「Nazar」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Im. 27:1-8 [ITB])
1 Allah berfirman kepada Musa: 2 「Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila seorang mengucapkan nazar khusus kepada Allah mengenai orang menurut penilaian yang berlaku untuk itu,
3 maka tentang nilai bagi orang laki-laki dari yang berumur dua puluh tahun sampai yang berumur enam puluh tahun, nilai itu harus lima puluh syikal perak, ditimbang menurut syikal kudus. 4 Tetapi jikalau itu seorang perempuan, maka nilai itu harus tiga puluh syikal.
5 Jikalau itu mengenai seorang dari yang berumur lima tahun sampai yang berumur dua puluh tahun, maka bagi laki-laki nilai itu harus dua puluh syikal dan bagi perempuan sepuluh syikal.
6 Jikalau itu mengenai seorang dari yang berumur satu bulan sampai yang berumur lima tahun, maka bagi laki-laki nilai itu harus lima syikal perak, dan bagi perempuan tiga syikal perak.
7 Jikalau itu mengenai seorang yang berumur enam puluh tahun atau lebih, jikalau itu mengenai laki-laki, maka nilai itu harus lima belas syikal dan bagi perempuan sepuluh syikal.
8 Tetapi jikalau orang itu terlalu miskin untuk membayar nilai itu, maka haruslah dihadapkannya orang yang dinazarkannya itu kepada imam, dan imam harus menilainya; sesuai dengan kemampuan orang yang bernazar itu imam harus menentukan nilainya.
Dalam masyarakat Israel, membuat janji kepada Allah adalah hal yang sangat umum. Perilaku ini disebut 「membuat nazar,」 orang yang membuat nazar harus memenuhi apa yang dia janjikan untuk lakukan bagi Allah, jika tidak integritas orang itu akan dipertanyakan, mendatangkan murka dan hukuman Allah.
Apakah sebuah nazar adalah sebuah tawar-menawar, atau apakah itu suatu barter dengan Allah? Tidak, orang memiliki sikap serius terhadap nazar yang dia buat, ini adalah semacam persekutuan yang serius dengan Allah, dan tindakan mempercayakan hidupnya kepada Allah. Namun, nazar semacam ini juga dapat disalahgunakan oleh orang sehingga menyebabkan beberapa tragedi (misalnya nazar Yefta, Hak. 11:34-39). Untuk mencegah penyalahgunaan nazar, kitab Imamat menetapkan peraturan di pasal 27 ini.
Imamat 27:2-8 merujuk pada sejenis nazar, yang melibatkan pengabdian seseorang untuk melayani di tempat kudus (pelayanan bisa dalam suatu batas waktu atau yang tidak ditentukan jangka waktu, Hana mempersembahkan Samuel adalah nazar yang pelayanannya tidak terbatas jangka waktu), dalam prosedurnya perlu mengevaluasi nilai seseorang. Dari segi evaluasi, laki-laki diperhitungkan harga yang lebih tinggi (dua kali lipat) dari perempuan, hal ini mungkin tergantung pada keuntungan ekonomi orang tersebut. Jika laki-laki dewasa mungkin mereka lebih produktif daripada perempuan, jadi penilaian ini bukan untuk menggambarkan nilai seseorang, tetapi untuk menggambarkan produktivitas ekonomi seseorang. Namun, ini tidak berarti bahwa seseorang direduksi menjadi alat produksi, hanya saja pengaturan terhadap nazar mempertimbangkan segi ekonomi, pengaturan ini memberi orang kesempatan untuk membuat jalan keluar bagi orang yang sangat kesulitan dengan membuat nazar: jika yang dinazarkan adalah orang yang produktif secara ekonomi maka keluarga tersebut kehilangan orang yang produktif, keluarga harus diperhitungkan harga yang lebih tinggi sehingga bisa menjadi jaminan bagi absennya orang yang produktif ini dari keluarga tersebut, oleh karena itu, ini adalah semacam sistem perlindungan.
Ayat 8 menunjukkan bahwa orang miskin tidak memiliki kemampuan membuat nazar, mereka harus dibawa ke hadapan imam untuk dievaluasi harganya, yang menunjukkan bahwa imam adalah jaminan terakhir dalam suatu masyarakat. Karena imam adalah pemimpin komunitas, ia memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk menegakkan keadilan bagi orang miskin dan melindungi kehidupan mereka.
Renungkan:
Pengaturan atas nazar dalam tradisi imam sebenarnya merupakan sistem jaminan sosial yang memungkinkan orang miskin mendapatkan apa yang mereka butuhkan melalui nazar, dan untuk sementara mengatasi ketegangan keuangan jangka pendek mereka, dan imam harus melakukan penilaian yang adil dan benar. dalam hal ini, jangan karena keegoisan pribadi sehingga merendahkan nilai orang yang dinazarkan. Maksud awal dari pembentukan sistem ini apakah juga menjadi pengingat bagi kita yang menjadi pemimpin gereja, pemimpin rumah tangga, pemimpin tempat bekerja, atau pejabat pemerintah yang menghormati Allah dan mengasihi sesama?
Renungan pemahaman Kitab Imamat
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.