Tag Archives: Umat Sisa

Roma 11:5-6

「Anugerah adalah Anugerah! Bukan Mengadalkan Perbuatan!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 11:5-6 [ITB])
5Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia.
6Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.

Charles R. Swindoll berkata: 「Kebanggaan tidak meninggalkan ruang untuk anugerah.」 Tidak memohon anugerah Tuhan, tidak tahu bahwa diri sendiri tak berdaya untuk menyelamatkan, menghalangi banyak orang-orang percaya kepada Yesus!

Dalam kedua ayat ini, Paulus menempatkan empat konsep bersama: benih sisa, umat pilihan, anugerah, dan perbuatan. Kata leimma bahasa Yunani dari kata 「sisa」 yang terdapat dalam Rom.11:5, hanya muncul satu kali dalam Perjanjian Baru, tetapi 「sisa」 adalah sebuah konsep yang sangat penting dalam Perjanjian lama. Dalam Alkitab terjemahan Mandarin CUVT, istilah 「benih sisa」 hanya muncul tiga kali (Kej. 45:7 dalam ITB sebagai 「kelanjutan keturunan」; Yes. 1:9 dalam ITB sebagai 「meninggalkan sedikit」; Rom. 9:29 dalam ITB sebagai 「meninggalkan keturunan」) , tapi dalam Alkitab bahasa Inggris NIV, kata remnant (sisa) muncul 65 kali, tiga kali dalam Perjanjian Baru (Kis. 15:17; Rom. 9:27;11:5); dalam terjemahan Mandarin CUVT kebanyakan menerjemahkannya sebagai 「sisa.」 Di banyak tempat terdapat topik 「umat sisa.」 Dalam Yes. 37:32, Tuhan menubuatkan 「Sebab dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; giat cemburu TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.」 Dalam Yer. 50:20, Tuhan menyatakan:「… Aku akan mengampuni orang-orang yang Kubiarkan tinggal hidup.」 Di Mikha 2:12, Tuhan berjanji: 「Dengan sungguh-sungguh Aku akan mengumpulkan engkau seluruhnya, hai Yakub, dengan sungguh-sungguh Aku akan menghimpunkan sisa orang Israel …」 Sesuai dengan kejahatan Israel, Allah dapat meninggalkan mereka sama sekali; tetapi Allah menyimpan 「suatu sisa」 bagi mereka.

Paulus menekankan bahwa jika seseorang dapat diselamatkan, itu bukan karena kebaikan atau perilaku mereka, tetapi hanya karena 「menurut pemilihan」 (according to election) , adalah karena 「anugerah」 pemilihan. Ini adalah menyambung Rom. 9:11 bahwa Allah memilih Yakub adalah sebelum ia lahir. Di Rom. 9:11 dan 11:5, Paulus menggunakan ungkapan 「sesuai dengan pemilihan」, tetapi di Rom. 11:5, Paulus lebih lanjut menekankan bahwa Allah adalah masih murah hati kepada bangsa Israel adalah 「sesuai kasih karunia pemilihan」 (according to the election of grace) ! Paulus menekankan bahwa pemilihan adalah pemilihan, bukan karena menurut perilaku, secara total seluruhnya adalah anugerah. Dengan penggunaan ekspresi 「sisa atau benih sisa,」 itu mengungkapkan jelas bahwa mereka tidak layak mendapatkan keselamatan. Moody mengatakan 「Anugerah adalah kasih karunia yang tidak pantas didapatkan.」 Anugerah menyiratkan bahwa kita aslinya tidak layak; kasih anugerah pemilihan menyatakan Allah dengan cuma-cuma memberikan anugerah di antara manusia berdosa yang tidak layak, yang sudah jatuh, dan tidak ada harapan. Jadi Paulus menekankan bahwa itu adalah anugerah, maka pasti bukan berdasarkan perbuatan.

Spurgeon berkata: 「Hanya kasih karunia yang telah membuat kita rendah hati, tapi itu pada saat yang sama juga telah membuat kita sukacita.」 Billy Graham memakai lagu hymn 「Just As I Am」 untuk melihat hidupnya. Pada saat ia melakukan panggilan altar, ia suka menggunakan lagu hymn ini untuk mendorong orang percaya kepada Yesus. Lagu pujian ini berkata 「Sama seperti aku, tiada yang dapat dipuji, tetapi darah Mu mengalir bagi ku menerima hukuman, dan Engkau memanggil aku datang kepada Mu menerima keselamatan, Yesus Juruselamat, aku datang! Aku datang!」 (berdasarkan terjemahan Mandarin.) Anugerah mengingatkan bahwa kita tidak memiliki apapun untuk dipuji, kasih karunia juga mendorong kita bisa 「sama seperti aku」 (Just As I Am) untuk datang ke takhta kasih anugerah Allah, memohon dan menerima anugerah cuma-cuma dari Allah.

「Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.」 (Ibrani 4:16) Tidak peduli kita jatuh ke dalam keadaan apapun, kita dapat berdoa memohon kasih anugerah Allah! Orang yang benar-benar mengenal diri mereka sendiri dan mengenal Allah akan memohon kepada anugerah Allah sepanjang hidup mereka dan sepanjang hidup mereka bersandar pada anugrah Tuhan.

John Newton dalam lagu pujian 「Sangat Besar Anug’rah-Mu (Amazing Grace) 」 mengatakan: 「Lewat bahaya dan jerat, Jiwaku t’lah datang, Oleh anug’rah ‘ku s’lamat, Dan jiwaku senang. Ya, Tuhan, bila hamba-Mu ajalnya tlah dekat. Anugrah-Mu itu memb’ri sentosa dan suka」 Philip Teng mengatakan: 「semboyan hidup saya adalah 『kedaulatan anugerah Allah』 (God’s Sovereign Grace) 」. Melihat balik seumur hidupnya, ia berkata 「melihat ke belakang semuanya penuh anugerah; melihat ke depan, semuanya penuh anugerah, terima kasih Tuhan telah memperlakukan seorang yang layak ini. 」 Seumur hidup bersandar dan mengandalkan anugerah bukanlah suatu tindakan pengecut, tetapi pengenalan yang sejati akan siapa diri sendiri dan mengenal Allah! Orang yang seumur hidup memohon anugerah adalah orang yang benar-benar mengenal Allah!

Renungkan: 「Kita harus memiliki 100% berusaha keras, tetapi kita juga harus secara total bergantung sepenuhnya pada kasih anugerah Tuhan」 tetapi orang yang benar-benar memahami kuasa besar Allah dan keterbatasan diri sendiri akan menambahkan sebuah kata: 「Kita dapat terus berjuang, semua adalah mengandalkan kasih karunia!」

Paulus mengatakan: 「Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.」 (1 Kor. 15:10).

Seumur hidup orang Kristen melalui hidupnya dengan bersandar mengandalkan kasih karunia! Kasih anugerah membuat kita hormat, kasih anugerah membuat kita bersyukur, kasih anugerah memungkinkan kita tidak perlu takut untuk menjalani hidup, untuk seumur hidup memohon anugerah Tuhan!
Apakah Anda mendapatkan kedamaian dan penghiburan dengan merenungkan 「kedaulatan anugerah Allah」?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Yesaya 7:1-9 (2)

「Tidak Teguh Jaya jika Tidak Percaya」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 1-8 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yes. 7:1-9 [ITB])
1Dalam zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, maka Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu, namun mereka tidak dapat mengalahkannya.
2Lalu diberitahukanlah kepada keluarga Daud: 「Aram telah berkemah di wilayah Efraim,」 maka hati Ahas dan hati rakyatnya gemetar ketakutan seperti pohon-pohon hutan bergoyang ditiup angin.
3Berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: 「Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu,
4dan katakanlah kepadanya: 『 Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya.
5Oleh karena Aram dan Efraim dengan anak Remalya telah merancang yang jahat atasmu, dengan berkata: 6『 Marilah kita maju menyerang Yehuda dan menakut-nakutinya serta merebutnya, kemudian mengangkat anak Tabeel sebagai raja di tengah-tengahnya,』
7maka beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak akan sampai hal itu, dan tidak akan terjadi, 8sebab Damsyik ialah ibu kota Aram, dan Rezin ialah kepala Damsyik. Dalam enam puluh lima tahun Efraim akan pecah, tidak menjadi bangsa lagi.
9Dan Samaria ialah ibu kota Efraim, dan anak Remalya ialah kepala Samaria. Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya.』」

Dalam ayat 3 disebutkan Allah memberikan perintah kepada Yesaya untuk membawa anak lakinya bersama-sama pergi menemui raja Ahas, anak laki-lakinya itu bernama 「Syear Yasyub」, nama ini maknanya adalah 「sisa umat akan pulang kembali」, membuat kita melihat topik 「anak laki / bayi」. Nama anak laki ini muncul sebelum nabi Yesaya bertemu Ahas, adalah nubuat bahwa kerajaan Yehuda akan hancur, juga akan muncul sisa umat, yakni orang-orang yang dalam peperangan mendapatkan anugerah hidup. Dan kata 「sisa umat」 ini bisa diterjemahkan sebagai 「hanya sisa umat」, menekankan anugerah Allah hanya akan dimiliki oleh sisa umat. Dan lagi, 「sisa umat」 di dalam pandangan publik adalah yang lemah, dan 「anak laki / bayi」 juga dipandang sebagai yang lemah di hadapan Ahas. Oleh karena itu, nama 「anak laki」 adalah 「Syear Yasyub (sisa umat pasti pulang kembali)」, yang lemah di antara yang lemah ini menjadi sebuah pertanda untuk menyatakan jikalaupun umat Allah ditawan ke pembuangan, Allah juga memiliki kemampuan membawakan keselamatan, membuat umat Allah pulang kembali. Dengan demikian, 「anak laki / bayi」 yang dipandang lemah itu, ternyata menggenapkan kehendak Allah.

Ayat 4 menggambarkan 「puntung kayu api yang berasap」, karena 「puntung kayu api yang berasap」 tidak ada api hanya ada asap, simbol daya serang yang tidak memiliki kualitas nyata, jikalaupun tentara gabungan dua kerajaan dipandang kuat dan besar, tetapi mereka justru merupakan daya serang yang tidak ada kualitas nyata. Hendaknya diperhatikan, dua raja yang bersekutu 「mengumumkan rencana mereka」 di ayat 6, tetapi di ayat 7-9 justru TUHAN lah yang 「mengumumkan rencana Allah」, di ayat 7 dikatakan rencana dari dua raja bersekutu ini 「tidak akan sampai hal itu, dan tidak akan terjadi」, dikatakan bahwa hendaklah 「percaya」 (Amen) sebagai respon jawaban atas rencana Allah: 「Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya.」 (ayat 9)

Renungkan: rencana Allah nampaknya seperti tidak memiliki kualitas nyata yang dapat dilihat, juga bukan semacam hasil yang bisa didapatkan dari pengalaman manusia, adalah sesuatu yang tidak dapat dimengerti dengan logika umum. Tetapi, rencana Allah justru menuntut manusia 「percaya」 (Amen) sebagai respon jawaban, yakni semacam percaya dari bayi.

Rencana manusia memikirkan sampai detil, berpikir semua perkara bisa direncanakan, bahkan termasuk hal-hal yang di luar kemampuan manusia. Tetapi nyatanya ada banyak sekali hal-hal yang tidak mampu direncanakan. Jika kita hendak merencanakan perkara-perkara yang sebenarnya tidak mampu direncanakan, maka manusia telah mengambil peran Allah. Sekarang, tentara gabungan hendak membuat rencana, tetapi Allah justru melaksanakan rencana diri-Nya sendiri, apa yang Ahas mampu lakukan hanyalah Amen. Apakah engkau juga bersedia mengamini rencana Allah?