Tag Archives: Surat Efesus

Efesus 1:3-14 (3)

「Rencana Kristus」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 1:3-14 [ITB])
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. 11 Aku katakan di dalam Kristus, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya 12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
13 Di dalam Dia kamu juga karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Mari kita meringkas isi dari paragraf pertama, Paulus sedang membicarakan topik mengenai Gereja.

Bagaimana mulainya iman dan Gereja? Dimulai dari rencana penebusan dan rahasia besar Allah.

Dalam Surat Efesus, Paulus pertama-tama menaikkan pujian atas semua kasih karunia Allah yang telah diberikan kepada orang percaya, tapi dia tidak berhenti pada aspek pengalaman orang percaya mendapatkan kasih karunia, ia segera melanjutkan pada rencana penebusan Allah dalam Kristus Yesus. Rencana penebusan ini sudah ditetapkan oleh Allah sebelum penciptaan dunia, dan direalisasikan hanya di hari akhir sesuai urutan rencana. Inilah yang Paulus sebut rahasia kehendak Tuhan (lihat 1 Kor. 2:1, 7).

Paulus tidak sedang menjelaskan tentang misteri Allah TriTunggal, Firman berinkarnasi menjadi manusia, penciptaan atau hari akhir, tapi rahasia Kristus dan penebusan. Dia berbicara tentang rencana Allah atas keselamatan bagi manusia dan dunia (kebenaran tentang keselamatan), dan rencana ini digenapkan di dalam Yesus Kristus (kebenaran tentang Kristus).

Rahasia ini adalah bahwa penciptaan dan karya penebusan Allah tercakup dalam satu rencana. Penciptaan dan penebusan tidak terpisah sebagai dua rencana; keselamatan bukanlah perbaikan atas rencana penciptaan yang dilaksanakan setelah dirusakkan oleh kejahatan manusia barulah kemudian dilakukan sebagai rencana B, dan Allah tidak pernah salah, sehingga tidak perlu untuk rencana kedua. Penciptaan dan penebusan adalah semua bagian dari rencana Kristus, dan Kristus adalah pusat dari semua tindakan Allah. Ia menciptakan segala sesuatu melalui Yesus Kristus, dan akhirnya Ia membawa semua yang ada kembali kepada Yesus Kristus menjadi milik-Nya, artinya 「untuk dipersatukan」 (lihat Ef. 1:10).

Rencana Kristus memiliki kaitan dengan kita. Sebelum penciptaan dunia, Allah telah memilih sekelompok orang untuk dipisahkan dari dunia untuk memperoleh identitas sebagai anak-anak Allah, mendapatkan keselamatan, dan untuk menerima semua berkat rohani. Allah telah memberikan segala anugerah ini adalah untuk menyatukan mereka dengan Kristus, menjadi perpanjangan Kristus di dunia, agar mereka melanjutkan rencana Kristus.

Selain rencana Kristus, Allah tidak melakukan rencana lain di dunia, di luar itu Ia tidak memberikan satu orang apa pun misi yang unik; semua ada di dalam rencana Kristus, semua adalah bagian dari rencana Kristus, dan posisi yang unik hanya dapat ditemukan hanya di dalam Kristus rencana.

「Di dalam Dialah (Yesus Kristus) kami mendapat bagian yang dijanjikan kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya」(Ef. 1:11) Posisi kita bukan ditentukan sesuai kesukaan kita sendiri, tetapi adalah bagaimana Tuhan hendak mengutus kita maka demikianlah kita diutus, kita tidak berhak untuk protes. Ada yang dilahirkan kaya, beberapa dilahirkan dalam kemiskinan, beberapa yang dilahirkan dalam kemakmuran, beberapa yang dilahirkan dalam keadaan penuh kesulitan, tidak ada yang bisa dikeluhkan. Allah adalah penulis dan sutradara kehidupan kita, Ia memiliki kedaulatan mutlak atas hidup kita.

Tapi titik persamaan umum adalah: misi kita adalah bersatu dengan Kristus, menghidupi Kristus dan memberitakan Kristus di dunia. Kita semua adalah perpanjangan eksistensi Kristus di dunia, tujuannya adalah agar orang-orang mengenal Kristus, mengikuti Kristus, memuliakan Kristus, tidak untuk mengenal dan mengikuti kita. (Apakah yang kita lakukan bertujuan agar orang mengenal diri kita atau Kristus?)

Rencana Kristus adalah milik Kristus dan milik tubuh Kristus dan oleh karena itu harus yang bersifat komunitas, gerejawi. Gereja adalah tubuh Kristus, setiap orang Kristen adalah bagian (anggota tubuh) dari Gereja (ditulis dalam huruf kapital, artinya Gereja secara Am, bukan gereja lokal), dan kita harus menemukan identitas dan peran kita sendiri dalam tubuh Kristus (bukan di dunia). Oleh karena itu, tidak ada orang Kristen dapat meninggalkan gereja atau melakukan merealisasikan tugas Injil di luar Gereja.
Ini adalah benang merah, pusat berita dari seluruh Surat Efesus, yang akan dibicarakan secara rinci di bawah ini.

Kita tidak dapat sepenuhnya memahami isi dari rahasia- rahasia Allah, terutama sulit untuk memahami bagaimana Allah menciptakan alam semesta dalam Kristus, atau juga tidak tahu bagaimana kelak semua yang ada dipersatukan dengan Kristus. Tetapi kita tahu bahwa keselamatan kita bukanlah suatu peristiwa terpisah, tetapi bagian dari seluruh ciptaan Allah dan rencana penebusan. Inilah kabar baik: kita dipilih dan diselamatkan tidak pernah merupakan kebetulan, tapi sudah diatur sebelum penciptaan dunia; Tapi ada satu berita buruk: kita bukan pemeran utama dalam rencana keselamatan Tuhan, hanyalah merupakan bagian saja, Yesus Kristus berinkarnasi datang ke dunia bukan didedikasikan untuk kita, dan keselamatan-Nya tidak hanya semata-mata untuk membawa kita pulang rumah di Sorga untuk menikmati kebahagiaan. Itu mungkin tidak akan sangat menarik bagi rakyat postmodern kita yang berpusat pada diri, tahu bahwa diri sendiri hanyalah bagian kecil dari rencana besar Tuhan.

Apa manfaatnya bagi kita bahwa kita tahu ada berbagai rahasia yang kita tidak dapat sepenuhnya mengerti? Manfaat terbesar adalah bahwa kita tidak melakukan privatisasi iman Kristen, mengubah Allah menjadi malaikat pelindung atau dewa rumah kita, juga kita tidak akan menganggap keberhasilan atau kegagalan individu sebagai indikator untuk mengukur benar dan palsunya iman. Paulus mengingatkan kita bahwa jikalaupun kita memiliki beban berat kehidupan bahkan saat semua energi kita sudah dihabiskan untuk kehidupan sehari-hari, jangan memandang Tuhan hanya terbatas dalam lingkaran kehidupan dunia pribadi kita sendiri saja (hanya berpusat pada individu diri kita saja). Allah adalah Tuhan yang besar, keselamatan Yesus Kristus adalah keselamatan yang besar, kita harus memiliki visi dan pikiran yang lebih luas, harus menerobos kerangka pikir yang terbatas dan terpusat hanya pada diri sendiri untuk memahami Tuhan yang besar dan misi-Nya yang besar. Ini akan tersambung dengan berita dalam ayat berikutnya besok.

Renungkan:

1. Isi dari perikop ini lebih sulit untuk dimengerti. Coba tutup renungan ini, gunakan kata-kata Anda sendiri untuk mengulang penjelasan. Tentunya ini tidak terlalu sulit bagi Anda.

2. Cobalah untuk pikirkan peran apa atau seberapa besar atau kecil Anda dapat ambil bagian dalam rencana Kristus? Apa jenis pelayanan yang Anda ikut berpartisipasi di dalam gereja sekarang? Apa rencana Anda ikut ambil bagian di masa depan?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 1:3-14 (2)

「Rahasia Allah」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 1:3-14 [ITB])
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. 4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. 9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. 11 Aku katakan di dalam Kristus, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya 12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. 13 Di dalam Dia kamu juga karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Paulus menunjukkan serangkaian tindakan Allah di dalam diri kita: memilih, menjadikan suci, memberikan status sebagai anak-anak Allah, penebusan. Tetapi ini tidak berarti bahwa segala tindakan Allah di dunia dilakukan bagi kita, dan kita bukanlah pusat dari penciptaan dan penebusan-Nya. Pusat-Nya ada di dalam Yesus Kristus.

Inti kunci perikop ini bukanlah kita, tetapi Yesus Kristus. Kita membaca beberapa ayat: 「3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. 4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya」 (Ef. 1:3-6). Dapat kita lihat bahwa frasa 「di dalam Kristus」 tiada henti diulang di sini, seluruhnya 11 kali dalam berbagai variasi, yang menunjukkan pentingnya frasa ini.

Apa makna 「di dalam Kristus?」 Artinya Bapa oleh karena Yesus Kristus barulah memilih kita, memisahkan kita menjadi kudus, memberikan kita status sebagai anak, menyelamatkan kita. Mengapa tindakan Allah di dalam kita berkaitan dengan Yesus Kristus? Ini adalah berita pesan yang paling penting dalam perikop ini.

Paulus memberitahukan kepada kita bahwa Allah menciptakan dan menyelamatkan dunia ini dengan satu tujuan yang khusus, yang Paulus sebutkan 「rahasia kehendak-Nya」 (ayat 9). Dalam Surat Efesus dan Surat Kolose, Paulus menunjukkan bahwa Allah memiliki suatu rahasia. Rahasia ini adalah yang tersembunyi, bukanlah suatu rahasia yang biasa-biasa, tapi khusus menunjuk kepada kehendak Allah di balik tindakan penciptaan dan penebusan dunia (「rahasia yang tersembunyi dalam penciptaan segala sesuatu」 Ef. 3:9). Allah bukanlah Tuhan yang bertindak sembarangan, tindakan Allah dilakukan sesuai dengan kehendak yang telah Ia tetapkan yang Ia tentukan (「ditentukan … sesuai dengan maksud Allah」 ayat 11). Banyak kali kita melihat tindakan Allah, tetapi kita tidak selalu tahu isi hati-Nya; sejauh yang kita tidak bisa tahu adalah rahasia.

Paulus bukanlah penganut paham mistik, ketika ia menyebutkan misteri Allah, ia secara khusus menunjukkan bahwa misteri ini telah disingkapkan untuk kita. 「Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus」 (ayat 9); 「rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya」 (Kol. 1:26). Ia dalam surat 1 Korintus berkata: 「Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia …」 (1 Kor. 2:7) Rahasia adalah hanya bagi mereka yang tidak mengenal Yesus Kristus, bagi Paulus, bagi kita, rahasia ini adalah pengetahuan yang sudah disingkapkan terbuka.

Rahasia ini adalah bahwa segala sesuatu yang Allah lakukan adalah untuk Yesus Kristus, penciptaan dan penebusan dari Bapa ada di dalam Kristus, dan Kristus adalah sumber dan juga merupakan tujuan segala sesuatu. Allah karena Kristus maka menciptakan segala sesuatu, dan pada akhirnya semua menjadi milik Kristus. Ayat 10 membuat referensi khusus tentang akhir dunia 「sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.」 Apakah 「mempersatukan di dalam Kristus?」 Sederhananya, itu berarti bahwa semua ada di bawah kuasa pemerintahan Kristus, seperti yang dikatakan dalam ayat 22 「segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus,」 atau Kol. 1:18 katakan 「… Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu」 (Ia menduduki tempat terbesar di antara segala yang ada)

Allah memiliki rencana Kristus di dalam dunia, apa kaitannya dengan kita? Ini adalah hubungan yang besar. Ayat 11 mengatakan 「di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan」 「Bagian yang dijanjikan」 di sini tidak menunjuk ke tanah atau harta warisan, tetapi menunjuk pada bagian dari identitas kita dan misi kita di dalam Kristus. Kita mendapatkan sebuah posisi, yakni memiliki peran dalam misi penebusan-Nya. Kita bukanlah mendapatkan bagian dari milik diri kita, tetapi kita adalah bagian dari rencana Yesus Kristus. Bagian itu adalah 「memiliki bagian di dalam Yesus Kristus」, yakni kita semua telah ditugaskan Allah untuk pelayanan dan posisi yang sudah ditentukan.

Kita menjadi bagian dari rencana Bapa di dalam Kristus, kita memiliki bagian di dalam karya-Nya, bagian dalam jalan-Nya, berbagi penderitaan-Nya di dunia, dan juga harapan berbagi kemuliaan-Nya di masa depan.

Ayat terakhir dari perikop ini 「Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya」 (Ayat 14); 「Jaminan」 adalah jaminan yang diperlukan untuk pinjaman, dan jaminan tentang kepastian pembayaran. Roh Kudus yang berdiam di dalam diri kita, membuat kita tahu dengan pasti bahwa kita adalah umat pilihan Allah, memiliki bagian di dalam rencana penebusan Yesus Kristus. Dalam Perjanjian Lama, hamba-hamba Tuhan yang digunakan Tuhan, semuanya memiliki Roh Tuhan di dalam diri mereka sebagai jaminan; Roh Kudus adalah jaminan bagi hamba yang diutus dan dipakai oleh Yesus Kristus.

Renungkan:

1. Rencana Allah adalah membawa bangsa-bangsa kepada Kristus dan membawanya di bawah kuasa pemerintahan Kristus. Sejak kita menjadi orang Kristen, kita telah menyatakan 「Kristus adalah Tuhan.」 Hari ini apakah Anda yakin Anda milik Kristus? Apakah Anda yakin Ia memegang kuasa dalam hidup Anda?

2. Marilah menyanyikan 《Ia adalah Tuhan》(He is Lord) dua kali sebagai penutup.

(https://www.youtube.com/watch?v=OTbhnTeF4yE)
Lyrics:

Again the wind is raging
But I will not be shaken
For I know, who’s in control
The greater One within me
Is more than what’s against me
He’s in control, for I know
He’ll see me through like before
He is Lord, He is Lord
I’m not afraid anymore
He is Lord, He is Lord
The One who holds tomorrow
Is calling me to follow
Heart and soul, I will go
The Maker of the promise
Will finish what He started
Heart and soul, I will go
He’ll see me through like before
He is Lord, He is Lord
I’m not afraid anymore
He is Lord, He is Lord
And at His name the mountains bow
Lift every voice declare it now
Jesus Christ is Lord
And with a shout the walls come down
Lift every voice declare it now
Jesus Christ is Lord
And at His name the mountains bow
Lift every voice declare it now
Jesus Christ is Lord
And with a shout the walls come down
Lift every voice declare it now
Jesus Christ is Lord
He’ll see me through like before
He is Lord, He is Lord
I’m not afraid anymore
He is Lord, He is Lord
He’ll see me through like before
He is Lord, He is Lord
I’m not afraid anymore
He is Lord, He is Lord


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 1:3-14

「Perbuatan Allah」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 1:3-14 [ITB])
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.
11 Aku katakan di dalam Kristus, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya 12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
13 Di dalam Dia kamu juga karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Paulus sebelum memberikan pelajaran kepada saudara dan saudari, pertama-tama ia mewakili saudara dan saudari menaikkan pujian kepada Tuhan, memuji perbuatan Tuhan yang ajaib di atas diri mereka. Benar adanya, semuanya dimulai dari tindakan Allah, dan iman Kristen tidak dimulai dengan mengatakan apa yang akan kita lakukan untuk Tuhan, dengan melakukan untuk mendapatkan kelayakan di hadapan Tuhan, tetapi dengan menegaskan apa yang sudah dilakukan Tuhan bagi kita. Kita terlebih dahulu harus mengenal tindakan Tuhan, terutama apa yang Dia genapkan dalam diri kita. Saudara dan saudari, kita semua merupakan tindakan Tuhan, yang digenapkan di dalam Kristus. Hanya ketika diri kita merupakan tindakan Tuhan, kita dapat berbicara tentang melakukan apa untuk Dia.

Tindakan Tuhan di dalam diri kita, tentu saja merupakan kasih karunia-Nya. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan telah menganugerahkan kepada kita 「segala berkat rohani」 (Ef. 1:3), dan dalam terjemahan CUVT mandarin frasa 「berbagai berkat rohani」 harus diterjemahkan sebagai 「segala berkat rohani」(seperti dalam ITB). Paulus tidak sedang menghitung berkat-berkat yang Tuhan telah anugerahkan kepada kita: memiliki orang tua yang baik, keluarga bahagia, tubuh yang sehat, tentu saja semua itu penting, tapi Paulus menekankan 「segala」, yakni segala hal, semua pengaturan, termasuk apa yang kita tidak sukai yang kita pikir adalah kutukan, yang bukan bagian dari kasih karunia. Seumur hidup kita semua adalah kasih karunia, bukan hanya sebagian saja merupakan kasih karunia, tetapi semuanya adalah kasih karunia. Ef. 1:3-14 membicarakan apa yang Allah (Roh Kudus) telah genapkan atau yang akan genapkan di tengah-tengah orang-orang percaya, mulai dari penciptaan dunia sampai akhir dunia.

Berkat dan kasih karunia yang bagaimana? Yang pertama adalah pemilihan. Ef. 1:4 memberitahu kita bahwa Tuhan telah 「memilih kita di dalam Kristus」 sebelum dunia diciptakan. Kita dipilih oleh Allah. Pemilihan ini adalah sebelum kita diciptakan, hubungan Tuhan dengan kami jauh sebelum kita mengenal Dia, jauh sebelum kita mengenal diri kita sebelumnya, jauh sebelum diri kita ada.

Yang kedua adalah pengudusan. Tuhan tidak hanya memilih kita, tetapi juga menjadikan kita kudus: 「supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.」 Untuk menjadi suci kudus adalah konsekuensi dari kita diberkati, adalah hasil dari apa yang Allah telah perbuat atas diri kita, bukan dicapai dari usaha kita sendiri. Paulus tidak mengatakan bahwa kita mengandalkan bersandar pada perilaku moral untuk mencapai kekudusan, mencapai kekudusan adalah oleh karena kasih karunia yang Allah genapkan atas diri kita, bahwa Ia telah mengadakan relasi yang intim dengan kita, dan Dia telah berbagi kekudusan dan kesempurnaan diri-Nya kepada kita.

Alkitab menyebutkan pengudusan, terutama merujuk kepada pengudusan pasif, bukan pengudusan aktif; Ini adalah pembentukan hubungan, bukan tentang kesempurnaan tindakan moral. Kekudusan adalah sifat yang hanya dimiliki Allah, Dia adalah Sang Mahakudus Israel (The Holy), hanya dengan terhubung kepada Dia saja, barulah dapat berbagi kekudusan-Nya (kita tidak bisa memiliki kekudusan jika terlepas dari Tuhan kita). Dapat diumpamakan hubungan antara magnet dan besi sebagai metafora, besi sendiri tidak memiliki daya magnet, hanya ketika besi dan magnet terhubung barulah besi bisa berbagi daya tarik magnet, tetapi jika besi memiliki daya magnet, daya magnet ini bukan miliknya, begitu besi terpisah dari magnet, maka daya magnet segera hilang pada waktu itu juga. Demikian pula, ketika kita terhubung dengan Tuhan, kita berbagi kesucian Allah, tetapi itu bukan milik kita, dan jika kita terpisah dari Allah maka tidak ada lagi kesucian kekudusan. Yesus berkata, 「Akulah pokok anggur, engkau adalah cabang dan engkau tidak bisa melakukan apapun tanpa aku.」 Jika kita terlepas dari Kristus, kita tidak lagi suci kudus.

Ini menyebutkan bahwa Allah menjadikan kita suci, menekankan bahwa Allah telah memisahkan kita. 「Dipisahkan untuk menjadi kudus」 yakni ada pemisahan barulah dapat menjadi kudus. Kita adalah kumpulan yang unik, saat dilahirkan ibu sudah menjadi unik, Allah sudah memisahkan kita untuk menjadi kudus, kita berbeda dari orang lain.

Berkat rohani ketiga adalah membawa hak bagian menjadi anak-anak-Nya. Dari pemilihan sampai dipisahkan untuk dikuduskan, kita diterima sebagai anak Allah. Paulus menekankan bahwa kita adalah anak-anak Allah melalui Yesus Kristus. Dengan kata lain, kita tidak karena diciptakan sehingga menjadi anak-anak Allah, tetapi karena penebusan keselamatan Kristus maka kita diterima sebagai anak-anak Allah. Iman Kristen tidak menyatakan bahwa semua manusia adalah anak-anak Allah. Menjadi anak-anak Allah bukan karena diciptakan, tetapi karena penebusan.

Berkat keempat adalah keselamatan Yesus Kristus. 「Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.」 (Ef. 1:7-8) Ini adalah Injil, dan kita akan menguraikannya lebih terperinci di pasal 2.

Renungkan:

1. Cobalah menunjukkan empat tindakan Allah yang Ia genapkan dalam perjalanan iman Anda pribadi?

2. Bagaimana pendapat dan pengalaman Anda tentang orang-orang Kristen dikuduskan karena persatuan dengan Kristus, Kristus telah meminta kita untuk terhubung erat dengan Dia?


Daftar renungan pemahama  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 1:1-2

「Pembukaan」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 1:1-2 [ITB])
1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. 2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

Kita akan membaca surat Efesus untuk melakukan renungan pribadi selama satu bulan berikutnya ini.

Penulis surat Efesus ini adalah Paulus, yang merupakan fakta yang jarang diperdebatkan. Nama Paulus dan pengalamannya tersebar di seluruh surat (Ef. 3:1, 7, 13; 4:1; 6:19-20), sehingga hidupnya dan ajarannya saling terkunci erat satu sama lain dan saling menyatakan satu sama lain. Membaca kata-kata dan mengingat perjalanannya.

Dalam suratnya ini Paulus menyebut dirinya sebagai 「utusan yang dipenjarakan」 (Ef. 6:20), surat ini ditulisnya ketika ia masih di penjara di Roma, dan oleh karena itu termasuk salah satu dari surat-surat dalam penjara. Namun saat membaca surat ini, kita tidak mendapatkan sedikitpun amarah, atau depresi, emosi yang negatif, tetapi hanya damai, sukacita, cinta kasih, iman dan pengharapan. Paulus sebagai contoh pribadi, sepenuhnya menggambarkan bagaimanakah mengabarkan Anak perdamaian dari Injil damai sejahtera.

Mengenai pembaca dari surat ini, Ef. 1:1 mengatakan 「orang-orang kudus di Efesus.」 Ini adalah hal yang umum diterima oleh para peneliti. Paulus pernah tinggal dan melayani di Efesus untuk suatu waktu, dan telah memiliki hubungan yang mendalam dengan saudara dan saudari di sana, dan itu adalah normal baginya untuk menulis surat pada mereka. Beberapa orang sarjana peneliti walaupun mempertanyakan beberapa kata-kata dalam surat ini, menunjukkan bahwa ia tidak memiliki hubungan erat dengan orang percaya di sana, atau mungkin ia tidak pernah bertemu dengan mereka (misalnya Ef. 1:15; 3:2); namun kita tidak setuju dengan penjelasan ini.

Di beberapa transkrip periode awal dan yang dapat diandalkan tidak menyebutkan Efesus, mereka percaya bahwa surat tidak dimaksudkan untuk ditujukan kepada Jemaat Efesus pada saat menulis. Isi dari surat ini sedikit berbeda dari surat Paulus yang lain, dan surat ini tidak menyebutkan satupun masalah gereja secara individu atau spesifik, tetapi hanya membahas sifat dan misi Gereja secara prinsip dan doktrinal; Juga tidak merujuk kepada satupun pesan pembuka surat dan laporan yang bersifat pribadi; Maka banyak orang percaya bahwa surat ini adalah sebuah surat edaran, Paulus dari awal bermaksud untuk mengirimkannya ke gereja di berbagai tempat, bukan hanya sebuah gereja. Jemaat Efesus adalah salah satu dari pihak yang ditujukan.

Namun dalam surat ini mencatat dua doa Paulus bagi orang beriman, terutama Ef. 1:15-16, kita percaya bahwa saat ia menuliskannya, di dalam pikiran ada satu pembaca, jemaat Efesus tentu saja merupakan kemungkinan yang terbesar. Tapi sangat mungkin bahwa pada saat yang sama Paulus juga punya rencana untuk mengirim surat ini secara luas kepada gereja-gereja di berbagai tempat dan berperan sebagai surat edaran.

Jika juga berperan sebagai surat edaran, surat ini ditulis secara umum, tidak berkaitan dengan kebutuhan atau masalah dari suatu jemaat di daerah tertentu, tapi sebagai penjabaran sistematis atas kebenaran yang penting untuk diterima oleh jemaat.

Dibandingkan dengan surat-surat Paulus yang lain, surat Efesus secara struktur adalah yang paling rapi ringkas, penyampaian jalan pikiran yang konsisten dan jelas. Terutama menjelaskan sifat dan misi Gereja (dituliskan dalam huruf besar artinya Gereja secara keseluruhan, sedangkan jika dituliskan dalam huruf kecil artinya gereja lokal), khususnya Gereja sebagai tubuh Kristus, untuk menggenapkan misteri Allah yakni yang tersembunyi di balik tindakan penciptaan dan penebusan: rencana Kristus. Selanjutnya Paulus menunjukkan hubungan setiap orang percaya dengan rencana Kristus ini, yang secara individual dipilih dipanggil oleh Allah, menjadi anggota Gereja (anggota tubuh), dan menjadi bagian dari rencana Kristus, menjadi perpanjangan dari Kristus, untuk menggenapkan rencana ini menjadi selesai. Paulus juga memberikan penjelasan lengkap dari sikap dan cara di mana orang-orang percaya harus bersikap dan menjalani kehidupan mereka.

Surat Efesus ini tidak panjang, kita tidak bermaksud untuk memotong setiap ayat terlalu detil, tapi rencana untuk membaca setidaknya 7-8 ayat sehari; Jadi itu lebih baik untuk membaca perikop Alkitab yang sama untuk 3-4 hari dan berbicara satu persatu bagian setiap hari. Kita berharap bahwa bahkan ini adalah renungan rohani lebih daripada tafsiran ketat, namun Anda masih dapat memahami gambaran besar seluruh Alkitab, dan tidak hanya melihat daun tanpa melihat hutan pohon. Pesan dari keseluruhan surat pasti lebih penting daripada cahaya yang dinyatakan oleh setiap kata atau kata-kata, dan tidak membuat Alkitab menjadi kalimat emas.

Aplikasi Tindakan:

Bagaimanapun juga, membaca Alkitab secara cepat dan membaca secara intensif harus seimbang. Jadi selain membaca detil secara urut satu perikop setiap hari, juga tetap perlu membaca enam pasal Alkitab sekaligus dan mengulangnya dua, tiga kali.
Marilah kita menunggu kebenaran Allah.


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 6:10-20

10 Mar 2018 – Hari Sabtu Minggu ketiga, Pra Paskah

Kenakanlah Seluruh Perlengkapan Senjata Allah

(Efesus 6:10-20)
10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbaju zirahkan keadilan,15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

Renungan
Tentara Romawi di masa lalu ditugaskan untuk mengawasi berbagai menara dan benteng kerajaan Romawi terhadap serangan musuh. Di dalam menghadapi serangan, para serdadu harus berbaris berdiri dan mempertahankan posisi mereka. Mereka tidak meninggalkan pos mereka. Jika mereka melarikan diri dari tugas penjagaan mereka dan tertangkap, mereka akan dieksekusi karena disersi. Rasul Paulus menanyakan hal yang sama pada orang Kristen untuk berdiri teguh melawan serangan setan dan antek-anteknya kekuatan spiritual kegelapan.

Senjata rohani sangat nyata di masa lalu dan juga di masa sekarang. Setan diusir dari surga karena kesombongan dan ingin menggantikan tempat Allah (Wahyu 12). Dia juga membawa 1/3 dari malaikat yang tertipu dalam pemberontakannya. Target serangannya sekarang ini adalah orang Kristen di dunia.

Kita hendaklah mengenakan senjata peperangan yang telah disediakan Allah sehingga kita dapat kuat di dalam Allah. Selagi iblis yang penuduh dan bapa dari segala kebohongan, menargetkan hati nurani dan melemahkan iman orang Kristen, pribadi lepas pribadi dan juga satu melawan yang lainnya, Dia akan mempertanyakan kebaikan Allah dan Firman-Nya kepada kita. Kristus telah dengan penentuan yang pasti mengatasi si jahat dan tentaranya dengan kematian-Nya dan kebangkitan-Nya bagi kita. Kebenaran-Nya menjadi kebenaran kita melalui iman saja. Kita adalah lebih dari para penakluk melalui Dia yang mengasihi kita. Maka dari itu kita dapat mengenakan senjata dari Allah dan berdiri teguh di dalam iman, percaya bahwa darah Kristus telah menyucikan dosa dan hati nurani kita. Kita juga dapat berdiri teguh di dalam Kebenaran dan Firman Allah. Firman Tuhan kekal selamanya.

Kita juga ingat doa Yesus untuk kita di tengah peperangan rohani ini di dalam Yohanes 17:11-15: “Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.” Melalui penggunaan Doa Bapa Kami dan doa di dalam nama Yesus kita dapat bersatu dengan-Nya di dalam doa syafaat-Nya bagi perlindungan dan pembebasan kita (Yohanes 17:15) yang merupakan bagian dan paket dari keteguhan kita terhadap si jahat dan prajuritnya.

Kiranya Tuhan memberikan kita damai sejahtera-Nya dan kekuatan untuk berdiri teguh selalu di dalam iman. Verbum Domini Manet in Aeternum (Firman Tuhan kekal selamanya) Amen.

Doa
Bapa Surgawi, lindungi anakmu terhadap serangan rohani dari si jahat dan laskarnya dengan darah Kristus. Tolonglahku untuk berdiri teguh di dalam kebenaran-Mu dan Firman-Mu.
Kami berdoa dalam nama Yesus, Amen.

Tindakan
Berdirilah teguh menghadapi tuduhan palsu dan cobaan yang menghalangi engkau dari si jahat atau yang lainnya yang disebarkannya untuk merusak imanmu.

Rev Martin Yee
Assistant to Bishop Terry Kee
Lutheran Church in Singapore

Copyright The Bible Society of Singapore

(Diterjemahkan oleh WMC)

Efesus 1:3-23

02 Mar 2018 – Hari Jumat Minggu kedua, Pra Paskah

Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam Kristus.

(Efesus 1: 3-23)
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. 4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.
7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.
11 Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan–kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya– 12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
13 Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.
15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, 17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu

Renungan
Paulus menulis kepada jemaat di Efesus mendesak mereka agar sadar akan karunia Roh yang telah mereka terima dari Allah – yakni Pemilihan, Penebusan dan Keselamatan, bukan karena perbuatan baik mereka, tetapi karena kasih karunia Allah semata. Paulus mengingatkan mereka bahwa ada tujuan dibalik karunia-karunia tersebut yang mereka seharusnya bersukacita, yaitu mereka harus hidup kudus hingga waktu yang ditentukan dipenuhi di mana semua hal di surga dan atas bumi menjadi satu kesatuan dibawah kekuasaan Tuhan Yesus Kristus. Paulus juga memberitahukan mereka bahwa dia berdoa untuk mereka kiranya Allah mengaruniakan mereka hikmat untuk mengetahui kebesaran yang tak terukur dari kuasa Allah yang telah memanggil mereka di atas segala kuasa dan otoritas yang dikenal secara manusia tidak hanya di masa sekarang tetapi juga di masa yang akan datang. Tetapi di sini, Paulus menulis kepada orang percaya bahwa walaupun Allah telah membuka mata mereka untuk melihat dan percaya pada Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dan Tuhan, mereka masih harus mencari Dia untuk menerangi mata hati mereka sehingga mereka akan mengerti lebih mendalam akan kebenaran yang krusial ini. “Mata hatimu” menunjukkan secara total kepada bagian dalam seseorang, yang termasuk intelektual, emosi, dan kehendak. Dengan perkataan lain, ini bukan saja kemampuan intelektual untuk mengerti atau mengajarkan kebenaran. Pengetahuan yang didoakan Paulus termasuk kemampuan intelektual untuk memahami kebenaran, tetapi juga memegang emosi-emosi kita dan membawanya untuk ketundukan kepada Tuhan Yesus Kristus.

Selalu ada bahaya kesombongan spiritual yang datang dari pikiran bahwa engkau tahu lebih banyak dari orang lain. Ada bahaya berhenti hanya pada pengetahuan dokrin, daripada mengijinkan dokrin memberikan kita pengetahuan pribadi yang lebih besar tentang Allah yang dikatakan oleh doktrin tersebut. Tetapi penangkal racun dari bahaya tersebut bukanlah tetap tidak peduli. Tetapi, secara terus menerus berdoa selagi engkau mempelajari Firman-Nya ,”Tuhan terangi mata hatiku, sehingga kumengenal, mengasihi dan menaati-Mu lebih lagi!” Paulus menekankan bahwa walaupun orang-orang non Yahudi sebelumnya terpisah dari Allah dan asing terhadap janji-Nya kepada Israel, sekarang di dalam Kristus mereka adalah anggota yang sama dari Perjanjian umat Allah. Sama seperti orang Yahudi yang sebelumnya adalah ahli waris pilihan Allah, sekarang ahli waris-Nya adalah di dalam orang-orang kudus, Gereja, yang terdiri dari orang Yahudi dan orang-orang non Yahudi yang percaya yang sama kedudukannya.

F. F. Bruce seorang ahli Perjanjian Baru menuliskan (dalam buku tentang Surat Kolose, Filemon, dan Efesus, [Eerdmans], hal 270), “bahwa Allah seharusnya menetapkan nilai yang tinggi terhadap komunitas orang-orang berdosa, diselamatkan dari kebinasaan dan masih terlalu banyak bekas jejak awal mereka mungkin tampak luar biasa, tidak jelas bahwa dia melihat mereka di dalam Kristus, karena sejak awal dia memilih mereka di dalam Kristus.”

Mengapa Allah melakukan hal ini? Bruce menambahkan (hal 270), “di sini Paulus berdoa bahwa pembacanya dapat menghargai nilai yang Allah tempatkan bagi mereka, rencana-Nya untuk mewujudkan tujuan-Nya yang abadi di dalam mereka sebagai buah pertama dari perdamaian dengan alam di masa yang akan datang, agar kehidupan mereka dapat menjaga panggilan-Nya yang maha tinggi dan bahwa mereka dapat dengan penuh ucapan syukur kerendahan hati menerima kasih karunia dan kemuliaan yang dicurahkan bagi mereka.”

Selagi Paulus mendorong jemaat di Efesus untuk mengenal dan bertumbuh di dalam pengetahuan Allah Tritunggal, dorongan yang sama juga berlaku bagi orang kristen hari ini. Sekali lagi, ini bukan pengetahuan debat argumentasi tentang Allah, tetapi berkaitan dengan hubungan yang Allah inginkan dengan anak-anak-Nya. Dengan pertolongan Roh hikmat dan penyataan yang seharusnya membawa pengetahuan dari apa yang Allah inginkan ada pada anak-anak-Nya menjadi rendah hati dan taat pada-Nya, bukan semata-mata pengetahuan akademi. Ini bukanlah taat pada hukum atau satu set peraturan, tetapi penerimaan yang datang dari keinginan untuk menjadi taat, bukan ketaatan yang menuntun pada penerimaan.

Doa
Allah yang setia, terima kasih atas kesetiaan-Mu menanggung dosa-dosa kami dan memilih kami, menebus kami dan memberikan kami jaminan keselamatan karena kasih karunia-Mu, yang sebenarnya kami tidak layak. Teruslah memberikan kami hikmat daripada-Mu untuk mengenal Engkau secara pribadi sehingga kami dalam jalan kami dapat menjadi saluran kehendak-Mu di dalam dunia ini. Amen.

Tindakan
Betapa seringnya kita mengesampingkan kebenaran yang Paulus sedang berbicara hanya sebagai dokrin semata tanpa mencoba mengerti arti yang lebih dalam dan implikasi yang sama? Bukankah ini saatnya kita mengerti kekayaan kasih karunia Allah dan kesetiaan-Nya sehingga kita menjadi setia pada kasih karunia Allah bagi kita?

Rev Dr Mani Chacko
General Secretary
The Bible Society of India

Copyright The Bible Society of Singapore

(Diterjemahkan oleh WMC)