Mazmur 133:3

Harapan Terhadap 「Indahnya」 Komunitas – Menghalangi, atau Bergandengan?

Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.

(Maz. 133:1-3 [ITB])
1Nyanyian ziarah Daud.
Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
2Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
3Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Untuk memahami ayat 3, kita harus terlebih dahulu memahami situasi lingkungan geografis.

「Gunung Hermon」 adalah sebuah gunung dengan ketinggian lebih dari 9.000 kaki di atas permukaan air laut, dan 「Gunung Sion」 hanya berada pada ketinggian kira-kira seribu kaki. Dari segi lingkungan, jarak dari 「Gunung Hermon」 ke 「Gunung Sion」 tidak hanya sangat jauh, juga ada serangkaian pegunungan tak berujung di antara mereka. Dipandang dari aspek ini, embun 「gunung Hermon」 pada kenyataannya tidak mungkin mengalir jauh ke 「gunung Sion」. Jika demikian apa yang pemazmur ingin kita pahami?

Selain lingkungan geografis, iklim Israel layak kita perhatian. Hampir tidak ada hujan di saat musim panas Israel, tetapi merupakan musim panennya dari banyak jenis tanaman (misalnya zaitun, anggur, dll), sehingga tuaian setiap tahunan juga tergantung sedikit banyaknya jumlah embun tahun itu. Dari perspektif ini, di masa kering, 「embun」 memang adalah berkat Tuhan yang besar.

Oleh karena itu, embun dari Gunung Hermon turun ke Gunung Sion, mencakup seluruh Israel, di satu sisi membuktikan betapa kaya pemeliharaan Allah, di sisi lain, pemazmur hendak memberitahukan kepada kita bahwa pegunungan yang tanpa putus dari Gunung Hermon ke Gunung Sion, tidak hanya bukan merupakan penghalang antara keduanya, sebaliknya telah menjadi sebuah sambungan antara satu sama lain, sehingga embun Gunung Hermon bisa mengalir ke Gunung Sion.

Renungkan: mantan Kaisar Rusia Peter Agung pernah berkata kepada orang-orang: 「saya dapat menaklukkan kekaisaran, tetapi saya tidak dapat menaklukkan diriku sendiri!」

Dia berkata demikian, merupakan pengalaman yang betapa penting untuk dirinya! Ternyata bahwa diri sendiri adalah musuh yang paling kuat. Kita tidak bisa melampaui watak temperamen, seperti mengkritik orang lain, iri kepada orang lain, malas, ego sentris, sombong, egois, adalah musuh terbesar manusia. Kita iri karena tidak ingin orang lain untuk menjadi lebih baik daripada diri kita sendiri, kita tidak ingin orang lain mendapat keuntungan lebih besar dari diri kita sendiri, kita serakah, malas, karena kami tidak ingin bekerja terlalu keras, lebih baik membiarkan orang lain bekerja lebih sulit. Nilai keegoisan ini telah hidup menjadi akar dari semua masalah sosial dan pribadi.

TUHAN di Yerusalem, di pegunungan Sion, di tempat di mana para imam yang diurapi, tempat tujuan bersama ziarah bangsa Israel, telah ditetapkan berkat-Nya bagi manusia yakni hidup kekal selamanya. Pentingnya kesatuan hati orang Kristen bukanlah rukun sesaat pada waktu berkumpul bersama saat itu saja, tetapi hal yang paling penting dalam diam bersama adalah untuk menyaksikan 「kehidupan kekal」 yang telah kita terima dari Tuhan. 「Kesatuan」 memerlukan kesabaran, penerimaan dan toleransi, 「kasih」 seperti yang dituliskan dalam 1 Kor. 13 memang tidak mudah. Perjanjian Baru telah berulang kali mengingatkan kita bahwa 「kasih」 sesama anggota tubuh adalah tanda dari murid-murid Yesus, dan juga membuktikan bahwa kita sudah 「keluar dari mati dan masuk ke dalam hidup」 (1 Yoh. 3:14). Berharap dengan sungguh bawa komunitas ziarah kita adalah demikian adanya.


(silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).