「Kuasa Salib 」
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Kolose 2:11-15 [ITB])
11Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, 12karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.
13Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, 14dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: 15Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.
Dalam Kol. 2:8-10 Paulus berpesan kepada penerima surat agar waspada akan segala filsafat, ajaran yang menarik mereka menjauh dari Kristus, Sang Sumber kepenuhan. Segala kepenuhan Allah secara jasmani tinggal dalam Kristus, dan Kristus adalah pemimpin paling utama dari segala penguasa pemerintah, maka orang yang percaya kepada Kristus tidak ada keperluan mengikuti jalan lain untuk mencari hikmat dan kebijaksanaan lain, seakan-akan di dalam Kristus ada yang kurang. Paulus dalam Kol. 2:11-15 lebih lanjut menjelaskan kuasa salib, mungkin terkait ajaran turun temurun atau kata-kata indah yang menyusup masuk di antara mereka.
Paulus menekankan, mereka di dalam Kristus telah menerima sunat yang bukan dilakukan manusia, tetapi adalah sunat Kristus yang merupakan 「penanggalan tubuh yang berdosa」 (removal of the body of the flesh). Berdasarkan tradisi Yahudi, semua anak laki setelah dilahirkan delapan hari harus menerima sunat. Sunat bagi mereka adalah tanda perjanjian kovenan dengan Allah, melambangkan identitas diri sebagai umat Allah. Paulus di sini memperjelas, sunat yang diterima orang Kristen mempunyai sifat yang berbeda. Frasa 「tubuh 」 (the body of flesh / tubuh daging) pernah muncul di Kol. 1:22, di sana menekankan Allah melalui kematian tubuh Anak kekasih Allah memperdamaikan diri-Nya dengan manusia, namun tidak terkait dengan maksud 「hawa nafsu 」. 「Manusia didamaikan dengan Allah 」 sudah terjadi di dalam Kristus, namun bagaimana terjadi (diaplikasikan) pada diri manusia? Jawabannya adalah melalui baptisan. Paulus menunjukkan bahwa orang percaya dikuburkan bersama Kristus di dalam baptisan (in baptism), juga di dalam baptisan (in which) dibangkitkan bersama Kristus karena percaya kuasa besar Allah. Kuasa besar Allah dimanifestasikan di mana? Yaitu pada peristiwa kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati.
Paulus menekankan bahwa orang yang tidak percaya sebenarnya dalam keadaan mati, yaitu mati secara rohani, terisolasi dari Allah, pikirannya memusuhi Allah (Kol. 1:21). Orang yang dahulunya tidak percaya, mati tinggal di dalam kesalahan dosa dan tubuh dosa yang belum disunat, namun kini sudah bangkit bersama dengan Kristus. Melalui baptisan, Allah telah mengampuni segala dosa kita, secara khusus telah menghapuskan catatan hutang dosa kita (certificate of debt) bersama dekrit keputusan penghakiman (decrees) yang menyerang kita. Oleh karena itu, orang yang percaya kepada Tuhan Yesus masuk dalam barisan kemenangan, diumumkan kepada publik.
Renungkan: dilihat dari perikop ini, baptis tidak hanya upacara pengakuan iman di depan publik, terutama bukan sekedar upacara menjadi anggota gereja. Baptis adalah saat yang kudus ilahi, seseorang dikuburkan dan dibangkitkan bersama dengan Kristus. Baptis nyata kuasanya, diperlukan iman seseorang percaya kepada kuasa besar Allah yang dinyatakan melalui Kristus. Pada gereja mula-mula, percaya dan kemudian dibaptis adalah hal yang sangat alami, dua hal tidak dapat dipisahkan. Iman kekristenan menekankan 「hanya karena iman」, adakalanya sampai suatu tahap memandang baptis hanya sebagai upacara pengakuan iman kepada publik. Bahkan ada yang memakai ayat Alkitab (misal Rom. 10:9-10) untuk mengajarkan bahwa seseorang asal hatinya percaya kemudian mulut mengakuinya sudah cukup. Baptis dipandang hanya sekedar upacara tambahan lahiriah saja. Namun apakah ini merupakan pemikiran dan ajaran Paulus?
