Tag Archives: Disiplin dari Allah

1 Kor. 4:18-21(2)

「Jangan meremehkan kuasa disiplin Allah! Kuasa Allah akan menyertai hamba yang setia!」

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 4:18-21 [ITB])
18 Tetapi ada beberapa orang yang menjadi sombong, karena mereka menyangka, bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu.
19 Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka. 20 Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.
21 Apakah yang kamu kehendaki? Haruskah aku datang kepadamu dengan cambuk atau dengan kasih dan dengan hati yang lemah lembut?

Gembala, pelayan, dan orang percaya Jangan meremehkan kuasa disiplin Allah! Allah membenci dosa yang tetap berkeras bertindak semau-maunya sendiri, harus ingat: Jangan meremehkan kuasa disiplin Allah! Waktunya telah tiba, Tuhan akan meminta tanggung jawab, menghukum, dan akan mendisiplinkan! Kepada mereka yang sengaja dan sembrono, Paulus berkata: Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan, tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman (Roma 2:5, 8) , semuanya itu mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka(Kolose 3:6)

Bagi para gembala, pelayan, dan orang percaya yang dengan setia melayani Tuhan, tetapi mengalami pencederaan dan patah semangat, harus ingat: Jangan meremehkan kuasa disiplin Allah! Ketika mengalami hambatan dalam pelayanan Anda, jangan mengira sedang berjuang seorang diri saja, jangan seperti Elia yang berpikir bahwa di dunia ini hanya kita yang menghargai kekudusan gereja, khawatir kehilangan orang percaya, dan membenci gereja yang salah jalan! Tuhan mengasihi gereja-Nya! Dia juga berduka bersama kita atas gereja yang salah jalan! Selain itu, seperti yang dipelajari Elia: masih ada tujuh ribu! Ada banyak hamba setia yang mengasihi Tuhan dan gereja (1 Raj. 19:18) Waktunya akan tiba ketika Tuhan akan menyatakan kuasa-Nya, memakai hamba-hamba yang setia, menghukum dan mendisiplinkan orang-orang yang bertindak semau-maunya sendiri, orang-orang dan domba sesat yang berkeras berjalan menyimpang, agar mata mereka melihat bahwa Allah dan para hamba yang setia adalah rekan kerja. Surat Ibrani mengingatkan: Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa, sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah (Ibrani 12:3, 12)

Mempelajari Surat 1 dan 2 Korintus, kita dapat melihat contoh yang sangat indah dari seorang gembala: meskipun ia mengalami rasa penderitaan yang panjang dan berat, air mata, kekhawatiran, dan ketegangan, Paulus tidak pernah melepaskan otoritas, tanggung jawab, dan panggilannya untuk menggembalakan! Paulus tidak gentar dari orang-orang yang meniup gelembung pembesaran diri! Di hadapan orang-orang dari gereja Korintus yang menggelembungkan diri dan tersesat, Paulus menantang mereka dengan kebenaran: Saya tidak ingin mendengarkan kata-kata Anda yang membual, tetapi hendak melihat ada kuasa besar apa di balik peninggian diri Anda itu? Kuasa dan akhir yang seperti apa yang dimiliki orang sombong yang menjauh dari Allah? Para gembala dan saudara-saudari yang setia kepada Tuhan tidak boleh takut kepada mereka! Jangan biarkan kata-kata sombong mereka menjatuhkan kita, atau membuat kita berkecil hati, putus asa, dan kehilangan tekad! Paulus mengingatkan kita: Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa Mereka yang berjalan di jalan yang salah, mereka yang mementingkan diri sendiri, dan mereka yang menghina Tuhan, membenci Tuhan, dan membenci hamba Tuhan, memiliki kekuatan dan otoritas apa yang sesungguhnya? Apa yang akan menjadi akhir mereka? Jangan takut pada mereka! Kesombongan mereka hanya mengumpulkan murka Allah atas diri mereka sendiri! Mengapa kita harus kecil hati? Mengapa Anda harus takut pada mereka?

Ketika raja Ahab, Izebel, dan para nabi Baal sombong, merajalela, dan sewenang-wenang, ketika banyak hamba TUHAN menderita dan ingin bersembunyi atau melarikan diri, apakah kita harus takut kepada mereka? Ketika 850 para nabi Baal dan para nabi Asyera bangkit menari dengan liar, apakah kita akan takut pada mereka? Kita harus ingat: Injil adalah kekuatan Allah! Tuhan juga akan menggunakan segala macam kekuatan kuasa luar biasa untuk bekerja bersama hamba-hamba Tuhan yang setia! Jangan sampai kita takut pada mereka! Gembala bukan hanya memiliki tongkat penggembalaan, tetapi juga tongkat kebenaran dan disiplin dengan otoritas serta kuasa Allah! Menghadapi generasi yang tidak percaya, menghadapi Ahab dan Izebel yang jahat, menghadapi banyak nabi Baal, menghadapi banyak orang percaya Korintus yang tersesat, maka sebagai pelayan Tuhan harus ingat: Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa, menggembalakan dalam lingkungan yang penuh kesulitan, zaman berbahaya penuh duri, kita harus ingat perkataan Yesus: janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa (Mat. 10:28), barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa (Wahyu 2:26) Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan (Wahyu 2:10) Kunci utama: jangan meremehkan kuasa pendisiplinan Allah! Kuasa Allah yang besar akan menyertai hamba yang setia!

Renungkan:
• Menghadapi ketegangan dalam pelayanan, pernahkah Anda mengalami kecewa, putus asa, dan kehilangan semangat yang mendalam? Pengingat apa yang diberikan pengajaran ayat Alkitab hari ini kepada Anda?

• Dihadapkan dengan segala macam ketegangan dan tantangan pelayanan yang sulit, Paulus tidak pernah melepaskan otoritas, tugas dan panggilannya untuk menggembalakan! Pengingat dan inspirasi apa yang diberikan oleh teladan Paulus kepada Anda?

Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa . Jangan meremehkan kekuatan kuasa pendisiplinan Allah! Kuasa Allah yang besar akan menyertai hamba yang setia! Pengingat dan penghiburan apa yang diberikan beberapa kata-kata ini kepada Anda?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 4:9-17

Mematahkan tongkat makanan

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 4:9-17 [ITB])
9 Selanjutnya ambillah gandum, jelai, kacang merah besar, kacang merah kecil, jawan dan sekoi dan taruhlah dalam satu periuk dan masaklah itu menjadi roti bagimu.
Itulah makananmu selama engkau berbaring pada sisimu, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari.
10 Dan makananmu yang harus kaumakan akan ditentukan timbangannya, yakni dua puluh syikal satu hari; makanlah itu pada waktu-waktu tertentu.
11 Air minumpun bagimu akan ditentukan, seperenam hin banyaknya; minumlah itu pada waktu-waktu tertentu.
12 Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya di atas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka.
13 Selanjutnya TUHAN berfirman: Aku akan membuang orang Israel ke tengah-tengah bangsa-bangsa dan demikianlah mereka akan memakan rotinya najis di sana.
14 Maka kujawab: Aduh, Tuhan ALLAH, sesungguhnya, aku tak pernah dinajiskan dan dari masa mudaku sampai sekarang tak pernah kumakan bangkai atau sisa mangsa binatang buas; lagipula tak pernah masuk ke mulutku ini daging yang sudah basi.
15 Lalu firman-Nya kepadaku: Lihat, kalau begitu Aku mengizinkan engkau memakai kotoran lembu ganti kotoran manusia dan bakarlah rotimu di atasnya.
16 Sesudah itu Ia berfirman kepadaku: Hai, anak manusia, sesungguhnya, Aku akan memusnahkan persediaan makanan di Yerusalem dan mereka akan memakan roti yang tertentu timbangannya dengan hati yang cemas; juga mereka akan meminum air dalam ukuran terbatas dengan hati yang gundah-gulana 17 dengan maksud, supaya mereka kekurangan makanan dan minuman dan mereka semuanya menjadi gundah-gulana, sehingga mereka hancur di dalam hukumannya.

Paragraf ini mencatat bagian lain dari drama profetik, menjelaskan makanan yang dimakan Yehezkiel saat dia berbaring miring selama 390 hari, dan tema pematahan tongkat makanan dijelaskan di berbagai tempat dalam deskripsinya.

Pertama-tama, ayat 9 mencatat enam tumbuhan sebagai makanan, yang merupakan tanaman umum di Timur Dekat kuno. Allah berpesan kepada Yehezkiel untuk memakan makanan campuran ini, ini tidak melanggar tuntutan hukum Taurat, Imamat 19:19 hanya memerintahkan untuk tidak menabur dua benih di lahan yang sama, tetapi tidak melarang orang untuk makan campur. Lalu, Allah memerintahkan Yehezkiel untuk makan ini untuk menunjukkan bahwa makanan campuran ini biasanya dimakan ketika kota sedang diserang dan dikepung, ini adalah karena keadaan kekurangan makanan, tidak mungkin bagi orang-orang di kota untuk menemukan cukup makanan dari jenis yang sama, sehingga hanya bisa makan campuran.

Kedua, di ayat 12, TUHAN memerintahkan Yehezkiel untuk menggunakan kotoran manusia untuk memanggang makanan, meskipun menggunakan kotoran untuk memanggang makanan adalah cara memasak yang umum di Timur Dekat kuno, namun menggunakan kotoran manusia untuk memanggang adalah najis, karena hukum Taurat menyatakan bahwa orang setelah membuang hajat harus ditimbuni tanah, untuk menghindari kenajisan (Ulangan 23:12-14, Di luar perkemahan itu haruslah ada bagimu suatu tempat ke mana engkau pergi untuk kada hajat. Di antara perlengkapanmu haruslah ada padamu sekop kecil dan apabila engkau jongkok kada hajat, haruslah engkau menggali lubang dengan itu dan menimbuni kotoranmu …). Di sini Allah memerintahkan Yehezkiel menggunakan kotoran manusia untuk memasak, yang berarti bahwa ketika Yerusalem dikepung, tidak ada bahan bakar untuk memasak dan hanya kotoran manusia yang bisa digunakan. Akan tetapi, Yehezkiel mengeluarkan suara mengaduh sedih, menyatakan bahwa sebagai seorang imam, dalam hidupnya dia pernah belum makan apapun yang najis (ayat 14), maka TUHAN memaklumi perasaan dia dan memintanya untuk mengganti kotoran manusia dengan kotoran sapi.

Terakhir, ayat 16 menjelaskan makna dari drama profetik ini, yaitu TUHAN akan mematahkan tongkat makanan Yerusalem (dan ITB, RCUV persediaan makanan, KJV the staff of bread). Frasa ini diambil dari Imamat 26:26 Jika Aku memusnahkan persediaan makananmu, maka sepuluh perempuan akan membakar roti di dalam satu pembakaran. Mereka akan mengembalikan rotimu menurut timbangan tertentu, dan kamu akan makan, tetapi tidak menjadi kenyang, ditegaskan bahwa ketika bangsa Israel melanggar perintah, ketetapan, dan hukum Allah, maka Ia akan mematahkan tongkat makanan. Ini adalah metafora bahwa makanan adalah tongkat yang menopang kehidupan. Itu berasal dari kebiasaan pada zaman itu orang akan menggunakan tongkat kayu untuk mengangkut makanan. Dengan demikian, seluruh drama profetik adalah untuk menyampaikan pesan penghakiman Allah atas Yerusalem, dan untuk menjelaskan bahwa penghakiman yang membinasakan ini adalah sisi kutuk dari syarat perjanjian, yang merupakan janji dari TUHAN mematahkan tongkat makanan (Imamat 26:26 ). Dengan cara ini, Kitab Suci membawakan penjelasan teologis atas kehancuran Yerusalem dan orang-orang tidak memiliki makanan, alasannya bukanlah karena kemenangan orang Babel, bukan karena nasib buruk orang Israel, tetapi karena orang-orang itu melanggar perintah Allah. Sesuai dengan janji dalam perjanjian, Allah memberikan kutukan kepada orang Israel dan menghukum mereka sesuai dengan klausul (ketentuan tersendiri dari suatu perjanjian).

Renungkan:
Kutukan bagian dari perjanjian adalah fokus dari paragraf ini. Orang-orang Israel adalah umat perjanjian, di sinilah identitas mereka berada, ketika mereka mematuhi perintah Allah, maka Allah menjanjikan berkat, tetapi ketika mereka melanggar perintah, Allah berjanji untuk menurunkan kutuk (Im. 26). Ketentuan berkat dan kutuk dalam perjanjian ini membawakan berkat dan disiplin bagi orang Israel. Teologi perjanjian ini membawakan tafsir teologis tentang penderitaan dan kehancuran yang mereka alami, sehingga mereka sangat mendalam memahami bahwa penderitaan yang mereka hadapi adalah disiplin perjanjian Allah, seperti halnya seorang ayah yang mencintai anak-anaknya maka mendisiplinkan anak-anaknya sendiri. Apakah kita semua menganggap diri kita sendiri sebagai warga perjanjian? Jika kita sedang menerima disiplin, dapatkah kita juga memahami dan menghargai bahwa disiplin adalah kehendak Allah? Bagaimana saat dalam disiplin bisa membantu diri sendiri mendapatkan hikmat bijak untuk hormat takut akan Allah?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 53:4-6 (2)

「Hadiah dari Hamba」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 53:4-6 [ITB])
4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. 5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. 6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

Ada yang menyebut hari ini sebagai Boxing Day (setelah hari Natal ketika orang-orang membongkar “kotak Natal” yang diterima atau yang didapat dari bertukar hadiah). Hadiah apa yang dibawa bagi kita oleh hamba yang menderita?

Pertama, Yes. 53:4 menggunakan kata dipukul untuk menunjukkan bahwa TUHAN memukul hamba-Nya. Kata pukul adalah kata yang dipakai dalam perjanjian di kitab Ulangan, dan terutama digunakan untuk menggambarkan bagaimana Allah menggunakan bencana yang berbeda memukul orang-orang yang melanggar perintah TUHAN (Ul. 28:22, 27, 35, 61). Ketika orang Israel berdosa, ketentuan perjanjian menyatakan bahwa Allah akan memukul dan mendisiplinkan umat-Nya sesuai dengan persyaratan perjanjian, agar mereka dapat bertobat. Yes. 53:5 menggunakan kata ganjaran (hukuman), yang sering digunakan dalam konteks pendisiplinan terhadap anak (Amsal 13:24; 22:15; 23:13), dan Allah mendisiplinkan orang berdosa (Mazmur 39:11-12; Ayub 5:17; Yer. 2:30; 5:30; 30:14), jadi perikop Kitab Suci di sini menunjukkan bahwa Allah memukul hamba-Nya sebagai orang berdosa yang membutuhkan disiplin.

Kedua, Yes. 53:6 menyatakan bahwa hamba yang menderita tidak berbuat dosa, tetapi menanggung kesengsaraan demi orang banyak, dan TUHAN meletakkan dosa-dosa semua orang berdosa kepada hamba yang menderita itu. Dengan demikian, Dia yang tidak bersalah menerima hajaran disiplin dan hukuman dari Allah, hamba yang menderita itu hidup di dalam kehendak Allah, bersedia menanggung semua konsekuensi dosa (buah dari dosa). Karena penggantian yang dilakukan hamba ini, umat Allah menerima kedamaian dan penyembuhan (ayat 5). Ini adalah hadiah yang dibawakan oleh hamba yang menderita kepada kita. Ternyata hadiah yang sebenarnya bukan hiburan dan kenikmatan, tetapi kasih dan pengorbanan yang menggantikan, hadiah ini harus diterima dengan air mata pengakuan dosa, mendapatkan kedamaian pengampunan dan penerimaan Allah.

Latar mendapatkan hadiah ini adalah bahwa umat Allah harus menjadi komunitas yang mengakui dosa, harus mengakui bahwa diri kita semua seperti domba yang berjalan tersesat, menyimpang ke jalan sendiri (ayat 6). Hanya dengan perendahan diri barulah dapat melihat kebutuhan untuk mendapatkan hadiah. Jika kita masih mempertahankan mata bangga dan dengan cara yang dangkal memandang hamba yang menderita dari jubah luar (ayat 1-3), maka kita tidak siap untuk menerima hadiah ini, tetapi ketika cara pandang kita berubah, kita melihat kenyataan diri yang tidak ada apa-apanya, dan sifat sejati sebagai orang berdosa, barulah dapat melihat kebodohan diri yang seperti domba berjalan tersesat, barulah dapat memahami segala sesuatu yang telah dilakukan oleh hamba yang menderita itu.

Renungkan:

Di hari Boxing Day, kita harus lebih memikirkan pemberian Tuhan kepada kita, hadiah ini membutuhkan mata inferioritas perendahan diri dan pengakuan dosa barulah dapat melihat nilai keberhargaannya, kiranya kita semua meletakkan topeng peninggian diri dan menjalani kehidupan berbelaskasihanlah dan penuh kasih karunia kepada saya orang berdosa ini, membuka kotak hadiah damai sejahtera dan penyembuhan, serta dengan hati bersyukur menjalani kehidupan.


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya Pasal 40-55 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Desember 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

10 April 2019 ● Rabu Minggu Kelima Pra Paskah

Kemudian itu akan menghasilkan buah kebenaran

Ibrani 12:3-13
3Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. 4 Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah. 5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak:
“Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan,
dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya,
dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”
7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Dimanakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? 8Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. 9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalua demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? 10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. 11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
12 Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; 13 dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.

Renungan

Awalnya mereka tampak melakukannya dengan baik pada saat mereka mengalami penganiayaan. Orang-orang percaya mula-mula ini menderita dengan baik untuk kemuliaan Kristus. Seiring berjalannya waktu, jiwa mereka menjadi letih dan lelah.

Rasul mengingatkan orang-orang kudus ini tentang satu hal yang sangat berharga. Kebenaran ini, dipahami dengan benar, akan memberi mereka percikan cahaya yang mereka butuhkan untuk bertahan. Kebenaran yang satu ini akan mengubah segalanya.

Permusuhan orang berdosa yang dibicarakan oleh Rasul adalah cara kerja Allah. Kita sering tidak terpikir bahwa Allah menggunakan orang yang tidak saleh untuk mencapai tujuan-Nya.

Alam semesta ada atas perintah Tuhan. Tuhan menentukan jumlah bintang di langit dan jumlah butiran pasir di sepanjang lautan. Dia berdaulat atas semua orang … mereka yang menjadi milik-Nya dan mereka yang bukan milik-Nya. Dia dapat membangkitkan pasukan jahat untuk memberikan penghukuman pada umat-Nya sendiri untuk mempromosikan pertobatan. Dia dapat memberikan kesuksesan kepada orang jahat dalam bisnis sehingga mereka akan mencapai tujuan-Nya. Dalam hal ini, Tuhan menggunakan orang jahat untuk menantang dan meregang orang-orang yang Dia kasihi, agar mereka diperlengkapi dengan lebih baik untuk membawa kemuliaan bagi-Nya.

Pelari yang baik tahu bahwa ia hanya akan menjadi lebih baik karena ia menanggung rasa sakit dari pelatihan dan berlatih. Itu adalah hal yang sama dalam hal spiritual.

Suka atau tidak, kita tumbuh paling besar saat kita menderita melalui berbagai cobaan yang menghadang kita. Tuhan tahu persis pencobaan apa yang harus digunakan untuk membuat kita tumbuh.

Kita sering tidak berpikir tentang Tuhan mengirim masa-masa sulit kepada kita. Untuk berbagai alasan, kita hanya berpikir Tuhan mengirimkan saat-saat yang menyenangkan.

Teks ini sangat jelas ketika penulis menunjukkan kepada kita bahwa hal-hal sulit yang dialami orang-orang percaya berasal dari Allah dalam bentuk disiplin yang disertai kasih.

Ketika kita berpikir tentang disiplin, kita paling sering ataupun jika tidak selalu, kita memiliki pikiran tentang penghukuman. Kita berpikir tentang melakukan dosa dan kemudian Tuhan menghukum kita seperti ayah duniawi menghukum seorang anak yang melanggar jam malam atau sesuatu seperti itu.

Disiplin berarti “untuk mengajar atau mendidik; untuk memberi tahu pikiran; mempersiapkan dengan menginstruksikan prinsip dan kebiasaan yang benar; untuk mendisiplinkan anak muda untuk suatu profesi; atau untuk tujuan di masa depan ”.

Kata disiplin ini berasal dari kata “murid”. Itu berarti memperkuat atau melatih dalam kebenaran; seperti pelari yang menjadi lebih kuat saat ia berlatih dengan ketahanan. Disiplin, meskipun menyakitkan menghasilkan harapan, kebenaran dan kedamaian di tengah kesengsaraan.

Doa

Tuhan, disiplinkan kami saat kami bergerak maju dalam kehidupan, sehingga kami mengalami sukacita kebenaran dan kedamaian. Amin.

Tindakan
Tanamkan disiplin di tempat kerja dan keluarga Anda.

Oleh
Rev Dr M.Mani Chacko
General Secretary
The Bible Society of India