「Mematahkan tongkat makanan」
Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yehezkiel 4:9-17 [ITB])
9 「Selanjutnya ambillah gandum, jelai, kacang merah besar, kacang merah kecil, jawan dan sekoi dan taruhlah dalam satu periuk dan masaklah itu menjadi roti bagimu.
Itulah makananmu selama engkau berbaring pada sisimu, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari.
10 Dan makananmu yang harus kaumakan akan ditentukan timbangannya, yakni dua puluh syikal satu hari; makanlah itu pada waktu-waktu tertentu.
11 Air minumpun bagimu akan ditentukan, seperenam hin banyaknya; minumlah itu pada waktu-waktu tertentu.
12 Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya di atas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka.」
13 Selanjutnya TUHAN berfirman: 「Aku akan membuang orang Israel ke tengah-tengah bangsa-bangsa dan demikianlah mereka akan memakan rotinya najis di sana.」
14 Maka kujawab: 「Aduh, Tuhan ALLAH, sesungguhnya, aku tak pernah dinajiskan dan dari masa mudaku sampai sekarang tak pernah kumakan bangkai atau sisa mangsa binatang buas; lagipula tak pernah masuk ke mulutku ini daging yang sudah basi.」
15 Lalu firman-Nya kepadaku: 「Lihat, kalau begitu Aku mengizinkan engkau memakai kotoran lembu ganti kotoran manusia dan bakarlah rotimu di atasnya.」
16 Sesudah itu Ia berfirman kepadaku: 「Hai, anak manusia, sesungguhnya, Aku akan memusnahkan persediaan makanan di Yerusalem dan mereka akan memakan roti yang tertentu timbangannya dengan hati yang cemas; juga mereka akan meminum air dalam ukuran terbatas dengan hati yang gundah-gulana 17 dengan maksud, supaya mereka kekurangan makanan dan minuman dan mereka semuanya menjadi gundah-gulana, sehingga mereka hancur di dalam hukumannya.」
Paragraf ini mencatat bagian lain dari 「drama profetik」, menjelaskan makanan yang dimakan Yehezkiel saat dia berbaring miring selama 390 hari, dan tema 「pematahan tongkat makanan」 dijelaskan di berbagai tempat dalam deskripsinya.
Pertama-tama, ayat 9 mencatat enam tumbuhan sebagai makanan, yang merupakan tanaman umum di Timur Dekat kuno. Allah berpesan kepada Yehezkiel untuk memakan makanan campuran ini, ini tidak melanggar tuntutan hukum Taurat, Imamat 19:19 hanya memerintahkan untuk tidak menabur dua benih di lahan yang sama, tetapi tidak melarang orang untuk makan campur. Lalu, Allah memerintahkan Yehezkiel untuk makan ini untuk menunjukkan bahwa makanan campuran ini biasanya dimakan ketika kota sedang diserang dan dikepung, ini adalah karena keadaan kekurangan makanan, tidak mungkin bagi orang-orang di kota untuk menemukan cukup makanan dari jenis yang sama, sehingga hanya bisa makan campuran.
Kedua, di ayat 12, TUHAN memerintahkan Yehezkiel untuk menggunakan kotoran manusia untuk memanggang makanan, meskipun menggunakan kotoran untuk memanggang makanan adalah cara memasak yang umum di Timur Dekat kuno, namun menggunakan kotoran manusia untuk memanggang adalah najis, karena hukum Taurat menyatakan bahwa orang setelah membuang hajat harus ditimbuni tanah, untuk menghindari kenajisan (Ulangan 23:12-14, 「Di luar perkemahan itu haruslah ada bagimu suatu tempat ke mana engkau pergi untuk kada hajat. Di antara perlengkapanmu haruslah ada padamu sekop kecil dan apabila engkau jongkok kada hajat, haruslah engkau menggali lubang dengan itu dan menimbuni kotoranmu …」). Di sini Allah memerintahkan Yehezkiel menggunakan kotoran manusia untuk memasak, yang berarti bahwa ketika Yerusalem dikepung, tidak ada bahan bakar untuk memasak dan hanya kotoran manusia yang bisa digunakan. Akan tetapi, Yehezkiel mengeluarkan suara mengaduh sedih, menyatakan bahwa sebagai seorang imam, dalam hidupnya dia pernah belum makan apapun yang najis (ayat 14), maka TUHAN memaklumi perasaan dia dan memintanya untuk mengganti kotoran manusia dengan kotoran sapi.
Terakhir, ayat 16 menjelaskan makna dari 「drama profetik」 ini, yaitu TUHAN akan mematahkan 「tongkat makanan」 Yerusalem (dan ITB, RCUV 「persediaan makanan」, KJV 「the staff of bread」). Frasa ini diambil dari Imamat 26:26 「Jika Aku memusnahkan persediaan makananmu, maka sepuluh perempuan akan membakar roti di dalam satu pembakaran. Mereka akan mengembalikan rotimu menurut timbangan tertentu, dan kamu akan makan, tetapi tidak menjadi kenyang」, ditegaskan bahwa ketika bangsa Israel melanggar perintah, ketetapan, dan hukum Allah, maka Ia akan mematahkan 「tongkat makanan.」 Ini adalah metafora bahwa makanan adalah tongkat yang menopang kehidupan. Itu berasal dari kebiasaan pada zaman itu orang akan menggunakan tongkat kayu untuk mengangkut makanan. Dengan demikian, seluruh 「drama profetik」 adalah untuk menyampaikan pesan penghakiman Allah atas Yerusalem, dan untuk menjelaskan bahwa penghakiman yang membinasakan ini adalah sisi kutuk dari syarat perjanjian, yang merupakan janji dari TUHAN 「mematahkan tongkat makanan」 (Imamat 26:26 ). Dengan cara ini, Kitab Suci membawakan penjelasan teologis atas kehancuran Yerusalem dan orang-orang tidak memiliki makanan, alasannya bukanlah karena kemenangan orang Babel, bukan karena nasib buruk orang Israel, tetapi karena orang-orang itu melanggar perintah Allah. Sesuai dengan janji dalam perjanjian, Allah memberikan kutukan kepada orang Israel dan menghukum mereka sesuai dengan klausul (ketentuan tersendiri dari suatu perjanjian).
Renungkan:
Kutukan bagian dari perjanjian adalah fokus dari paragraf ini. Orang-orang Israel adalah umat perjanjian, di sinilah identitas mereka berada, ketika mereka mematuhi perintah Allah, maka Allah menjanjikan berkat, tetapi ketika mereka melanggar perintah, Allah berjanji untuk menurunkan kutuk (Im. 26). Ketentuan berkat dan kutuk dalam perjanjian ini membawakan berkat dan disiplin bagi orang Israel. Teologi perjanjian ini membawakan tafsir teologis tentang penderitaan dan kehancuran yang mereka alami, sehingga mereka sangat mendalam memahami bahwa penderitaan yang mereka hadapi adalah disiplin perjanjian Allah, seperti halnya seorang ayah yang mencintai anak-anaknya maka mendisiplinkan anak-anaknya sendiri. Apakah kita semua menganggap diri kita sendiri sebagai warga perjanjian? Jika kita sedang menerima disiplin, dapatkah kita juga memahami dan menghargai bahwa disiplin adalah kehendak Allah? Bagaimana saat dalam disiplin bisa membantu diri sendiri mendapatkan hikmat bijak untuk hormat takut akan Allah?
Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.