Tag Archives: Kolose

Kolose 2:11-15

「Kuasa Salib 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 2:11-15 [ITB])
11Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, 12karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.
13Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, 14dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: 15Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

Dalam Kol. 2:8-10 Paulus berpesan kepada penerima surat agar waspada akan segala filsafat, ajaran yang menarik mereka menjauh dari Kristus, Sang Sumber kepenuhan. Segala kepenuhan Allah secara jasmani tinggal dalam Kristus, dan Kristus adalah pemimpin paling utama dari segala penguasa pemerintah, maka orang yang percaya kepada Kristus tidak ada keperluan mengikuti jalan lain untuk mencari hikmat dan kebijaksanaan lain, seakan-akan di dalam Kristus ada yang kurang. Paulus dalam Kol. 2:11-15 lebih lanjut menjelaskan kuasa salib, mungkin terkait ajaran turun temurun atau kata-kata indah yang menyusup masuk di antara mereka.

Paulus menekankan, mereka di dalam Kristus telah menerima sunat yang bukan dilakukan manusia, tetapi adalah sunat Kristus yang merupakan 「penanggalan tubuh yang berdosa」 (removal of the body of the flesh). Berdasarkan tradisi Yahudi, semua anak laki setelah dilahirkan delapan hari harus menerima sunat. Sunat bagi mereka adalah tanda perjanjian kovenan dengan Allah, melambangkan identitas diri sebagai umat Allah. Paulus di sini memperjelas, sunat yang diterima orang Kristen mempunyai sifat yang berbeda. Frasa 「tubuh 」 (the body of flesh / tubuh daging) pernah muncul di  Kol. 1:22, di sana menekankan Allah melalui kematian tubuh Anak kekasih Allah memperdamaikan diri-Nya dengan manusia, namun tidak terkait dengan maksud 「hawa nafsu 」.  「Manusia didamaikan dengan Allah 」 sudah terjadi di dalam Kristus, namun bagaimana terjadi (diaplikasikan) pada diri manusia? Jawabannya adalah melalui baptisan. Paulus menunjukkan bahwa orang percaya dikuburkan bersama Kristus di dalam baptisan (in baptism), juga di dalam baptisan (in which) dibangkitkan bersama Kristus karena percaya kuasa besar Allah. Kuasa besar Allah dimanifestasikan di mana? Yaitu pada peristiwa kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati.

Paulus menekankan bahwa orang yang tidak percaya sebenarnya dalam keadaan mati, yaitu mati secara rohani, terisolasi dari Allah, pikirannya memusuhi Allah (Kol. 1:21). Orang yang dahulunya tidak percaya, mati tinggal di dalam kesalahan dosa dan tubuh dosa yang belum disunat, namun kini sudah bangkit bersama dengan Kristus. Melalui baptisan, Allah telah mengampuni segala dosa kita, secara khusus telah menghapuskan catatan hutang dosa kita (certificate of debt) bersama dekrit  keputusan penghakiman (decrees) yang menyerang kita. Oleh karena itu, orang yang percaya kepada Tuhan Yesus masuk dalam barisan kemenangan, diumumkan kepada publik.

Renungkan: dilihat dari perikop ini, baptis tidak hanya upacara pengakuan iman di depan publik, terutama bukan sekedar upacara menjadi anggota gereja. Baptis adalah saat yang kudus ilahi, seseorang dikuburkan dan dibangkitkan bersama dengan Kristus. Baptis nyata kuasanya, diperlukan iman seseorang percaya kepada kuasa besar Allah yang dinyatakan melalui Kristus. Pada gereja mula-mula, percaya dan kemudian dibaptis adalah hal yang sangat alami, dua hal tidak dapat dipisahkan. Iman kekristenan menekankan 「hanya karena iman」, adakalanya sampai suatu tahap memandang baptis hanya sebagai upacara pengakuan iman kepada publik. Bahkan ada yang memakai ayat Alkitab (misal Rom. 10:9-10) untuk mengajarkan bahwa seseorang asal hatinya percaya kemudian mulut mengakuinya sudah cukup. Baptis dipandang hanya sekedar upacara tambahan lahiriah saja. Namun apakah ini merupakan pemikiran dan ajaran Paulus?

Kolose 2:8-10

「Kepenuhan di dalam Kristus 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 2:8-10 [ITB])
8Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.
9Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,
10dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.

Melanjutkan teks sebelumnya, di sini Paulus berpesan kepada penerima surat harus berhati-hati, jangan sampai ada orang yang menjadikan mereka tawanan. Dengan apakah orang-orang ini menawan jemaat Kolose? Yaitu dengan 「filsafatnya yang kosong dan palsu 」. Dalam bahasa asli Yunani, 「filsafat 」, 「kosong 」 dan 「omong kosong / palsu bohong 」 ketiganya mempunyai bentuk kata feminim kepemilikan (feminine genitive), dan merupakan bagian dari sebuah frasa berkata depan, oleh karena itu dapat terlihat bahwa ketiganya secara bersamaan menunjuk kepada satu hal yang sama. Ditambah lagi bahwa seluruh frasa berkata depan hanya memiliki satu kata sandang tentu (definite article)  di depan kata 「filsafat 」, maka kita dapat menterjemahkannya sebagai 「dengan filsafat yang kosong dan menipu itu 」. Paulus mengingatkan penerima surat agar berhati-hati, karena ada orang yang sedang menggunakan filsafat yang kosong dan menipu (palsu) itu untuk membuat mereka menjadi tawanan.

Apa yang dimaksudkan 「filsafat 」 oleh Paulus? Dalam bahasa asli Yunani, digunakan lagi tiga frasa berkata depan: (1) menurut ajaran turun-temurun manusia (according to the tradition of men); (2) menurut prinsip dunia yang dangkal (according to the elementary principles of the world) (terjemahan ITB “ajaran … roh-roh dunia”); (3) tidak menurut Kristus (not according to Christ). Apakah sebenarnya yang ditunjuk oleh kedua frasa yang pertama pada zaman itu? Terdapat berbagai macam pendapat dari para peneliti, bagi kita di sini tidak perlu terlibat ulang dalam perdebatan rumit tersebut, kita cukup melihat bahwa semua itu 「tidak menurut Kristus 」. Berbagai macam tradisi ajaran turun-temurun, berbagai ajaran pemikiran, masing-masing memiliki nilai, logika, dan kebijaksanaan, namun jika tidak menurut rahasia Kristus maka semuanya adalah filsafat yang kosong, dan menipu (palsu). Dengan demikian, rahasia Kristus menjadi standar tolak ukur bagi segala ajaran. Mengapa? Karena Yesus Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, segala ciptaan bisa berada adalah 「di dalam Dia 」, 「melalui Dia 」 dan 「bagi Dia 」 (Kol. 1:15-20). Oleh sebab itu, jika sebuah tradisi, ajaran menjauhkan orang dari akar sumber segala ciptaan, maka merupakan perkataan sia-sia yang menipu orang dan tidak mempunyai arti.

Mengapa? Karena segala kepenuhan ilahi (all the fullness of Deity) berdiam secara jasmani di dalam Kristus (Kol. 2:9), dan orang Kristen menjadi berkepenuhan, menjadi sempurna / lengkap di dalam Dia (made complete in Him) (Kol. 2:10) (terjemahan ITB “kamu telah dipenuhi di dalam Dia”). Artinya, orang yang percaya Kristus sudah mendapatkan segala kepenuhan, mengapa masih mencari hikmat dan kebijaksanaan dari tempat lain, seakan-akan Kristus ada kekurangan yang masih perlu dilengkapi? Jika ada yang masih perlu dilengkapi maka itu hanya penderitaan Kristus yang perlu dilengkapi oleh pelayan Injil (Kol. 1:24. Lihat juga renungan Kol. 1:24). Di sini Paulus mengingatkan semua orang yang sudah menerima Yesus Kristus, karena sudah mengakui bahwa semua kepenuhan ilahi ada di dalam Kristus, maka tidak sepatutnya dengan bodoh mengejar ajaran palsu yang memimpin orang meninggalkan sumber kepenuhan. Harus berjaga-jaga atas filsafat yang kosong dan menipu orang, orang Kristen harus dibangun berakar, dikokohkan imannya di dalam Kristus (Kol. 2:6-7).

Renungkan: kehidupan kita hari ini ada di dalam masyarakat yang majemuk, kita sering diminta harus terbuka, menerima. Tidak salah bahwa kita perlu belajar bergaul dengan orang yang berbeda, mencoba memahami bagaimana perbedaan pikiran dan nilai mereka berbeda dengan kita. Di dalam masyarakat yang mejemuk, kita harus memiliki hati yang lapang, menghormati orang yang berbeda pikiran dengan kita. Komunikasi dapat membuat orang yang berbeda saling mendengarkan, saling belajar. Namun, menjadi orang yang sudah menerima Yesus Kristus, kita mempunyai batas garis terendah. Segala pemikiran yang tidak sesuai Kristus, yang memimpin orang meninggalkan Kristus adalah ajaran yang menipu orang, pembicaraan yang kosong tidak bermakna. Kita menggunakan rahasia Kristus sebagai standar paling tinggi untuk menimbang segala ajaran, filsafat pandangan dunia dan agama. Kita memproklamasikan Yesus Kristus adalah Tuhan, Ia adalah sumber segala kepenuhan. Orang Kristen tidak mempunyai ruang untuk berunding tentang hal ini. Dalam lingkup makna ini, iman Kristen menolak secara eksklusif yang lain.

Kolose 2:6-7

「Sepatutnya melakukan segala sesuatu di dalam Kristus 」

Paulus menasehati penerima surat agar melakukan segala hal di dalam Kristus, menandakan bahwa tidak ada satu detikpun dari kehidupan orang Kristen yang terlepas dari Yesus Kristus. “Ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku” 

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 2:6-7 [ITB])
6Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 7Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Para peneliti Alkitab berpendapat bahwa Kol. 2:6-7 adalah inti pemikiran dari keseluruhan surat Kolose, di satu sisi merangkum teks sebelumnya tentang hal-hal nyata yang terjadi di dalam Kristus atas diri penerima surat, di sisi lain menyatakan makna dari kehidupan orang percaya setelah menerima Kristus. Dua ayat ini juga merupakan pengantar atas perikop yang akan dikembangkan dalam Kol. 2:6-4:1. Kata sambung οὖν oun di ayat 6 oleh terjemahan Mandarin atau KJV ditulis sebagai 「therefore / oleh karena itu 」 (as/so then) (tidak nampak dalam terjemahan ITB, sebenarnya cukup penting untuk mempelajari peralihan alur tulisan) menutup kesimpulan dari teks sebelumnya, juga merupakan pengantar memasuki teks sesudahnya.

Dalam Kol. 2:6 muncul sebuah kata perintah, terjemahan literal / harafiah dari bahasa Yunani adalah 「kamu sekalian hendaknya berjalan di dalam Dia! 」 (walk in him!). Bandingkan Versi Mandarin yang diperbarui (RCUV) kata 「di dalam Dia 」 diterjemahkan sebagai 「bersandar kepada Dia 」 hanya dapat menyatakan sebagian saja makna yang terkandung. (NIV atau ITB menterjemahkannya secara fungsional membawakan makna dengan cukup tepat “… hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia”, oleh karena itu baik adanya jika menggunakan beberapa terjemahan untuk memperkaya perenungan Firman Tuhan agar memiliki pengenalan yang lebih penuh akan kehendak Allah.)

Dalam mazmur pujian di teks sebelumnya (Kol. 1:15-20) yang dibahas dalam renungan Kol. 1:13-20 (2), kita telah melihat Paulus menggunakan tiga frasa yang memiliki kata depan untuk menyatakan relasi Kristus dengan dunia, yakni 「di dalam Dia 」 (in him), 「melalui Dia 」 (by / through him), dan 「untuk Dia 」 (for him). Dari antara ketiga, sepertinya 「di dalam Dia 」 merupakan sebuah sebutan umum yang menyatakan bahwa keberadaan dan keberlangsungannya dari segala ciptaan bergantung kepada Kristus, seperti anak kecil harus bertumbuh di dalam orang tuanya, karena orang tua yang membawanya ke dalam dunia, selain memberikan kebutuhan hidup, juga merawatnya sepenuh hati, serta mendidiknya menjadi orang yang berguna.

Paulus menasehati penerima surat agar melakukan segala hal di dalam Kristus, menandakan bahwa tidak ada satu detikpun dari kehidupan orang Kristen yang terlepas dari Yesus Kristus. Nasehat ini dibangun di atas sebuah kenyataan bahwa 「Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita」. Di dalam mata Paulus, orang Kristen melakukan segala hal di dalam Kristus adalah hal yang sangat alami, tepat seperti pohon menghasilkan buah. Paulus memberikan nasehat yang seperti ini bukan karena kegagalan penerima surat dalam aspek ini. Di pembukaan surat, Paulus sudah bersyukur kepada Allah karena gereja Kolose memiliki iman di dalam Kristus. Di sini Paulus menasehati mereka untuk melakukan segala hal di dalam Kristus, jelas ditujukan kepada orang di antara mereka yang 「dengan filsafatnya yang kosong dan palsu 」 mengacaukan pengenalan mereka atas Firman Allah (Kol. 2:8). Dengan demikian, Paulus menasehati mereka bukan karena mereka tidak melakukan segala hal di dalam Kristus tetapi agar mereka waspada dan menjaga kelangsungan di dalam Kristus (terjemahan NIV menggunakan frasa “continue to live in him” menjaga kelangsungan untuk hidup di dalam Dia).

Bagaimanakah orang Kristen 「berjalan 」 di dalam Kristus? Paulus menggunakan empat kata partisip (participle), yakni 「berakar 」 (being firmly rooted), 「dibangun 」(being built up), 「bertambah teguh 」 (being established/confirmed) dan 「melimpah 」 (overflowing with). Dua yang pertama diikuti dengan 「di dalam Dia 」 untuk menandakan bahwa seseorang jika hendak berjalan di dalam Kristus, ia harus berakar dan dibangun di dalam Kristus. Di sini dapat menunjuk kepada aspek pengetahuan, karena dalam teks sebelumnya dikatakan Paulus sebagai pelayan Injil bertanggung jawab untuk mengabarkan dengan sepenuhnya 「Firman Allah 」 atau 「rahasia Kristus 」 (Kol. 1:24-26). Selain itu, 「berakar dan dibagun di dalam Dia 」 juga dapat menunjuk kepada aspek relasi. Sebelum Yesus berpisah dengan para murid, Ia mengingatkan “ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku” (Yoh. 15:4). Dengan demikian, kehidupan orang Kristen dibagun dalam dua aspek: pengenalan atas rahasia Kristus yang kuat berakar, dan juga mempunyai relasi yang intim dengan Kristus. Tanpa dua aspek ini maka kehidupan orang Kristen tidak memiliki dasar keberadaan (ontological basis / 存有的基礎 ) tanpa dasar keberadaan ini maka tidak ada kehidupan tersebut, atau kehidupan yang tanpa dua aspek dasar keberadaan ini bukanlah kehidupan yang sesungguhnya yang dibicarakan di sini. Sehingga orang Kristen di dalam iman bertambah teguh dan hati yang berlimpah dengan syukur.

Renungkan: kehidupan orang Kristen mempunyai empat aspek: pengetahuan, perasaan, kehendak, dan tindakan. Ini adalah kehidupan yang melimpah keluar yang harus dimiliki setiap orang yang telah menerima Yesus Kristus. Penerima surat ini sudah memiliki manifestasi kehidupan yang baik, namun masih perlu nasehat dan peringatan dari Paulus. Pertumbuhan kehidupan orang Kristen memerlukan persatuan pribadi masing-masing orang dengan Kristus, juga memerlukan pengajaran dan nasehat dari orang lain. Inilah sebab mengapa orang percaya memerlukan kehidupan bergereja. Tanpa bergereja, bagaimana seorang Kristen dapat dibangun di dalam iman, relasi dan perasaan? Tanpa dasar ini, seorang Kristen dapat berjalan di dalam Kristus? Apakah seseorang dapat tetap berjalan di dalam Kristus tanpa memiliki kehidupan bergereja?


 

Kolose 2:1-5

「Perhatian Paulus kepada Gereja 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 2:1-5 [ITB])
1 Karena aku mau, supaya kamu tahu, betapa beratnya perjuangan yang kulakukan untuk kamu, dan untuk mereka yang di Laodikia dan untuk semuanya, yang belum mengenal aku pribadi,
2 supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus,
3 sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.
4 Hal ini kukatakan, supaya jangan ada yang memperdayakan kamu dengan kata-kata yang indah.
5 Sebab meskipun aku sendiri tidak ada di antara kamu, tetapi dalam roh aku bersama-sama dengan kamu dan aku melihat dengan sukacita tertib hidupmu dan keteguhan imanmu dalam Kristus.

Perikop ini menjelaskan tujuan Paulus menuliskan surat ini, mencerminkan perhatiannya kepada gereja Kolose dan gereja sekitar (Laodikia). Kol. 2:1 menyebutkan 「perjuangan (ITB) / berusaha segenap hati (terjemahan CUV)」, kata ini (ἀγών agon) dalam bahasa Yunani muncul 6 kali dalam Perjanjian Baru, 5 kalinya muncul dalam surat-surat yang ditulis Paulus, kata ini dapat menunjuk 「perjuangan 」 (struggle), 「melawan 」 (opposition), 「berperang 」 (fight) dan 「berpacu 」(race). Mengikuti pengertian teks sebelumnya (Kol. 1:29 「kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga」), maka di sini arti yang paling mendekati adalah 「perjuangan / berusaha segenap hati 」. Tetapi dalam teks selanjutnya disebutkan tentang 「ada yang memperdayakan kamu dengan kata-kata yang indah 」(Kol. 2:4), maka sepertinya makna 「perjuangan / berperang 」 dapat menyatakan adanya dua kekuatan yang sedang saling berhadapan. Paulus sekuat tenaga berjuang berperang demi menyelamatkan gereja dan jemaat yang belum pernah bertatap muka, walaupun secara jasmani tidak berada di antara mereka, namun hatinya bersama mereka (Kol. 2:5).

Tujuan Paulus berjuang / berperang bagi mereka, memiliki dari dua sisi, positif dan negatif. Dilihat dari cara penulisan, motivasi dari sisi positif lebih penting daripada motivasi sisi negatif. Dari sisi negatif, Paulus hanya menyebutkan dengan singkat 「jangan ada yang memperdayakan kamu dengan kata-kata yang indah.」 Bukan berarti Paulus memandang ringan kata-kata yang indah, karena jika demikian ia tidak perlu menggunakan kata yang demikian berat 「berjuang / berperang 」. 「Kata-kata yang indah 」 dalam bahasa aslinya adalah kata tunggal, menunjuk kepada kata-kata argumentasi yang mempunyai pengaruh kuat, mampu menggoda orang meninggalkan kebenaran. Paulus di paragraf selanjutnya menguakkan kemunafikan dan kesesatan kata-kata pengajaran tersebut.

Kol. 2:2, Paulus lebih detil menjelaskan alasan mengapa ia berjuang / berperang bagi orang percaya: demi supaya hati mereka terhibur (being comforted) atau mendapat dorongan (being encouraged). Dengan cara apa? Paulus untuk menjelaskannya, ia di Kol. 2:2 menggunakan sebuah kata partisip (yakni kata συμβιβασθεντες sumbibasthentes diterjemahkan sebagai “bersatu” atau dalam terjemahan Inggris sebagai “knit together” artinya dirajut menjadi satu ), dalam kalimatnya kata partisip ini diikuti tiga frasa proposisi (prepositional phrase) (tiga frasa proposisi tersebut adalah “memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah”). Dalam bahasa asli, kata partisip συμβιβασθεντες sumbibasthentes dapat dijelaskan sebagai 「dirajut menjadi satu 」 (being knit together) atau 「diajarkan, diinstruksikan 」 (being instructed). Walaupun kebanyakan penafsir Alkitab lebih setuju dengan arti yang pertama, tetapi arti yang kedua 「diajarkan, diinstruksikan 」 sepertinya lebih menyatu dengan dua frasa proposisi berikutnya, yakni 「memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian 」 (to all the wealth that comes from the full assurance of understanding) dan 「mengenal rahasia Allah 」 (to knowledge of the mystery of God). Jika demikian, Paulus adalah demi mengajarkan orang percaya agar hati mereka mendapatkan dorongan maka ia berjuang sekuat tenaga. Paulus sangat memandang penting pengajaran, karena orang percaya bisa mendapatkan jaminan mengenal rahasia Allah dan segala kekayaan pengertian melalui pengajaran dalam kasih (seluruh kalimat Kol. 2:2 menjadi 「supaya hati mereka terhibur, mereka diajarkan dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan / jaminan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus」 bandingkan dengan terjemahan ITB 「supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus」). Penjelasan ini sesuai teks sebelumnya (Kol. 1:25-29). Menjadi pelayan gereja, ia hendak menggunakan segala hikmat mengingatkan setiap orang, mengajarkan setiap orang, mengabarkan dengan sepenuhnya Firman Allah.

Renungkan: Terdapat berbagai cara untuk memberikan perhatian kepada saudara dan saudari kita, apakah anda pernah memikirkan sebuah cara untuk sekuat tenaga mengajarkan kebenaran Allah yang sebenarnya merupakan salah satu cara memberikan perhatian kepada orang lain? Saudara dan saudari kita memerlukan lebih banyak pengajaran yang kuat, nasihat dan peringatan untuk menghadapi kata-kata indah yang menggoda dari dunia. Di dalam Allah terdapat segala kelimpahan menunggu bagi kita, masalahnya apakah kita memiliki pengertian dan pemahaman yang penuh jaminan. Pengetahuan mungkin membuat orang sombong, namun orang yang tidak berpengetahuan tidak hanya mudah dikecohkan dan disesatkan kata-kata indah yang senang kita dengar, juga akan kehilangan kesempatan mendapatkan kekayaan yang didapatkan di dalam Kristus. Perhatian Paulus kepada gereja dimanifestasikan dalam perjuangan, perperangan bagi rahasia Kristus, bagaimana cara kita memanifestasikan perhatian kita kepada gereja?

Kolose 1:25-29

「Berusaha sekuat tenaga mengabarkan rahasia Kristus 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 1:25-29 [ITB])
25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,
26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. 27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! 28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

Paulus dalam Kol. 1:24-29 menjelaskan sikap dan misi yang seharusnya dimiliki pelayan Injil. Kemarin kita sudah melihat ayat 24, Paulus dalam satu ayat pendek ini menyampaikan tiga sikap orang yang menjadi pelayan: (1) membawa hati yang sukacita; (2) memiliki tekat hati siap menderita; (3) senantiasa berpikir untuk Gereja (「karena kamu 」). Mulai ayat 25, Paulus maju selangkah lagi menjelaskan apa misi dia.

Menjadi pelayan Injil, ia pada saat yang sama juga dipercaya menjadi pelayan Gereja. Memberitakan Injil dan mendirikan gereja tidak dapat saling dipisahkan. Tidak ada utusan Injil yang dapat mengatakan bahwa dirinya tidak ada urusan dengan pembangunan Gereja, juga tidak ada seorang penggembalaan yang boleh memandang rendah pengabaran Injil. Mengapa? Karena Injil menunjuk kepada pendamaian yang digenapkan di dalam Kristus (Kol. 1:19-20), dan relasi pendamaian (termasuk manusia dengan Allah, manusia dengan manusia) dinyatakan di bumi dengan melalui Gereja. Kuasa Kristus juga dinyatakan dengan jelas dalam komunitas Gereja. Komunitas Gereja memanifestasikan dilepaskannya orang dari kegelapan, masuk ke dalam Kerajaan Kristus (Kol. 1:13). Injil menunjuk kepada penebusan oleh Kristus, dan penebusan oleah Kristus melahirkan Gereja. Maka menjadi pelayan Injil adalah juga menjadi pelayan Gereja, keduanya tidak dapat dipisahkan. Paulus secara khusus menyebutkan 「tugas yang dipercayakan Allah kepadaku bagi kamu (stewardship)」.

Sebagi rasul, Paulus diutus untuk mengabarkan Injil Allah (Rom. 1:1), pada saat yang sama ia juga mendapatkan tugas menjadi penatalayan dari Allah, untuk menjaga Gereja dengan baik, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus (Kol. 1:28). Tidak hanya menjaga gereja yang ia dirikan saja, gereja yang lain juga harus dijaga. Sebagai pelayan Injil, kita tidak hanya memperhatikan urusan gereja kita sendiri, tetapi juga harus berikan perhatian kepada gereja lain. Tetapi, ada perbedaan besar antara ikut campur dan memberikan perhatian. Paulus dipanggil menjadi rasul Kristus, ia punya tanggung jawab dan kuasa ikut campur urusan gereja lain, namun hanya terbatas pada cakupan yang diberikan Allah yaitu pengabaran Injil. Kita adalah pelayan Injil, namun bukan rasul. Kita perlu memberikan perhatian atas keadaan gereja lain, tetapi tidak sampai interferensi ikut campur urusan internal mereka.

Sebagai pelayan Gereja, Paulus dipercayai mengabarkan Firman Allah dengan sepenuhnya, agar setiap orang disempurnakan di dalam Kristus. Firman Allah adalah rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi pada masa sekarang telah dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. Rahasia ini adalah 「Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan [ITB] / Kristus di dalam kamu sekalian, telah menjadi pengharapan untuk mendapatkan kemuliaan [Mandarin CUV] 」(Kol. 1:27). Paulus hendak menjelaskan rahasia ini kepada orang-orang kudus, selain karena melaksanakan tugasnya sebagai penatalayan, ia adalah demi menguatkan orang-orang percaya pengharapan di dalam Kristus. Kita telah melihat Kol. 1:3-5, tahu bahwa pengharapan dapat membuat orang mempertahankan iman, merealisasikan kasih. Paulus mengetahui pengharapan adalah ekstrim penting bagi pertumbuhan kehidupan seorang Kristen, juga melihat bahwa pengharapan berasal dari pengenalan seseorang akan rahasia 「Kristus di dalam kita 」. Oleh sebab itu, Paulus menguras tenaga demi hal ini, tiada henti dengan berbagai macam hikmat menasehati setiap orang, mengajar setiap orang. Sasudara saudari dapat memperhatikan, titik beratnya di sini bukan cara mengajar di dalam Kristus. Cara adalah hal yang penting (memakai berbagai hikmat), namun lebih penting adalah isinya. Menjadi pelayan Injil, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk dengan sepenuhnya mengajarkan dengan jelas rahasia 「Kristus di dalam kita 」. Untuk menggenapi misi ini, kita perlu memiliki dasar pengetahuan Alkitab dan teologi yang kuat.

Renungkan: tugas apa yang telah dititipkan Allah kepada kita? Bagaimana cara kita dapat mengabarkan Injil dan cara agar dapat mengajarkan rahasia Kristus dengan sepenuhnya? Bagaimanakah kita membantu orang mengenal kelimpahan kemuliaan yang ada  「di dalam Kristus 」? Pertimbangkan bahwa kita sering menghadapi pencobaan memilih-milih Firman Tuhan yang kita senang dengarkan saja, apakah kita menyadari betapa tinggi, lebar, panjang, dan dalamnya 「rahasia Kristus 」?

Renungkan apa yang menjadi tolak ukur pertumbuhan gereja bagi anda? Apakah jumlah orang, atau kemajuan dalam pengenalan akan rahasia Kristus?

Kolose 1:24

「Menggenapkan apa yang kurang pada penderitaan Kristus 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 1:24 [ITB])
24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.

Melanjutkan teks sebelumnya, di Kol. 1:24-2:5 Paulus menjelaskan lebih dalam lagi tentang pekerjaannya, pada saat yang sama menjelaskan sikap yang harus dimiliki orang yang menjadi pelayan Injil. Kol. 1:24 adalah sebuah frasa yang sulit dimengerti. Ayat ini mempunyai dua kata kerja 「bersukacita 」 (rejoice) dan 「menggenapkan 」 (fill up).  Paulus terlebih dahulu menunjukkan, walaupun ia sekarang menderita, namun ia bersukacita demi gereja Kolose. Di sini, kata 「menderita 」 menunjukkan apa? Paulus tidak memberikan penjelasan, mungkin menunjuk dirinya yang 「dipenjarakan / dibelenggu 」 (Kol. 4:3, 18). Namun, Paulus mengapa mengatakan 「menderita karena kamu 」? Apakah Paulus dipenjarakan ada hubungannya dengan gereja Kolose? Mestinya bukan demikian. Mungkin kata 「menderita 」 di sini hanyalah merupakan ekspresi umum akan 「usaha sekuat tenaga 」, karena di teks berikutnya Paulus mengatakan tentang pergumulan dengan segala tenaga mengabarkan Injil dan mengajari setiap orang (Kol. 1:29). Namun dalam bahasa Yunani, kata 「menderita 」 yang digunakan dalam Kol. 1:24 berbeda dengan kata 「usaha 」 yang digunakan dalam Kol. 1:29. Bagaimanapun juga, Paulus menderita demi orang percaya namun tetap bersukacita. Mengapa? Karena melalui penderitaan (dalam bahasa Yunani digunakan kata sambung “dan” untuk menjelaskan penyebab mengapa dalam penderitaan tetap merasa bersukacita), demi tubuh Kristus (yaitu jemaat) Paulus bisa dalam dagingnya 「menggenapkan apa yang kurang pada penderitaan Kristus 」.

Apa yang 『kurang 』 dalam penderitaan Kristus sehingga perlu dilengkapkan oleh Paulus? Tentang hal ini, begitu banyak peneliti memberikan jawaban yang beragam. Yang bisa dipastikan, di sini bukan menunjuk kepada keselamatan yang digenapi Kristus di atas salib. Surat Ibrani dengan jelas menunjukkan, Yesus Kristus mempersembahkan diri-Nya hanya satu kali sudah menggenapi selesai karya penebusan (Ibrani 7:27). Paulus di teks sebelumnya menyebutkan, Anak kekasih Allah melalui darah yang mengalir di atas salib telah menggenapi perdamaian (Kol. 1:20). Karena 『kekurangan 』 tidak ada hubungan dengan karya penebusan, lalu apa yang ditunjuknya? Sebuah pengertian yang lebih alamiah adalah membaca perikop dengan cara mengikuti alur tema, yakni 「pelayan Injil 」. Memang bahwa keselamatan dari Kristus satu kali sudah digenapi selesai di atas salib, namun memindahkan orang ke dalam Kerajaan Kristus masih harus terus menerus dilaksanakan. Ini adalah misi yang ditinggalkan kepada kita sebelum Ia naik ke Sorga 「pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku 」 (Mat. 28:19). Dilihat dengan sudut pandang tersebut, ini adalah bagian yang belum selesai dari karya keselamatan Yesus Kristus, yang perlu dilengkapi oleh murid-murid, dan pelayan Injil. Yesus Kristus telah menyelesaikan di atas salib hal-hal yang kritikal (penebusan, pendamaian), namun perlu para pengikut-Nya membawa orang-orang dari segala penjuru bumi masuk ke dalam Kerajaan-Nya. Mengapa secara khusus menyebutkan 「penderitaan Kristus」 (the afflictions of Christ)? Karena Yesus Kristus melalui pendertitaan menggenapkan anugerah keselamatan. Salib melambangkan dihina orang, ditolak, ditinggalkan, dikhianati dan dicelakai sampai mati. Yesus Kristus memberikan pesan kepada para murid untuk mengikut Dia dengan memikul salib, yang mewakili jalan yang telah dilalui-Nya, menjadi murid-Nya juga harus pernah menjalaninya seperti Dia. Dunia membenci Kristus, demikian juga akan membenci orang-orang milik Kristus (Yoh. 17:14). Injil pada dirinya memiliki sisi 『tidak bersahabat 』,  pemberitaannya pasti akan memicu kebencian dunia, perlawanan dan serangan. Penderitaan yang dialami Tuhan Yesus hanyalah sebuah pembukaan saja, semua yang menjadi pelayan Injil harus bersiap-siap mengalami penderitaan karena Injil.

Ini juga menyatakan relasi 「kepala dan tubuh 」. Paulus secara khusus menyebutkan bahwa Gereja adalah 「tubuh milik Kristus 」, memberikan petunjuk bahwa Kristus adalah kepala (Kol. 1:18). Teks sebelumnya menyebutkan  kata 「kepala 」 terutama hendak menonjolkan sifat keutamaan Kristus — Yesus Kristus berjalan di depan, berjalan terlebih dahulu. Apa yang dialami Yesus Kristus akan sama dialami para pengikut-Nya. Jalan hidup ini  berasal dari persatuan dengan Kristus. Setelah bersatu dengan Kristus, kita tidak hanya menikmati buah keselamatan dari diri-Nya, tetapi juga sama 「terlibat masuk 」 ke dalam jalan hidup kayu salib. Oleh karena itu, Yesus berkata kepada para murid: 「Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya.」 (Mat. 10:24-25)

Renungkan:  ingatlah kembali satu pengalaman menderita bagi Tuhan, belajar bersyukur dan bersukacita karena  punya bagian dalam penderitaan Kristus. 「Murid tidak lebih dari pada gurunya 」, apakah engkau bersedia menerimanya? dan apakah engaku telah siap?

Kolose 1:21-23

「Bertekun menjaga iman dalam Kristus 」

Kita sudah menjadi layak di hadapan Allah, sebuah permulaan yang baik. Orang percaya tidak hanya harus memiliki permulaan yang baik, juga perlu terus menerus mempertahankan dengan jelas imannya. Pembukaan adalah penting namun lebih penting lagi mempertahankan.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 1:21-23 [ITB])
21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,
22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.
23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Perikop in merupakan kesimpulan kecil dari Kol. 1:1-20, di antaranya banyak penggunaan kata-kata yang dipakai di teks sebelumnya, termasuk 「pendamaian 」 (Kol. 1:20), 「kudus 」 (Kol. 1:2, 4, 12), 「 iman 」 (Kol. 1:4), 「pengharapan 」 (Kol. 1:5), 「Injil 」 (Kol. 1:5), 「sorga 」 (Kol. 1:5,16,20), 「segala yang diciptakan 」 (Kol. 1:15) dan 「pelayan / majelis 」 (Kol. 1:7). Maka dapat disimpulkan Kol. 1:1-23 adalah satu perikop yang lengkap.

Paulus dalam kesimpulan kecil ini menjelaskan tiga hal. Pertama, perubahan orang percaya dalam Kristus; Kedua, harapannya kepada orang-orang percaya; Ketiga, misi yang ia tanggung di dalam Kristus. Terlebih dahulu Kol. 1:21-22 menunjukkan perubahan orang percaya dalam Kristus, dengan pemikiran yang secara ketat mengikuti teks sebelumnya. Kol. 1:13 menunjukkan, Allah menyelamatkan orang-orang kudus lepas dari kuasa kegelapan, kemudian memindahkan mereka ke dalam Kerajaan Anak Allah terkasih. Kol 1:21-22 lebih dalam lagi menunjukkan apa yang dimaksudkan dengan 「lepas dari kuasa kegelapan,」 yakni 「 kamu yang dahulu hidup jauh (terisolasi) dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat; sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya … 」. Lepas dari kuasa kegelapan menunjukkan sebuah keadaan 「diperdamaikan dengan Allah」, 「tidak lagi hidup terisolasi dari Allah」, dan keadaan ini dinyatakan melalui perbuatan dan pikiran orang percaya. Seorang yang telah diperdamaikan dengan Allah, ia mungkin adakalanya dikalahkan oleh pelanggaran (Gal. 6:1), namun pasti tidak akan secara jangka panjang melawan Allah dalam pikiran maupun perbuatannya. Paulus mengingatkan penerima surat ini, juga mengingatkan kita, bahwa melalui kematian tubuh jasmani Kristus (yakni darah yang mengalir di atas salib, Kol. 1:20), orang-orang percaya telah dikuduskan, tidak bercacat serta tidak bercela (yakni ditebus dan diampuni dosa di dalam Anak terkasih, Kol. 1:14), sehingga menjadi layak di hadapan Allah.

Di atas dasar ini, Paulus menyebutkan harapannya kepada orang-orang kudus, jelas juga merupakan harapan Allah bagi setiap orang percaya, Kol. 1:23 「asal  kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar.」 Jika melihat bagaimana Paulus tiada henti menekankan 「bertekun 」, 「teguh 」, 「tidak bergoncang 」 dan 「jangan mau digeser 」, sepertinya iman gereja Kolose sedang mendapatkan terpaan keras cobaan. Bukan berarti iman mereka sudah goyang. Dari Eprafas, Paulus mendapatkan berita tentang iman, kasih dan pengharapan mereka, terlebih lagi mengetahui bahwa Injil telah nyata kuasanya di antara mereka (Kol. 1:4-6). Namun, ini belum cukup. Orang percaya tidak hanya harus memiliki permulaan yang baik, juga perlu terus menerus mempertahankan dengan jelas imannya. Pembukaan adalah penting namun lebih penting lagi mempertahankan.

Terakhir, Paulus menyatakan dengan jelas kepada gereja Kolose, ia menjadi pelayan Injil adalah demi hal ini. Paulus menjadi pelayan Injil, tidak hanya memberitakan kepada seluruh dunia tentang kehendak Allah, karunia keselamatan dari Kristus, juga harus berusaha keras mempertahankan buah dari Injil, agar orang percaya dalam iman, kasih dan pengharapan tidak bergeser, terus bertumbuh. Mengabarkan Injil hanyalah melaksanakan sebagian dari misi dari Injil. Mungkin, pelayanan purna jual (after sales service) lebih penting dari 『menjual Injil 』. Saat Paulus mendengar bahwa gereja Kolose sedang diserang ajaran-ajaran yang sesat, walaupun ia bukan gembala pendiri gereja ini, namun sebagai rasul tetap harus memotivasi dan menguatkan mereka. Dari diri Paulus, kita bisa melihat orang yang berdamai dengan Allah, ia tidak hanya dalam pikiran dan perbuatan telah lepas dari yang jahat (perhatikan: 「bermusuhan dengan Allah 」 sama dengan 「jahat 」), terlebih lagi tiada henti di dalam pikiran dan perbuatan bersama-sama menyertai orang percaya (misal melalui doa dan komunikasi surat), bersyukur bagi mereka, lebih jauh lagi berusaha membantu mereka mempertahankan iman dan pengharapan yang dalam Kristus.

Renungkan: apa pikiran dan tindakan saya yang tidak sesuai dengan keadaan 「telah berdamai dengan Allah」? Apakah saya bersedia menjadi pelayan Injil demi bagi Tuhan? Apakah di sekitar saya ada saudara atau saudari yang sedang diserang imannya? Apa yang saya rela lakukan dalam pikiran dan tindakan untuk membantu mereka?

Kolose 1:13-20 (3)

「Hal yang digenapi Allah melalui Kristus ( 3 )」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 1:13-20 [ITB])
13Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; 14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

Hari ini kita akan melanjutkan bagian akhir mazmur pujian. Bagian depan pujian (Kol. 1:15-18) menunjukkan relasi Anak kekasih Allah dengan alam semesta. Semua yang ada adalah diciptakan 「di dalam Dia」 (in him), 「oleh Dia」 (by him) dan 「bagi Dia」 (for him). Dengan demikian, Yesus Kristus merupakan tujuan, alasan, dan fondasi dari keberadaan dan kelanjutan keberadaan alam semesta serta segala isinya. Hanya selama Yesus Kristus tetap mengasihi alam semesta dan segala isinya, segala ciptaan memiliki alasan untuk tetap eksis. Darimana dapat melihat bahwa Yesus Kristus tetap mengasihi segala ciptaan? Jawabannya ada dalam bagian akhir pujian ini.

Kol. 1:18a menunjukkan Anak kekasih Allah juga adalah 「kepala dari tubuh」 (the head of the body), tubuh ini adalah 「tubuh dari Gereja」 (the body of the church). Dengan kata lain, Anak kekasih Allah adalah kepala dari Gereja. Mengapa tidak disebut secara langsung bahwa 「Dia juga adalah kepala dari Gereja」? Sangat mungkin karena ingin menyesuaikan dengan format paralel dari puisi. Kol. 1:16 menunjukkan 「Dia adalah gambar dari Allah dari yang tidak kelihatan」 (terjemahan langsung dari bahasa Yunani: “He is the image of God of the invisible“), secara struktur frasa kata adalah tepat simetris dengan Kol. 1:18 「Dia adalah kepala dari tubuh dari Gereja」 (terjemahan langsung dari bahasa Yunani: “He is the head of the body of the church“). Melalui dua frasa yang simetris ini, kita dapat melihat peran Yesus Kristus sebagai mediator: melalui Dia, Allah, segala ciptaan, dan Gereja diikat dengan erat.

Mazmur pujian ini  menggunakan 「kepala dan tubuh 」 untuk membandingkan relasi Kristus dan Gereja. Di dalam suratnya Paulus, 「kepala 」 artinya kelimpahan, ini menunjuk 「sumber 」 (source), 「kuasa 」 (authority) atau 「paling utama 」 (foremost) dsb. Jika dilihat dari teks yang mengikuti mazmur pujian ini, di sini kata  「kepala 」 jelas ingin menonjolkan keutamaan daripada Yesus Kristus. Anak kekasih Allah adalah yang awal (the beginning), adalah pribadi yang paling pertama bangkit dari antara orang mati (the firstborn), kedudukan-Nya adalah yang paling utama dan pertama di antara segala yang ada (first place). Memakai bahasa perkataan kita 「Anak kekasih Allah mendahului kita di depan. 」 Apapun yang Ia alami, kita juga akan mengikuti Dia mengalami yang sama, tepat seperti tubuh beraktifitas sesuai pikiran dari kepala.

Kol. 1:19-20 menjelaskan mengapa Anak kekasih Allah adalah kepala Gereja, semuanya adalah karena sukacita Allah Bapa (God’s pleasure), tidak ada lainnya. Allah Bapa dengan senang hati bahwa segala kepenuhan kelimpahan ada di dalam Anak kekasih Allah, dan juga dengan senang hati melalui Dia (through him) membuat segala ciptaan didamaikan dengan diri-Nya (reconcile). Pemulihan ini dirampungkan melalui darah Anak kekasih Allah yang mengalir di atas salib. Pemulihan relasi Allah dan segala ciptaan bermula pada diri Yesus Kristus, kemudian pemulihan ini terjadi pada Gereja. Apakah Gereja itu? Jika dilihat dari mazmur pujian ini saja, kita dapat melihat bahwa Gereja adalah dimulainya, realisasi dan bukti pendamaian Allah dengan segala ciptaan.

Walaupun dunia rusak, gelap, namun 「di dalam Anak kekasih Allah 」 ditemukan dasar fondasi dan alasan kelanjutan keberadaan (eksistensi) segala yang ada,  karena manusia dan Allah 「telah melalui Yesus Kristus 」 diperdamaikan. Keberadaan dan munculnya komunitas Gereja di dunia adalah bukti yang paling baik.  Komunitas Gereja adalah tanda bahwa segala yang ada akan mendapatkan kedamaian yang ultimat (paling akhir) kelak (sign of the ultimate peace in the future). Anak kekasih Allah tidak hanya menciptakan segala yang ada, tetapi juga mengasihinya. Allah Bapa tiada henti melalui Anak kekasih memanggil dan mengumpulkan orang ke dalam Gereja, karena Ia dengan senang hati melihat dunia menikmati kedamaian yang sesungguhnya di dalam Kristus. Keberadaan Gereja membangkitkan pengharapan manusia di dunia atas kedamaian, dan memberikan bukti nyata kepada manusia. Segala yang ada dapat tetap eksis (berada) karena keberadaan Gereja.

Renungkan: Allah Bapa memindahkan kita masuk ke dalam Kerajaan Anak kekasih Allah, dan Kerajaan ini membuat petanda bahwa Allah menciptakan kedamaian. Gereja adalah manifestasi dan bukti Kerajaan Damai di dunia. Jika di dalam Gereja tidak ada kedamaian, maka dunia akan benar-benar sama sekali gelap. Namun, Allah Bapa tidak ingin melihat panorama yang demikian. Allah Bapa demi karena diri-Nya sendiri Ia menciptakan dan memelihara kedamaian. Darah Yesus Kristus yang mengalir di atas salib adalah bukti nyata kerelaan hati Allah.

Kolose 1:13-20 (2)

「Hal yang digenapi Allah melalui Kristus ( 2 )」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 1:13-20 [ITB])
13Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; 14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

Sebelumnya telah disebutkan bahwa Allah berkehendak melepaskan orang percaya dari kuasa kegelapan, dan memindahkan mereka ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih. Ini adalah kehendak yang Allah mau capai di dalam Kristus. Kol. 1:15-20 adalah sebuah mazmur pujian, perikop ini dimulai dengan kata ganti yang bersifat relasi, “who” (Yang) (lihat Alkitab terjemahan Inggris), menjelaskan lebih dalam siapakah Anak kekasih ini.

Dibandingkan dengan mazmur pujian lain dalam Filipi. 2:5-11, maka mazmur pujian dalam surat Kolose ini secara total dengan sangat super meninggikan Yesus Kristus. Dalam mazmur pujian ini, kecuali dalam ayat 1:18 dan 1:20 yang secara sederhana menyebutkan 「bangkit dari antara orang mati 」 dan 「darah di atas salib,」 tidak disebutkan tentang Kristus yang mengosongkan diri, taat dan menerima kematian. Sebagai Anak Allah, Yesus Kristus sejak mula adalah yang sulung, lebih tinggi dari segala makhluk ciptaan. Di dalam surat Filipi fasal 2, Yesus Kristus setelah mati di atas salib baru Bapa meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama.

Siapakah Anak Allah kekasih? Anak kekasih adalah gambar Allah yang tidak kelihatan (Kol. 1:15). Kata「gambar 」 (image) muncul dalam surat Kolose sebanyak 9 kali, mempunyai makna yang dapat menunjuk 「serupa,」 「potret,」 「bayangan di dalam cermin,」 「gambaran dalam pikiran,」 dan 「penampilan luar 」 dsb. Tidak sedikit para peneliti berpendapat, kita harus berdasarkan budaya zaman itu untuk memahami makna 「gambar .」 Dalam budaya Yudaisme Yunani (Hellenistic Judaism),「kebijaksanaan ilahi 」 (divine wisdom) adalah gambar Allah, manusia melaluinya dapat mengenal Allah yang tidak kelihatan. Hikmat Allah atau Firman (Logos) adalah sebuah pintu, di satu sisi mempertahankan sifat Allah tidak dapat diketahui (the unknowability of God), di sisi lain justru menyediakan jalan masuk kepada pengenalan dan pembicaraan tentang Allah. Oleh karena itu, para peneliti percaya bahwa titik fokus pembicaraan tentang 「gambar Allah 」 adalah pewahyuan, bukan pada hakekat dasar atau esensi hal itu sendiri. (Esensi adalah apa yang membuat sesuatu menjadi apa adanya.)  Karena 「gambar 」 tidak menjelaskan relasi secara esensi antara Allah Bapa dengan Anak-Nya yang kekasih. Sebagai Anak kekasih, Yesus Kristus menyatakan Allah yang tidak kelihatan (yang tersembunyi) agar manusia dapat mempunyai kontak dan mengenal Dia. Tidak hanya demikian, 「 gambar 」 dalam Perjanjian Lama memiliki makna mewakili Allah memerintah atas bumi. Kej. 1: 26 menunjukkan bahwa manusia diciptakan sesuai gambar dan rupa Allah, bertujuan agar 「mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. 」 Dengan demikian, 「gambar 」 mempunyai makna raja, penguasa bumi. Dapat menjadi 「gambar Allah 」 adalah suatu hal yag sangat mulia dan penuh kuasa, bukanlah hal yang sederhana. Berbeda dengan manusia dunia, Anak kekasih Allah tidak hanya mewakili Allah memerintah atas bumi, Ia lebih lagi adalah pribadi yang melalui-Nya Allah menciptakan alam semesta. Kol. 1:16 mempunyai tiga frasa dengan preposisi (preposisi adalah kata depan, misalnya di, ke, dari, atau untuk, atau bersama atau sampai dengan), sepenuhnya menyatakan identitas dan kedudukan Anak kekasih yang tinggi tiada tara, 「di dalam dia 」 (in him), 「melalui dia 」 (through him), dan 「untuk Dia 」 (for him). Seluruh alam semesta bekerja berputar mengelilingi Anak kekasih Allah (「untuk Dia 」), tanpa Dia maka seluruh alam semesta tidak ada (「melalui Dia 」), tanpa Dia juga alam semesta tidak mungkin mempertahankan keberadaannya (「di dalam Dia 」). Alam semesta tidak berada eksis karena keharusan alamiah, dan alam semesta dapat tetap ada bukan karena keharusan alamiah. Adanya kekacauan di mana-mana, bencana alam, penyakit dan krisis kehidupan menjelaskan bahwa dunia cepat atau lambat akan mencapai akhirnya. 「Kehampaan 」(nothingness) sedang menantikan kita. Namun, hanya karena alam semesta berpusat pada Anak kekasih Allah, maka alam semesta mempunyai alasan dan dasar untuk tetap ada. 「Anak kekasih ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia 」 (Kol. 1:17). Seperti mainan yang telah usang dan rusak, hanya anak yang tetap mencintai mereka, maka orang tua mempunyai alasan tidak membuangnya. Jikapun seluruh dunia telah rusak, hanya Tuhan Yesus Kristus saja yang mengasihi dunia, dunia memiliki alasan untuk tetap berada. Demi untuk Anak kekasih, maka Allah Bapa tidak membuang dan meninggalkan dunia ini.

Di manakah dapat terlihat kasih Yesus Kristus pada dunia ini? Jawabannya ada pada Gereja. Besok kita akan melanjutkan merenungkan bagian akhir dari mazmur pujian ini.

Renungkan: baca ulang Kol. 1:15-20 juga Filipi 2:5-11, amati perbedaan dan persamaan kedua perikop dalam menggambarkan Yesus Kristus. Banyak hal terjadi di dunia yang membuat kita merasa tidak berdaya dan tanpa ada yang bisa menolong, menderita dan putus harapan, saat manusia berbalik meninggalkan cara pandang yang berdasarkan 「Anak kekasih sebagai pusat alam semesta,」 akan timbul pandangan dan perasaan yang amat berbeda. Anak kekasih Allah adalah alasan bahwa dunia  masih tetap eksis ada. Saat ini ambillah waktu untuk merenungkannya dan memuji Dia.

Kolose 1:13-20 (1)

「Hal yang digenapi Allah melalui Kristus ( 1 )」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

CrossOfChrist_02-600x410

(Kolose 1:13-20 [ITB])
13Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; 14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

Kemarin kita sudah melihat Paulus tiada henti berdoa dan memohon bagi gereja Kolose agar sepenuh hati mengetahui kehendak Allah, mencerminkan bahwa tidak cukupnya pengenalan gereja atas kehendak Allah atau pada saat itu sebagian jemaat mendapatkan pengaruh ajaran yang sesat. Untuk menghadapi ajaran yang sesat tersebut, pembicaraan Paulus dimulai dari kehendak Allah. Apa kehendak Allah? Dalam Kol. 1:13-20 Paulus menggunakan kata-kata yang ringkas dan padat dengan akurat menyampaikan hal yang Allah kehendaki untuk digenapkan di dalam Kristus. Dapat dikatakan bahwa ini adalah sebuah kredo (creed) atau pengakuan iman (rule of faith) yang sangat awal, menyebutkan poin-poin penting dari iman yang dipertahankan orang Kristen. Jika dibandingkan dengan pengakuan iman yang dibentuk belakang hari seperti 《Pengakuan Iman Rasuli》 atau 《Pengakuan Iman Nisea》, maka pengakuan iman ini jelas bertitik fokus pada penjelasan tentang hal yang digenapkan Allah di dalam Kristus. Ini juga mencerminkan adanya kaitan dengan pemikiran yang salah yang mempengaruhi gereja Kolose, juga kaitan dengan identitas dan karya Kristus.

Sebagian besar para peneliti setuju bahwa Kol. 1:15-20 merupakan penulisan berbentuk puisi / Mazmur. Mazmur ini mempunyai pusat adalah memuji Yesus Kristus. Kol. 1:13-14 adalah kalimat penyambung. Apa hubungan Yesus Kristus dengan gereja Kolose? Siapakah Dia? Mengapa memuji Dia? Dalam Kol. 1:3-12, kita dapat melihat seluruh doa Paulus dan ucapan syukurnya berpusat pada Allah Bapa? Kol. 1:3 「mengucap syukur kepada Allah, Bapa 」 dan Kol. 1:12 「mengucap syukur kepada Bapa 」,dalam bahasa aslinya menggunakan kata yang sama, maka Kol. 1:3-12 adalah sebuah paragraf dengan awal dan akhiran yang saling bersahutan, dengan Allah Bapa sebagai fokus pusat. Allah Bapa adalah tujuan kepada siapa ucapan syukur orang Kristen, adalah Pribadi yang harus kita kenal secara maksimal. Mengapa bersyukur kepada Allah Bapa? Apa yang Ia perbuat atas diri kita? Kol. 1:13-14 adalah penjelasannya, yang juga merupakan pengakuan iman: 「Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. 」

Dua ayat ini saja sudah mengandung makna teologis yang sangat berkelimpahan. Di sini disebutkan 「penebusan 」(redemption), yang merupakan inti yang paling pusat dalam iman kekristenan. Orang Kristen memuji Allah dan mengucapkan syukur kepada-Nya, tidak hanya karena Ia adalah Tuhan Pencipta, juga bukan hanya karena Ia adalah Allah yang memberikan pahala kepada yang berbuat kebajikan serta menghukum yang fasik. Memang sudah sepatutnya kita memuji Allah Tuhan Pencipta, Allah yang benar dan adil. Tetapi terlebih lagi, Ia adalah Allah yang telah menebus kita. Hampir tidak ada pengecualian, iman orang Kristen adalah dimulai dari sebuah pengalaman penebusan. Mungkin ada orang yang mengatakan bahwa ia bertobat menjadi milik Allah adalah karena ditaklukkan oleh pemikiran dan filsafat Kristen, namun dari sudut pandang teologis, seorang jika tidak digerakkan oleh Roh Kudus, ia sama sekali tidak mungkin dari dalam hati mengakui Allah sebagai Bapa (Rom. 8:15-16; Gal. 4:6-7). Saat seseorang mengakui di dalam dunia ini ada satu pribadi Allah, dan mengakui Allah ini adalah Bapa yang ada di Sorga, sebenarnya ini adalah pekerjaan Roh Kudus, yang melepaskan dia dari kegelapan dalam hatinya. Penebusan adalah sebuah pengalaman dilepaskan dari kuasa kegelapan, membuat orang mampu mengenali bahwa Allah adalah Bapa kita di dalam Sorga, dan dosa mendapatkan pengampunan. Tidak hanya demikian, Allah memindahkan kita ke dalam Kerajaan Kristus.

Ini adalah 「kehendak Allah 」! Allah menjadi Bapa dari semua orang, memindahkan manusia ke dalam Kerajaan Kristus. Apa alasan Allah melakukan ini? Allah bukan karena mempunyai hutang terhadap manusia, tetapi sebaliknya justru manusia yang berhutang kepada Allah. Allah juga bukan karena terpaksa, dalam keadaan terpojokkan harus menyelamatkan manusia. Allah adalah dalam kebebasan yang absolut. “Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia” (Rom. 11:34-36). Allah di dalam kekekalan telah menetapkan bahwa Ia berkehendak menjadi Bapa bagi semua orang, dan memindahkan orang ke dalam Kerajaan-Nya. Ef. 1:4 mengatakan 「 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 」 Ini adalah sebuah misteri, kini telah dinyatakan menjadi jelas melalui pemberitaan Injil oleh para Rasul (Ef. 3:5-7). Apakah Injil itu? Injil adalah proklamasi pemberitaan bahwa Allah menjadi Bapa kita.

Renungkan: pakailah sedikit waktu hari ini merenungkan pengalaman diri kita sendiri bagaimana telah ditebus, kemudian di atas dasar fondasi ini mengakui Allah adalah Bapa kita, rasakan sekali lagi sukacita dan kedamaian bahwa Allah menjadi Bapa kita.