Tag Archives: Shema

Ulangan 11:13-20

Shema (2)

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 11:13-20 [ITB])
13 Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, 14 maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu, 15 dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.
16 Hati-hatilah, supaya jangan hatimu terbujuk, sehingga kamu menyimpang dengan beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya. 17 Jika demikian, maka akan bangkitlah murka TUHAN terhadap kamu dan Ia akan menutup langit, sehingga tidak ada hujan dan tanah tidak mengeluarkan hasil, lalu kamu lenyap dengan cepat dari negeri yang baik yang diberikan TUHAN kepadamu.
18 Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu. 19 Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun; 20 engkau harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu

Shema dalam bahasa Ibrani berarti mendengarkan, dan merupakan moto orang Yahudi, mengingatkan diri sendiri bahwa TUHAN adalah satu-satunya Allah yang benar. Ini adalah paragraf kedua dari Shema (paragraf pertama dalam Ulangan 6:4-9). Rabi menyebutnya sebagai Kuk Perintah (Yoke of Commandments). Paragraf pertama Shema sebagai Kuk Surga (Yoke of Heaven)

Dibandingkan Shemaparagraf pertama, poin-poin utama Shema paragraf kedua yang berbeda adalah sebagai berikut:
1. Targetnya adalah komunitas, kalian;
2. Motivasi adalah takut;
3. Jika tidak menaati, hukuman yang akan didapatkan adalah: akan bangkitlah murka TUHAN terhadap kamu dan Ia akan menutup langit, sehingga tidak ada hujan dan tanah tidak mengeluarkan hasil, lalu kamu lenyap dengan cepat dari negeri yang baik yang diberikan TUHAN kepadamu (Ul. 11:17)

Iman dan melayani satu Allah yang benar bukan sekadar kesalehan pribadi, tetapi juga tanggung jawab kolektif komunitas: itu adalah tanggung jawab keluarga, teman, masyarakat, bangsa, negara dan bahkan diperpanjang seluruh bumi. Bukan hanya tanggung jawab agama (memakai sebuah kotak kitab suci, memakai jubah yang ada jumbai-jumbai, dll.), tetapi juga termasuk memimpin orang-orang non-Yahudi untuk mematuhi Perjanjian Nuh. Dengan kata lain, anak-anak Allah memiliki tanggung jawab untuk memimpin dunia untuk mematuhi perintah-perintah Allah, dan tidak bisa hanya peduli diri sendiri berbuat baik. Ini adalah makna penting menjadi umat pilihan, dan harga yang harus dibayar tentu besar. Tidak heran orang-orang Yahudi sering mengeluh tentang mengapa Allah tidak memilih bangsa lain saja.

Namun, di satu sisi, Tuhan Yesus memerintahkan para murid untuk bekerja keras memberitakan Injil; di sisi lain, Dia berjanji kepada mereka: Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, … Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan (Mat. 11:29-30)

Renungkan:
Orang Kristen sering menekankan bahwa iman adalah untuk membangun hubungan individu dengan Allah; tetapi Shema mengingatkan kita bahwa kegagalan komunitas akan mendatangkan hukuman yang lebih besar dari Allah. Melihat tragedi dalam sejarah modern, banyak adalah karena gereja tidak melakukan yang terbaik. Bagaimanakah kita bisa menutup mata dan telinga terhadap hal ini?


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 6:4-9

Shema (1)

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 6:4-9 [ITB])
4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. 6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, 9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.

Shema dalam bahasa Ibrani berarti dengarkan, ini adalah moto orang Yahudi selama ribuan tahun, mengingatkan diri sendiri untuk tidak melupakan: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! TUHAN adalah satu-satunya Allah yang benar. Dalam aspek positif harus Kasihilah TUHAN, Allahmu.

Kitab Ulangan dua kali mencatat Shema, yakni pasal 6 dan pasal 11. Bagaimana cara kasihilah TUHAN, Allahmu? Secara konkret, yakni sering merenungkan sebagai firman Allah (hukum Allah), dan berbagi firman Allah dengan orang lain, dan harus memakai perintah Allah di tangan dan dahi, dan menuliskannya di kusen pintu.

Di masa ini, orang laki-laki Yahudi telah melalui upacara dewasa Bar Mitzva, saat melantunkan dan berdoa di Sinagoge akan melilitkan sabuk kitab suci di tangan mereka dan sebuah kotak kitab suci di dahi mereka; semua kusen pintu rumah dan tiang pintu kota dipakukan kotak persegi kecil dengan Sepuluh Perintah di dalamnya, harus menyentuhnya setiap kali lewat, dilakukan sepanjang hidup.

Rabi menyebut paragraf pertama Shema sebagai Kuk Surga (Yoke of Heaven), intinya adalah sebagai berikut:
1. Objeknya adalah pribadi Anda;
2. Motivasinya adalah kasih;
3. Berkatnya adalah: supaya lanjut umurmu. Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. (Ulangan 6:2-3)

Oleh karena itu, meskipun agama orang Israel pada zaman dahulu adalah agama kolektif seluruh bangsa, sebenarnya sangat memperhatikan pelaksanaan individu, mematuhi hukum Allah tidak sepenuhnya karena tekanan komunitas, tetapi karena cinta kasih kepada Allah dari dalam hati seseorang.

Tuhan Yesus akrab dengan ajaran rabi, dan Dia mengomentari: Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya (Matius 11:12) orang berjuang untuk masuk kerajaan surga, dan mereka bekerja keras untuk mendapatkannya.

Renungkan:
Apa artinya bekerja keras (untuk memasuki kerajaan surga) bagi Anda? Apakah kita pernah membayar harga mahal untuk kerajaan surga? Atau apakah kita tidak pernah mau memiliki kesadaran ini sama sekali? Memikul kuk surga adalah berat, bukan sekadar seperti seorang Yahudi yang harus mematuhi banyak ajaran sepanjang hidupnya. Tetapi cinta kasih kepada Allah adalah sumber dari semua motivasi kita.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.