「Sepatutnya melakukan segala sesuatu di dalam Kristus 」
Paulus menasehati penerima surat agar melakukan segala hal di dalam Kristus, menandakan bahwa tidak ada satu detikpun dari kehidupan orang Kristen yang terlepas dari Yesus Kristus. “Ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku”
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Kolose 2:6-7 [ITB])
6Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 7Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
Para peneliti Alkitab berpendapat bahwa Kol. 2:6-7 adalah inti pemikiran dari keseluruhan surat Kolose, di satu sisi merangkum teks sebelumnya tentang hal-hal nyata yang terjadi di dalam Kristus atas diri penerima surat, di sisi lain menyatakan makna dari kehidupan orang percaya setelah menerima Kristus. Dua ayat ini juga merupakan pengantar atas perikop yang akan dikembangkan dalam Kol. 2:6-4:1. Kata sambung οὖν oun di ayat 6 oleh terjemahan Mandarin atau KJV ditulis sebagai 「therefore / oleh karena itu 」 (as/so then) (tidak nampak dalam terjemahan ITB, sebenarnya cukup penting untuk mempelajari peralihan alur tulisan) menutup kesimpulan dari teks sebelumnya, juga merupakan pengantar memasuki teks sesudahnya.
Dalam Kol. 2:6 muncul sebuah kata perintah, terjemahan literal / harafiah dari bahasa Yunani adalah 「kamu sekalian hendaknya berjalan di dalam Dia! 」 (walk in him!). Bandingkan Versi Mandarin yang diperbarui (RCUV) kata 「di dalam Dia 」 diterjemahkan sebagai 「bersandar kepada Dia 」 hanya dapat menyatakan sebagian saja makna yang terkandung. (NIV atau ITB menterjemahkannya secara fungsional membawakan makna dengan cukup tepat “… hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia”, oleh karena itu baik adanya jika menggunakan beberapa terjemahan untuk memperkaya perenungan Firman Tuhan agar memiliki pengenalan yang lebih penuh akan kehendak Allah.)
Dalam mazmur pujian di teks sebelumnya (Kol. 1:15-20) yang dibahas dalam renungan Kol. 1:13-20 (2), kita telah melihat Paulus menggunakan tiga frasa yang memiliki kata depan untuk menyatakan relasi Kristus dengan dunia, yakni 「di dalam Dia 」 (in him), 「melalui Dia 」 (by / through him), dan 「untuk Dia 」 (for him). Dari antara ketiga, sepertinya 「di dalam Dia 」 merupakan sebuah sebutan umum yang menyatakan bahwa keberadaan dan keberlangsungannya dari segala ciptaan bergantung kepada Kristus, seperti anak kecil harus bertumbuh di dalam orang tuanya, karena orang tua yang membawanya ke dalam dunia, selain memberikan kebutuhan hidup, juga merawatnya sepenuh hati, serta mendidiknya menjadi orang yang berguna.
Paulus menasehati penerima surat agar melakukan segala hal di dalam Kristus, menandakan bahwa tidak ada satu detikpun dari kehidupan orang Kristen yang terlepas dari Yesus Kristus. Nasehat ini dibangun di atas sebuah kenyataan bahwa 「Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita」. Di dalam mata Paulus, orang Kristen melakukan segala hal di dalam Kristus adalah hal yang sangat alami, tepat seperti pohon menghasilkan buah. Paulus memberikan nasehat yang seperti ini bukan karena kegagalan penerima surat dalam aspek ini. Di pembukaan surat, Paulus sudah bersyukur kepada Allah karena gereja Kolose memiliki iman di dalam Kristus. Di sini Paulus menasehati mereka untuk melakukan segala hal di dalam Kristus, jelas ditujukan kepada orang di antara mereka yang 「dengan filsafatnya yang kosong dan palsu 」 mengacaukan pengenalan mereka atas Firman Allah (Kol. 2:8). Dengan demikian, Paulus menasehati mereka bukan karena mereka tidak melakukan segala hal di dalam Kristus tetapi agar mereka waspada dan menjaga kelangsungan di dalam Kristus (terjemahan NIV menggunakan frasa “continue to live in him” menjaga kelangsungan untuk hidup di dalam Dia).
Bagaimanakah orang Kristen 「berjalan 」 di dalam Kristus? Paulus menggunakan empat kata partisip (participle), yakni 「berakar 」 (being firmly rooted), 「dibangun 」(being built up), 「bertambah teguh 」 (being established/confirmed) dan 「melimpah 」 (overflowing with). Dua yang pertama diikuti dengan 「di dalam Dia 」 untuk menandakan bahwa seseorang jika hendak berjalan di dalam Kristus, ia harus berakar dan dibangun di dalam Kristus. Di sini dapat menunjuk kepada aspek pengetahuan, karena dalam teks sebelumnya dikatakan Paulus sebagai pelayan Injil bertanggung jawab untuk mengabarkan dengan sepenuhnya 「Firman Allah 」 atau 「rahasia Kristus 」 (Kol. 1:24-26). Selain itu, 「berakar dan dibagun di dalam Dia 」 juga dapat menunjuk kepada aspek relasi. Sebelum Yesus berpisah dengan para murid, Ia mengingatkan “ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku” (Yoh. 15:4). Dengan demikian, kehidupan orang Kristen dibagun dalam dua aspek: pengenalan atas rahasia Kristus yang kuat berakar, dan juga mempunyai relasi yang intim dengan Kristus. Tanpa dua aspek ini maka kehidupan orang Kristen tidak memiliki dasar keberadaan (ontological basis / 存有的基礎 ) tanpa dasar keberadaan ini maka tidak ada kehidupan tersebut, atau kehidupan yang tanpa dua aspek dasar keberadaan ini bukanlah kehidupan yang sesungguhnya yang dibicarakan di sini. Sehingga orang Kristen di dalam iman bertambah teguh dan hati yang berlimpah dengan syukur.
Renungkan: kehidupan orang Kristen mempunyai empat aspek: pengetahuan, perasaan, kehendak, dan tindakan. Ini adalah kehidupan yang melimpah keluar yang harus dimiliki setiap orang yang telah menerima Yesus Kristus. Penerima surat ini sudah memiliki manifestasi kehidupan yang baik, namun masih perlu nasehat dan peringatan dari Paulus. Pertumbuhan kehidupan orang Kristen memerlukan persatuan pribadi masing-masing orang dengan Kristus, juga memerlukan pengajaran dan nasehat dari orang lain. Inilah sebab mengapa orang percaya memerlukan kehidupan bergereja. Tanpa bergereja, bagaimana seorang Kristen dapat dibangun di dalam iman, relasi dan perasaan? Tanpa dasar ini, seorang Kristen dapat berjalan di dalam Kristus? Apakah seseorang dapat tetap berjalan di dalam Kristus tanpa memiliki kehidupan bergereja?
Pingback: Kolose 2:20-23 | Lukas Leo's Blog