Tag Archives: 1335 Hari

Daniel 12:5-13

「Kiranya Tuhan Senantiasa Menemui Engkau Setia」

Tidak penting berkutat menghitung kapan waktu konkritnya, tetapi terlebih penting apa yang perlu dipersiapkan.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 12:5-13 [ITB])
5Kemudian aku, Daniel, melihat, maka tampaklah berdiri dua orang lain, seorang di tepi sungai sebelah sini dan yang lain di tepi sungai yang sebelah sana. 6Dan yang seorang bertanya kepada yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu: “Bilakah hal-hal yang ajaib ini akan berakhir?”
7Lalu kudengar orang yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu bersumpah demi Dia yang hidup kekal, sambil mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya ke langit: “Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!”
8Adapun aku, memang kudengar hal itu, tetapi tidak memahaminya, lalu kutanya: “Tuanku, apakah akhir segala hal ini?”
9Tetapi ia menjawab: “Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman. 10Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya. 11Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari. 12Berbahagialah orang yang tetap menanti-nanti dan mencapai seribu tiga ratus tiga puluh lima hari.
13Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman.”

Kitab Daniel 12:5-13 adalah sebuah nubuat paling akhir dari kitab ini, juga adalah kata penutup bagi keseluruhan kitab. Malaikat sekali lagi membawa Daniel ke tepi sungai. Salah satu dari antara dua orang malaikat mengajukan pertanyaan yang krusial penting bagi Daniel dan umat yang ditawan: 「Bilakah hal-hal yang ajaib ini akan berakhir?」 (Dan. 12:6). Dalam masa kesusahan besar, masih harus menunggu berapa lama, kesulitan baru akan berlalu?

Malaikat yang ada di seberang tepi sungai menjawab: 「Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi! 」 「Satu masa dan dua masa dan setengah masa」 segera membuat kita teringat pasal 7 (lihat renungan Daniel 7:13-28 ) yang menyebutkan umat kudus akan menerima aniaya dari「tanduk kecil」 (Anti-Kristus) selama 「satu masa dan dua masa dan setengah masa」 (Dan. 7:25). Malaikat tidak memberikan sebuah tanggal yang konkrit, namun memberikan petunjuk bahwa saat Anti-Kristus akhir zaman muncul, dan setelah hari akhir barulah hal-hal itu keseluruhannya akan digenapi (Dan. 12:7).

Teks sebelumnya menyatakan akhir dari umat yang setia beriman dan yang durhaka akan sama sekali berbeda, yang setia mendapatkan hidup kekal, yang durhaka menerima kehinaan dan kemuakan kengerian selamanya. Perhentian akhir mereka, sesungguhnya diputuskan berdasarkan kehidupan iman mereka di atas bumi. Orang benar akan bertekun, menjaga kesucian, bersabar menerima tempaan (「disucikan dan dimurnikan dan diuji」), karena memahami kehendak dan rencana Allah; Orang fasik justru menuruti nafsu menjalankan kejahatan 「berlaku fasik」(Dan. 12:10). Kitab Daniel menggabungkan karakteristik dari sastra hikmat dan sastra apokaliptik, mendorong pembaca bersemangat menjadi 「orang bijak」 berhikmat, yakni bersandar kepada Allah, waspada menuruti dan menjalankan perintah-Nya; Malaikat juga memberikan sebuah pandangan kekal yang melampaui zaman: Allah adalah Tuhan pemegang kendali sejarah, Dia adalah alfa (awal), Dia adalah omega (akhir), Dia dalam kekekalan telah menetapkan rencana, juga pasti menggenapkannya. Umat milik Allah, saat menerima penyingkapan (penyataan) ini, mata harus terfokus pada pengharapan yang kekal, dengan demikian akan mengerti bagaimana cara hidup dalam saat ini, mempersiapkan diri menyambut bertemu Tuhan.

Saat Daniel mengejar lagi dalam pertanyaan, Malaikat memberi dua petunjuk menyangkut waktu: seribu dua ratus dan sembilan puluh hari (1200 + 90 hari), dan seribu tiga ratus tiga puluh lima hari (1335 hari) (Dan. 12:11-12). 「Seribu dua ratus dan sembilan puluh hari」,  「setengah tujuh masa」 (Dan. 9:27), dan 「satu masa dan dua masa dan setengah masa」 (Dan. 12:7) ketiganya adalah satu jenis yang sama, semuanya menunjuk masa waktu umat Allah menerima siksaan dari kaki tangan Anti-Kristus. Selama masa menderita, umat kudus harus bersabar menantikan datangnya Kerajaan Allah, setelah genap menanti seribu dua ratus dan sembilan puluh hari (1200 + 90 hari) tetap belum cukup, justru hendak menunggu sampai genap seribu tiga ratus tiga puluh lima hari (1335 hari). Kedua macam masa ini adalah bahasa apokaliptik, adalah untuk menonjolkan pentingnya 「bersabar tetap menanti-nanti」.

Malaikat tidak memberi perintah kepada Daniel untuk menghitung tanggal konkritnya, hanya berpesan: 「Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman」 (Dan. 12:13). Daniel yang sudah lanjut usia, telah mengalami pergantian dinasti, telah mengakhiri pertempuran yang baik, telah mencapai garis akhir dari jalan yang harus ia lalui, telah memelihara iman, dapat dengan tenang menantikan bagian yang disimpan bagi dia (2 Tim. 4:7-8) (「telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya」).

Enam pasal pertama dari kitab Daniel, telah mencatat pengalaman umat Allah yang ditawan bangsa asing dan sejarah istana, di antaranya adalah penglihatan yang memberikan petunjuk tentang arah pergerakan sejarah umat manusia: kuasa kerajaan di antara manusia tidak peduli betapa kuat berjaya, pada akhirnya tidak mampu melawan pergantian zaman, dan makin lama makin menurun keadaannya, satu dinasti tidak sebanding dinasti sebelumnya, berakhir seperti debu bertebaran hilang seperti asap.

Setengah bagian belakang kitab Daniel, mencatat penyingkapan penting menyangkut zaman akhir: kuasa kerajaan di atas bumi membawa sifat aslinya yakni kejahatan, tiada henti saling sikut saling menggantikan, Anti-Kristus masa akhir muncul, memandang rendah dan menista Allah serta menyiksa aniaya umat Allah lebih lagi sampai titik paling tinggi. Orang percaya yang setia menjaga kesucian harus mengalami kesusahan besar yang tidak ada bandingan sebelumnya, hanya dapat bersandar kepada Tuhan untuk berdiri dengan kokoh, teguh berharap. Daniel bersama teman mengalami perapian menyala-nyala atau lubang singa, tepat menunjukkan tantangan yang hendak dihadapi orang percaya yang setia menjaga kesucian. Teladan hidup yang mereka tinggalkan seperti pelangi yang mengelilingi kita, marilah kita berlari dengan tekun menyelesaikan lintasan jalan yang diwajibkan bagi kita (Ibrani 12:1).

Renungkan: tidak peduli bagaimanapun keadaannya, Allah tetap memegang kendali. Ini adalah berita yang menembus keseluruhan kitab Daniel. Allah adalah Yang Maha Tinggi, Tuhan atas sejarah, tangan-Nya memimpin pergerakan majunya roda raksasa zaman, semua digenapkan berdasarkan rencana-Nya. Walaupun kuasa kerajaan yang di atas bumi sangat kejam jahat, bertindak semaunya; walau sepertinya darah umat Allah mengalir sia-sia, kesetiaan kesucian mereka juga tidak segera mendapatkan hadiah, berita kitab Daniel justru jelas mengingatkan kita: semua di dalam tangan Allah ada masa yang ditetapkan, kekelaman bukanlah tanpa akhir, Terang pasti harus datang.
Tidak peduli bagaimanapun keadaan, 「engkau hendak berdiri di samping Tuhan」.

Daniel dipisahkan untuk dikuduskan, mampu bertahan dalam kesetiaan kesucian, tidak dapat dipisahkan dari kehidupan doanya. Daniel adalah seorang doa. Saat mengambil resiko mati menolak santapan raja, ia berdoa; menghadapi pencelakaan fitnah, ia berdoa; dalam lubang singa bersama singa yang kelaparan, ia berdoa; dalam kesedihan bersatu atas nasib bangsanya, ia berdoa; bahkan dalam permohonan yang terus belum mendapat jawaban, ia tetap dalam iman bersikeras berdoa.

Mohon Tuhan membantu kita, seumur hidup meneladani Daniel, menjadi orang berdoa, sungguh-sungguh menghidupi pengharapan, sampai bertemu muka dengan Tuhan. Sampai hari itu, kita hendak bersama orang-orang kudus masa lalu yang beriman setia bersama-sama bangkit, menerima Kerajaan kekal.

Tidak penting berkutat menghitung kapan waktu konkritnya, tetapi terlebih penting apa yang perlu dipersiapkan.