Tag Archives: Natal

Yesaya 53:4-6 (2)

「Hadiah dari Hamba」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 53:4-6 [ITB])
4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. 5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. 6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

Ada yang menyebut hari ini sebagai Boxing Day (setelah hari Natal ketika orang-orang membongkar “kotak Natal” yang diterima atau yang didapat dari bertukar hadiah). Hadiah apa yang dibawa bagi kita oleh hamba yang menderita?

Pertama, Yes. 53:4 menggunakan kata dipukul untuk menunjukkan bahwa TUHAN memukul hamba-Nya. Kata pukul adalah kata yang dipakai dalam perjanjian di kitab Ulangan, dan terutama digunakan untuk menggambarkan bagaimana Allah menggunakan bencana yang berbeda memukul orang-orang yang melanggar perintah TUHAN (Ul. 28:22, 27, 35, 61). Ketika orang Israel berdosa, ketentuan perjanjian menyatakan bahwa Allah akan memukul dan mendisiplinkan umat-Nya sesuai dengan persyaratan perjanjian, agar mereka dapat bertobat. Yes. 53:5 menggunakan kata ganjaran (hukuman), yang sering digunakan dalam konteks pendisiplinan terhadap anak (Amsal 13:24; 22:15; 23:13), dan Allah mendisiplinkan orang berdosa (Mazmur 39:11-12; Ayub 5:17; Yer. 2:30; 5:30; 30:14), jadi perikop Kitab Suci di sini menunjukkan bahwa Allah memukul hamba-Nya sebagai orang berdosa yang membutuhkan disiplin.

Kedua, Yes. 53:6 menyatakan bahwa hamba yang menderita tidak berbuat dosa, tetapi menanggung kesengsaraan demi orang banyak, dan TUHAN meletakkan dosa-dosa semua orang berdosa kepada hamba yang menderita itu. Dengan demikian, Dia yang tidak bersalah menerima hajaran disiplin dan hukuman dari Allah, hamba yang menderita itu hidup di dalam kehendak Allah, bersedia menanggung semua konsekuensi dosa (buah dari dosa). Karena penggantian yang dilakukan hamba ini, umat Allah menerima kedamaian dan penyembuhan (ayat 5). Ini adalah hadiah yang dibawakan oleh hamba yang menderita kepada kita. Ternyata hadiah yang sebenarnya bukan hiburan dan kenikmatan, tetapi kasih dan pengorbanan yang menggantikan, hadiah ini harus diterima dengan air mata pengakuan dosa, mendapatkan kedamaian pengampunan dan penerimaan Allah.

Latar mendapatkan hadiah ini adalah bahwa umat Allah harus menjadi komunitas yang mengakui dosa, harus mengakui bahwa diri kita semua seperti domba yang berjalan tersesat, menyimpang ke jalan sendiri (ayat 6). Hanya dengan perendahan diri barulah dapat melihat kebutuhan untuk mendapatkan hadiah. Jika kita masih mempertahankan mata bangga dan dengan cara yang dangkal memandang hamba yang menderita dari jubah luar (ayat 1-3), maka kita tidak siap untuk menerima hadiah ini, tetapi ketika cara pandang kita berubah, kita melihat kenyataan diri yang tidak ada apa-apanya, dan sifat sejati sebagai orang berdosa, barulah dapat melihat kebodohan diri yang seperti domba berjalan tersesat, barulah dapat memahami segala sesuatu yang telah dilakukan oleh hamba yang menderita itu.

Renungkan:

Di hari Boxing Day, kita harus lebih memikirkan pemberian Tuhan kepada kita, hadiah ini membutuhkan mata inferioritas perendahan diri dan pengakuan dosa barulah dapat melihat nilai keberhargaannya, kiranya kita semua meletakkan topeng peninggian diri dan menjalani kehidupan berbelaskasihanlah dan penuh kasih karunia kepada saya orang berdosa ini, membuka kotak hadiah damai sejahtera dan penyembuhan, serta dengan hati bersyukur menjalani kehidupan.


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya Pasal 40-55 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Desember 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 53:4-6

「Memikul Kesengsaraan Kita」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 53:4-6 [ITB])
4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. 5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. 6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

Penderitaan adalah konstan selalu ada dalam kehidupan, itu bisa berasal dari dosa atau keterbatasan kita, namanya adalah penderitaan. Kita mungkin bisa menjelaskannya, memahaminya, memperindahnya, mengecilkannya, tetapi itu secara nyata tetap hidup bersama kita. Singkatnya, penderitaan adalah bagian integral tidak mungkin dihilangkan dari kehidupan, atau bahkan seluruh kehidupan.
Namun, deklarasi pengakuan Yesaya istimewa: penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya (Yes. 53:4). Allah tidak mengambil hilang penderitaan dari kehidupan, dan Yesus sendiri tidak memiliki kekebalan untuk menghindari penderitaan, Dia kenyang penderitaan karena Dia menanggung dan memikul.

Deklarasi pengakuan ini sangat istimewa!
Kesengsaraan dapat diartikan sebagai penyakit atau penderitaan, dan rasa sakit adalah perasaan yang mendalam dan tajam dari kesengsaraan . Inkarnasi Tuhan Sang Firman datang ke dunia bukan untuk menghancurkan penderitaan, tetapi untuk masuk ke dalam penderitaan, Dia menjadi orang biasa, dengan yang biasa itu menanggung kehidupan manusia, dan menanggung serta memikul penderitaan semua manusia dengan tubuh daging dan darah. Jika hidup adalah penderitaan, maka ketika Yesus datang menjadi manusia yang sepenuhnya, itu berarti Ia menanggung semua kesengsaraan dan memikul semua penderitaan dengan sepenuhnya. Oleh karena itu, ketika kita menghadapi penderitaan, penderitaan ini selalu ada dalam keadaan sedang dipikul oleh Tuhan, di dunia tidak ada lagi penderitaan yang berdiri sendiri, semua penderitaan manusia berada dalam keadaan ditanggung oleh Tuhan. Maka di dalam penderitaan terdapat pemikiran ilahi (teologis), di mana ada penderitaan, di sana ada Tuhan.

Ketika kita mengenal dengan pasti bahwa Yesus memikul penderitaan bagi kita, penderitaan menjadi sesuatu yang berpusat pada Kristus, saat penderitaan muncul mengingatkan kita pada pengorbanan dan salib Kristus, saat ada rasa sakit yang mendalam kita langsung terhubung dengan salib. Di bawah salib Tuhan, penderitaan dan kematian telah disalibkan, mereka bukan lagi akhir dari kehidupan, tetapi stasiun yang dilewati di jalan memasuki kemuliaan dan kebangkitan, sehingga kita dapat memahami bahwa tidak peduli seberapa keras penderitaannya, sehebat apapun itu hanya sementara, telah lama dipikul dibawa oleh Tuhan ke kayu salib, hidup kita telah dicangkok ke dalam kekekalan. Hai penderitaan jangan bangga, hai kematian jangan sombong.

Renungkan:

Hari ini adalah malam Natal, mengingat bahwa Yesus Kristus dilahirkan turun ke dalam dunia untuk kita. Dia memasuki kehidupan manusia yang penuh penderitaan dengan kasih dan kerendahan hati-Nya, dan dengan memikul beban dan penderitaan Ia berjalan bersama kita. Natal telah menjadi hari konsumtif dan pesta gembira, tetapi Pemeran utama Natal datang ke sudut yang paling gelap dan paling menderita, karena sudut ini adalah alasan kelahiran-Nya, dan kita sebagai murid-Nya, apakah rela berjalan bersama orang-orang yang berada dalam penderitaan dan kesedihan?


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya Pasal 40-55 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Desember 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.