「Mukjizat di Gurun」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) Alliance Bible Seminary H.K.
(Yes. 35:5-7 [ITB])
5 Pada masa itu orang buta akan dicelikkan matanya dan telinga orang tulipun akan dibukakan.
6 Pada masa itu orang timpang akan melompat seperti rusa dan lidah orang kelu akan bersorak-sorak, apabila air berpancar di padang belantara dan sungai-sungaipun di gurun.
7 Pada masa itu tanah yang keringpun akan berubah menjadi tasik dan tanah yang matipun akan berpancaran air, pada tempat kediaman ular naga akan ada rumput dan buluh dan kercut.
Padang belantara selain tempat untuk melihat kemuliaan TUHAN, terlebih lagi adalah tempat untuk mengalami mukjizat. Mukjizat terbesar di dunia bukanlah prestasi yang hebat, tetapi perubahan kehidupan manusia.
Yes. 35:5-7 tepat membicarakan tanda mukjizat perubahan hidup manusia. Perikop ini menggunakan metafora 「orang buta」, 「tuli」, 「kelu lidah」 dan 「timpang」 untuk menunjukkan pemandangan rohani orang Israel dalam keadaan dosa dan kekacauan, karena ketika TUHAN memanggil Yesaya di masa lalu, juga menggunakan metafora tersebut untuk menggambarkan keadaan orang Israel (Yes. 6-10). Mereka adalah sekelompok orang yang tidak menanggapi kata-kata Yesaya, hati, mata, dan telinga mereka tidak memiliki kemampuan normal untuk memahami dan mengerti, mereka tidak tertarik kepada TUHAN.
Lalu, ketika orang-orang mengalami kepulangan kembali dari penawanan, dan menerima dorongan dari kitab Yesaya bagian kedua, mereka mulai menapak di jalan gurun belantara. Mereka yang bersedia dengan iman pergi berjalan di padang belantara ini walau pernah mengalami kegagalan, tetapi karena tindakan penuh iman ini telah membuka mata mereka, telinga mereka dibukakan, mereka semua akan dapat berbicara dengan normal, dan mereka akan melompat seperti rusa. Ketika mata orang-orang tertutup buta, mereka hanya dapat melihat padang belantara yang sedih, dan gagal melihat kemuliaan TUHAN, tetapi ketika mata mereka terbuka, mereka dapat melihat bahwa padang belantara itu yang sebenarnya terdapat 「air berpancar menyembur keluar」 dan 「sungai mengalir deras」(ayat 6), di tempat sengsara sebenarnya ada 「tasik」 dan 「pancaran mata air」 (ayat 7). Menemukan kekayaan yang telah TUHAN persiapkan dalam reruntuhan kehidupan, tidak berarti bahwa sifat keadaan gurun belantara telah berubah, tetapi bahwa daya pandang hati manusia telah dipulihkan, dan dengan demikian hutan belantara yang sama dapat dilihat dengan perspektif yang berbeda.
Untungnya, mata, telinga, kaki, dan mulut kita memiliki kemungkinan pembaruan, Allah telah menyiapkan ziarah yang berkelimpahan bagi kita, tetapi karena penglihatan dan pendengaran kita sendiri yang tidak sehat membuat kita lemah iman. Kita semua picik berpikiran pendek, kita tidak mampu melihat sisi yang sejati, kita hanya berdasarkan informasi permukaan kulit, yang dangkal, mengomentari dan mengeluh terhadap Allah, dan dalam keadaan ketidaktahuan bodoh, kita menjadi keras kepala. Untuk meninggalkan kegelapan keterpusatan pada diri sendiri, harus memiliki iman yang sungguh, hanya mereka yang bersedia melangkah di hutan belantara tanpa menghitung harga yang harus dibayar, barulah dapat melihat kemuliaan Tuhan di tengah-tengah kesedihan. Orang yang demikian yang dapat mengalami mukjizat dan perubahan hidup, dan hanya orang seperti itu yang dapat melihat kolam dan mata air dalam kesulitan di hutan belantara, mengalami keajaiban air terpancar dari batu karang seperti dahulu saat keluar dari Mesir.
Renungkan:
Bagaimana Anda menggambarkan hidup Anda sekarang? Apakah Anda mendengar suara dari Tuhan namun tidak bersedia melangkah? Berdoa agar hidup kita terdapat dobrakan, dengan berani pergi ke padang belantara, melangkah di jalan gurun belantara tempat di mana keajaiban ada terjadi.
Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 24 – 39 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Untuk Kalangan Kristen.