「Simpanlah Firman Kristus di dalam Hati 」
Apakah pujian-pujian dan nyanyian rohani yang kita kumandangkan membuat kita menerima pengajaran dan nasehat teguran? Apakah pujian yang kita kumandangkan adalah untuk kepuasan hati kita? Apa yang Paulus katakan tentang tujuan menaikkan puji-pujian?
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Kol. 3:16 [ITB])
16Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.
Paulus di Kol. 3:12-16 seluruhnya menyebutkan lima pesan, menjelaskan bahwa umat pilihan Allah harus: (1) mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran; (2) mengenakan kasih; (3) membiarkan damai sejahtera Kristus memerintah di dalam hati; (4) mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu; (5) menyimpan Firman Perkataan Kristus disimpan di dalam hati (ayat renungan hari ini).
Surat Kolose berulang kali mengingatkan kita, bahwa Firman / Perkataan Kristus (the word of Christ) adalah sangat penting. Paulus melihat bahwa dirinya adalah pelayan Injil, mempunyai tanggung jawab memberitakan dengan sempurna rahasia yang Allah singkapkan di dalam Kristus (Kol. 1:25-26). Di dalam proses pemberitaannya, Paulus memerlukan hikmat untuk menasehati, mengajar orang, ia bersungguh-sungguh dan berusaha keras. Paulus tidak pernah menyembunyikan bahwa pemberitaan Injil adalah pelayanan yang berat, tetapi ia merasa bersukacita karena dapat menggenapkan apa kurang pada penderitaan Kristus Kristus yang belum lengkap (Kol. 1:24, 29). Paulus berusaha keras memberitakan Firman Perkataan Kristus, adalah demi mengukuhkan orang percaya, agar mereka menerima segala hikmat dan pengertian dapat mengetahui kehendak Tuhan, sehingga di dalam kehidupan memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik (Kol. 1:9). Pada dasarnya pesan dalam Kol. 3:16 adalah meringkas apa yang telah dibicarakan dalam teks sebelumnya. Di dalam segala pesan, yang paling penting adalah 「Menyimpan Firman Perkataan Kristus dengan segala kekayaannya di dalam hati.」
Bagaimana menyimpan Firman Perkataan Kristus dengan segala kekayaannya di dalam hati? Paulus sekali lagi menyebutkan 「dengan segala hikmat」(Kol. 3:16; 1:28). Apakah Paulus memberikan usul yang nyata? Paulus berikutnya lebih lanjut memakai tiga tindakan untuk menjelaskan kata 「dengan segala hikmat」yakni mencakup: pengajaran (teaching), teguran (admonishing) dan mazmur pujian (singing), dan ketiga tindakan semuanya tersambung dengan memuji Tuhan. Di dalam pandangan Paulus, pengajaran dan teguran tidak hanya terbatas di dalam khotbah, sekolah minggu atau pembinaan orang percaya saja. Sebenarnya mazmur (psalms), pujian-pujian (hymns) dan nyanyian rohani(spiritual songs) juga memiliki unsur pengajaran dan nasehat teguran, asal digunakan dengan penuh hikmat maka akan bisa membantu saudara saudari menyimpan Firman Perkataan Kristus dengan segala kekayaannya di dalam hati. Sebenarnya apa yang dimaksudkan dengan 「nyanyian rohani」? Apakah ini adalah 「bahasa lidah」 atau 「bahasa malaikat dalam keadaan khusus」 (1 Kor. 13:1)? Paulus tidak menjelaskan perbedaan mazmur, pujian-pujian dan nyanyian rohani, namun titik berat dari ketiganya adalah hati yang sukacita menyanyikan dengan mulut memuji Tuhan (Ef. 5:19). Saudara saudari hendaklah memuji Tuhan, sering dengan hati yang bersyukur bermazmur memuji Tuhan. Saat bersatu hati bermazmur memuji Tuhan, saudara saudari pada saat yang sama juga menerima pengajaran dan nasehat teguran dari isi mazmur, pujian-pujian dan nyanyian rohani. Dengan demikian, 「nyanyian rohani」 sepatutnya adalah yang dapat dipahami orang dengan pengertian manusia, yang tidak memerlukan karunia khusus penterjemah bahasa lidah.
Renungkan: bagaimana kita bisa dengan hikmat memakai mazmur, pujian-pujian dan nyanyian rohani? Saat menaikkan puji-pujian di dalam ibadah, kelompok kecil, kita seharusnya memilih puji-pujian yang bagaimana? Atau bagaimana memutuskan apakah sebuah lagu puji-pujian adalah 「baik」 atau 「tidak baik」, yang seringkali merupakan hal yang subjektif tergantung masing-masing orang, bukan hal yang mudah memutuskannya secara objektif, memakai standard yang umum. Namun saat kita di dalam menciptakan puji-pujian atau memilih puji-pujian, apakah kita karena menitik beratkan suatu aspek (misal memilih karena perasaan kita), lalu mengabaikan kekayaan Firman Perkataan Kristus? Bagaimana gereja anda melalui puji-pujian ibadah membantu saudara saudari menyimpan Firman Perkataan Kristus dengan segala kekayaannya di dalam hati? Semua ini adalah perihal yang berharga untuk kita instropeksi.
Tambahan dari Blogger:
- Secara singkat jelaskan apa yang menjadi satu poin terpenting dalam memilih atau menaikkan lagu puji-pujian?
- Akan sangat berguna jika anda meringkas sekali lagi paragraf satu dan dua dari renungan ini tentang tujuan serta buah dari menyimpan Firman Perkataan Kristus dengan segala kekayaannya di dalam hati?

