Daniel 8:1-27

「Saatnya Mengumumkan Penyelamatan」

Sikap kita yang sepatutnya atas pengelihatan Daniel.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 8:1-27 [ITB])
1Pada tahun yang ketiga pemerintahan raja Belsyazar, nampaklah kepadaku, Daniel, suatu penglihatan sesudah yang tampak kepadaku dahulu itu. 2Aku melihat dalam penglihatan itu, dan sementara aku melihat, aku berada di puri Susan, yang ada di wilayah Elam, dan aku melihat dalam penglihatan itu,
bahwa aku sedang di tepi sungai Ulai. 3Aku mengangkat mukaku dan melihat, tampak seekor domba jantan berdiri di depan sungai itu; tanduknya dua dan kedua tanduk itu tinggi, tetapi yang satu lebih tinggi dari yang lain, dan yang tinggi itu tumbuh terakhir. 4Aku melihat domba jantan itu menanduk ke barat, ke utara dan ke selatan, dan tidak ada seekor binatangpun yang tahan menghadapi dia, dan tidak ada yang dapat membebaskan dari kuasanya; ia berbuat sekehendak hatinya dan membesarkan diri.
5Tetapi sementara aku memperhatikannya, tampak seekor kambing jantan datang dari sebelah barat, yang melintasi seluruh bumi tanpa menginjak tanah; dan kambing jantan itu mempunyai satu tanduk yang aneh di antara kedua matanya.
6Ia datang pada domba jantan yang dua tanduknya dan yang kulihat berdiri di depan sungai itu, lalu menyerangnya dengan keganasan yang hebat. 7Aku melihatnya mendekati domba jantan itu; ia menggeram, lalu ditanduknya domba jantan itu, dipatahkannya kedua tanduknya, dan domba jantan itu tidak berdaya untuk tahan menghadapi dia; dihempaskannya dia ke bumi, diinjak-injaknya, dan tidak ada yang melepaskan domba jantan itu dari kuasanya.
8Kambing jantan itu sangat membesarkan dirinya, tetapi ketika ia sampai pada puncak kuasanya, patahlah tanduk yang besar itu, lalu pada tempatnya tumbuh empat tanduk yang aneh, sejajar dengan keempat mata angin yang dari langit.
9Maka dari salah satu tanduk itu muncul suatu tanduk kecil, yang menjadi sangat besar ke arah selatan, ke arah timur dan ke arah Tanah Permai. 10Ia menjadi besar, bahkan sampai kepada bala tentara langit, dan dari bala tentara itu, dari bintang-bintang, dijatuhkannya beberapa ke bumi, dan diinjak-injaknya.
11Bahkan terhadap Panglima bala tentara itupun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya. 12Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apapun yang dibuatnya, semuanya berhasil.
13Kemudian kudengar seorang kudus berbicara, dan seorang kudus lain berkata kepada yang berbicara itu: “Sampai berapa lama berlaku penglihatan ini, yakni korban sehari-hari dan kefasikan yang membinasakan, tempat kudus yang diserahkan dan bala tentara yang diinjak-injak?” 14Maka ia menjawab: “Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar.”
15Sedang aku, Daniel, melihat penglihatan itu dan berusaha memahaminya, maka tampaklah seorang berdiri di depanku, yang rupanya seperti seorang laki-laki; 16dan aku mendengar dari tengah sungai Ulai itu suara manusia yang berseru: “Gabriel, buatlah orang ini memahami penglihatan itu!”
17Lalu datanglah ia ke tempat aku berdiri, dan ketika ia datang, terkejutlah aku dan jatuh tertelungkup, lalu ia berkata kepadaku: “Pahamilah, anak manusia, bahwa penglihatan itu mengenai akhir masa!” 18Sementara ia berbicara dengan aku, jatuh pingsanlah aku tertelungkup ke tanah; tetapi ia menyentuh aku dan membuat aku berdiri kembali. 19Lalu berkatalah ia: “Kuberitahukan kepadamu apa yang akan terjadi pada akhir murka ini, sebab hal itu mengenai akhir zaman.
20Domba jantan yang kaulihat itu, dengan kedua tanduknya, ialah raja-raja orang Media dan Persia. 21Dan kambing jantan yang berbulu kesat itu ialah raja negeri Yunani, dan tanduk besar yang di antara kedua matanya itu ialah raja yang pertama. 22Dan bahwa tanduk itu patah dan pada tempatnya itu muncul empat buah, berarti: empat kerajaan akan muncul dari bangsa itu, tetapi tidak sekuat yang terdahulu.
23Dan pada akhir kerajaan mereka, apabila orang-orang fasik telah penuh kejahatannya, maka akan muncul seorang raja dengan muka yang garang dan yang pandai menipu. 24Kekuatannya akan menjadi hebat, tetapi tidak sekuat yang terdahulu, dan ia akan mendatangkan kebinasaan yang mengerikan, dan apa yang dilakukannya akan berhasil; orang-orang berkuasa akan dibinasakannya, juga umat orang kudus. 25Dan oleh karena akalnya, penipuan yang dilakukannya akan berhasil; ia akan membesarkan dirinya dalam hatinya, dan dengan tak disangka-sangka banyak orang akan dibinasakannya; juga ia akan bangkit melawan Raja segala raja. Tetapi tanpa perbuatan tangan manusia, ia akan dihancurkan.
26Adapun penglihatan tentang petang dan pagi itu, apa yang dikatakan tentang itu adalah benar. Tetapi engkau, sembunyikanlah penglihatan itu, sebab hal itu mengenai masa depan yang masih jauh.”
27Maka aku, Daniel, lelah dan jatuh sakit beberapa hari lamanya; kemudian bangunlah aku dan melakukan pula urusan raja. Dan aku tercengang-cengang tentang penglihatan itu, tetapi tidak memahaminya.

Sampai fasal delapan, kitab Daniel dari bahasa Aram kembali memakai bahasa Ibrani. Penglihatan yang dicatat dalam fasal ini terjadi pada tahun yang ketiga pemerintahan raja Belsyazar, dua tahun setelah penglihatan di fasal tujuh, waktunya cukup dekat, kedua fasal isinya juga saling gayung bersambut, hubungannya erat tidak boleh dipisah. Awal fasal delapan memberitahu Daniel dalam penglihatan dibawa ke puri Susan di wilayah Elam (sungai Ulai adalah sungai buatan yang ada di dalam puri Susan); ada peneliti berpendapat puri Susan yang berada di luar Babel, berlokasi dekat pusat kekuasaan masa depan, tidak lama kelak menjadi ibukota Media Persia dan istana musim dingin, tepat mencerminkan perkembangan sejarah yang dinyatakan dalam penglihatan.

Sama seperti fasal 7, Daniel menyaksikan penglihatan dan tidak mengerti, kali ini kepala malaikat Gabriel menguraikan bagi dia penglihatan yang menyangkut akhir masa ini (Dan. 8:17). Domba jantan bertanduk dua mewakili 「raja Media dan Persia」, kuasa Media dan Persia tidak sama, waktu bangkitnya Persia lebih kemudian daripada Media, dalam pimpinan raja Koresh (Cyrus) mengejar ketinggalannya. Kambing jantan mewakili 「raja Yunani」, raja pertama Great Alexander kekuatannya tidak terkalahkan, menduduki dari Italia sampai India, meninggal di usia muda, kedua anaknya terbunuh, wilayah kerajaan dipecah oleh empat jenderalnya (patah tanduk besar, lalu pada tempatnya tumbuh empat tanduk) (Dan. 8:8).

Di akhir masa empat kerajaan penuh kejahatan. Pada waktunya akan ada seorang raja bangkit, yakni 「tanduk kecil」 (Dan. 8:9-12); tanduk kecil ini penuh keangkuhan, berniat jahat menghancurkan ibadah penyembahan di Bait Suci. Terdapat pendapat yang berbeda-beda terhadap tanduk kecil adalah raja penguasa yang manakah dalam sejarah, (misalnya kebangkitan Antiochus IV dan perbuatannya cocok dengan catatan fasal delapan). Berdasarkan ciri khas sastra apokaliptik, juga seperti fasal dua dan tujuh, 「empat kerajaan」 dimengerti sebagai satu kesatuan kuasa kerajaan di atas bumi yang menentang Allah, pada zaman akhir sebuah kerajaan (tanduk kecil) yakni Anti-Kristus yang pasti bangkit, ia akan makin lebih hebat lagi menganiaya umat kudus, menista Allah (Dan. 8:11).

Rencana yang telah ditetapkan oleh Yang Maha Tinggi, sekali lagi diyatakan melalui penglihatan kepada Daniel. Pembaca kitab Daniel juga sekali lagi diingatkan inti berita keseluruhan kitab. Anti-Kristus yang menginjak-injak kebenaran, berbuat semau-maunya (Dan. 8:12), hanya mampu dalam batasan waktu yang ditentukan saja bisa menganiaya umat kudus, menajiskan Bait Suci; 「sampai dua ribu tiga ratus (2.300) petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan」 (Dan. 8:14). 「Petang dan pagi」sepertinya adalah menunjuk waktu memberikan persembahan pagi dan petang, sama seperti 「satu masa dan dua masa dan setengah masa」 di fasal ketujuh dan 「satu kali tujuh masa」 di fasal sembilan, semuanya menunjuk sebuah masa yang tertentu, sekali lagi menjelaskan bahwa kuasa kejahatan Anti-Kristus bukan tanpa batas. Sampai waktunya, ia akan binasa oleh “yang tanpa perbuatan tangan manusia”, sama dengan patung besar fasal 2 yang akhirnya runtuh ditimpah batu yang terungkit tanpa perbuatan tangan manusia.

Berbeda dengan fasal sebelumnya, Gabriel tiga kali menekankan penglihatan ini adalah menyangkut akhir zaman (Dan. 8:17, 19, 26) Membuat orang berpikir ulang fasal dua Daniel menjelaskan mimpi bagi Nebukadnezar, sama-sama tiga kali berulang menunjukkan bahwa mimpi dia adalah menyangkut akhir zaman (Dan. 2:18, 29, 30). Satu kali ini Gabriel justru pada saat yang ketiga kali secara khusus berpesan kepada Daniel: 「tetapi engkau, sembunyikanlah penglihatan itu, sebab hal itu mengenai masa depan yang masih jauh」

Renungkan: 「tanduk kecil」 yang memusuhi Allah pada masa akhir pasti akan muncul, sekehendaknya menyiksa menganiaya umat kudus. Kita tidak sepatutnya memandang rendah menakutkannya Anti-Kristus, tetapi pada saat yang sama harus dengan yakin percaya bahwa Allah sejak awal telah menentukan garis batas bagi dia, ia tidak dapat melampaui garis batas ini, hanya dapat dalam waktu yang terbatas melakukan kejahatan dan menghancurkan, kemudian akan menghadapi akhir yang telah ditentukan (Dan. 11:45). Tidak ada kuasa apapun yang cukup mampu menghalangi atau merusak rencana Allah, karena semua ada dalam kendali kuasa Dia.

Terkait angka-angka masa dalam kitab Daniel, bukan hendak menjelaskan waktu yang konkrit, tetapi adalah untuk penghiburan bagi setiap orang yang bertekat mengikut Tuhan. Angka-angka ini tidak hanya mengingatkan pembaca generasi pertama, juga mengingatkan engkau dan saya yang ada pada hari ini: zaman ini walaupun jahat, orang percaya yang setia sulit terhindar aniaya, tetapi Allah juga menetapkan rencana-Nya, juga pasti akan menggenapkannya berdasarkan rencana.