Tag Archives: Perang Suci

Bilangan 31:19, 50

「Jarahan dan tebusan」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Bil. 31:19, 50 [ITB])
19 Tetapi kamu ini, berkemahlah tujuh hari lamanya di luar tempat perkemahan; setiap orang yang telah membunuh orang dan setiap orang yang kena kepada orang yang mati terbunuh haruslah menghapus dosa dari dirinya pada hari yang ketiga dan pada hari yang ketujuh, kamu sendiri dan orang-orang tawananmu …
50 Sebab itu kami mempersembahkan sebagai persembahan kepada TUHAN apa yang didapat masing-masing, yakni barang-barang emas, gelang kaki, gelang tangan, cincin meterai, anting-anting dan kerongsang untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kami di hadapan TUHAN.

(Bacalah Bilangan 31, klik untuk membuka)

Kitab Bilangan menggunakan 6 ayat untuk mencatat pertempuran antara Israel dan orang Moab (Bilangan 31:7-12), tetapi menggunakan banyak ruang untuk mencatat penanganan pasukan setelah kembali dengan kemenangan (Bilangan 31:13-54). Berikut beberapa poin penting:

• Penahiran pasukan dan tawanan: semua prajurit yang berpartisipasi dalam perang dan tawanan wanita harus tinggal di luar perkemahan selama tujuh hari, harus menahirkan diri pada hari ketiga dan ketujuh mengikuti cara peraturan abu lembu betina merah di pasal 19, juga termasuk semua pakaian (Bilangan 31:19-20, 19:12, 19). Karena mereka membunuh musuh dalam perang atau menyentuh orang mati, terhitung najis. Ini adalah penerapan pertama dari peraturan yang tercatat dalam kitab Bilangan, dan ini juga menjadi contoh bagi mereka yang kemudian ikut dalam perang.

• Penahiran barang rampasan perang: dapat dibagi menjadi dua kategori, logam apapun yang tahan api harus melewati api terlebih dahulu, kemudian menggunakan air penahiran, barulah terhitung tahir. Segala sesuatu yang tidak tahan api harus dibersihkan dengan air. Ini juga merupakan suplemen bagi tata cara abu lembu betina merah, sekali lagi menjelaskan fungsi penahiran dari api dan air (ayat 21-24).

• Pembagian barang rampasan perang secara adil: barang rampasan dibagi menjadi dua bagian, separuh untuk pasukan yang pergi berperang, dan separuh untuk segenap umat yang lain. Belakangan Daud juga menetapkan aturan berdasarkan ini: … bagian orang yang tinggal di dekat barang-barang adalah sama seperti bagian orang yang pergi berperang; itu akan dibagi sama-sama. (1 Sam. 30:24) Kemudian ia menetapkan bahwa jumlah orang yang masuk pertempuran harus Ternak, 「engkau harus mengkhususkan upeti bagi TUHAN dari para prajurit yang keluar bertempur itu, yakni satu dari setiap lima ratus, baik dari manusia, baik dari lembu, dari keledai dan dari kambing domba」 (ayat 28). Dan dari jarahan yang dibagikan kepada orang-orang, baik dari manusia maupun ternak, 「harus diambil satu dari lima puluh, dan diberikan kepada orang Lewi yang memelihara Kemah Suci TUHAN」 (ayat 30, 47). Karena ini adalah perang TUHAN (Yahweh), semua rampasan harus menjadi milik Allah.

• Para pemimpin tentara mempersembahkan emas dan penebusan: kepala-kepala pasukan seribu dan kepala-kepala pasukan seratus datang untuk melaporkan kepada Musa tentang jumlah total kematian bawahan mereka dalam pertempuran ini ternyata nol, mereka mempersembahkan perhiasan emas yang mereka sita kepada TUHAN (Yahweh) sebagai korban (qorban) sebagai tebusan (kipper, lihat terjemahan IMB) bagi nyawa mereka (nepeš bentuk jamak) di hadapan TUHAN (ayat 50, bandingkan terjemahan ITB … untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kami di hadapan TUHAN). Tebusan ini seperti setengah syikal perak, yang berarti bahwa nyawa orang yang dihitung itu dipertahankan dilindungi (lihat Keluaran 30:12-16). Dan mereka tidak merasa kesal karena Musa menegur mereka karena tidak membunuh wanita Midian, sebaliknya mereka sangat menghormati Musa dan menyebut diri mereka hamba-hambamu ini (ayat 49). (Ayat 14-18 14 Maka gusarlah Musa kepada para pemimpin tentara itu, kepada para kepala pasukan seribu dan para kepala pasukan seratus, yang pulang dari peperangan, 15 dan Musa berkata kepada mereka: “Kamu biarkankah semua perempuan hidup? 16 Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN. 17 Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh. 18 Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu.)

Renungkan:
Perkataan terkenal dari raja minyak Amerika Rockefeller: Perhatikan lima persen terakhir, karena jika penutupannya dilakukan dengan baik, semuanya akan selesai dengan baik. Mengakhiri sebuah urusan sering kali lebih penting daripada urusan itu sendiri.


Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16

Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Daniel 10:1-11:1

「Peperangan yang Tidak Terlihat Mata」

Apa yang bisa kita lakukan untuk hadapi peperangan besar?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 10:1-11:1 [ITB])
10:1Pada tahun ketiga pemerintahan Koresh, raja orang Persia, suatu firman dinyatakan kepada Daniel yang diberi nama Beltsazar; firman itu benar dan mengenai kesusahan yang besar. Maka dicamkannyalah firman itu dan diperhatikannyalah penglihatan itu.
2Pada waktu itu aku, Daniel, berkabung tiga minggu penuh: 3makanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh. 4Pada hari kedua puluh empat bulan pertama, ketika aku ada di tepi sungai besar, yakni sungai Tigris, 5kuangkat mukaku, lalu kulihat,
tampak seorang yang berpakaian kain lenan dan berikat pinggang emas dari ufas. 6Tubuhnya seperti permata Tarsis dan wajahnya seperti cahaya kilat; matanya seperti suluh yang menyala-nyala, lengan dan kakinya seperti kilau tembaga yang digilap, dan suara ucapannya seperti gaduh orang banyak.
7Hanya aku, Daniel, melihat penglihatan itu, tetapi orang-orang yang bersama-sama dengan aku, tidak melihatnya; tetapi mereka ditimpa oleh ketakutan yang besar, sehingga mereka lari bersembunyi; 8demikianlah aku tinggal seorang diri. Ketika aku melihat penglihatan yang besar itu, hilanglah kekuatanku; aku menjadi pucat sama sekali, dan tidak ada lagi kekuatan padaku. 9Lalu kudengar suara ucapannya, dan ketika aku mendengar suara ucapannya itu, jatuh pingsanlah aku tertelungkup dengan mukaku ke tanah. 10Tetapi ada suatu tangan menyentuh aku dan membuat aku bangun sambil bertumpu pada lutut dan tanganku.
11Katanya kepadaku: “Daniel, engkau orang yang dikasihi, camkanlah firman yang kukatakan kepadamu, dan berdirilah pada kakimu, sebab sekarang aku diutus kepadamu.” Ketika hal ini dikatakannya kepadaku, berdirilah aku dengan gemetar. 12Lalu katanya kepadaku: “Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. 13Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia. 14Lalu aku datang untuk membuat engkau mengerti apa yang akan terjadi pada bangsamu pada hari-hari yang terakhir; sebab penglihatan ini juga mengenai hari-hari itu.”
15Ketika dikatakannya hal ini kepadaku, kutundukkan mukaku ke tanah dan aku terkelu. 16Tetapi sesuatu yang menyerupai manusia menyentuh bibirku; lalu kubuka mulutku dan mulai berbicara, kataku kepada yang berdiri di depanku itu: “Tuanku, oleh sebab penglihatan itu aku ditimpa kesakitan, dan tidak ada lagi kekuatan padaku. 17Masakan aku, hamba tuanku ini dapat berbicara dengan tuanku! Bukankah tidak ada lagi kekuatan padaku dan tidak ada lagi nafas padaku?”
18Lalu dia yang rupanya seperti manusia itu menyentuh aku pula dan memberikan aku kekuatan, 19dan berkata: “Hai engkau yang dikasihi, janganlah takut, sejahteralah engkau, jadilah kuat, ya, jadilah kuat!” Sementara ia berbicara dengan aku, aku merasa kuat lagi dan berkata: “Berbicaralah kiranya tuanku, sebab engkau telah memberikan aku kekuatan.” 20Lalu katanya: “Tahukah engkau, mengapa aku datang kepadamu? Sebentar lagi aku kembali untuk berperang dengan pemimpin orang Persia, dan sesudah aku selesai dengan dia, maka pemimpin orang Yunani akan datang. 21Namun demikian, aku akan memberitahukan kepadamu apa yang tercantum dalam Kitab Kebenaran. Tidak ada satupun yang berdiri di pihakku dengan tetap hati melawan mereka, kecuali Mikhael, pemimpinmu itu, 11:1seperti dahulu aku juga mendampinginya untuk menguatkan dan menyokongnya, yakni pada tahun pertama pemerintahan Darius, orang Media itu.”

Setengah bagian belakang kitab Daniel, seluruhnya terdapat tiga penglihatan yang menunjuk masa depan, penglihatan paling akhir dicatat dalam pasal 10 sampai 12 adalah penglihatan Daniel pada tahun ketiga Koresh (Cyrus), raja orang Persia, juga merupakan pelengkap penglihatan di pasal 7 dan 8. Setelah selesai melihat penglihatan, Daniel berdasarkan perintah harus sembunyikan segala firman itu, dan meteraikan Kitab itu sampai pada akhir zaman (Dan. 12:4), diperintahkan hendak bersabar menunggu sampai akhir, dan akan bangkit untuk mendapat bagiannya pada kesudahan zaman (Dan. 12:13).

Daniel pada 「tahun ketiga Koresh (Cyrus) raja Persia」 (kira-kira tahun 536 atau 535 S.M) menerima penglihatan menyangkut 「peperangan besar」 akhir zaman (Dan. 10:1, perhatikan dalam ITB 「kesusahan besar」 bandingkan NIV, CUVT 「great war」 atau ESV 「great conflict). Dua puluh satu hari sebelumnya, Daniel dalam kesedihan hati datang memohon kepada Allah. Kemudian dari perkataan Malaikat diketahui bahwa sebenarnya sejak awal permohonan Daniel telah didengarkan sejak hari pertama ia datang kepada Allah (Dan. 10:12), yakni 「tiga minggu」 sebelumnya Allah telah mendengarkan dia (Dalam penulisan terjemahan CUVT terdapat keindahan gaung pola angka tujuh, 「tiga kali tujuh hari」, dari teks bahasa Ibrani שְׁלֹשָׁ֥ה שָׁבֻעִ֖ים יָמִֽים tiga kali periode tujuh hari), dan segera mengutus Malaikat datang memberitahu kepada dia, tetapi terhalang karena 「Pemimpin kerajaan orang Persia」 berdiri menentang sang Malaikat dua puluh satu hari lamanya (Dan. 10:13). Kemudian setelah kepala malaikat Mikhael datang menolong, barulah ia bisa datang kepada Daniel.

Malaikat menguakkan keadaan peperangan rohani. Di balik kerajaan di antara manusia, terdapat kuasa Roh Kebenaran dan roh jahat, keduanya adalah dalam pertentangan. Kuasa roh kejahatan ada di balik kuasa kerajaan di atas bumi yang menekan dan menganiaya umat Allah, dan pada saat yang sama, Malaikat Allah berperang di langit mewakili umat Allah. Pada waktu Daniel bersungguh-sungguh berdoa, 「pemimpin orang Persia」 berperang menghalangi sang Malaikat (Dan. 10:13, 20), dapat dilihat peperangan di udara bersamaan dengan yang terjadi di bumi di antara manusia. Konsep ini tidak hanya terdapat dalam Kitab Daniel, nabi Yesaya menyebutkan: 「Maka pada hari itu TUHAN akan menghukum tentara langit di langit dan raja-raja bumi di atas bumi」 (Yes. 24:21)

Mengapa pemimpin orang Persia dengan segenap tenaga menghalangi Malaikat Allah? Dari perikop dapat diperkirakan, karena Malaikat hendak menjelaskan kepada Daniel tentang 「firman itu benar, Kitab Kebenaran dan hal yang benar」, yang merupakan hal-hal yang ada dalam rencana Allah yang harus digenapi (Dan. 10:1, 21; 11:2). Hal-hal tersebut berdasarkan teks sebelumnya dapat diketahui terkait mulai dari Persia, Yunani, Antiochus IV sampai kerajaan bangsa-bangsa yang melemah dan saling menggantikan, terus sampai 「raja」 akhir zaman yang berakhir dimusnahkan, dan hal kebangkitan orang mati di akhir zaman (Dan. 12:1-4), adalah bagian rencana Allah, juga bersamaan terkait erat dengan nasib Persia; pemimpin jahat Persia dengan sekuat tenaga menghalangi Malaikat, karena ia tidak bersedia menerima kenyataan bahwa kerajaan Persia yang di atas bumi akan dimusnahkan. Pemimpin jahat Yunani juga demikian. (Dan. 10:20-21) tidak peduli bagaimana, penjelasan Malaikat menguakkan hubungan peristiwa 「di langit」 dan 「di bumi」, kuasa kejahatan kerajaan yang di atas bumi menentang umat Allah, bersamaan terkait peperangan di langit.

Sejarah Perjanjian Lama memberitahukan kita, Allah yang adil penuh kebenaran akan melalui umat-Nya menghukum dosa bangsa-bangsa; demikian juga, saat umat Israel berdosa durhaka, Allah juga akan memakai bangsa-bangsa sebagai alat menghukum mereka. Ini adalah konsep 「Perang Suci」 dalam Perjanjian Lama. Pada zaman Daniel, umat Israel karena durhaka tidak setia, mendatangkan kehancuran bangsa kematian keluarga, penghukuman ditawan. Daniel dalam doa mewakili bangsanya mengaku berdosa terhadap Allah, mendapatkan jawaban sebuah janji yang berharga: Allah hendak berperang bagi umat-Nya, secara total memperoleh kemenangan.

Renungkan: peperangan rohani walaupun tidak mampu dilihat mata, adalah sungguh-sungguh ada, juga secara langsung menpengaruhi hal-hal yang terjadi di atas bumi. Kita walaupun tidak dapat mengendalikan keadaan peperangan di langit, tetapi sebagai umat Allah yang ada di atas bumi, justru memiliki tanggung jawab berdoa secara sungguh-sungguh bagi tanah air dan bangsa kita. Kitab Daniel pasal 10, mencatat Daniel tercengang dan kehilangan tenaga setelah bertemu Malaikat Allah, saat yang sama kita melihat Allah yang penuh belas kasih, tidak memandangnya sebagai hal kecil; Malaikat tiga kali menjamah (Dan. 10:10, 16, 18), dua kali menyebut Daniel sebagai 「 orang yang dikasihi」 (Dan. 10:11, 19), juga pengakuan Allah terhadap ia 「telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu」.

Setiap saat melihat kuasa jahat menganiaya umat yang setia, sulit dihindari merasa sedih dan marah; tetapi kita jangan lupa ini bukan akhir dari semuanya, lebih lagi bukan merupakan perhentian akhir dari sejarah. Peperangan ini telah memperoleh kemenangan, bukan melalui cara pembantaian, tetapi melewati kematian: Yesus Kristus berkorban diri-Nya mati di atas salib, sudah menggenapkan penebusan, sudah menghantam runtuh musuh. Kiranya kita tidak putus asa menyerah, tetapi 「berkabung rohani」 bersungguh-sungguh berkabung dari dalam hati, berpuasa, merendahkan diri datang berharap di hadapan Tuhan. (Im. 16:29, 31; 23:27, 29, 32; Bil. 29:7; Maz. 35:13; Dan. 10:12)