「Tragis baru di atas tragedi dahulu kala」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Bil. 32:1-5 [ITB])
1 Adapun bani Ruben dan bani Gad ternaknya banyak, bahkan sangat banyak sekali. Ketika mereka melihat tanah Yaezer dan tanah Gilead, tampaklah tempat itu tempat yang baik untuk peternakan. 2 Lalu datanglah bani Gad dan bani Ruben dan berkata kepada Musa, imam Eleazar dan para pemimpin umat itu: 3 「Atarot, Dibon, Yaezer, Nimra, Hesybon, Eleale, Sebam, Nebo dan Beon, 4 negeri yang telah dikalahkan oleh TUHAN untuk umat Israel, itulah suatu negeri yang baik untuk peternakan dan hamba-hambamu ini memang ada ternaknya.」 5 Lagi kata mereka: 「Jika kami mendapat kasihmu, biarlah negeri ini diberikan kepada hamba-hambamu ini sebagai milik; janganlah kami harus pindah ke seberang sungai Yordan.」
(Bacalah Bilangan 32, klik di sini untuk membuka)
Bilangan 32 mencatat bahwa pada malam sebelum orang Israel memasuki Tanah Perjanjian, kedua suku Ruben dan Gad meminta Musa untuk tinggal di tanah sebelah timur sungai Yordan dan tidak membawa mereka menyeberangi sungai Yordan. Beberapa poin dibahas di sini terlebih dahulu:
Permintaan kedua suku:
(1) Fokus perhatian: dua kata yang paling pertama dari ayat 1 adalah 「ternak」 dan 「banyak」, terjemahan Mandarin 「gerombolan ternak yang sangat banyak」, menunjukkan inti dari seluruh peristiwa.
(2) Pilihan mereka: kedua suku Ruben dan Gad menyebutkan sembilan kota, semuanya terletak di tanah sebelah selatan Sungai Yabok dan di sebelah timur Sungai Yordan. Mereka menekankan bahwa ini semua adalah negeri yang telah dikalahkan oleh TUHAN untuk umat Israel, sepertinya tidak ada alasan untuk tidak membiarkan mereka memilih untuk menetap di sini (ayat 4).
(3) Inti dari pertimbangannya: karena mereka melihat bahwa itu adalah tanah 「yang baik untuk peternakan」 (ayat 4). Memang, dataran Yordan di sebelah timur Sungai Yordan umumnya disebut Tanah Gilead, tingginya 800 meter di atas permukaan laut, tanahnya subur dan padang rumput yang kaya. Daerah ini terkenal sebagai penghasil ternak lembu dan domba yang baik sejak zaman kuno.
Penolakan hamba Allah: tanpa disangka, Musa langsung menegur dan menolak keras, karena dua alasan utama:
(1) Menyimpang dari tujuan utama dan menghancurkan moral semangat tim: Tanah perjanjian yang Allah berikan kepada mereka adalah di sebelah barat Sungai Yordan. Sekarang sudah di depan mata segera sampai. Kenapa dua suku memilih mundur? Bukankah itu merupakan pukulan besar bagi suku-suku lainnya? Oleh karena itu, pertanyaan teguran pertama dari Musa adalah, 「Masakan saudara-saudaramu pergi berperang dan kamu tinggal di sini?」 Kalimat ini juga dapat diterjemahkan sebagai 「Ketika kamu tinggal di sini, apakah saudara-saudaramu akan pergi berperang?」 (ayat 6)
(2) Mengulangi kesalahan generasi ayah mereka dan menyebabkan kehancuran seluruh umat: Musa langsung teringat akan pengalaman menyakitkan Kadesh-Barnea hampir 40 tahun yang lalu. Karena kabar buruk dari sepuluh mata-mata yang kecil iman, membuat bangsa Israel dari generasi itu 「hati tawar kehilangan semangat」 (nû’, causative form – disebabkan) dan menolak untuk 「pergi」 memasuki tanah perjanjian (ayat 9). Kini generasi baru yang lahir di padang gurun ini mengulangi kesalahan orang tua mereka, membuat umat Israel 「enggan hati」 (nû’, causative form – disebabkan) dan tidak mau 「menyeberangi」 Sungai Yordan. Musa bahkan menegur mereka sebagai 「kawanan orang-orang berdosa」 yang hendak membawa kemusnahan atas seluruh bangsa ini (ayat 14-15).
Renungkan:
1. Sebelah timur sungai Yordan memang bukan tanah yang dijanjikan Allah, literatur para rabi juga menyalahkan suku Ruben dan Gad hanya karena pertimbangan ekonomi. Egois membutakan orang, membuat orang untuk mengabaikan kelompok, menyimpang dari tujuan utama, mencampakkan dan melawan pimpinan Allah, akibatnya menimbulkan konflik, kecurigaan, dan menghancurkan persatuan.
2. Jika ada orang bertanya: mengapa dua suku ini dan bukan yang lainnya? Dengan membandingkan lokasi kemah kedua belas suku dalam Bilangan 2, dapat diketahui bahwa suku Ruben dan Gad berkemah di sebelah selatan Kemah Suci, dan suku Manasye berkemah di sebelah barat Kemah Suci. Bisa jadi ketiga suku ini memiliki banyak kesempatan untuk saling berinteraksi, bertukar informasi, dan saling mempengaruhi. Ini yang disebut 「orang yang dekat pewarna merah menjadi berwarna merah, dan yang dekat tinta menjadi berwarna hitam」, bisakah kita tidak berhati-hati dalam berteman?
Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16
Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.