Mazmur 130:1-3

「Seruan dari Jurang Ngarai yang Dalam」

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 130:1-8 [ITB])
1Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!
2Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
3Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
4Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
5Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
6Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
7Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
8Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Salah satu hal yang paling istimewa dari Mazmur 130 adalah bahwa ia secara langsung mengikuti Mazmur 129. Ayat-ayat Mazmur 129 menunjukkan bagaimana para peziarah menghadapi serangan dari luar. Tapi bagaimana dengan Mazmur 130? Dari luar beralih ke dalam, tidak lagi fokus pada kesulitan eksternal, tetapi mata kita diarahkan pada individu. Di bawah pengaturan ini, apakah sebenarnya yang pemazmur ingin kita pahami?

Pemazmur ingin mengingatkan kita untuk tidak fokus hanya pada kesulitan eksternal, sehingga setiap hari kita hanya berseru memanggil Allah untuk dengan cara begini membantu saya dan dengan cara begitu membantu saya. 「Mazmur Ziarah」 telah datang sampai di sini dan apakah para peziarah masih tidak yakin dengan iman yang pasti bahwa tetap ada perlindungan Allah dalam penderitaan? Apakah iman kita hanya untuk membantu kita menyingkirkan kesulitan dan memberkati kita agar segala sesuatu ada dalam kemakmuran dan sesuai kehendak kita?

Dalam puisi ini, pemazmur ingin kita mengerti bahwa orang-orang yang benar-benar mampu membuat kita jatuh di perjalanan ziarah, pasti tidak hanya kesulitan eksternal, bukanlah serangan apa atau cedera apa, lalu sebenarnya apa? Tetapi adalah masalah 「dosa」 yang hendak ditargetkan oleh Pemazmur, yakni adalah masalah 「dosa」 dalam hidup kita.

Jika kita menerjemahkan secara langsung Maz. 130:1, 「di kedalaman / aku berseru kepada / TUHAN.」 Penulis Mazmur sejak awal dengan jelas tanpa pernah menyembunyikan, ia mengatakan bahwa seluruh hidupnya (tubuh, hati, roh) terjerumus situasi menyakitkan yang sangat dalam. Rasa sakit penderitaan mendalam ini, justru bukan berasal dari tantangan dan pencobaan apapun, atau juga bukan karena di dalam perjalanan hidupnya bertemu kesulitan atau pukulan apa, sebaliknya, itu berasal dari 「dosa」 pribadi ─ bahwa orang percaya karena ketidakmampuan dirinya dalam menghadapi dosa keji yang sangat buruk, membuat keseluruhan diri manusia seperti jatuh ke dalam jurang, tidak dapat melepaskan diri dari rasa sakit penderitaan semacam itu. Pemazmur di sini benar-benar sangat serius dalam pemakaian kata. Kata 「kedalaman」 itu sendiri membawakan suatu makna 「terisolasi」, dengan kata lain, dosa membuat pemazmur dan Tuhan terisolasi. (Demikian juga neraka membawa makna keterpisahan terisolasi dari Allah)

Renungkan: kita mulai dari percaya sampai hari ini, di dalam waktu bertahun-tahun, apakah kita masih dengan serius menghadapi masalah dosa kita sendiri, memohon kasih karunia Allah untuk pengampunan, dan berusaha untuk meninggalkan dosa? Pemazmur berbicara dengan sangat baik: 「Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?」 (Maz. 130: 3) Ayat ini memang merupakan peringatan yang sangat penting kepada saya hari ini yang memandang rendah keseriusan dari 「dosa kejahatan.」


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

0 thoughts on “Mazmur 130:1-3

  1. Pingback: Markus 3:20-35 | walk with my Shepherd