Tag Archives: Adil

Roma 9:14-16

「Allah Berdaulat! Bermurah Hati kepada Siapa Ia Mau!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 9:14-16 [ITB])
14Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!
15Sebab Ia berfirman kepada Musa: 「Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.」
16Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

Dalam perikop ini, Paulus menjawab tuduhan kedua: 「Apakah ada ketidakadilan (tidak benar) pada Allah?」 「Ketidakbenaran」 (adikia) diterjemahkan sebagai 「tidak adil」 dalam CUVT (demikian juga ITB). 「Ketidakbenaran」 adalah terjemahan yang lebih sesuai. Seperti disebutkan di atas, Allah 「lebih mencintai」 Yakub, 「kurang mencintai」 Esau. Pemilihan adalah kehendak Allah, mungkin membuat orang ada yang merasa bahwa dengan demikian tidak ada 「kesamarataan」 dan 「keadilan」 yang mutlak. Tetapi Paulus menanyakan: Allah memiliki kedaulatan memilih, apakah terdapat 「ketidakadilan」 pada Allah? Sebagai contoh, kita memiliki pilihan untuk memberikan amal, kita dapat memberikan sedekah kepada seorang pengemis, tetapi tidak memberikan sedekah kepada pengemis yang lain, lalu apakah bisa dikatakan melakukan 「ketidakadilan」?

Ungkapan 「absolut tidak! (Mustahil)」 (me genoito) muncul 10 kali dalam Surat Roma, dan digunakan saat menyangkal ajaran sesat! Di ayat 15 Paulus mengutip Kel. 33:19, untuk menunjukkan bahwa Tuhan hak berdaulat memperlakukan dengan anugerah kepada siapa Ia mau. Ayat 15 diterjemahkan literal adalah 「Aku akan mengasihani mereka yang Aku sekarang berbelas kasihan, dan Aku akan bermurah hati orang-orang yang sekarang Aku bermurah hati.」 Pertama-tama ada hati 「belas kasih, kasih karunia」 dari Allah, maka kemudian ada tindakan 「belas kasih, kasih karunia」. Hanya karena ada kemurahan hati Tuhan sehingga kita bisa menerima anugerah Allah.

Terjemahan literal ayat 16 adalah 「dalam pandangan ini, itu tidak peduli tentang ia yang berkeinginan, atau ia yang berlari mengusahakan, tetapi peduli Allah yang berbelas kasihan.」 Paulus bukan membuat kontras perbandingan 「belas kasihan」 dengan 「berkeinginan, atau berlari mengusahakan」, tetapi membuat kontras perbandingan 「『dia』 orang yang mempunyai keinginan」 dengan 「『dia』 orang yang berlari mengusahakan」 dengan 「『Ia 』 Allah yang berbelas kasihan」, ini adalah kontras antara 「manusia」 dengan 「Allah」. Faktor yang benar-benar menentukan dalam pemilihan adalah 「Allah」 bukan 「manusia」.

Ketika Allah berkata kepada Musa bahwa Ia 「ingin berbelas kasihan pada siapa, maka berbelas kasihan kepada siapa,」 tolong tanya bukankah Israel ini penuh dengan 「keras kepala, jahat, berdosa」 (Ul. 9:27)? Sebagian orang Israel diselamatkan pasti bukan karena mereka 「keras kepala, jahat, berdosa」,tetapi hanya karena 「Allah」 dan anugerah cuma-cuma dari Dia. Dunia seharusnya diadili dan dihukum untuk dosa-dosanya, dan apakah adalah 「tidak benar」 ketika Tuhan tidak memilih orang berdosa? Berulang Paulus menekankan: Allah memiliki penghakiman yang 「benar」, Allah juga memiliki anugerah dan belas kasihan cuma-cuma yang 「benar」! Tuhan menghakimi orang, tidak ada 「tidak benar」! Tuhan tidak memilih orang berdosa, tidak ada 「tidak benar (tidak adil)」! Tetapi ketika Allah memilih dari antara orang berdosa, Tuhan memberikan 「anugerah」 kepada kita yang sama sekali tidak layak! Allah memberikan seseorang tambahan yakni 「anugerah」, dan membiarkan orang yang lain menanggung hukuman yang memang sepatutnya ditanggung manusia, tidak ada 「ketidakadilan (tidak benar)」 pada Allah!

Saya berpikir akan sebuah metafora (perumpamaan) dalam refleksi tentang hak kedaulatan 「mengasihani kepada siapa yang ingin dikasihani」. Jika suatu hari saya melihat seorang pengemis, karena belas kasihan lalu saya bersedia menolongnya, memberinya pakaian, makanan dan tempat tinggal; tapi kemudian pengemis di seluruh dunia datang dan menggugat dakwaan kepada saya: mengapa tidak memberi 「fasilitas」yang sama kepada mereka? Belas kasihan saya ternyata dirubah menjadi 「tidak adil」 dan 「tidak benar」! Apakah menurut anda masuk akal? Ketika 「anugerah」 dipandang sebagai 「hak keharusan」, 「fasilitas」 dan 「hak istimewa」, segalanya menjadi bengkok terdistorsi, 「kasih Allah」 dihakimi dan dicela oleh manusia! Kasih karunia adalah anugerah, dan kasih karunia tidak pernah merupakan hak keharusan atau hak istimewa. C. S. Lewis mengatakan 「Orang Kristen bukan beriman bahwa Tuhan mengasihi saya karena kita baik, tetapi karena Tuhan mengasihi kita, maka Tuhan ingin kita menjadi baik.」 Ada perkataan Luther yang populer:「Tuhan mengasihi kita bukan karena kita memiliki nilai, karena Allah mengasihi kita maka kita menjadi berharga. 」 Seumur hidup orang Kristen haruslah tidak lupa dan berbelas kasih kepada orang lain dalam hidup. (Pada saat kita mengatakan 「tidak adil jika Allah memilih sebagian orang untuk diselamatkan,」 maka kita telah memandang keselamatan bukanlah anugerah tetapi fasilitas yang harus diberikan Allah kepada semua orang, seakan-akan manusia yang berdosa semua patut menuntut hak fasilitasnya, maka Allah disangkal hak kedaulatan-Nya dalam memberikan anugerah kepada siapa Ia menghendaki.)

Renungkan: 「hak」, 「hak istimewa」 dan 「keadilan」 adalah apa yang dunia perjuangkan! Dunia memandang penting 「perebutan mendapatkan」, tetapi tidak memandang penting 「belas kasih, kebaikan dan anugerah cuma-cuma.」 Tuhan terus-menerus 「berbelas kasih, bermurah hati」 kepada orang, kita harus meniru Allah, apakah kita menjadi orang yang seumur hidup 「penuh anugerah, bersyukur dan berbelas kasih」?


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).