Tag Archives: Debora

Hakim-hakim 6:1-11

「Gideon ── gambaran keadaan Israel」

Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hak. 6:1-11 [ITB])
1 Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya, 2 dan selama itu orang Midian berkuasa atas orang Israel.
Karena takutnya kepada orang Midian itu, maka orang Israel membuat tempat-tempat perlindungan di pegunungan, yakni gua-gua dan kubu-kubu.
3 Setiap kali orang Israel selesai menabur, datanglah orang Midian, orang Amalek dan orang-orang dari sebelah timur, lalu maju mendatangi mereka; 4 berkemahlah orang-orang itu di daerah mereka, dan memusnahkan hasil tanah itu sampai ke dekat Gaza, dan tidak meninggalkan bahan makanan apapun di Israel, juga domba, atau lembu atau keledaipun tidak. 5 Sebab orang-orang itu datang maju dengan ternaknya dan kemahnya, dan datangnya itu berbanyak-banyak seperti belalang. Orang-orangnya dan unta-untanya tidak terhitung banyaknya, sekaliannya datang ke negeri itu untuk memusnahkannya, 6 sehingga orang Israel menjadi sangat melarat oleh perbuatan orang Midian itu. Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN.
7 Ketika orang Israel berseru kepada TUHAN karena orang Midian itu, 8 maka TUHAN mengutus seorang nabi kepada orang Israel, yang berkata kepada mereka: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang menuntun kamu keluar dari Mesir dan yang membawa kamu keluar dari rumah perbudakan. 9 Aku melepaskan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan semua orang yang menindas kamu, bahkan Aku menghalau mereka dari depanmu dan negeri mereka Kuberikan kepadamu. 10 Dan Aku telah berfirman kepadamu: Akulah TUHAN, Allahmu, maka janganlah kamu menyembah allah orang Amori, yang negerinya kamu diami ini. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku itu.』」
11 Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.

Bagaimana kondisi bangsa Israel pada zaman Gideon? Ayat 10 mengatakan: Aku telah berfirman kepadamu: Akulah TUHAN, Allahmu, maka janganlah kamu menyembah allah orang Amori, yang negerinya kamu diami ini. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku itu.』」 Artinya: bangsa Israel sekali lagi melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, mengabdi dan menyembah allah orang Amori, apakah itu? Menurut ayat 6:25, itu adalah berhala Baal. Namun, setelah membaca 10 ayat ini dengan cermat, penulis 《Kitab Hakim-hakim》 memberi tahu kita secara rinci bahwa dalam tujuh tahun ini (ayat 1), bagaimanana orang Midian menindas orang Israel. Tapi apa masalahnya?

Baal adalah dewa yang disembah oleh orang Kanaan, yang mereka percaya bertanggung jawab atas kesuburan dan alam. Menurut latar belakang kepercayaan orang Kanaan, Baal bisa membawa kemakmuran dan pertumbuhan bagi para penyembahnya; ditambah lagi, karena kemudian Israel jatuh ikut orang-orang Kanaan menyembah dewa yang sama, yang seharusnya memungkinkan aliansi yang lebih kuat antara kedua negara. Namun, ironisnya adalah bahwa dalam 7 tahun terakhir, Israel bukan saja tidak mendapatkan panen yang baik, tetapi bahkan tidak ada stabilitas keamanan politik. Di balik 10 ayat ini, penulis Alkitab ingin memberitahu kita: menyembah Baal? Jika dewa ini sangat hebat, mengapa tidak bisa melindungi keamanan Israel?

Selain itu, apa yang lebih ironis? Ayat 11 mengatakan: … Gideon, anak Yoas, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur … Apa masalahnya?

Jika kita masih ingat deskripsi Debora di pasal 4, kita mungkin mengerti ketidakbergunaan Gideon. Alkitab mencatat bahwa Debora biasa duduk di bawah pohon korma Debora dan orang Israel menghadap dia untuk berhakim kepadanya, bagaimana dengan hari ini? Gideon mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur untuk menghindari orang Midian. Apa itu tempat pemerasan anggur? Mungkin itu adalah gua di gunung, atau gua bawah tanah, yang berarti dia berada di tempat yang sangat tersembunyi.

Gideon bahkan juga termasuk orang Israel pada waktu itu, mereka mengira bahwa tempat-tempat perlindungan di pegunungan , yakni gua-gua yang mereka gali dan kubu-kubu yang mereka bangun (ayat 2) sudah menjadi zona aman mereka. Mungkin mereka sangat ingin meminta pertolongan Allah, tetapi mereka sepertinya memegang erat berhala tidak mau melepaskannya. Ayat 6 mencatat bahwa mereka berseru kepada Allah, tetapi dalam ayat 11 kita melihat Gideon (dan bahkan lebih banyak lagi orang Israel) yang masih bekerja di dalam gua yang mereka bangun dan juga tidak segera menyingkirkan berhala, (lihat juga renungan Yehezkiel 23:5-10, klik untuk membaca)

Renungkan:
Jika kita memahami gambaran ini secara visual, kita mungkin akan mengerti bahwa ini bukanlah sekadar penilaian sederhana antara ketaatan dan ketidaktaatan. Apa artinya? Dalam 7 tahun terakhir kehidupan orang Israel ini, tepat memberi tahu kita: jika hidup kita tertanam dalam bentuk dan kebiasaan tertentu, akan sulit bagi kita untuk keluar dari situasi ini! Ini bukan hanya pertanyaan apakah kita bersedia untuk menanggapi panggilan Allah, tetapi dibutuhkan membayar harga yang mahal dan keberanian untuk membuat perubahan yang mengguncangkan!


Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Hakim-hakim 4:1-10

「Debora ─ hakim wanita yang tangguh」

Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hak. 4:1-10 [ITB])
1 Setelah Ehud mati, orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN. 2 Lalu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan Yabin, raja Kanaan, yang memerintah di Hazor. Panglima tentaranya ialah Sisera yang diam di Haroset-Hagoyim.
3 Lalu orang Israel berseru kepada TUHAN, sebab Sisera mempunyai sembilan ratus kereta besi dan dua puluh tahun lamanya ia menindas orang Israel dengan keras.
4 Pada waktu itu Debora, seorang nabiah, isteri Lapidot, memerintah sebagai hakim atas orang Israel. 5 Ia biasa duduk di bawah pohon korma Debora antara Rama dan Betel di pegunungan Efraim, dan orang Israel menghadap dia untuk berhakim kepadanya.
6 Ia menyuruh memanggil Barak bin Abinoam dari Kedesh di daerah Naftali, lalu berkata kepadanya: Bukankah TUHAN, Allah Israel, memerintahkan demikian: Majulah, bergeraklah menuju gunung Tabor dengan membawa sepuluh ribu orang bani Naftali dan bani Zebulon bersama-sama dengan engkau, 7 dan Aku akan menggerakkan Sisera, panglima tentara Yabin, dengan kereta-keretanya dan pasukan-pasukannya menuju engkau ke sungai Kison dan Aku akan menyerahkan dia ke dalam tanganmu.』」
8 Jawab Barak kepada Debora: Jika engkau turut maju akupun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju akupun tidak maju. 9 Kata Debora: Baik, aku turut! Hanya, engkau tidak akan mendapat kehormatan dalam perjalanan yang engkau lakukan ini, sebab TUHAN akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan. Lalu Debora bangun berdiri dan pergi bersama-sama dengan Barak ke Kedesh.
10 Barak mengerahkan suku Zebulon dan suku Naftali ke Kedesh, maka sepuluh ribu orang maju mengikuti dia; juga Debora maju bersama-sama dengan dia.

Ketika siklus jahat berulang terus menerus, apa artinya? Ini berarti bahwa kelompok ini tidak belajar dari pengalaman mereka, dalam kegagalan tidak introspeksi, dan tidak merefleksikan diri mereka sendiri!

Mencermati dengan saksama 《Kitab Hakim-hakim》 pasal 4, di awal kita akan terkejut ── dalam periode sejarah yang begitu penting saat Israel ditindas selama 20 tahun, Allah bahkan tidak memanggil dan memilih seorang hakim laki-laki yang muda, yang kuat, yang bijak dan cakap untuk menyelamatkan Israel; sebaliknya, Dia memakai dua wanita untuk sementara waktu membawa Israel keluar dari kesulitan ini.

Pasal 3 mencatat bahwa setelah Otniel, negara Israel damai selama 40 tahun (ayat 3:11); bagaimana dengan setelah Ehud? Amanlah tanah itu, delapan puluh tahun lamanya (ayat 3:30). Jika kita sedikit mengamati lebih teliti tentang itu, kita akan mengerti: ini menunjukkan bahwa Israel tidak berperang, dan semua pemimpin tidak ada, bukan mati dalam perang! Jika demikian, perlu dipikirkan: ke mana perginya para pemimpin? Ayat 4, dikatakan pada waktu itu Debora … memerintah sebagai hakim atas orang Israel mengingatkan kita: bahwa Debora memerintah sebagai hakim bukan karena orang Israel berseru meminta tolong kepada Allah barulah Allah membangkitkan dia untuk menyelamatkan mereka; tetapi pada kenyataannya, Debora telah lama dipilih oleh Allah untuk menjadi hakim bagi orang Israel!

Pemimpin seperti apa Debora? Menurut catatan ayat 5: Ia biasa duduk di bawah pohon korma Debora antara Rama dan Betel di pegunungan Efraim, dan orang Israel menghadap dia untuk berhakim kepadanya. Tidak ada keraguan bahwa dia adalah orang yang mendapat banyak perhatian pada saat itu. Bagian yang menarik dari ayat ini adalah bahwa pohon korma Debora ── tempat di mana orang-orang Israel mendengarkan keputusan penghakiman, tampaknya sebuah tempat yang terkenal, dan gambaran keseluruhannya kemungkinan besar adalah sekelompok pria Israel mendengarkan keputusan seorang wanita!

Ketika penulis Alkitab menunjukkan kemampuan Debora, pada kenyataannya, juga tidak melupakan keterbatasannya ── dia adalah isteri Lapidot. Memang, di zaman Debora, tidak peduli seberapa besar kemampuan wanita, mereka tetap harus melalui nama suami agar bisa dikenal orang; dengan cara yang sama, di ayat 17 dan 21, memperkenalkan Yael sebagai isteri Heber.

Ayat 6-10 membuat kita melihat: meskipun peran Debora sangat penting, meskipun dia berjanji untuk ikut menemani Barak, namun yang benar-benar membunuh musuh di medan perang adalah Barak, bukan Debora. Faktanya, di masa Perjanjian Lama sering wanita sepenuhnya terpisahkan dari medan pertempuran. Hanya tercatat kesetiaan dan keberanian pria di medan perang, tetapi tidak sering menyebutkan kepahlawanan wanita. Oleh karena itu, kita bisa melihat Barak yang bertempur dalam perang, walaupun kemudian Yael isteri Heber yang membunuh panglima tentara musuh bukanlah di medan perang.

Penulis 《Kitab Hakim-hakim》 ingin mengangkat sebuah tema penting di sini ── di era Debora sebagai hakim, wanita sebagai pemimpin sama sekali bukan hal yang biasa di era hakim-hakim; dan bahkan bukan satu orang saja, tetapi dua orang, karena setelah itu ada Yael.

Renungkan:
Amanlah tanah itu, delapan puluh tahun lamanya (ayat 3:30), tetapi tidak ada pemimpin! Tidak ada yang mau bangkit untuk mengambil tanggung jawab selama masa aman tenteram. Lalu di masa kekacauan, apakah ada orang yang mengajukan diri dan maju memikul beban? Alkitab tidak menggambarkan kemampuan Debora, bahkan menunjukkan kepada kita beberapa keterbatasan pemimpin perempuan; hanya saja dia keluar dengan cara ini apa adanya, di era kekurangan pemimpin, untuk menjalankan misi yang tidak pernah mudah ini.
Apakah kita bersedia untuk keluar dan mengajukan diri?


Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.