Tag Archives: Kehidupan Kelak

Yesaya 2:19-22

「Jangan Bersandar kepada Berhala」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 1-8 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yes. 2:19-22 [ITB])
19Maka orang akan masuk ke dalam gua-gua di gunung batu dan ke dalam liang-liang di tanah terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak kemegahan-Nya, pada waktu Ia bangkit menakut-nakuti bumi.
20Pada hari itu berhala-berhala perak dan berhala-berhala emas yang dibuat manusia untuk sujud menyembah kepadanya akan dilemparkannya kepada tikus dan kelelawar, 21dan ia akan masuk ke dalam lekuk-lekuk di gunung batu dan ke dalam celah-celah di bukit batu terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak kemegahan-Nya, pada waktu Ia bangkit menakut-nakuti bumi.
22Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?

Yes. 2:19-22 adalah sebuah cara penulisan bentuk (struktur engsel) yang kecil:

A Saat TUHAN bangkit maka tanah bergetar dahsyat,
maka manusia masuk ke dalam gua-gua batu dan liang-liang tanah,
bersembunyi atas ketakutan kepada TUHAN dan wibawa cahaya kemuliaan-Nya.
(Yes. 2:19)
B Pada hari itu, berhala-berhala perak dan berhala-berhala emas yang dibuat manusia untuk disembah itu akan dibuang oleh manusia kepada tikus dan kelelawar.
(Yes. 2:20)
A’ Saat TUHAN bangkit maka tanah bergetar dahsyat,
maka manusia masuk ke dalam lekuk gunung batu dan celah-celah bukit batu,
bersembunyi atas ketakutan kepada TUHAN dan wibawa cahaya kemuliaan-Nya.
(Yes. 2:21)

Pusat dari perikop ini adalah B yang berada di tengah (Yes. 2:20), menjelaskan bahwa titik berat dari seluruh perikop adalah 「Pada hari itu 」, juga merupakan semacam arah pergerakan menuju masa akhir, menunjuk kepada sebuah hal yang pasti akan terjadi di akhir zaman. Percaya bahwa hari tersebut pasti akan datang, jikalaupun sekarang ini belum ada tanda-tanda pendahuluan apapun tentang hari tersebut, tidak akan mempengaruhi kedatangan hari itu.

Pada hari itu akan muncul dua keadaan: (1) manusia pasti membuang berhala, yakni berhala-berhala yang dibikin untuk disembah, kata 「sembah」 dalam bahasa aslinya adalah kata 「penundukkan diri」 yang telah disebutkan dalam renungan kemarin, oleh karena itu perikop ini menunjukkan bahwa berhala-berhala telah menggantikan pihak yang 「disembah」; (2) Seperti yang dikatakan dalam Yes. 2:19, 21, pada hari itu orang pasti akan masuk ke dalam gua-gua batu dan liang-liang tanah, tujuannya adalah bersembunyi dari penyertaan TUHAN, karena penyertaan Allah adalah waktu keterkejutan, adalah waktu tanah bergetar. Dari dua poin ini dapat dilihat bahwa 「hari itu」 adalah hari membuang berhala, hari memiliki penyertaan TUHAN, ini adalah hari penghakiman bagi orang fasik, ini adalah hari keselamatan bagi orang benar yang tertindas. Yes. 2:22 adalah sebuah kalimat penutup, menjelaskan sikap yang sepatutnya dimiliki oleh kita dalam menghadapi 「hari itu」, menghendaki kita tidak lagi bersandar kepada manusia dunia, hendaknya memahami bahwa apa yang akan dihakimi dan dimusnahkan 「pada hari itu」 tidak bisa menjadi sandaran kita saat ini. Dapat dilihat bahwa sikap kehidupan yang mengacu kepada 「hari itu」 merupakan sebuah sikap hidup yang memandang kepada penghakiman atau keselamatan hari akhir, ini adalah kehidupan yang memiliki pandangan atas arah gerak masa akhir.

Kehidupan kita seringkali kehilangan pandangan yang tertuju pada masa akhir, mata kita hanya terfokus pada hal-hal yang sekarang, menyembah berhala yang sekarang, memandang Allah sebagai sebuah Allah pembantu kehidupan kita saat ini, dan bukan Allah yang mengarahkan kita berjalan menuju hari akhir. Allah ini terlalu dikecilkan di dalam hati kita, hanya memecahkan berbagai macam masalah kenyataan yang ada sekarang ini. Jika kita terlalu memandang berat yang sekarang ini, maka kita melupakan rumah kita yang kekal di hari akhir, sehingga kita salah memakai lebih banyak tenaga dan usaha di masa sekarang, telah melupakan janji kehidupan kelak.

Renungkan: Yesaya tidak dipuaskan oleh kenyataan yang sekarang, ia mengkritik yang tidak benar, mengkritik pemenuhan diri dan peninggian diri, ia bersuara menunjukkan kesalahan orang; di sisi lain, ia tidak mencoba memakai kemampuan diri sendiri merubah keadaan sekarang, ia mengakui manusia dunia apapun semuanya tidak dapat diandalkan, ia tidak percaya berhala, sebaliknya, ia percaya ada Allah yang sedang berkuasa di antara manusia, juga percaya semua ketidakadilan sekarang adalah sementara, sampai pada hari itu, orang fasik pasti akan dihukum. Apakah engkau memiliki pengharapan seperti ini?