「Shema (1)」
Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Ul. 6:4-9 [ITB])
4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. 6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, 9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.
「Shema」 dalam bahasa Ibrani berarti 「dengarkan」, ini adalah moto orang Yahudi selama ribuan tahun, mengingatkan diri sendiri untuk tidak melupakan: 「TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!」 TUHAN adalah satu-satunya Allah yang benar. Dalam aspek positif harus 「Kasihilah TUHAN, Allahmu」.
Kitab Ulangan dua kali mencatat 「Shema,」 yakni pasal 6 dan pasal 11. Bagaimana cara 「kasihilah TUHAN, Allahmu」? Secara konkret, yakni sering merenungkan sebagai firman Allah (hukum Allah), dan berbagi firman Allah dengan orang lain, dan harus memakai perintah Allah di tangan dan dahi, dan menuliskannya di kusen pintu.
Di masa ini, orang laki-laki Yahudi telah melalui upacara dewasa Bar Mitzva, saat melantunkan dan berdoa di Sinagoge akan melilitkan sabuk kitab suci di tangan mereka dan sebuah kotak kitab suci di dahi mereka; semua kusen pintu rumah dan tiang pintu kota dipakukan kotak persegi kecil dengan Sepuluh Perintah di dalamnya, harus menyentuhnya setiap kali lewat, dilakukan sepanjang hidup.
Rabi menyebut paragraf pertama 「Shema」 sebagai Kuk Surga (Yoke of Heaven), intinya adalah sebagai berikut:
1. Objeknya adalah pribadi 「Anda」;
2. Motivasinya adalah 「kasih」;
3. Berkatnya adalah: 「supaya lanjut umurmu. Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.」 (Ulangan 6:2-3)
Oleh karena itu, meskipun agama orang Israel pada zaman dahulu adalah agama kolektif seluruh bangsa, sebenarnya sangat memperhatikan pelaksanaan individu, mematuhi hukum Allah tidak sepenuhnya karena tekanan komunitas, tetapi karena cinta kasih kepada Allah dari dalam hati seseorang.
Tuhan Yesus akrab dengan ajaran rabi, dan Dia mengomentari: 「Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya」 (Matius 11:12) orang berjuang untuk masuk kerajaan surga, dan mereka bekerja keras untuk mendapatkannya.
Renungkan:
Apa artinya 「bekerja keras (untuk memasuki kerajaan surga)」 bagi Anda? Apakah kita pernah membayar harga mahal untuk kerajaan surga? Atau apakah kita tidak pernah mau memiliki kesadaran ini sama sekali? 「Memikul kuk surga」 adalah berat, bukan sekadar seperti seorang Yahudi yang harus mematuhi banyak ajaran sepanjang hidupnya. Tetapi cinta kasih kepada Allah adalah sumber dari semua motivasi kita.
Renungan pemahaman Kitab Ulangan
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.