Tag Archives: Sandaran

Ratapan 4:17-20

「Sekutu kita dapat diandalkan?」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ratapan 4:17-20 [ITB])
17 Selalu mata kami merindukan pertolongan, tetapi sia-sia; dari menara penjagaan kami menanti-nantikan suatu bangsa yang tak dapat menolong.
18 Mereka mengintai langkah-langkah kami, sehingga kami tak dapat berjalan di lapangan-lapangan kami; akhir hidup kami mendekat, hari-hari kami sudah genap, ya, akhir hidup kami sudah tiba. 19 Pengejar-pengejar kami lebih cepat dari pada burung rajawali di angkasa mereka memburu kami di atas gunung-gunung, menghadang kami di padang gurun.
20 Orang yang diurapi TUHAN, nafas hidup kami, tertangkap dalam pelubang mereka, dia yang kami sangka: 「Dalam naungannya kami akan hidup di antara bangsa-bangsa.」

Ratapan 4:17-20, menggunakan kata 「kami」 sebagai nyanyian ratapan komunitas, di perikop ini terdapat banyak penggunaan kata 「kami」, termasuk 「mata kami」, 「penolong kami」, dan 「penjaga kami」 (ayat 17),「langkah kami」, 「lapangan-lapangan kami」, 「akhir hidup kami」,「hari-hari kami」(ayat 18),「pengejar kami」(ayat 19) dan「nafas hidup kami」(ayat 20), semua ini menunjukkan ini adalah ratapan kelompok. Selain itu perikop ini diawali dengan 「suatu bangsa」 (ayat 17), dan diakhiri dengan 「bangsa-bangsa」 (ayat 20) membentuk awal dan akhir yang saling berkorespondensi, membuat kita memahami bahwa 「bangsa-bangsa」 adalah salah satu temanya. 「Bangsa-bangsa」 ini adalah sekutu Israel di masa lalu. Mereka membentuk aliansi dengan 「bangsa-bangsa」 ini, tetapi ketika umat ini berada dalam kesulitan, sekutu yang tampaknya dapat diandalkan ini tidak membantu Israel. Tuhan membuat umat Israel mengerti bahwa sekutu yang benar dan dapat diandalkan bukanlah bangsa-bangsa ini, tetapi adalah TUHAN (Yahweh).

Ayat 17 menunjukkan bahwa umat itu mencari sekutu untuk mendapatkan keselamatan, pandangan kedua pasang mata mereka berpikir bahwa negara-negara ini dapat diandalkan, tetapi mereka memiliki pandangan mata yang tidak sehat, semua harapan itu adalah sia-sia. Ternyata semua negara-negara itu adalah bangsa-bangsa yang 「tak dapat」 menyelamatkan orang, 「tak dapat」 ini mencakup tidak punya kemampuan dan tidak punya keinginan, para sekutu ini tidak punya keinginan menyelamatkan kerajaan Yehuda seperti yang dijanjikan. Bahkan jika mereka melakukannya, mereka tidak mampu melakukan keselamatan apa pun. Ayat 18-19 menjelaskan bagaimana musuh memperlakukan Sion, dan kata-kata yang digunakan menunjukkan bahwa penghakiman akan segera datang, dan Yerusalem tidak dapat memprediksi pemburu berbahaya ini.

Ayat 20 mengacu pada 「orang yang diurapi TUHAN」 dan menggambarkan ia sebagai 「nafas hidup kami」, yang kemudian 「tertangkap dalam pelubang mereka」, ini menunjuk pada raja Zedekia, ketika dia ditangkap oleh orang Babilonia (Yeremia 52:7-11, klik untuk membuka). Frasa 「nafas hidup kami (atau terjemahan KJV lebih harafiah 「the breath of our nostrils」, IMB 「nafas hidung kami」)」 berarti bahwa dia adalah kehidupan yang diandalkan rakyat, dan itu mengingatkan orang-orang pada Kejadian 2:7 TUHAN menghembuskan 「nafas hidup ke dalam hidung」 manusia, umat yang bebal itu hanya mengandalkan keputusan raja untuk menghadapi musuh, tetapi raja ini tidak mengandalkan TUHAN (Yahweh), sehingga membawa akibat buruk bagi negara. Ternyata yang paling tidak bisa diandalkan adalah Zedekia, raja Yehuda, ia memimpin orang-orang Yehuda untuk bergantung mengandalkan bangsa-bangsa sekutu yang tidak bisa diandalkan.

Renungkan:
Pengasingan adalah peristiwa yang merefleksikan hal-hal yang selama ini kita andalkan. Penawanan dapat membuat kita memahami bahwa apa yang kita yakini sebagai dapat diandalkan di masa lalu pada akhirnya akan menjadi yang tidak dapat diandalkan. Di saat yang sama, itu juga membuat kita memahami bahwa keputusan untuk mengandalkan para sekutu dan Zedekia di masa lalu adalah keputusan yang salah, itu juga sekali lagi menunjukkan bahwa hanya TUHAN (Yahweh) yang paling dapat diandalkan. Renungkan siapakah yang menjadi 「sekutu」 dan 「Zedekia」 tempat Anda bergantung hidup? Marilah kita bertobat!


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 7:1-9

「Anak Kecil atau Asyur?」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 1-8 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yes. 7:1-9 [ITB])
1Dalam zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, maka Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu, namun mereka tidak dapat mengalahkannya.
2Lalu diberitahukanlah kepada keluarga Daud: 「Aram telah berkemah di wilayah Efraim,」 maka hati Ahas dan hati rakyatnya gemetar ketakutan seperti pohon-pohon hutan bergoyang ditiup angin.
3Berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: 「Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub (「Syear Yasyub」 maknanya adalah 「sisa umat hendak pulang kembali」), anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu, 4dan katakanlah kepadanya: 『 Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya. 5Oleh karena Aram dan Efraim dengan anak Remalya telah merancang yang jahat atasmu, dengan berkata: 6Marilah kita maju menyerang Yehuda dan menakut-nakutinya serta merebutnya, kemudian mengangkat anak Tabeel sebagai raja di tengah-tengahnya,
7maka beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak akan sampai hal itu, dan tidak akan terjadi, 8sebab Damsyik ialah ibu kota Aram, dan Rezin ialah kepala Damsyik. Dalam enam puluh lima tahun Efraim akan pecah, tidak menjadi bangsa lagi. 9Dan Samaria ialah ibu kota Efraim, dan anak Remalya ialah kepala Samaria. Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya.』」

Kerajaan Yehuda yang di selatan menghadapi ancaman yang belum pernah ada sebelumnya, yakni Rezin raja Aram dan Pekah raja Israel anak Remalya, datang untuk menyerang Yerusalem, Aram dan Efraim (Israel) sudah menjadi sekutu. Dua musuh dari utara ini sangat kuat, maka hati raja Yehuda dan umat semuanya gemetar, seperti pohon di hutan bergerak ditiup angin.

Topik utama kitab Yesaya mulai dari pasal 7 terus sampai pasal 39 adalah 「bersandar」, lalu di banyak bagian perikop yang memakai perbandingan kontras untuk membawakan topik ini. Penekanan dasar yang paling utama adalah menjelaskan: pihak sandaran yang dipercaya dan diandalkan oleh kerajaan Yehuda sebenarnya adalah raja-raja bangsa-bangsa asing di atas bumi, atau TUHAN? Pasal 7 sampai 12 memakai sebuah perbandingan 「bayi」 dan 「Asyur」, kata 「Asyur」 telah muncul 10 kali (Yes. 7:17, 18, 20; 8:7; 10:5, 12, 24; 11:11, 16) dan kata yang terkait 「bayi / anak laki / pemuda」 telah muncul 6 kali (Yes. 7:3, 14; 8:3, 8, 18; 9:6). Dua konsep kunci ini membentuk perbandingan, menjelaskan apa yang dilihat manusia sebagai yang lemah sebaliknya adalah yang sesungguhnya yang kuat besar, dan yang dipandang kuat besar sebaliknya adalah yang lemah. Dengan demikian, saat raja Ahas berharap bersekutu dengan Asyur untuk melawan tentara gabungan milik negara lain, TUHAN justru melalui Yesaya mengumumkan bahwa sesungguhnya yang mampu dijadikan sandaran adalah bayi yang tidak memiliki kemampuan.

Sejarah yang digambarkan Yesaya pasal 7, adalah kisah yang dicatat dalam 2 Raj. 16:7-9 dan 2 Taw. 28:5-9 bagaimana raja Ahas mengusahakan bantuan dari Asyur. Bantuan Asyur yang dicari oleh Raja Ahas hanya akan membawakan keuntungan sementara, tetapi secara jangka panjang, Asyur akan merupakan ancaman yang sesungguhnya bagi Yehuda. Bekerja sama dengan Asyur adalah mewakili akan dibangunnya perjanjian persekutuan dengan Asyur, perjanjian ini mungkin mencakup membangun perjanjian dengan allah lain, mengakui kedaulatan Asyur atas Yehuda.

Renungkan: sebenarnya siapakah yang menentukankan kedaulatan atas kehidupanmu? Mungkin kita dengan mudah melepaskan sandaran kita kepada Allah demi keuntungan sementara di depan mata, kita mungkin akan menghitung-hitung, berpendapat lebih dapat mengandalkan kekuatan besar yang seperti Asyur itu, tidak tahu bahwa kekuatan yang dianggap kuat ini menuntut kita membuang kesetiaan kepada TUHAN, jika kita bersandar kepadanya, maka adalah sama dengan memberontak kepada TUHAN. Sebaliknya, 「bayi」 membuat kita teringat apa yang dipandang sebagai lemah, apa yang lemah ini dipandang tidak memiliki masa depan justru benar-benar mengingatkan kita untuk bersandar kepada TUHAN yang sungguh dapat diandalkan. Apa yang dinyatakan dari sesuatu yang dipandang lemah, justru makin membuat nyata anugerah keselamatan. Jika umat Allah mampu melihat hal ini, maka mereka tidak akan berulang-ulang jatuh dalam kesalahan Ahas, apakah engkau juga bersedia bersandar kepada TUHAN dan bukan kepada 「Asyur」 yang ada di dalam hati?