Tag Archives: Kemurahan Hati

Amsal 11:16-31

Menabur menuai
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 11:16-31 [ITB])
16 Perempuan yang baik hati beroleh hormat;
………sedangkan seorang penindas beroleh kekayaan.
17 Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri,
………tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.
18 Orang fasik membuat laba yang sia-sia,
………tetapi siapa menabur kebenaran, mendapat pahala yang tetap.
19 Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup,
………tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian.
20 Orang yang serong hatinya adalah kekejian bagi TUHAN,
………tetapi orang yang tak bercela, jalannya dikenan-Nya.
21 Sungguh, orang jahat tidak akan luput dari hukuman,
………tetapi keturunan orang benar akan diselamatkan.
22 Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.
23 Keinginan orang benar mendatangkan bahagia semata-mata,
………harapan orang fasik mendatangkan murka.
24 Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya,
………ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.
25 Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan,
………siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
26 Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang,
………tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum.
27 Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang,
………tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.
28 Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh;
………tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.
29 Siapa yang mengacaukan rumah tangganya akan menangkap angin;
………orang bodoh akan menjadi budak orang bijak.
30 Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang.
31 Kalau orang benar menerima balasan di atas bumi,
………lebih-lebih orang fasik dan orang berdosa!

Dalam perikop 11:16-31, orang bijak dengan jelas mengingatkan kepada pembaca tentang sebuah tema penting yakni hubungan antara tindakan dan konsekuensi (Action-Consequences), percaya bahwa kontras yang paling utama hidup … kematian adalah pusat perikop ini. Dalam ayat 16-21 membicarakan tentang pekerjaan dan upah, upah dan pahala (ayat 18), dan hidup dan mati (ayat 19), menunjukkan konsekuensi yang harus ditanggung dari setiap tindakan, setiap orang harus menuai apa yang ditaburnya. Bagi orang benar, perbuatan benar mereka mendatangkan kepuasan hati, kehidupan, dan keamanan; sedangkan orang fasik mengalami kekecewaan, kematian, dan hukuman. Orang bijak meminta pembaca untuk memikirkan logika yang menarik: murah hati dan kejam (ayat 17), hal ini dilakukan kepada orang lain, dapat membawa manfaat bagi orang lain, atau akan membawa dampak mencelakakan. Namun, orang bijak menunjukkan bahwa pada akhirnya, orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri. Karakter, motif, tindakan seseorang, konsekuensi yang diterimanya, saling berkaitan tidak dapat dipisahkan.

Dalam ayat 23-27, orang bijak terus mengajukan logika lain, yaitu subjek kemurahan hati. Dalam ayat 24, ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan, pemikirannya sama dengan di ayat 17. Jika seseorang berbagi uang dengan orang lain, memang kekayaannya pasti berkurang; dan mereka yang tahu cara berhemat, kekayaan seharusnya menumpuk. Tetapi mengapa orang bijak sampai pada kesimpulan yang berlawanan? Pemikiran paradoks ini karena ekonomi Allah berbeda dengan ekonomi kita. Ayat 25 menggunakan kalimat paralel sinonim: siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum, mereka yang memperlakukan orang lain dengan murah hati memberi manfaat kepada orang lain, membuat orang lain mendapat kelimpahan / disegarkan (refresh, NIV); pada saat yang sama, bahkan diri sendiri akan mendapat kelimpahan / disegarkan (will be refreshed, NIV). Ternyata, perbuatan baik yang benar, akan diingat Allah, seperti disebutkan 19:17 siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. Perjanjian Baru juga menuliskan pengajaran serupa: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. (2 Korintus 9:6). Tindakan dengan motif tulus ingin membawakan kesejahteraan bagi orang lain, akan diberkati.

Orang bijak mengakhiri pasal ini dengan sebuah pertanyaan: Kalau orang benar menerima balasan di atas bumi, lebih-lebih orang fasik dan orang berdosa? (ayat 31). Para ahli menunjukkan bahwa ayat ini mengandung beberapa karakteristik. Pertama-tama, kata-kata bijak jarang diekspresikan dalam bentuk pertanyaan, ini sengaja untuk membuat pembaca memikirkan pertanyaan ini. Selain itu, penggunaan kata lebih-lebih / apalagi (15:11; 17:7; 19:7, 10; 21:27) tidak hanya memunculkan makna perbandingan, tetapi juga menunjukkan keseriusannya. Akhirnya, para peneliti menunjukkan bahwa pembalasan setimpal (retribution) dapat terjadi selama hidup, yaitu tidak ada yang melakukan kejahatan tanpa dihukum. Dari Perjanjian Lama, kita melihat bahwa Musa dan Daud tidak terkecuali, konsep ini telah berlanjut sampai masa kini dan bahkan generasi masa depan. Seperti yang dikatakan Petrus: jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia (1 Petrus 4:18-19).

Renungkan:
(1) Marilah merenungkan: … Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya (Lukas 19:26). Apa pengertian yang ditunjukkan kepada saya?
(2) Jika Roh Kudus menyentuh hatiku: Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya (Gal. 6:7), berdoa agar Tuhan membantu saya untuk merenungkan hidup dengan serius dan iman percaya yang sungguh-sungguh.


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Roma 11:21-22

「Hendaklah Sepanjang Umur Hidup Dalam Kasih Sayang Tuhan!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 11:21-22 [ITB])
21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu. 22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.

Terjemahan literal dari Rom. 11:21-22 adalah 「karena jika di masa lalu Tuhan tidak mentolerir cabang-cabang yang alami, Ia tidak akan mentolerir engkau. Maka perhatikan kemurahan hati dan kekerasan tegas Tuhan: kepada orang yang jatuh, tegas keras; kepada engkau, kemurahan hati, asalkan engkau tetap dalam kemurahan hati-Nya; Jika tidak, engkau akan dipotong.」 Paulus mengingatkan orang percaya bangsa-bangsa non Yahudi agar jangan meninggalkan 「iman」, tetap tinggal dalam kemurahan hati Tuhan, dan memakai sikap 「tegas」 Allah terhadap Israel untuk mengingatkan kita: jika kita meninggalkan iman, kita juga akan dipotong.

Dalam Rom. 11:22-23 muncul istilah 「tetap」 (epimeno), yang dapat diterjemahkan sebagai 「terus berada di dalam」 atau 「terus tinggal dalam.」 Kata ini muncul 3 kali dalam Surat Roma. Dalam Rom. 6:1, Paulus menegur mereka yang berpikir bahwa mereka yang telah diselamatkan boleh 「tetap berada dalam」 dosa! Setelah percaya Tuhan Yesus, maka sepatutnya keluar dari gelap masuk ke dalam terang, meninggalkan yang jahat masuk ke dalam yang baik, harus senantiasa berada di dalam Tuhan. Orang Kristen yang berkenan kepada Allah, harus memiliki kualitas, yakni 「senantiasa hidup dalam」 Kristus! Ini juga merupakan ajaran yang sangat diperhatikan oleh Tuhan Yesus dan para Rasul!

Perhatian Paulus adalah seperti yang diajarkan Tuhan Yesus dalam Injil Yohanes 15: Anda harus senantiasa selalu di dalam diri-Ku! Kita harus senantiasa selalu di dalam Tuhan! Orang Kristen modern suka lebih banyak mendengarkan kebenaran tentang belas kasihan dan pengampunan Allah, tetapi sering mengabaikan banyak ayat Alkitab keras, peringatan dan tuntutan kekudusan. Beberapa orang bahkan mengajarkan kesesatan: 「Setelah percaya Tuhan, bahkan jika engkau memanjakan nafsu, meninggalkan iman, tidak perlu takut, karena anugerah Allah itu berkecukupan.」Ajaran sesat seperti ini yang dibenci dan ditentang dengan keras oleh Paulus, dan yang telah berulang-ulang ia cela dalam Surat Roman. Seperti Yesus, Paulus sering mengajarkan orang untuk berpegang pada kesalehan dan iman. Dalam Rom. 2:4, Paulus mencela orang yang merasa diri sendiri benar: 「Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?」 Belas kasihan kemurahan Tuhan bukanlah untuk membiarkan kita memanjakan menuruti kemauan diri, tetapi menghendaki kita tetap menjaga dengan berhati-hati, agar kita senantiasa menyimpan hati yang takut hormat, agar kita menjauhi yang jahat melakukan yang baik, agar kita erat bergantung pada Tuhan, agar kita seumur hidup percaya beriman kepada Tuhan Yesus, seumur hidup menjadi milik Tuhan, melayani Tuhan.

Ada orang keliru salah memahami perkataan 「sekali diselamatkan, selamanya diselamatkan」 sehingga salah memberikan pengajaran! Saat kuliah di Amerika Serikat, ada pendeta yang salah memahami kebenaran ini dan berkata dalam khotbahnya: 「Kalau anda percaya kepada Yesus hari ini, besok meninggalkan Allah, juga tidak takut. Asal anda ambil keputusan hari ini, anda akan diselamatkan. Besok menyembah Budha, juga tidak takut, tidak akan kehilangan keselamatan.」 Saat itu saya membantu menerjemahkan baginya ke dalam bahasa Kanton, saya tidak bisa meneruskan terjemahan tersebut. Saya bertanya: di bagian mana dalam Alkitab ada pengajaran seperti ini? Kemudian saya membaca tentang teori yang sesat ini: 「bahkan jika orang percaya menjadi orang tidak percaya karena berbagai alasan praktis, keselamatan tidak akan terpengaruh.」 「Bahkan jika orang meninggalkan iman, kasih Allah begitu besar, dan orang itu tidak akan kehilangan keselamatan dan akan tidak hilang dari tangan Tuhan」 Ajaran yang memanjakan orang boleh semaunya meninggalkan iman adalah kesalahan yang sangat besar dan ditentang oleh teologi yang ortodoks sejak dari masa lalu. Yesus tegas mengingatkan kita: 「Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah」 (Luk. 9:62). Surat Ibrani mengatakan 「Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya」 (Ibrani 10:38)

Yesus mengajarkan kita bahwa ada ilalang dan gandum di dalam gereja, ada kambing dan domba. Bagi mereka yang memiliki iman yang secara permukaan kulit, tetapi tidak memiliki akar dalam hati mereka dan semau hati meninggalkan iman mereka, Yesus menggambarkan mereka sebagai: 「Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad」 (Luk. 8:13) Tuhan Yesus telah berulang kali memperingatkan orang-orang percaya bahwa orang percaya tidak dapat meninggalkan Dia. 「Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar」 (Yoh. 15:5-6). Surat Ibrani memperingatkan kita: 「Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing.」 (Ibrani 13:9) 「… marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan」 (Ibrani 12:28-29). Perlindungan Tuhan adalah hendak menjaga kita berada di dalam Dia, di dalam kasih karunia, bukan menjaga kita untuk meninggalkan iman, bukan menjaga kita untuk memanjakan nafsu kejahatan!

Seorang percaya hendaklah bertanya: Apakah engkau masih berada di dalam kemurahan Tuhan? Jika Anda memanjakan kemauan diri sendiri, apakah Anda ingin mengalami kekerasan Allah?

Renungkan: Apakah Anda pernah mendengar ajaran sesat 「jikalaupun memanjakan nafsu kemauan diri, juga pasti akan diselamatkan」?

Jika Anda melihat seseorang yang berlabel 「Kristen」 tetapi dalam praktek bertindak semaunya, juga tidak benar-benar percaya kepada Yesus, apakah Anda akan suka orang-orang ini? Apakah nama Allah karena demikian menjadi dihujat?
Anda berpikir bagaimana Allah akan memperlakukan mereka?

Hendaklah kita ingat dengan erat bahwa kasih karunia Allah adalah untuk membuat kita tetap mengejar kekudusan, adalah untuk menjaga kita senantiasa berada dalam Tuhan!


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Roma 9:14-16

「Allah Berdaulat! Bermurah Hati kepada Siapa Ia Mau!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 9:14-16 [ITB])
14Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!
15Sebab Ia berfirman kepada Musa: 「Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.」
16Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

Dalam perikop ini, Paulus menjawab tuduhan kedua: 「Apakah ada ketidakadilan (tidak benar) pada Allah?」 「Ketidakbenaran」 (adikia) diterjemahkan sebagai 「tidak adil」 dalam CUVT (demikian juga ITB). 「Ketidakbenaran」 adalah terjemahan yang lebih sesuai. Seperti disebutkan di atas, Allah 「lebih mencintai」 Yakub, 「kurang mencintai」 Esau. Pemilihan adalah kehendak Allah, mungkin membuat orang ada yang merasa bahwa dengan demikian tidak ada 「kesamarataan」 dan 「keadilan」 yang mutlak. Tetapi Paulus menanyakan: Allah memiliki kedaulatan memilih, apakah terdapat 「ketidakadilan」 pada Allah? Sebagai contoh, kita memiliki pilihan untuk memberikan amal, kita dapat memberikan sedekah kepada seorang pengemis, tetapi tidak memberikan sedekah kepada pengemis yang lain, lalu apakah bisa dikatakan melakukan 「ketidakadilan」?

Ungkapan 「absolut tidak! (Mustahil)」 (me genoito) muncul 10 kali dalam Surat Roma, dan digunakan saat menyangkal ajaran sesat! Di ayat 15 Paulus mengutip Kel. 33:19, untuk menunjukkan bahwa Tuhan hak berdaulat memperlakukan dengan anugerah kepada siapa Ia mau. Ayat 15 diterjemahkan literal adalah 「Aku akan mengasihani mereka yang Aku sekarang berbelas kasihan, dan Aku akan bermurah hati orang-orang yang sekarang Aku bermurah hati.」 Pertama-tama ada hati 「belas kasih, kasih karunia」 dari Allah, maka kemudian ada tindakan 「belas kasih, kasih karunia」. Hanya karena ada kemurahan hati Tuhan sehingga kita bisa menerima anugerah Allah.

Terjemahan literal ayat 16 adalah 「dalam pandangan ini, itu tidak peduli tentang ia yang berkeinginan, atau ia yang berlari mengusahakan, tetapi peduli Allah yang berbelas kasihan.」 Paulus bukan membuat kontras perbandingan 「belas kasihan」 dengan 「berkeinginan, atau berlari mengusahakan」, tetapi membuat kontras perbandingan 「『dia』 orang yang mempunyai keinginan」 dengan 「『dia』 orang yang berlari mengusahakan」 dengan 「『Ia 』 Allah yang berbelas kasihan」, ini adalah kontras antara 「manusia」 dengan 「Allah」. Faktor yang benar-benar menentukan dalam pemilihan adalah 「Allah」 bukan 「manusia」.

Ketika Allah berkata kepada Musa bahwa Ia 「ingin berbelas kasihan pada siapa, maka berbelas kasihan kepada siapa,」 tolong tanya bukankah Israel ini penuh dengan 「keras kepala, jahat, berdosa」 (Ul. 9:27)? Sebagian orang Israel diselamatkan pasti bukan karena mereka 「keras kepala, jahat, berdosa」,tetapi hanya karena 「Allah」 dan anugerah cuma-cuma dari Dia. Dunia seharusnya diadili dan dihukum untuk dosa-dosanya, dan apakah adalah 「tidak benar」 ketika Tuhan tidak memilih orang berdosa? Berulang Paulus menekankan: Allah memiliki penghakiman yang 「benar」, Allah juga memiliki anugerah dan belas kasihan cuma-cuma yang 「benar」! Tuhan menghakimi orang, tidak ada 「tidak benar」! Tuhan tidak memilih orang berdosa, tidak ada 「tidak benar (tidak adil)」! Tetapi ketika Allah memilih dari antara orang berdosa, Tuhan memberikan 「anugerah」 kepada kita yang sama sekali tidak layak! Allah memberikan seseorang tambahan yakni 「anugerah」, dan membiarkan orang yang lain menanggung hukuman yang memang sepatutnya ditanggung manusia, tidak ada 「ketidakadilan (tidak benar)」 pada Allah!

Saya berpikir akan sebuah metafora (perumpamaan) dalam refleksi tentang hak kedaulatan 「mengasihani kepada siapa yang ingin dikasihani」. Jika suatu hari saya melihat seorang pengemis, karena belas kasihan lalu saya bersedia menolongnya, memberinya pakaian, makanan dan tempat tinggal; tapi kemudian pengemis di seluruh dunia datang dan menggugat dakwaan kepada saya: mengapa tidak memberi 「fasilitas」yang sama kepada mereka? Belas kasihan saya ternyata dirubah menjadi 「tidak adil」 dan 「tidak benar」! Apakah menurut anda masuk akal? Ketika 「anugerah」 dipandang sebagai 「hak keharusan」, 「fasilitas」 dan 「hak istimewa」, segalanya menjadi bengkok terdistorsi, 「kasih Allah」 dihakimi dan dicela oleh manusia! Kasih karunia adalah anugerah, dan kasih karunia tidak pernah merupakan hak keharusan atau hak istimewa. C. S. Lewis mengatakan 「Orang Kristen bukan beriman bahwa Tuhan mengasihi saya karena kita baik, tetapi karena Tuhan mengasihi kita, maka Tuhan ingin kita menjadi baik.」 Ada perkataan Luther yang populer:「Tuhan mengasihi kita bukan karena kita memiliki nilai, karena Allah mengasihi kita maka kita menjadi berharga. 」 Seumur hidup orang Kristen haruslah tidak lupa dan berbelas kasih kepada orang lain dalam hidup. (Pada saat kita mengatakan 「tidak adil jika Allah memilih sebagian orang untuk diselamatkan,」 maka kita telah memandang keselamatan bukanlah anugerah tetapi fasilitas yang harus diberikan Allah kepada semua orang, seakan-akan manusia yang berdosa semua patut menuntut hak fasilitasnya, maka Allah disangkal hak kedaulatan-Nya dalam memberikan anugerah kepada siapa Ia menghendaki.)

Renungkan: 「hak」, 「hak istimewa」 dan 「keadilan」 adalah apa yang dunia perjuangkan! Dunia memandang penting 「perebutan mendapatkan」, tetapi tidak memandang penting 「belas kasih, kebaikan dan anugerah cuma-cuma.」 Tuhan terus-menerus 「berbelas kasih, bermurah hati」 kepada orang, kita harus meniru Allah, apakah kita menjadi orang yang seumur hidup 「penuh anugerah, bersyukur dan berbelas kasih」?


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Rut 2:4-13

「Memperlakukan Rut dengan Kemurahan 」

Ia adalah seorang yang diberkati dan mengerti untuk memberkati orang lain.

(Rut 2:4-13 [ITB])
4Lalu datanglah Boas dari Betlehem. Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: “TUHAN kiranya menyertai kamu.” Jawab mereka kepadanya: “TUHAN kiranya memberkati tuan!”
5Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: “Dari manakah perempuan ini?”
6Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: “Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.
7Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti.”
8Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: “Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan.
9Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu.”
10Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: “Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?”
11Boas menjawab: “Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.
12TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung.”
13Kemudian berkatalah Rut: “Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan.”

Dua hari yang lalu pernah disebutkan bahwa Rut fasal dua mencakup tiga adegan: yang pertama (Rut 2:1-3) terjadi di pagi hari, yang kedua (Rut 2:4-17) terjadi di siang hari, dan yang ketiga (Rut 2:18-23) terjadi menjelang petang. Adegan kedua terutama berisi percakapan: antara Boas dengan hambanya (Rut 2:4-7), dan Boas dengan Rut (Rut 2:8-13). Di saat ini penulis kitab masih belum mengungkapkan relasi keluarga dekat antara Boas dan Naomi, hanya mencatat bahwa ia adalah seorang kaya raya yang mengeluarkan kata-kata yang menunjukkan kemurahan hatinya, sama baik terhadap hambanya maupun terhadap Rut perempuan Moab, dan Rut tercatat sebagai seorang wanita yang berinisiatif proaktif untuk bertindak. Kata-kata Boas lebih terperinci, sedangkan jawaban Rut lebih singkat pendek; Boas memperlakukan dengan kata-kata yang murah hati, Rut menerima dengan rendah hati.

Sikap nada bicara Boas terhadap hambanya, benar-benar menunjukkan bahwa ia adalah seorang tuan yang sangat memperhatikan bawahannya; kebiasaan tipikal salam saling memberkati antara tuan dan hamba: 「semoga TUHAN beserta dengan engkau sekalian」 (Rut 2:4b) dan 「semoga TUHAN memberkati engkau」 (Rut 2:4c). Setelah saling memberikan salam, perhatian Boas jatuh pada diri seorang wanita asing. Sebenarnya mengapa perhatian mata Boas bisa jatuh pada diri Rut? Apakah karena penampilan luar Rut atau pakaiannya, ataukah wajahnya, ataukah panampilannya sebagai wanita bangsa asing? Hal ini tidak dapat diketahui, sebaliknya fokus penulis kitab diletakkan pada perkataan Boas yang menunjukkan bagaimana ia memperlakukan Rut dengan murah hati.

Boas terlebih dahulu bertanya kepada hambanya tentang identitas wanita asing ini, ia tidak secara langsung bertanya 「siapa wanita ini? 」 namun bertanya 「dia itu perempuan dari keluarga mana? 」 (Rut 2:5b, terjemahan CUV Mandarin) (ITB menterjemahkan sebagai 「Dari manakah perempuan ini?」 atau KJV, ASV 「Whose damsel is this?」 milik siapa gadis muda ini?) Cara bertanya tidak langsung semacam ini terkait dengan budaya zaman itu, ia ingin tahu latar belakang dan kelahiran Rut, ia berasal dari keluarga mana, termasuk suku mana? Kemudian Boas dengan nada bicara yang lembut dan bersahabat langsung bertanya kepada Rut: 「Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan. 」 (Rut 2:8). Boas sepertinya berusia setara dengan Naomi, ia dengan status sebagai yang senior memperhatikan Rut, ini menunjukkan terdapat perbedaan usia antara ia dengan Rut. Perkataan Boas terhadap Rut mengulang perkataan ijin yang diberikan bujang pengawas kepada Rut, boleh terus memungut bulir-bulir jelai di ladangnya, kemudian menambahkan dorongan semangat agar dia tidak usah meninggalkan ladang miliknya, tetap dekat dengan pengerja-pengerja perempuan, agar memastikan ia mendapatkan perhatian yang baik dan bersahabat.

Boas selain berpesan kepada hambanya agar mengijinkan Rut meneruskan mengikuti pengerja-pengerja perempuan di ladangnya memungut bulir-bulir jelai, ia lebih lagi demi melindungi Rut telah membuat dua pengaturan lain. ia berkata kepada Rut: 「saya sudah berpesan kepada para hamba lelaki tidak boleh mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu 」 (Rut 2:9b). Ia secara khusus berpesan kepada para hamba lelaki tidak boleh melanggar Rut, artinya tidak boleh bertindak tidak sopan terhadap Rut, tidak boleh ada satupun tindakan pelecehan sexual ( נָגַע naw-gah’ artinya menyentuh, meletakkan tangan kepadanya untuk alasan apapun). Pesan ini di zaman Hakim-hakim yang sangat rendah keadaan rohani maupun moral, agar Rut mendapatkan suatu jaminan yang sangat khusus. Tidak hanya demikian,Boas memberikan sebuah pengaturan yang sangat khusus, menimbah air adalah pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh para perempuan atau orang asing yang menumpang di sana, Boas sebaliknya membalikkan tradisi, tidak perlu Rut mengeluarkan tenaga apapun, ia boleh kapanpun minum air. (Rut 2:9c terjemahan ITB “… minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu” (tidak jelas pengerja laki-laki atau perempuan?) bandingkan dengan terjemahan Inggris, misal NIV  “get a drink from the water jars the men have filled” minumlah air yang diisi oleh para laki-laki, terjemahan Inggris secara eksplisit menuliskan “laki-laki”) Ini adalah tindakan Boas yang ekstra memperlakukan Rut dengan kemurahan hati, oleh karena itu ia terlebih dahulu harus berpesan kepada semua para pengerja harus memperlakukan Rut dengan kemurahan hati.

Mengapa Boas memperlakukan Rut dengan ekstra kemurahan hati? Selain ia adalah seorang yang hormat takut akan Allah (lihat perintah Allah di Im. 19:33-34; Kel. 22:21-24; Kel. 23:12), selain mengasihi orang asing yang menumpang, satu-satunya kemungkinan adalah ia mendengar apa yang terjadi atas Rut dari penjelasan orang lain (Rut 2:5 Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: “Dari manakah perempuan ini?”) ; bagaimana ia setelah kehilangan suami, bersedia meninggalkan iman kepercayaan orang Moab, bersandar kepada TUHAN Israel, bahkan memutuskan ikut dengan erat kepada mertuanya, datang ke Israel tempat asing yang tidak ia kenal (lihat Rut 2:11-12). Boas memperlakukan Rut dengan murah hati sesungguhnya berharga untuk kita teladani sebagai umat Tuhan!

Renungkan: Boas diberkati oleh TUHAN, punya harta, punya kuasa, namun terbiasa memperlakukan orang-orang lemah dengan kemurahan hati; ia adalah seorang yang diberkati dan mengerti untuk memberkati orang lain. Apakah kita bersedia mengikuti teladan dia menjadi bejana yang memberkati orang lain?

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Tambahan Blogger:

Di ayat 5, Boas bertanya kepada bujangnya: “Dari manakah perempuan ini?” dalam Alkitab New English Translation diberikan catatan kaki penjelasan bahwa pertanyaan ini bertanya “siapakah keluarga ayah dari perempuan ini atau juga siapakah suami perempuan ini?” Sebuah pertanyaan yang jawabannya cukup menyedihkan, Rut tidak punya keluarga orang tua lagi, ia juga tidak punya suami.

Menikmati keindahan sastra Alkitab, ayat 9b “pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu” bahasa aslinya berasal dari akar kata:   נַעַר  (nah’-ar) dan  נָגַע  (naw-gah’)  dengan indah Alkitab dalam nats ini memakai kata-kata yang memiliki akar kata dengan bunyi suara yang mirip nah’-ar  ……  naw-gah’