Daniel 9:20-27

「Tujuh Puluh Kali Tujuh」

Apa tanggung jawab kita dalam masa Tujuh Puluh Kali Tujuh?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 9:20-27 [ITB])
20Sementara aku berbicara dan berdoa dan mengaku dosaku dan dosa bangsaku, bangsa Israel, dan menyampaikan ke hadapan TUHAN, Allahku, permohonanku bagi gunung kudus Allahku,
21sementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke arahku Gabriel, dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang dahulu itu pada waktu persembahan korban petang hari. 22Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku:
「Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti. 23Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan keluarlah suatu firman, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu!
24Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.
25Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan. 26Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan.
27Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.」

Gabriel ditugaskan menyampaikan jawaban Allah atas doa Daniel. Perkataan Gabriel (Dan. 9:24-27) disebut sebagai salah satu nubuat Perjanjian Lama yang paling sulit dimengerti. Selain itu patut diperhatikan, gambaran pasal sembilan terhadap 「yang telah diurapi」 dan 「umat kudus」 berbeda dengan teks sebelumnya. Umat Allah yang terus menerus disebut sebagai umat kudus Yang Maha Tinggi, oleh Daniel justru diakui sebagai umat berdosa dan melakukan kesalahan (Dan. 9:16); dalam penglihatan yang sebelumnya, Kerajaan Allah adalah yang memperoleh kemenangan, tetapi di sini Gabriel menunjukkan bahwa 「yang telah diurapi」 akan 「akan disingkirkan」. Ini adalah bagian yang perlu diperhatikan pembaca.

Dalam berita yang disampaikan Allah melalui Gabriel, 「tujuh puluh kali tujuh」 adalah kunci penting. Gabriel menjelaskan kepada Daniel, 「 tujuh puluh tahun」 yang dinubuatkan nabi adalah 「tujuh puluh kali tujuh」 , selama waktu itu akan ada 6 hal yang akan digenapi: 「dilenyapkan kefasikan, diakhiri dosa, dihapuskan kesalahan, didatangkan keadilan yang kekal, penggenapan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus」 (Dan. 9:24). Secara ringkasnya, dosa umat Allah hendak dihentikan, akibat dari dosa mereka akan dibersihkan, keadilan Allah penuh kebenaran dinyatakan (Dan. 9:7, 14, 16), sampai pada waktunya nubuat telah digenapi, yang maha kudus menerima pengurapan. Yang telah diurapi akan menggenapkan rencana Yang Maha Tinggi selama masa 「tujuh puluh kali tujuh」, pada waktunya dosa kejahatan seluruhnya akan dibuang secara total sampai ke akar, keadilan penuh kebenaran ditegakkan selamanya.

Terdapat perbedaan pendapat dalam menjelaskan 「tujuh puluh kali tujuh」, secara utama dapat dibagi sebagai dua macam pendapat: pertama, adalah 「jalan pergerakan sejarah」 , memandang 「tujuh puluh kali tujuh」 sebagai murni peristiwa sejarah biasa. Pendapat yang lain adalah 「jalan pergerakan Messias」, berpendapat 「tujuh」 yang paling akhir adalah menunjuk akhir zaman; pandangan ini juga memiliki perbedaan pendapat atas kapan titik mulainya 「tujuh puluh kali tujuh」, ada peneliti memperkirakan 「tujuh puluh kali tujuh」 adalah tiga rangkaian tahap (7 kali tujuh, 62 kali tujuh, 1 kali tujuh), ada peneliti percaya sebelum 1 kali tujuh yang paling akhir terdapat satu tenggang waktu dengan yang sebelumnya, kemudian seluruhnya digenapi saat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.

Dilihat dari tata bahasa, 7 kali tujuh dan 62 kali tujuh adalah tersambung menjadi satu. Setelah 69 kali tujuh berakhir, maka dimulai 1 kali tujuh yang paling akhir, dan akan terjadi dalam periode yang penuh pergolakan. Di masa akhir, 「akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa」 (Dan. 9:26) (Perbedaan terjemahan dalam CUVT, NIV, ESV: 「akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, tidak memiliki apa-apa). Ia yang telah diurapi ini (lihat Yes. 53:8) — Yesus Kristus mati di atas kayu salib memang benar-benar tidak memiliki apapun, bahkan Bapa juga meninggalkan Dia (Mat. 27:46). Tetapi disingkirkannya Dia bukan akhir dari sejarah. Kemudian yang terjadi adalah kota dan tempat kudus secara total dihancurkan, Gabriel menggambarkannya bagaikan dilanda 「air bah」 (Perbedaan terjemahan ITB 「 raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah」 dalam terjemahan CUVT, ESV dan KJV 「air bah」 tidak menunjuk kepada ajal raja pemusnah). Akan ada peperangan dan pemusnahan, seorang 「raja」 akan muncul: 「dalam waktu satu kali tujuh masa, ia akan membuat perjanjian dengan banyak orang; Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan. Dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu (menimpa sang raja pembinasa)」 (Dan. 9:27). Raja yang menjalankan penghancuran atas ibadah penyembahan dan korban persembahan, seluruhnya sama dengan apa yang dilakukan tanduk kecil dalam teks sebelumnya, maka logis jika 「raja」 dimengerti sebagai Anti-Kristus. Tetapi, ia hanya mampu sementara bertindak kejam semaunya, harus menerima kebinasaan pada hari Kristus datang yang kedua kali. Ini adalah akhir yang tepat sesuai tujuan dari 「tujuh puluh kali tujuh」yakni: sampai waktunya tidak ada lagi ada dosa kejahatan, keadilan penuh kebenaran tetap kekal selama-lamanya.

Kapankah Kerajaan Allah yang kekal akan datang? Ini tidak hanya merupakan perhatian dari orang Yahudi yang saat itu ada dalam tawanan, juga adalah pertanyaan orang percaya berbagai zaman. Kitab Daniel pasal sembilan memberikan petunjuk bahwa setelah mengalami 「tujuh puluh kali tujuh」 baru akan datang Kerajaan kekal. Hari ini kita tetap berjaga-jaga atas kedatangan Kristus yang kedua kali. Dia sementara belum datang, berdasarkan penjelasan Petrus: 「Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat」 (2 Pet. 3:9). Hanya jika dosa umat sudah dibersihkan secara total, Kerajaan kekal akan datang; melalui kematian 「yang telah diurapi」, menebus manusia dari dosa, ini adalah rencana yang ditetapkan Allah dalam kekekalan.

Renungkan: Berdasarkan janji Allah, Juru Selamat Yesus Kristus yang akan duduk di takhta (Yes. 11:1-6; 7:14; 2 Sam. 7:14), tetapi sebelum dinobatkan menjadi raja, terlebih dahulu Dia rela bersedia menjadi manusia (Yes. 42:1-4; 49:5-6; 50:4-9; 52:13-53:12), memikul dosa kejahatan manusia dan dibunuh, menyelesaikan masalah dosa secara tuntas kekal. Dia adalah domba sembelihan yang membersihkan dosa manusia.

Saudara dan saudari, kita sudah menerima anugerah keselamatan yang mahal ini, sepatutnya bertekat memegang sisa kesempatan yang ada pada masa akhir ini (tenggang waktu antara 「69 kali tujuh」 dan 「tujuh」 yang ke tujuh puluh), beritakan Injil kepada orang, agar lebih banyak lagi orang yang masuk Kerajaan kekal, bersama-sama menyaksikan Anak Manusia 「diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah」 (Dan. 7:14; lihat Kis. 1:8; Mat. 28:26-28)

Selain itu, bencana aniaya yang terjadi di masa tenggang ini merupakan masa pelatihan iman bagi anak-anak Allah yang setia dan bersabar. Mohon Tuhan membantu kita, memahami berita dari Alkitab yang menunjukkan hari kelak, hari ini kita mengerti bagaimana sepatutnya bersiap-sedia menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali.