Tag Archives: Malas Lamban

Amsal 6:6-11

「Tiga Jenis Orang: (2) Pemalas」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 6:6-11 [ITB])
6 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: 7 biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, 8 ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.
9 Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? 10 Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring 11 maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak

Dalam 《Kitab Amsal》 , pemalas telah disebutkan berkali-kali (10:26; 13:4; 15:19; 19:24; 20:4; 21:25; 22:13; 24:30-34 dan 26:13-16), mereka sering disebut suka tidur, menganggur dan malas. Kemalasan, kemiskinan, dan kebebalan hampir identik karena mereka terkait erat dan saling mempengaruhi. Orang bijak sering menyandingkan kata ketekunan dan kemalasan untuk membandingkan dua cara hidup yang berbeda ini (10:4-5; 13:4), seperti dalam perikop ini, orang bijak membandingkan semut yang rajin (ayat 6-8) dengan pemalas (ayat 9-11) adalah membuat kontras dan menggunakan serangga pekerja keras untuk memperingatkan orang-orang yang malas ini.

Di ayat 6, orang bijak memberikan tiga perintah pergi, perhatikanlah, jadilah kepada pemalas, yakni Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak. Perintah pertama, pergi adalah menghendaki ambil tindakan. Kedua, perhatikanlah artinya mengamati dan memahami. Peneliti Alkitab Perjanjian Lama menunjukkan bahwa dalam bahasa Ibrani, kata perhatikanlah (melihat) memiliki arti berpikir atau memahami. Ketiga, jadilah (mendapatkan) berarti menjadi orang yang memiliki hikmat.

Apa yang bisa diberikan semut kecil dan tidak penting untuk direnungkan oleh orang-orang malas? Dari pengamatan terhadap aktivitas semut, terlihat bahwa semut terus datang dan pergi memindahkan / mengantarkan makanan. Ketika kita mengamati dengan cermat, kita menemukan bahwa semut tampaknya tidak memiliki pemimpin untuk membimbing mereka dan memberikan pekerjaan kepada mereka, tetapi kita melihat bahwa mereka masing-masing bekerja keras untuk mengumpulkan makanan. Mereka tahu di musim panas mengumpulkan makanan dan menyimpannya untuk kebutuhan musim dingin atau hari-hari lain. Kerja keras mereka saat ini memastikan bahwa mereka akan memiliki cukup makanan di masa depan.

Dengan membahas tentang ketekunan semut, penulis Amsal sebenarnya mencoba menyoroti situasi orang yang malas. Penulis Amsal menggunakan dua ayat (ayat 9 dan 10) telah sebanyak lima kali menunjukkan bahwa pemalas ini tidur-tiduran dan berbaring dengan malas! Jika tidur lebih lama, maka secara bertahap akan mengembangkan kebiasaan tidur lebih banyak dan tidak ingin bangun, seiring berjalannya waktu, gaya hidup malas ini akan mengubah nasib mereka. Baik itu mengantuk, tidur-tiduran atau berbaring dengan malas, akibatnya tidak bisa menyelesaikan pekerjaan. Jika tanaman tidak segera dipanen setelah musimnya panen, maka tanaman akan matang dan tidak lagi bernilai jual, akibatnya pendapatan akan berkurang dan kehidupan akan terpengaruh. Kemiskinan tidak datang sekaligus, tetapi lambat laun disebabkan oleh gaya hidup malas dan tidak aktif. Semut tahu cara membuat rencana dan menyimpan makanan terlebih dahulu, namun pemalas tidak mau melakukan persiapan apa pun. Jika bencana datang tiba-tiba, mereka tidak akan bisa mengatasinya, dan konsekuensinya tidak terbayangkan. Seperti perampok dan pembawa senjata yang tiba-tiba datang menyerbu, orang yang malas tidak akan bisa melawannya (ayat 11), dan begitu pula kemiskinan yang tiba-tiba akan datang.

Peringatan dari orang bijak kepada pemalas adalah: pergi, perhatikanlah, dan dapatkan hikmat!

Renungkan:
(1) Inspirasi dan refleksi apa yang bisa Anda dapatkan dengan memikirkan tindakan semut menyimpan makanan?

(2) Hari Ini Alkitab menunjukkan: Melalui observasi, seseorang dapat meningkatkan pemahaman dan memperoleh hikmat. Apakah Anda bersedia untuk belajar dan berlatih merealisasikannya?

(3) Renungkan pandangan Anda terhadap kerja.


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 1-9 ditulis oleh Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

26 Maret 2019 ● Selasa Minggu Ketiga Pra Paskah

Bahwa engkau bukan lamban, melainkan peniru …

Ibrani 5:11—6:12
11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. 12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. 14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.
6:1 Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, 2 yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.
3 Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya. 4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, 5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, 6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum. 7 Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah; 8 tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.
9 Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan. 10 Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. 11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, 12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.

Renungan

“Jangan lamban” (Gk: nōthros, 6:12). Dalam bahasa Yunani ini diterjemahkan “membosankan” (dalam hal mendengarkan 5:11). Ini digunakan untuk menunjukkan seseorang yang malas dan tidak memiliki etos kerja yang kuat. Philo, seorang rabi abad pertama, membandingkan siswa malas dengan patung-patung yang memiliki telinga buatan. Hal ini memberitahukan kita bahwa siswa yang malas adalah orang yang tidak dapat menerima instruksi yang diberikan!

Orang-orang Kristen Ibrani ini telah diajarkan doktrin dasar Kristen tentang pertobatan dari kepercayaan di dalam pekerjaan mereka untuk memperoleh keselamatan (“perbuatan yang sia-sia” ayat 6:1). Katekisasi yang mereka terima ini kelihatannya seperti akan mengubahkan pemahaman mereka tentang ajaran pembaptisan/penyucian, pengurapan rabi (pentahbisan), pengajaran tentang kebangkitan orang mati dan penghakiman terakhir (6:2) di kitab Perjanjian Lama. Namun hanya merobek fondasi mereka dan meletakkannya sekali lagi tanpa menghasilkan kedewasaan rohani. Sebaliknya, jika sungguh-sungguh mempercayai Kristus dengan melayani sesama kita akan membantu mereka yang telah diinstruksikan dengan dasar-dasar untuk bertumbuh dalam iman mereka (6:11-12).

Apakah Anda bersandar pada pengetahuan dasar Kristen tanpa kehidupan Kristen? Bagaimanakah dengan pengalaman yang dipenuhi Roh (6:4-5)? Bisakah Anda bersandar pada itu saja? Tidak. Kita harus mengindahkan peringatan ini, bahwa tidak mungkin mengembalikan seseorang seperti itu untuk bertobat atas kehidupan mereka yang berdosa terlepas dari Allah yang menyirami, karena mereka secara terbuka mempermalukan Allah (6: 6-8). Coba lihat media sosial. Laporan-laporan tentang kisah-kisah mengerikan cara mantan Kristen dan orang-orang Kristen munafik bersama-sama lebih berbahaya daripada argumen para Ateis terhadap Allah.

Jadi, di mana engkau dapat menempatkan imanmu? Tidak ada yang lain selain dalam Kristus yang disalibkan. Ketika keyakinanmu benar, engkau akan memiliki “hal-hal yang ada dalam keselamatan” (6:9), seperti kasih terhadap sesama, tetangga, dan pengharapan yang terus-menerus di dalam penebusan Allah. Jadi jangan lamban, teladanilah mereka yang telah menerima janji Tuhan, latihlah iman anda.

Doa
Bapa Surgawi, Setan suka menikmati keuntungan dengan memiliki Adam lama di dalam saya, yang pada dasarnya terlalu malas, terlalu lamban dan terlalu lelah untuk terlibat dalam peperangan rohani seperti ini dan selalu mundur, sehingga sangat sulit bagi saya untuk berjuang sampai selesai. Tolong bantu saya untuk berdoa setiap hari agar terus berjuang dan tidak mundur ke dalam pencobaan atau menaruh kepercayaan saya pada hal-hal yang salah. Tuliskan dalam diri saya “hal-hal yang termasuk keselamatan” dan tolonglah diriku untuk melatih iman saya dengan mewujudkannya dengan tindakan. Dalam nama Yesus, saya berdoa, Amin.

Tindakan
Jika Anda ingin bertumbuh dewasa” (6: 1), Apa cara praktis yang dapat Anda lakukan untuk melakukan itu? Bagaimana kelihatannya ketika Anda menaruh kepercayaan engkau pada Kristus melalui tindakan?

Oleh
Rev Dr Samuel Wang
Dosen
Trinity Theological College