 50:4-9 menunjukkan kepada kita bahwa misi ini terhimpit di antara konsentrasi dan iman. Tuhan memberi Anda begitu banyak perhatian. Akankah Anda berhenti dari waktu ke waktu setiap hari untuk memberikan perhatian Anda kepada-Nya?

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

07 April – SELASA MINGGU AGUNG. Allah Memilih yang Lemah dalam Dunia

Oleh
Rev Ezekiel Tan
General Secretary
The Bible Society of Singapore
Penerjemah: Team WMC

1 Korintus 1:18-31

18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. 19 Karena ada tertulis:
“Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat
dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.”
20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? 21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.
22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, 23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, 24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. 25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.
26 Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. 27
Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, 28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, 29 supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. 30 Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. 31 Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”

Renungan
Dari awal waktu, kita secara tak sengaja tertarik pada apa yang membuat kita merasa kuat dan terkendali. Bagi sebagian orang, ini datang bersama penciptaan keajaiban zaman modern. Bagi yang lain, pengetahuan adalah kekuatan. Apa pun itu, sifat berdosa kita membuat kita mencari keamanan dalam segala hal selain dari Allah.

Pencarian kekuasaan ini dimulai di taman Eden, di tengah-tengah keindahan yang luar biasa, keajaiban, dan kelimpahan yang didapatkan bukan karena kelayakan, namun masih ada keinginan untuk mendapatkan lebih banyak. Jangankan bersyukur atas apa yang Allah berikan dan sediakan bagi mereka, Adam dan Hawa mengambil buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, makhluk ciptaan telah melampaui Sang Pencipta (Kejadian 2: 6). Mereka memilih apa yang mereka yakini akan memberi mereka otoritas yang lebih besar yaitu menempatkan diri mereka pada posisi untuk menjadi seperti Tuhan dan tidak bergantung pada-Nya.

Sama seperti orang-orang Yahudi dan Yunani mencari orang-orang yang mampu melakukan tanda-tanda dan yang memiliki kebijaksanaan besar, kita sering melakukan hal yang sama juga. Kita lebih suka mengandalkan kekuatan dan kebijaksanaan manusia karena itu memungkinkan kita untuk merasa memegang kendali. Dengan cara ini, pengejaran kita akan hal-hal ini selalu merupakan cermin dari dosa asal di taman Eden: pengejaran sia-sia untuk berperan sebagai Allah, dan kecenderungan keras kepala menuju otonomi bersandar diri sendiri.

Yang harus kita sadari adalah bahwa tanda-tanda dan kebijaksanaan belaka tidak akan pernah bisa memuaskan kerinduan terdalam dari diri manusia; kita dirancang untuk bergantung pada Pencipta kita. Semakin kita bergantung pada diri kita sendiri, semakin jauh kita dari tujuan yang Allah tetapkan dan masa depan yang Ia milki bagi kita.

Lalu apa solusi Tuhan bagi kita? Percaya pada apa yang telah dilakukan di kayu Salib lebih daripada diri kita sendiri. Melalui Salib, Kristus membalikkan konsekuensi pilihan diri kita terhadap Allah, ketergantungan yang sepenuhnya pada kedaulatan Allah atas apa yang dunia anggap sebagai hikmat dan kekuatan. Kristus di Kayu Salib adalah contoh sempurna tentang bagaimana “kebodohan Allah lebih bijaksana daripada hikmat manusia, dan kelemahan Allah lebih kuat dari kekuatan manusia”. Apa yang dunia anggap sebagai kelemahan dan kebodohan, ketika menyerah kepada Tuhan yang dicapai adalah kemenangan tertinggi atas dosa dan kematian.

Perikop hari ini menunjukkan kepada kita bahwa apa yang tampak bagi dunia sebagai bodoh dan lemah, tetapi adalah tepat yang dipilih Allah, karena itu mengharuskan kita untuk meninggalkan ketergantungan kita pada apa yang dapat kita lihat dan rasakan, sebaliknya berfokus pada apa yang Dia lakukan di kayu Salib. Hanya pada saat itulah kita dapat sepenuhnya menyerah dan mengarah kepada Allah seperti yang Dia kehendaki dan memenuhi tujuan terberkati yang telah Dia tetapkan bagi kita dalam kehidupan kita.

Doa
Ya Tuhan, Saya berterima kasih kepada-Mu atas apa yang telah Engkau lakukan untuk saya di kayu Salib. Tolong saya untuk mengingat dan menaruh iman saya kepada-Mu, dan bukan menurut apa yang dapat saya lihat. Pimpin saya melawan keinginan daging saya mengandalkan kekuatan dan kebijaksanaan manusia. Sementara banyak orang mungkin menganggapnya sebagai kelemahan dan kebodohan untuk mengandalkan sepenuhnya pada-Mu, Kristus telah terlebih dahulu menunjukkan kepada saya bagaimana untuk selalu percaya pada kehendak kedaulatan-Mu sebagai kekuatan dan kebijaksanaan. Amin.

Tindakan
Apa yang Anda coba kendalikan dalam hidup Anda? Identifikasi beberapa situasi ini dan bagaimana Anda dapat menyerah dan membiarkan Tuhan memimpin, agar tidak mengandalkan kekuatan dan kebijaksanaan Anda sendiri

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

06 April – SENIN MINGGU AGUNG. Acuh tak acuhkah kamu sekalian yang berlalu?

Oleh
Venerable Wong Tak Meng
Vicar, St Hilda’s Church
Archdeacon for Community Services
Diocese of Singapore
Penerjemah: Team WMC

Ratapan 1:1-12a

1 Ah, betapa terpencilnya kota itu,
yang dahulu ramai!
Laksana seorang jandalah ia,
yang dahulu agung di antara bangsa-bangsa.
Yang dahulu ratu di antara kota-kota,
sekarang menjadi jajahan.
2 Pada malam hari tersedu-sedu ia menangis,
air matanya bercucuran di pipi;
dari semua kekasihnya,
tak ada seorangpun yang menghibur dia.
Semua temannya mengkhianatinya,
mereka menjadi seterunya.
3 Yehuda telah ditinggalkan penduduknya karena sengsara
dan karena perbudakan yang berat;
ia tinggal di tengah-tengah bangsa-bangsa,
namun tidak mendapat ketenteraman;
siapa saja yang menyerang dapat memasukinya
pada saat ia terdesak.
4 Jalan-jalan ke Sion diliputi dukacita,
karena pengunjung-pengunjung perayaan tiada;
sunyi senyaplah segala pintu gerbangnya,
berkeluh kesahlah imam-imamnya;
bersedih pedih dara-daranya;
dan dia sendiri pilu hatinya.
5 Lawan-lawan menguasainya,
seteru-seterunya berbahagia.
Sungguh, TUHAN membuatnya merana,
karena banyak pelanggarannya;
kanak-kanaknya berjalan
di depan lawan sebagai tawanan.
6 Lenyaplah dari puteri Sion
segala kemuliaannya;
pemimpin-pemimpinnya bagaikan rusa
yang tidak menemukan padang rumput;
mereka berjalan tanpa daya
di depan yang mengejarnya.
7 Terkenanglah Yerusalem,
pada hari-hari sengsara dan penderitaannya,
akan segala harta benda
yang dimilikinya dahulu kala;
tatkala penduduknya jatuh ke tangan lawan,
dan tak ada penolong baginya,
para lawan memandangnya,
dan tertawa karena keruntuhannya.
8 Yerusalem sangat berdosa,
sehingga najis adanya;
semua yang dahulu menghormatinya,
sekarang menghinanya,
karena melihat telanjangnya;
dan dia sendiri berkeluh kesah,
dan memalingkan mukanya.
9 Kenajisannya melekat pada ujung kainnya;
ia tak berpikir akan akhirnya,
sangatlah dalam ia jatuh,
tiada orang yang menghiburnya.
“Ya, TUHAN, lihatlah sengsaraku,
karena si seteru membesarkan dirinya!”
10 Si lawan mengulurkan tangannya
kepada segala harta bendanya;
bahkan harus dilihatnya
bagaimana bangsa-bangsa masuk ke dalam tempat kudusnya,
padahal Engkau, ya TUHAN,
telah melarang mereka untuk masuk jemaah-Mu.
11 Berkeluh kesah seluruh penduduknya,
sedang mereka mencari roti;
harta benda mereka berikan ganti makanan,
untuk menyambung hidupnya.
“Lihatlah, ya TUHAN, pandanglah,
betapa hina aku ini!
12 Acuh tak acuhkah kamu sekalian yang berlalu?

Renungan
Begitu sering, di dalam Kehidupan kita yang penuh dengan kesibukan dan terpecah-pecah ini, kita melompat dari “Hosanna” pada minggu Pra-Paskah ke “Haleluya” pada Hari Paskah tanpa berhenti sejenak untuk merenungkan Jumat Agung sebagai sesuatu hari yang lebih bermakna daripada hari libur umum. Alangkah baiknya pada minggu kudus ini untuk merenung dan mengingat, mengapa Kristus hidup dan mati, sehingga dari kegelapan maut kita dapat bangkit bersama-Nya untuk hidup dalam kuasa kebangkitan-Nya.

Ratapan 1:1-6 menunjukkan kepada kita realita nyata tentang kehidupan bangsa Israel, umat Allah yang jatuh – dilecehkan, ditelantarkan oleh teman-temannya yang baik hanya di saat enak dan yang meninggalkannya di saat sulit, dipermalukan oleh musuh-musuhnya dan dirampas anak-anaknya serta semua yang berharga baginya. Hanya dalam keputusasaan seperti itulah Yerusalem mengingat dan menyadari (ayat 7-11) bahwa itu adalah dosa kesombongan, ketidaksetiaan dan tidak mau bertobat, memandang rendah peringatan dari Allah yang berulang kali, itulah yang sebenarnya penyebab kejatuhannya. Mengingat kejatuhan mereka dari anugrah-Nya, itulah yang menyebabkan mereka menangis keras di dalam ayat 9 dan 11, “Lihatlah, ya TUHAN, pandanglah!”

Jatuhnya Yerusalem pada tahun 586 SM hanyalah akhir dari kemunduran panjang dan menyakitkan Israel dari kesetiaan dalam perjanjiannya dengan Allah. Bagi orang yang lewat, kejatuhan Israel hanyalah statistik lain, hampir tidak layak diperhatikan atau simpati, apalagi dibantu. Tetapi, bahkan di reruntuhan ketidaksetiaannya, Israel menemukan harapan di dalam Allah perjanjian yang setia. Dia sendiri yang mendengar tangisannya dan akan datang kepada umat-Nya yang bertobat dengan penyembuhan di sayapnya (Mal 4:2).

Jadi, marilah kita mengambil keberanian, dan memeriksa iman kita, di mana mungkin ada penyimpangan atau kelonggaran dari komitmen kita kepada Kristus. Peganglah pakaian-Nya (Mat 9:20), dan dalam iman dan pertobatan, dipulihkan dan menjadi baik.

Doa
Ya Allah perjanjian yang setia, yang tidak senang menghukum anak-anak-Nya, buka mata kami untuk melihat di mana kami telah mengabaikan Engkau begitu saja, di mana kami menganggap enteng hal-hal yang membuat hati-Mu sedih dan menyinggung kekudusan-Mu.
Dengarkan seruan penyesalan kami agar kami dapat disembuhkan dan diperkuat, untuk membenci apa yang jahat dan mencari yang baik. Penuhi kami dengan Roh Kudus-Mu untuk menguduskan dan mengubah kami setiap hari menjadi serupa dengan Anak-Mu, Tuhan dan Juru Selamat kami, Yesus Kristus. Dalam nama-Nya kita berdoa. Amin.

Tindakan
Buatlah dua daftar (di atas kertas atau di benak Anda). Pada Daftar A, ingat dan tuliskan poin-poin penting dari perjalanan Anda dengan Tuhan, betapa Anda begitu bersukacita dalam keselamatan Anda, begitu rela dalam pelayanan Anda dan sangat berkorban dalam memberikan kepatuhan Anda kepada Allah.
Pada Daftar B, ingatlah bagaimana Anda dengan mudah teralihkan perhatian dan kehilangan pandangan akan Kristus, bagaimana Anda bergantung pada kekuatan Anda sendiri daripada Roh Kudus. Katakan kepada Yesus, “Maafkan saya atas rasa sakit yang telah saya sebabkan kepada Engkau. Terima kasih atas rahmat-Mu.” Kemudian sobek Daftar B dan simpan Daftar A di buku catatan atau Alkitab Anda sebagai target perjalanan Anda dengan Tuhan.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

05 April – MINGGU PALMA. Rajamu Datang Kepadamu …

Oleh
Rev Dominic Yeo
Lead Pastor, Trinity Christian Centre
General Superintendent, The Assemblies of God of Singapore
Penerjemah: Team WMC

Matius 21:1-11

1 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya 2 dengan pesan: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. 3 Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya.”
4 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: 5 “Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.” 6 Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. 7 Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya. 8 Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. 9 Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”
10
Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?” 11 Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”

Renungan
Konteks dari Matius 21adalah masa Paskah, dan peziarah Galilea dalam jumlah yang besar memasuki Yerusalem bersamaan dengan rute yang Yesus lakukan.

Pada “jalan masuk kemenangan” ini, seperti yang biasanya dinamai demikian, Raja Mesias menggenapi nubuatan-Nya dengan cara yang sangat kontras. Sudah pasti, Raja akan datang, tetapi tidak seperti yang diharapkan orang-orang.

Sang Raja …
… menunggangi keledai rendahan – bukan seekor kuda perang yang kuat
… berpakaian sederhana – bukan pakaian kerajaan yang mewah
… lemah lembu tdan damai – bukan dalam postur kemiliteran yang agresif
… potret seorang raja yang menjadi hamba – bukan seorang pahlawan yang diidolakan atau seorang bintang yang terkenal.
… dalam perjalanan ke penderitaan, penghinaan, dan kematian – bukan dalam pertunjukan spektakuler yang memuliakan diri sendiri.

Namun demikian, ini adalah sebuah prosesi masuk kerajaan – pakaian yang diletakkan di atas keledai dengan Yesus duduk di atasnya, ranting-ranting pohon palem dan pakaian yang menutupi jalan, dan orang banyak berteriak, “Hosana!” (Selamatkan sekarang!) Yesus, Raja kita telah menunjukkan kepada kita bahwa Dia menggenapi apa yang dinubuatkan dengan cara yang sangat sederhana. Dia tidak menyerah pada tekanan orang banyak, tapi mencapai tujuan Allah sebagai yang tidak menurut pada cara-cara dan harapan-harapan duniawi.

Contoh yang Yesus tunjukkan mengenai arti kehebatan langsung membalikkan dan berlawanan dengan budaya paradigma kekuasaan dunia.

Apa arti kehebatan bagi Anda?
Siapa yang Anda lihat sebagai seorang pemimpin hebat?
Apakah Anda bersedia menyerahkan nilai-nilai duniawi untuk memikul salib dan mengikuti Yesus sepanjang perjalanan ini?
Semoga kita dapat menolak kuasa orang banyak saat ini – media sosial, simbol status, para orang-orang berpengaruh, posisi, kesenangan dan tekanan-tekanan.

“Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka:”Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.” (Markus 9:35)

Doa
Tuhan Yesus, terima kasih sudah mengungkapkan kepada kami siapa Engkau – melalui perbuatan belas kasih-Mu, mujizat-mujizat-Mu yang berkuasa, cara-cara-Mu yang rendah hati dan kata-kata kehidupan.

Ajarkan kami menjadi seperti Engkau – mengenal Posisi-Mu dan kuasa-Mu, namun melatihnya dengan kerendahan hati yang begitu dalam.

Bantu kami untuk melawan nilai-nilai dan hal-hal yang tidak saleh, memikul salib dan mengikuti-Mu lebih dekat dari sebelumnya.

Tindakan
A

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

04 April – SABTU MINGGU KELIMA PRA-PASKAH. Oleh Darah Perjanjian Kekal

Oleh
Rev Samuel Gift Stephen
Senior Overseer
Smyrna Assembly
Penerjemah: Team WMC

Ibrani 13:17-25

17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.
18 Berdoalah terus untuk kami; sebab kami yakin, bahwa hati nurani kami adalah baik, karena di dalam segala hal kami menginginkan suatu hidup yang baik. 19 Dan secara khusus aku menasihatkan kamu, agar kamu melakukannya, supaya aku lebih lekas dikembalikan kepada kamu.
20 Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, 21 kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.
22 Dan aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kata-kata nasihat ini kamu sambut dengan rela hati, sekalipun pendek saja suratku ini kepada kamu. 23 Ketahuilah, bahwa Timotius, saudara kita, telah berangkat. Segera sesudah ia datang, aku akan mengunjungi kamu bersama-sama dengan dia.
24 Sampaikanlah salam kepada semua pemimpin kamu dan semua orang kudus. Terimalah salam dari saudara-saudara di Italia.
25 Kasih karunia menyertai kamu sekalian.

Renungan
Seluruh Surat Ibrani, penulis terus menerus mengingatkan bahwa kita tidak dapat mengabaikan keselamatan Allah. Keselamatan adalah anugerah yang diberikan cuma-cuma oleh Allah melalui Anak-Nya Yesus Kristus, yang datang ke dunia sebagai Anak Domba yang dikorbankan sekali dan untuk semua menebus dosa-dosa kita dengan mencurahkan darah-Nya. Ibrani 9:12 mengatakan “dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal”.
Darah Perjanjian yang kekal atau Perjanjian yang baru adalah penggenapan Perjanjian Musa melalui pengorbanan Yesus di kayu salib di Kalvari. Perjanjian Musa ini menuntut orang untuk melakukan sesuatu demi menerima keselamatan. Tetapi melalui Perjanjian Baru, Yesus mengalahkan dosa, maut dan setan, dan memberikan kemenangan pada kita. Keselamatan adalah anugerah yang diterima melalui iman. Ketika kita menerima keselamatan, hanya saat itulah kita menemukan kedamaian sejati di dalam Kristus yang adalah Raja Damai. Tidak ada di dunia ini yang dapat memenuhi hati dan pikiran kita dengan damai kecuali sebuah hubungan bersama Yesus.

Di dalam perjalanan hidup saya, saya menemukan setiap orang menemukan damai di tempat-tempat yang salah. Tapi ketika mereka menemukan sebuah hubungan dengan Kristus, mereka menemukan Damai yang melampaui akal pikiran. Ini hanya melalui tugas yang diselesaikan di kayu salib, Darah dari Perjanjian Kekal, dan Roh Kudus memperlengkapi kita dengan segala hal yang kita perlukan untuk melakukan kehendak-Nya. Frasa “memperlengkapimu dengan segala hal” merupakan terjemahan sebuah kata Yunani, katartidzo. Ini sebuah kata yang asing bagi kita, tapi tidak asing bagi orang-orang yang menerima surat ini. Para dokter mengetahuinya karena kata ini berarti “untuk mengatur tulang yang patah”. Bagi para pelaut, kata ini berarti “mempersiapkan kapal untuk sebuah perjalanan”. Bagi para prajurit, kata ini berarti “memperlengkapi sebuah pasukan untuk berperang”. Yesus ingin menyembuhkan tulang-tulang yang patah dalam kehidupan kita sehingga kita dapat dipulihkan dan menjalani hidup yang berkemenangan. Dia ingin memperbaiki setiap sobekan di jaring-jaring supaya kita dapat menangkap ikan dan memenangkan banyak jiwa. Yesus dapat memperbaiki hati yang patah, Dia dapat memulihkan pernikahan yang gagal. Dia mau memperlengkapi kita untuk berperang dan melindungi kita sehingga kita tidak akan babak belur dalam menghadapi badai kehidupan. Allah ingin membawa kita ke kedewasaan sehingga Dia dapat bekerja di dalam kita dan melalui kita yang menyenangkan hati-Nya dan menyelesaikan kehendak-Nya.

Bagaimana Allah memperlengkapi kita? Dia menggunakan firman Tuhan untuk memahat hati dan pikiran kita, doa untuk memahami hati Bapa, dan persekutuan dengan gereja lokal untuk membangun buah Roh. Dia memakai orang-orang di sekitar kita untuk memperlengkapi dan memperbaiki kita. Dia juga memakai penderitaan untuk menyempurnakan anak-anak-Nya. Allah ingin yang terbaik untuk kita dan dari kita.
Transformasi hanya terjadi ketika kita mengizinkan Allah bekerja di dalam kita dengan pertama-tama melalui pekerjaan-Nya yang diselesaikan di kayu salib melalui Darah perjanjian yang kekal. Berserahlah, Ambillah dan Ikutilah Dia!

Doa
Tuhan, bantulah aku untuk menyerahkan apa yang harus aku serahkan dengan kuasa Roh Kudus-Mu. Bantu aku menjadi sebuah kesaksian dimana pun Engkau menempatkanku. Amin.

Tindakan
Carilah jika ada beberapa area dalam kehidupan yang Anda belum benar-benar serahkan kepada Kristus. Izinkan Roh Kudus memampukan Anda untuk mematikan kehendakmu dan melakukan kehendak Bapa.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

03 April – JUMAT MINGGU KELIMA PRA-PASKAH. Setiap Orang yang Mau Hidup dalam Kristus akan Dianiaya

Oleh
Rev Dr Edwin Tay
Vice Principal
Trinity Theological College
Penerjemah: Team WMC

2 Timotius 3:1-17

1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, 3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, 4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. 5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! 6 Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, 7 yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran. 8 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. 9 Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang.
10 Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. 11 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya. 12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, 13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. 14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. 15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. 16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Renungan
“Bukti tidak hanya menunjukkan penyebaran penganiayaan anti-Kristen secara geografi, tapi juga menunjukkan tingkat kesadisannya. Di beberapa daerah, tingkat dan sifat penganiayaan hampir memenuhi definisi internasional tentang pembunuhan massal…” Pernyataan ini dirilis tahun 2019 dari laporan berita oleh Jeremy Hunt, dan kemudian oleh Menteri Luar Negeri Inggris, tentang penganiayaan terhadap orang-orang Kristen di seluruh dunia.

Penemuan dari laporan berita ini menggambarkan kebenaran dari pernyataan rasul Paulus yang mengatakan “setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya” (ayat 12). Seolah-olah penganiayaan yang tidak terhindarkan ini belum cukup mengganggu, rasul Paulus terus memperingatkan bahwa dunia ini bertambah jahat dan tidak bermoral (ayat 2-7, 13).

Bagaimana kita hidup sebagai murid Kristus dalam menghadapi penganiayaan dan kejahatan yang menyebar di dunia ini? Rasul Paulus menawarkan tiga nasihat yang harus dilakukan dalam menjawab pertanyaan ini.

Pertama, “Ketahuilah ini”, bahwa kita hidup pada “hari-hari terakhir” (ayat 1). “Hari-hari terakhir” adalah masa antara kelahiran Kristus dan kedatangan-Nya kembali, termasuk tahun 2020 ini. Masa-masa dimana degradasi moral menandakan masa ini. Walau diberikan peringatan, seharusnya ini tidak mengejutkan kita.

Kedua, “jauhilah” pengajar-pengajar sesat (ayat 5). Dengan “tampilan kesalehan mereka beribadah tapi memungkiri kekuatan ibadah” (ayat 5), orang-orang ini yang “melawan kebenaran” (ayat 8) dan memangsa orang-orang yang lemah dan rentan (ayat 6). Kita tidak berurusan dengan mereka.

Ketiga, lanjutkan apa yang telah kita pelajari tentang “keselamatan melalui iman di dalam Yesus Kristus” (ayat 14-15). Melanjutkan iman melibatkan mengikuti mereka yang mengikuti Kristus (ayat 10-11) dan menyerahkan diri kita pada otoritas firman Tuhan (ayat 16-17).

Memang, kita hidup dalam masa-masa gelap dan meresahkan, tapi bukan berarti perjalanan kita tanpa terang. Tiga nasihat rasul Paulus yang harus dijalankan ini untuk “mengetahui”,”menghindari” dan “melanjutkan” adalah firman Tuhan untuk kita melatih kearifan, mengejar kekudusan dan bertekun di dalam iman kita sampai kedatangan Yesus.

Doa
Bapa Surgawi, jaga iman anak-anak-Mu yang dianiaya di dunia ini. Kuatkan mereka untuk melawan kejahatan, dan melanjutkan berjalan bersama Yesus sampai aku melihat-Nya muka ketemu muka. Amin.

Tindakan
Temukan lebih banyak informasi mengenai penganiayaan orang-orang Kristen dan sediakan satu hari di minggu ini untuk berdoa bagi gereja-gereja yang dianiaya.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)