Kolose 1:1-2

「Surat kepada saudara-saudara dalam Kristus 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 1:1-2 [ITB])
1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita, 2 kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu.

Saat menuliskan surat Kolose, Paulus sedang dalam penjara (Kol. 4:3, 8,10, 18). Di manakah ia dipenjara saat itu? Para peneliti memberikan tiga kemungkinan yakni: Kaisarea, Efesus, atau Roma. Secara tradisi kita melihat bahwa kemungkinan terbesar adalah di Roma, maka surat ini seharusnya selesai dituliskan sekitar tahun 60 A.D.

Satu hal yang pasti, jemaat Kolose bukan didirikan oleh Paulus. Kolose adalah sebuah kota kecil yang berada di Phrygia yang terletak di Asia Kecil. Para peneliti menunjukkan bahwa nilai strategis kota Kolose tidak dapat dibandingkan dua kota besar lain yakni Efesus dan Laodikia. Dari isi surat dapat kita lihat bahwa Paulus tidak pernah datang ke tempat tersebut (Kol. 1:4, 7-9, 2:1). Paulus memberitakan Injil selama tiga tahun di Efesus (Kis. 20:31), ia tahu keberadaan gereja Kolose namun belum pernah pergi ke tempat tersebut. Seberapa intim hubungan Paulus dengan gereja Kolose? Mengapa Paulus menuliskan surat kepada orang-orang yang belum pernah bertemu tersebut? Sebuah kunci penting ada pada diri Epafras, Kol. 1:7 「 Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia. 」, Kol. 4:12 「Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus …」, dilihat dari dua ayat ini nampak Paulus sangat mengenal Epafras, dan Paulus mengetahui keadaan gereja Kolose dari diri orang ini (Kol. 1:8). Epafras mungkin adalah seorang yang merupakan kunci berdirinya gereja Kolose.

Bagaimanapun juga, kita dapat melihat bahwa Paulus adalah seorang yang sangat memperhatikan gereja. Ia tidak hanya memperhatikan gereja yang ia dirikan, namun juga memperhatikan kepada keadaan gereja yang berdekatan. Tepat saat ia dipenjarakan, Paulus tetap mengingat urusan gereja, ia tidak hanya prihatin atas urusan dirinya sendiri saja. Di dalam pembukaan surat, Paulus menyebutkan dirinya adalah 「rasul Kristus Yesus 」, dan juga menuliskan ini adalah 「oleh kehendak Allah」 (by the will of God). Jika dibandingkan dengan surat Filipi (yang menggunakan pembukaan 「hamba Kristus Yesus」), Paulus di sini secara khusus menuliskan identitas rasulnya, mungkin karena ia bukan pendiri gereja Kolose, atau mungkin ia harus memakai kuasa wibawa dalam menangani tantangan yang dihadapi gereja Kolose (catatan Blogger: lihat latar belakang ajaran-ajaran palsu yang dihadapi di pengantar surat Kolose).

Di gereja, kita mungkin memiliki lebih dari satu identitas. Kita perlu memakai identitas yang berbeda untuk menghadapi keadaan yang berbeda untuk meresponnya. Saat orang-orang dalam gereja membelokkan ajaran Alkitab, memakai sumber daya gereja dengan sembarangan, atau merusak kesatuan gereja, kita harus memakai kuasa yang Allah berikan kepada kita, membereskan masalah dalam identitas gembala, penatua atau majelis. Namun saat saudara saudari seiman keadaan rohaninya mendapatkan serangan, kita harus merespon dalam identitas sebagai saudara, atau saudari, dan hamba. Keadaan yang berbeda membutuhkan identitas kita yang berbeda untuk menghadapinya. Paulus sebagai 「rasul Kristus Yesus 」 pada saat yang sama ia juga adalah 「hamba Kristus Yesus 」. Kapan Paulus menggunakan sebutan yang mana tergantung keadaan yang dihadapinya.

Paulus di ayat 2 (Kol. 1:2) menyebut penerima surat sebagai 「saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus 」 (catatan Blogger: dalam mayoritas terjemahan Inggris dan Mandarin adalah 「saudara-saudara yang kudus dan yang setia dalam Kristus 」). Paulus walaupun belum bertemu mereka namun menyebutkan mereka sebagai saudara (sudah termasuk saudari). Bagi Paulus, 「saudara saudari 」 bukan ditentukan oleh hubungan darah, juga tidak dibatasi hubungan secara organisasi gereja. Orang-orang percaya di Kolose tidak menerima Injil dan baptisan melalui Paulus, Paulus tetap menyebutkan mereka sebagai saudara-saudari yang kudus dan yang setia. Kuncinya adalah 「dalam Kristus 」 (in Christ). Frasa pendek ini penuh dengan makna teologis. Frasa 「dalam Kristus 」 adalah frasa yang spesifik khusus dipakai Paulus, dalam seluruh surat muncul 3 kali (Kol. 1:2, 4, 28) dan frasa yang terkait 「di dalam Dia 」 (in him) muncul 8 kali. Di belakang perlahan kita akan membahas kekayaan makna yang ada di dalam frasa pendek ini.

Renungkan: karena 「dalam Kristus 」, orang yang tidak mempunyai relasi menjadi punya relasi, yang aslinya bukan urusan kita menjadi hal yang kita berikan perhatian. Paulus di dalam kurungan belenggu masih mengingat dan prihatin atas keadaan gereja Kolose. Mohon Tuhan membantu kita punya hati yang lebih lapang, tidak hanya memperhatikan urusan kita sendiri, juga tidak hanya perhatian atas urusan gereja kita sendiri. 「Di dalam Kristus 」 kita tidak saling membagi golongan. Kita tidak sepatutnya acuh tak acuh atas apa yang terjadi pada gereja di dekat kita. Kita juga perlu memberikan perhatian kepada komunitas gereja di tempat lain. Asal di dalam Kristus, kita semua adalah saudara dan saudari, di dalam mata Tuhan semua adalah yang kudus dan setia.


Catatan Blogger:

Penulis renungan ini memperlihatkan bahwa penting untuk memiliki pengetahuan atas latar belakang dan tujuan suatu surat, kitab atau Injil dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam.

0 thoughts on “Kolose 1:1-2

  1. Pingback: Pengantar Surat Kolose | Lukas Leo's Blog