Tag Archives: Mesir

Yeremia 44:1-14

「Perkataan bagi Israel yang Berserakan di Mesir」
Oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 44:1-14 [ITB])
1 Firman yang datang kepada Yeremia untuk semua orang Yehuda yang diam di tanah Mesir, di Migdol, di Tahpanhes, di Memfis dan di tanah Patros: 2 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Kamu telah mengalami segenap malapetaka yang telah Kudatangkan atas Yerusalem dan atas segala kota Yehuda; sungguh, semuanya itu kini sudah menjadi reruntuhan dan tidak ada seorang pun diam di sana. 3 Itu disebabkan oleh kejahatan yang telah mereka lakukan untuk menimbulkan sakit hati-Ku, yakni mereka pergi membakar korban dan beribadah kepada allah lain yang tidak dikenal oleh mereka sendiri, oleh kamu atau oleh nenek moyangmu.
4 Terus-menerus Aku telah mengutus kepadamu semua hamba-Ku, para nabi, dengan mengatakan: Janganlah hendaknya kamu melakukan kejijikan yang Aku benci ini! 5 Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memperhatikan supaya berbalik dari kejahatan mereka dan tidak membakar korban lagi kepada allah lain. 6 Sebab itu kehangatan amarah-Ku dan murka-Ku telah tercurah dan membakar kota-kota Yehuda dan jalan-jalan Yerusalem, sehingga menjadi reruntuhan dan tempat tandus, seperti yang ternyata sekarang ini.
7 Maka sekarang, beginilah firman TUHAN, Allah semesta alam, Allah Israel: Mengapakah kamu mendatangkan celaka besar kepada dirimu sendiri? Kamu mau melenyapkan laki-laki, perempuan, anak-anak dan bayi dari Yehuda dengan tidak meninggalkan sisa apa pun? 8 Mengapa kamu mau menimbulkan sakit hati-Ku dengan perbuatan tanganmu, yakni membakar korban kepada allah lain di tanah Mesir yang kamu masuki untuk tinggal sebagai orang asing di sana? Mengapa kamu mau menjadi kutuk dan aib di antara segala bangsa di bumi? 9 Sudah lupakah kamu kepada kejahatan nenek moyangmu, kejahatan raja-raja Yehuda, kejahatan para pemuka mereka, kejahatanmu sendiri dan kejahatan isteri-isterimu yang dilakukan mereka di tanah Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem? 10 Mereka tidak remuk hati sampai kepada hari ini, mereka tidak takut dan tidak mengikuti Taurat-Ku dan ketetapan-Ku yang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu.
11 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Sesungguhnya, Aku mau menujukan wajah-Ku terhadap kamu untuk kecelakaanmu, yakni Aku mau melenyapkan segenap orang Yehuda. 12 Aku mau mencabut sisa Yehuda yang berniat hendak pergi ke tanah Mesir untuk tinggal sebagai orang asing di sana; mereka semuanya akan habis mati di tanah Mesir; mereka akan rebah mati karena pedang dan akan habis mati karena kelaparan, dari yang kecil sampai kepada yang besar; mereka akan mati karena pedang dan karena kelaparan dan mereka akan menjadi kutuk, kengerian, kutukan dan aib. 13 Aku mau menghukum mereka yang diam di tanah Mesir, sama seperti Aku telah menghukum Yerusalem, yaitu dengan pedang, dengan kelaparan dan dengan penyakit sampar, 14 sehingga dari sisa Yehuda, yang telah pergi ke tanah Mesir untuk tinggal sebagai orang asing di sana, tidak ada seorang pun yang terluput atau terlepas untuk kembali ke tanah Yehuda, ke mana hati mereka sangat rindu untuk diam di sana lagi; sungguh, mereka tidak akan kembali, kecuali beberapa orang pengungsi.

Yer. 44:1 pertama-tama menjelaskan bahwa pesan ini diberikan oleh Allah kepada orang Yehuda yang diam di tanah Mesir, dan kemudian lebih kongkret di Migdol, di Tahpanhes, di Memfis dan di tanah Patros. Migdol adalah bahasa Kanaan yang digunakan oleh orang Mesir dengan arti benteng, tetapi bisa juga sebagai istilah khusus untuk nama kota tertentu. Tahpanhes adalah sebuah kota yang terletak di timur delta sungai Nil; Noph juga dikenal sebagai Memfis, kota utama di Mesir Hilir (yaitu Mesir Utara); Patros mengacu pada wilayah Mesir Hulu (Mesir Selatan). Sederhananya, pesan ini adalah untuk semua orang Israel yang tinggal berserakan di Mesir.

Dari mulai ayat 1, kita tahu bahwa pada waktu itu sudah banyak orang Yehuda yang telah berimigrasi ke berbagai bagian Mesir, mereka mungkin sudah pindah ke Mesir sebelum kejatuhan Yerusalem. Yer. 44:1-6 mengacu pada penghakiman Allah atas kota-kota Yehuda dan kota Yerusalem, tujuannya adalah untuk mengingatkan mereka bahwa buah dari mencampakkan Allah adalah bahwa bencana akan selalu mengikuti mereka, bahkan mereka terbang tinggi pergi ke tempat jauh, hidup di Mesir tempat yang dianggap aman oleh semua orang, juga akan sama saja.

Yer. 44:3-5 sekali lagi memberitahu pembaca dan hadirin, bahwa Allah hendak menghancurkan Yerusalem dan kota-kota Yehuda adalah karena mereka lakukan untuk menimbulkan sakit hati-Ku, yakni mereka pergi membakar korban dan beribadah kepada allah lain … (ayat 3). Allah satu kali demi satu kali mengutus hamba dan nabi-Nya untuk memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkan … tidak berbalik dari kejahatan mereka dan tidak membakar korban lagi kepada allah lain (ayat 5)

Pada zaman kuno di daerah Timur Dekat, masing-masing kota masing-masing tempat memiliki berhala mereka sendiri. Banyak orang yang pindah ke daerah itu akan mengikuti kebiasaan dan berpartisipasi dalam menyembah dewa-dewa lokal. Bagi mereka ini bukan hanya bantuan religius bagi psikologi, tetapi juga membantu membaur menyatu ke dalam masyarakat lokal dan mendapatkan sambutan hangat semua orang. Ini telah menyebabkan pencampuran agama — yaitu, memadukan berbagai keyakinan, dewa, dan agama, tanpa mempertanyakan apa yang benar dan salah, dan pada saat yang sama juga menyembah melayani. Ini adalah godaan besar bagi orang-orang Yahudi yang pindah ke Mesir. Karena itu, nabi Yeremia menggunakan contoh bagaimana Allah dahulu menghakimi Yehuda untuk memperingatkan mereka yang pindah ke Mesir untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, berdosa murtad menyembah berhala.

Yer. 44:7-14 menyatakan bahwa para elit Yehuda yang melarikan diri ke Mesir ini tidak bertobat dari kesalahan sebelumnya, tetapi bahkan dewa-dewa lokal Mesir juga disembah. Akibatnya, kemurtadan mereka mendatangkan bencana yang lebih besar bagi diri mereka sendiri, yakni seluruh bangsa dihancurkan. Yeremia berharap bahwa sisa-sisa Yehuda di Mesir dapat merefleksikan bencana dan penghakiman di masa lalu, belajar dari kehancuran kampung halaman mereka, tidak remuk hati dan berubah dari kesalahan sebelumnya.

Sangat disayangkan bahwa mereka benar-benar sulit untuk berubah. Berhala telah menjadi bagian dari hidup mereka, sehingga mereka menimbulkan murka Allah. Para pemimpin sisa-sisa Yehuda tidak hanya tidak introspeksi dan bertobat dalam kesalehan dan kesucian, mereka bahkan menjadi pemimpin penyembahan berhala dan berbuat segala yang jahat di mata Allah, tepat seperti yang dikatakan Allah dalam Yer. 44:10 Mereka tidak remuk hati sampai kepada hari ini, mereka tidak takut dan tidak mengikuti Taurat-Ku dan ketetapan-Ku yang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu. Karena itu, Allah memutuskan untuk melenyapkan segenap orang Yehuda (46:10) dan menghancurkan seluruh bangsa, sehingga semua orang Yehuda yang pergi ke Mesir tidak ada yang selamat.

Walaupun Allah akan menghakimi umat murtad yang berselingkuh, tetapi dalam pesan penghakiman ini, ditambahkan frasa kecuali beberapa orang pengungsi, Kitab Suci memberi tahu kita bahwa Allah senantiasa memiliki rahmat, dan Dia menghancurkan segala sesuatu dan menyisakan kelompok kecil yang merupakan sisa yang masih setia kepada-Nya. Dalam zaman kita saat ini yang penuh kekejaman, pembusukan moral, dan pengajaran sesat, Allah masih mencari dan membangun sekelompok sisa-sisa umat Kerajaan Allah yang setia kepada-Nya. Apakah Anda salah satu dari mereka?

Renungkan:

Daya tarik kepercayaan rakyat dan agama campuran terletak pada berbagai fungsinya: politik, ekonomi, golongan masyarakat, hubungan sosial antarpribadi, dan agama. Kiranya kita berdoa untuk diri sendiri, agar kita memiliki kebijaksanaan dan kemampuan membedakan, tidak sampai jatuh dalam kemurtadan, penyembahan berhala, tergoda dan tersandung.

Berdoalah bagi saudara dan saudari di masyarakat dan gereja Anda, agar kita semua dapat setia kepada Tuhan, hanya menyembah satu-satunya Allah yang benar, dan tidak tertipu oleh campuran agama.


Renungan pemahaman kitab Yeremia (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 40-52 ditulis oleh 曾錫華 (Céng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 30:1-7

「Bangunlah dan Pergi ke Mesir」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 30:1-7 [ITB])
1 「Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah, 2 yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku, untuk berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir.
3 Tetapi perlindungan Firaun akan memalukan kamu, dan perteduhan di bawah naungan Mesir akan menodai kamu. 4 Sebab sekalipun pembesar-pembesar Yerusalem sudah ada di Zoan, dan utusan-utusannya sudah sampai ke Hanes, 5 sekaliannya akan mendapat malu karena bangsa itu tidak dapat memberi faedah kepada mereka, dan tidak dapat memberi pertolongan atau faedah; melainkan hanya memalukan, bahkan mengaibkan mereka.」
6 Ucapan ilahi tentang binatang-binatang di Tanah Negeb. Melalui suatu negeri yang penuh kesesakan dan kesempitan, tempat singa betina dan singa jantan yang mengaum, tempat ular beludak dan ular naga terbang, mereka mengangkut harta kekayaan mereka di atas punggung keledai, dan barang-barang perbendaharaan mereka di atas ponok unta, kepada suatu bangsa yang tidak dapat memberi faedah, 7 yakni Mesir yang memberi pertolongan yang tak berguna dan percuma; sebab itu Aku menamainya begini: 「Rahab yang dibuat menganggur.」

Yes. 30:1-18 memiliki sebuah keistimewaan, yaitu 「Firman TUHAN」 sebagai tema yang berulang, terdapat di bagian:

Dalam kalimat 「yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku, untuk berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir」 (Yes. 30:2) di antaranya frasa 「tidak meminta keputusan-Ku」 dalam teks aslinya dapat diartikan 「tidak bertanya pada mulut-Ku」. Kata 「 mulut-Ku」 mengacu pada Firman TUHAN. Di sini, Firman TUHAN merupakan kontras terhadap Mesir, yang menunjukkan bahwa jika orang Israel percaya pada keselamatan Mesir, sama artinya mereka tidak percaya pada keselamatan yang datang dari Firman TUHAN. Karena itu, Firman TUHAN adalah kontras yang kuat terhadap Mesir. Dalam Yes. 30:8 「Maka sekarang, pergilah, tulislah itu di depan mata mereka di suatu loh, dan cantumkanlah di suatu kitab, supaya itu menjadi kesaksian untuk waktu yang kemudian, sampai selama-lamanya」, diantaranya kata 「tulislah itu」adalah mengacu pada Firman TUHAN, kata-kata ini harus diukir di atas suatu loh, tujuannya adalah untuk diteruskan ke generasi berikutnya selamanya. Selain itu, juga disebutkan dalam ayat 12 「Sebab itu beginilah firman Yang Mahakudus, Allah Israel: “Oleh karena kamu menolak firman ini, dan mempercayakan diri kepada orang-orang pemeras dan yang berlaku serong dan bersandar kepadanya, 」 orang-orang Israel memandang rendah Firman TUHAN. Berdasarkan konteks (teks sebelum dan sesudahnya), kita memahami bahwa Firman TUHAN itu kekal, sangat kontras dengan perkataan semu penuh ilusi dari nabi palsu yang disebutkan dalam ayat 10 dan tembok tinggi yang segera runtuh di ayat 13. Yes. 30:15 menuliskan 「beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel」 ini kontras sangat berbeda dengan ayat 16: 「Kamu berkata」, perintah TUHAN adalah agar mereka bertobat dan tinggal diam, tetapi orang berkata untuk naik kuda dan lari cepat.

Oleh karena itu, perikop ini utamanya memakai 「Firman TUHAN」 sebagai pembukaan dari setiap paragraf yang disebutkan dalam ayat 1, 8 dan 15, membentuk tiga paragraf: Yes. 30:1-7; 8-14; 15-18, yang menjelaskan kebenaran tentang penantian pertobatan yang damai, dan kita pakai sebagai tema dari renungan kita tiga hari ini.

Pertama-tama, Yes. 30:1-7 menunjukkan bahwa fokus utama diletakkan pada diri Mesir. Ayat 1 menunjukkan bahwa Mesir adalah pihak yang dicari Yehuda untuk beraliansi, dalam teks aslinya kata 「persekutuan」 adalah 「melaksanakan sebuah rencana」 (execute a plan), yang menunjukkan bahwa raja Yehuda tidak tertarik untuk mencari TUHAN ketika ia diserang oleh raja Asyur, karena ia sudah memiliki 「rencana」 (plan) di hati, yaitu bersekutu membentuk aliansi dengan Mesir. Dalam ayat 2 dibuat kontras perbandingan antara 「berangkat ke Mesir」 dengan 「tidak meminta keputusan-Ku」, kata 「meminta keputusan-Ku」 dalam bahasa aslinya memiliki arti 「bertanya mulut-Ku」, yaitu Firman perkataan TUHAN. Raja Yehuda tidak tertarik untuk mencari Firman TUHAN, tetapi justru telah memiliki rencana untuk pergi ke Mesir. Kemudian dalam ayat 3-5, menggunakan 「dipermalukan」 (penghinaan) sebagai tema, yang menyatakan bahwa 「perlindungan Firaun akan memalukan kamu」 (ayat 3), dan bahwa orang Mesir hanya akan menjadi 「memalukan, bahkan mengaibkan mereka」 orang Yehuda (ayat 5). Ini harus dipahami bersama Yes. 29:22 「Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah kaum keturunan Yakub, Dia yang telah membebaskan Abraham: “Mulai sekarang Yakub tidak lagi mendapat malu, dan mukanya tidak lagi pucat. 」 Hanya TUHAN yang benar-benar mampu membuat keluarga Yakub tidak dipermalukan (dan tidak pucat terkejut). Sekarang mereka ternyata berangkat pergi mencari Mesir, berharap bahwa mereka dapat mencari solusi bagi penghinaan mereka, namun malahan karena demikian mereka menjadi direndahkan mendapat hinaan. Jadi, nabi Yesaya memperjelas bahwa bantuan Mesir adalah sia-sia 「tidak dapat memberi faedah kepada mereka, dan tidak dapat memberi pertolongan atau faedah」, karena Mesir adalah 「Rahab yang dibuat menganggur」 yang tidak berguna (ayat 7), dan 「Rahabhem」 (lihat juga BIMK, VMD atau CEV menerjemahkan sebagai Naga atau monster) sebenarnya adalah mitos monster laut Rahabhem yang harus dibunuh agar orang lain dapat kesempatan hidup. Sekarang Kitab Suci menganalogikan Rahabhem dengan Mesir, yang menunjukkan bahwa kematian Mesir adalah alasan bagi orang lain untuk mendapat pembebasan dan kesempatan untuk bertahan hidup. Jika bangsa Israel ingin bebas, mereka itu harus berdiri di pihak yang sama dengan TUHAN melawan Mesir.

Renungkan:

Dengan demikian dapat dilihat, orang-orang Yehuda berharap dapat membentuk aliansi dengan Mesir melawan Asyur, tetapi Kitab Suci dengan jelas menyatakan bahwa Mesir adalah (1) sumber rasa malu orang-orang Yehuda; (2) Mesir adalah musuh TUHAN, dan orang Israel tidak dapat membentuk aliansi dengan musuh TUHAN, itu sama artinya bersekutu dengan musuh Allah; (3) Mesir bukanlah juruselamat orang Yehuda, dan TUHAN adalah keselamatan yang sebenarnya.

Apa yang menjadi 「Mesir」 dalam hidup kita? Apa yang menjadi penghalang kita untuk bersandar pada Tuhan?


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 24 – 39 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Yeremia 2:9-19

「Dua Dosa dan Akhirnya」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 2:9-19 [ITB])
9「Sebab itu Aku akan berbantah lagi dengan kamu, demikianlah firman TUHAN, dan dengan anak cucumu Aku akan berbantah. 10 Menyeberang sajalah ke tanah pesisir orang Kitim dan lihatlah; suruhlah orang ke Kedar dan perhatikanlah dengan sungguh-sungguh! Lihatlah apakah ada terjadi yang seperti ini: 11 pernahkah suatu bangsa menukarkan allahnya meskipun itu sebenarnya bukan allah? Tetapi umat-Ku menukarkan Kemuliaannya dengan apa yang tidak berguna. 12 Tertegunlah atas hal itu, hai langit, menggigil dan gemetarlah dengan sangat, demikianlah firman TUHAN. 13 Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.
14「Adakah Israel itu budak atau anak budak? Maka mengapa ia menjadi rampasan? 15 Terhadapnya singa-singa muda mengaum, menyaringkan suaranya; negerinya dibuat orang menjadi tandus, kota-kotanya terbakar, tidak lagi berpenduduk. 16 Bahkan orang-orang Memfis dan Tahpanhes telah menggundul batu kepalamu. 17 Bukankah engkau sendiri yang menimpakan ini ke atas dirimu, oleh karena engkau meninggalkan TUHAN, Allahmu, ketika Ia menuntun engkau di jalan? 18 Dan sekarang, apakah untungmu untuk pergi ke Mesir, hendak meminum air sungai Nil? Dan apakah untungmu untuk pergi ke Asyur, hendak meminum air sungai Efrat? 19 Kejahatanmu akan menghajar engkau, dan kemurtadanmu akan menyiksa engkau! Ketahuilah dan lihatlah, betapa jahat dan pedihnya engkau meninggalkan TUHAN, Allahmu; dan tidak gemetar terhadap Aku, demikianlah firman Tuhan ALLAH semesta alam.

Dalam perikop hari ini Yer. 2:9-19, Tuhan menuduh Israel umat-Nya dalam bentuk surat dakwaan di pengadilan, melakukan kejahatan kemurtadan berkhianat; dan menurut hukum Musa, ini adalah dosa yang patut dihukum mati (lihat Ul. 18:20). Tuduhan pertama Tuhan tercatat dalam Yer. 2:9-13, dan tuduhan kedua dalam Yer. 2:14-19.

Ayat 9-13 menunjukkan bahwa ketidaksetiaan Israel kepada Tuhan adalah hal aneh yang sangat absurd tidak masuk akal dan tidak lazim di dunia. 「Pesisir Kitim」 juga dikenal sebagai 「Kuprios」, hari ini adalah pulau Siprus, yang terletak di Barat Israel; dan 「Kedar」 merujuk kepada suku di daerah gurun di Timur Palestina. Meletakkan kedua tempat menjadi satu mempunyai makna dari Timur ke Barat, maksudnya adalah seluruh dunia. Tuhan menantang umat-Nya untuk melihat keseluruh dunia, adakah negara mana yang seperti mereka mengganti Allah mereka sendiri? Pada zaman kuno, setiap bangsa dan kota memiliki sendiri dewa pelindungnya sendiri, dan itu tidak akan berubah — kecuali bencana negara musnah bangsanya hancur, yang membuktikan bahwa dewanya tidak bisa melindungi mereka, barulah mereka akan ganti dewa.

Meskipun Tuhan setia dan penuh kasih sayang kepada umat-Nya; namun bangsa Israel membalik punggung meninggalkan Tuhan yang telah menyelamatkan mereka, tidak mau menyembah satu Allah yang benar, dan berpaling kepada dewa sia-sia dan berhala buatan tangan manusia, dan itu tidak hanya perselingkuhan tidak menjaga kesucian setia terhadap Tuhan, tetapi terlebih lagi juga merupakan hal aneh yang tidak masuk akal dan yang tidak terdengar di dunia!

Siapakah yang hadir menjadi saksi dalam persidangan besar langit dan bumi ini? Ayat 12 mengatakan 「Langit …!」 yakni semua ciptaan. Dan ternyata semua saksi yang hadir 「tertegunlah atas hal itu, menggigil dan gemetarlah dengan sangat!」 Israel lemah dan kecil telah menjadi bangsa dan negara yang kuat karena dipilih dan mendapat anugerah Tuhan, tapi karena cara mereka berkhianat maka akan menerima hukuman berat Tuhan.

Nabi Yeremia di ayat 13 menunjukkan orang-orang Yehuda telah melakukan dua hal yang jahat, yang pertama adalah bahwa mereka tidak menghargai anugerah Tuhan, dan meninggalkan sumber air hidup dari Tuhan; Yang kedua adalah bahwa mereka menggali kolam air diri sendiri yang tidak dapat menyimpan air, bersandar kepada buatan tangan mereka sendiri: patung-patung dan dewa yang tidak berguna.

Meninggalkan Tuhan adalah meninggalkan sumber air hidup! Tuhan Yesus berkata kepada perempuan Samaria dalam ayat 14 「barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.」 Yesus berjanji memberikan Sumber air hidup yang membuat hati manusia tidak akan pernah haus. Jika seseorang memiliki hubungan erat dengan Tuhan yang memberi hidup, maka akan seperti mendapatkan Mata air hidup, ia tidak akan pernah haus, dan meninggalkan Tuhan adalah sama dengan meninggalkan Sumber air hidup, yang merupakan tindakan bunuh diri.

Dalam ayat 14-19 ini, nabi Yeremia jelas mengetahui nubuat bahwa bangsa Israel akan menderita, dan hasilnya adalah sangat tragis, bahwa mereka akan menjadi budak, kerja paksa, dan hancur kampung halamannya. Yeremia memberikan gambar negara hancur dan rumah yang binasa! Mengapa Israel akan menghadapi hal tragis seperti itu? Alasannya adalah bahwa mereka telah meninggalkan Tuhan dan berdosa berkhianat. Mereka berpikir jika bersandar negara-negara yang memiliki militer yang kuat, seperti Asyur dan Mesir, maka mereka bisa mendapatkan perlindungan; Tetapi mereka tidak tahu bahwa ini hanyalah 「kolam yang bocor, yang tidak dapat menampung air」, jika Tuhan tidak menyelamatkan, perhitungan politik orang-orang ini adalah sia-sia belaka.

Tindakan kerajaan Yehuda dalam hal diplomasi luar negeri telah menunjukkan pengkhianatan dan perselingkuhan ketidaksetiaan. Dia sejenak mengikuti Asyur dan kemudian sejenak berbalik ke Mesir, sama seperti ia tidak setia kepada Tuhan. Hal ini tidak hanya kebodohan, tetapi juga sebuah kejahatan dosa. Ayat 15 menubuatkan bahwa bangsa Israel akan mendapatkan penghakiman yang berat, dan bahwa Tuhan akan memakai musuh-musuh mereka untuk menghukum mereka! 「Singa-singa muda mengaum, menyaringkan suaranya,」 Yeremia menggunakan serangan 「singa」 untuk menggambarkan invasi kekaisaran Asyur dan kemudian berikutnya kerajaan Babel (lihat Yer. 50:17) dan rakyat akan ditawan. Ayat 16 menyebutkan 「orang-orang Memfis dan Tahpanhes menggunduli batu kepalamu.」 「Memfis」 adalah ibu kota Mesir kuno, 「Tahpanhes」 adalah kota di sebelah timur laut Mesir, dengan Semenanjung Barat, merupakan kota militer Mesir untuk menahan serangan invasi orang Asyur. Cara orang zaman kuno memperlakukan tawanan perang adalah mencukur rambut mereka, dan kemudian memukul kepala mereka untuk bergembira, dengan tujuan membawa kesakitan yang sangat hebat dan penghinaan kepada tawanan perang.

Mengapa Tuhan menggunakan musuh dan cara yang paling dibenci orang Israel untuk menghukum umat-Nya sendiri? Karena mereka telah meninggalkan Tuhan! Muncul tiga kali dalam perikop ini frase 「demikianlah firman TUHAN」 (Ayat 9, 12, 19), dan lebih menekankan lagi 「demikianlah firman Tuhan ALLAH semesta alam」 (Ayat 19). Menunjukkan bahwa ini sangat-sangat serius, sangat pasti, nubuat ini tak terelakkan pasti digenapi, berharap bahwa para pembaca tidak mengabaikannya! Namun sayang sekali bahwa Israel mengabaikan itu!

Ibrani 2:3 mengingatkan kita 「Jika kita mengabaikan keselamatan yang besar seperti itu, bagaimana dapat kita bisa lolos? …」 Kegagalan orang Israel harus menjadi peringatan bagi kita hari ini!

Renungkan:

1. Apa yang Anda sandari pada hari ini? Alkitab mengingatkan kita bahwa di luar Dia tidak ada keselamatan, apakah Anda mau percaya?

2. Adakah Anda mengabaikan keselamatan besar dari Tuhan? Adakah Anda mengabaikan anugerah yang diberikan oleh Tuhan dan berbalik untuk mengejar hal-hal ketiadaan dan prestasi duniawi? Adakah Anda pernah mengabaikan konsekuensi serius dari kemurtadan tidak setia?
3. Yoh. 10:10 「… Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. 」Apakah Anda akan bersedia untuk bersandar pada-Nya, agar hidup Anda dipenuhi?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).