Tag Archives: Menyimpan Firman

Yesaya 30:8-14

「Kata-kata yang Sia-sia」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 30:8-14 [ITB])
8 Maka sekarang, pergilah, tulislah itu di depan mata mereka di suatu loh, dan cantumkanlah di suatu kitab, supaya itu menjadi kesaksian untuk waktu yang kemudian, sampai selama-lamanya.
9 Sebab mereka itu suatu bangsa pemberontak, anak-anak yang suka bohong anak-anak yang enggan mendengar akan pengajaran TUHAN; 10 yang mengatakan kepada para tukang tilik: 「Jangan menilik,」 dan kepada para pelihat: 「Janganlah lihat bagi kami hal-hal yang benar, tetapi katakanlah kepada kami hal-hal yang manis, lihatlah bagi kami hal-hal yang semu, 11 menyisihlah dari jalan dan ambillah jalan lain, janganlah susahi kami dengan Yang Mahakudus, Allah Israel.」
12 Sebab itu beginilah firman Yang Mahakudus, Allah Israel: 「Oleh karena kamu menolak firman ini, dan mempercayakan diri kepada orang-orang pemeras dan yang berlaku serong dan bersandar kepadanya, 13 maka sebab itu bagimu dosa ini akan seperti pecahan tembok yang mau jatuh, tersembul ke luar pada tembok yang tinggi, yang kehancurannya datang dengan tiba-tiba, dalam sekejap mata, 14 seperti kehancuran tempayan tukang periuk yang diremukkan dengan tidak kenal sayang, sehingga di antara remukannya tiada terdapat satu keping pun yang dapat dipakai untuk mengambil api dari dalam tungku atau mencedok air dari dalam bak.」

Paragraf kedua dari ucapan ilahi mengenai Firman TUHAN muncul dalam Yes. 30:8-14, di mana ayat 8 dan 12 merujuk pada Firman TUHAN, dengan dua titik berat yang menekankan keabadian Firman TUHAN:

  1. Ayat 8 menjelaskan bahwa Firman TUHAN harus diukir di atas loh dan di dalam buku, dan akan ada selama-lamanya, di zaman kuno, hal-hal yang diukir dalam buku adalah untuk pelestarian, dan untuk pelatihan dihafalkan oleh ahli Taurat;
  2. Ayat 12 menjelaskan orang-orang Yehuda memandang enteng kata-kata firman pengajaran ini.

Lalu, keabadian Firman TUHAN membentuk kontras yang kuat dengan kata-kata yang sia-sia:

  • Firman TUHAN
  • – Perkataan yang semu sia-sia
  • – Hal-hal yang menyusahkan (ayat 11)
  • Kata-kata manis
  • Perkataan yang benar
  • – Hal-hal yang kosong
  • Perkataan pengajaran
  • – Menindas dan berjalan serong

Kontras perbandingan seperti itu juga sering muncul dibawakan melalui penggunaan kata-kata, khususnya dalam ayat 10: 「mereka mengatakan kepada penglihat (seer): jangan melihat (see) hal-hal yang menyusahkan, katakanlah kepada para penilik (visionaries): jangan beri tahu (envision) kami hal-hal yang benar」 Orang-orang selalu menyukai kata-kata yang sia-sia. Sifat dari kata-kata ini adalah manis, tidak mematikan, tidak mengungkapkan dosa orang lain, anda baik, saya baik, semua orang senang, dan yang dibicarakan kata-kata ini adalah hal-hal kosong. Dalam bahasa aslinya memiliki arti 「penipuan」(deception), artinya juga adalah bicara besar, nyata-nyata bahwa kejahatan akan memiliki konsekuensi, tetapi dikatakan tidak ada konsekuensi. Dalam menghadapi kata-kata yang sia-sia ini, Allah menunjukkan bahwa 「seperti pecahan tembok yang mau jatuh, tersembul ke luar pada tembok yang tinggi, yang kehancurannya datang dengan tiba-tiba, dalam sekejap mata, 14 seperti kehancuran tempayan tukang periuk yang diremukkan dengan tidak kenal sayang」 semua ini akan dihancurkan kontras dengan keabadian Firman TUHAN.

Mengapa rakyat tidak suka mendengar perkataan nabi Yesaya? Mengapa mereka selalu berharap untuk tidak mendengar hal-hal yang menyusahkan? Ketika orang menganggap rencana dan pikiran mereka sebagai yang mutlak, dan bahkan meletakkan rencana mereka menjadi satu dengan harga diri mereka sendiri, apa pun yang berlawanan dengan rencana diri itu dianggap sebagai tidak realistis. Telinga manusia selalu pilih dengar, hanya mendengarkan kata-kata manis, tetapi tidak peduli menyimpan kata-kata kebenaran di hati, semua ini terkait dengan harga diri dan lapang hati seseorang. Berdoa kiranya agar kita tidak memiliki 「hati yang terbuat dari kaca」, terlalu cepat menolak suara-suara yang menentang kita, karena ada kemungkinan bahwa suara-suara yang menentang ini adalah apa yang Tuhan ingin kita perhatikan.

Renungkan:

Ketika kita memutuskan arah di depan kita, seringkali kita suka mengikuti harapan dan tepuk tangan orang lain, seolah-olah ini adalah untuk menegaskan pengakuan atas diri kita sendiri dan arah yang memanggil diri kita sendiri, yang bertentangan dengan Allah, adalah yang kosong sia-sia. Siapa sangka bahwa semua arahan yang tampaknya lemah, adalah arah yang Allah berikan kepada kita agar kita perhatikan, adalah yang benar dan kekal. Berdoa kiranya Tuhan memberikan kita kemampuan membedakan, agar kita tidak seperti tembikar dihancurkan.


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 24 – 39 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Yesaya 30:1-7

「Bangunlah dan Pergi ke Mesir」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 30:1-7 [ITB])
1 「Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah, 2 yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku, untuk berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir.
3 Tetapi perlindungan Firaun akan memalukan kamu, dan perteduhan di bawah naungan Mesir akan menodai kamu. 4 Sebab sekalipun pembesar-pembesar Yerusalem sudah ada di Zoan, dan utusan-utusannya sudah sampai ke Hanes, 5 sekaliannya akan mendapat malu karena bangsa itu tidak dapat memberi faedah kepada mereka, dan tidak dapat memberi pertolongan atau faedah; melainkan hanya memalukan, bahkan mengaibkan mereka.」
6 Ucapan ilahi tentang binatang-binatang di Tanah Negeb. Melalui suatu negeri yang penuh kesesakan dan kesempitan, tempat singa betina dan singa jantan yang mengaum, tempat ular beludak dan ular naga terbang, mereka mengangkut harta kekayaan mereka di atas punggung keledai, dan barang-barang perbendaharaan mereka di atas ponok unta, kepada suatu bangsa yang tidak dapat memberi faedah, 7 yakni Mesir yang memberi pertolongan yang tak berguna dan percuma; sebab itu Aku menamainya begini: 「Rahab yang dibuat menganggur.」

Yes. 30:1-18 memiliki sebuah keistimewaan, yaitu 「Firman TUHAN」 sebagai tema yang berulang, terdapat di bagian:

Dalam kalimat 「yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku, untuk berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir」 (Yes. 30:2) di antaranya frasa 「tidak meminta keputusan-Ku」 dalam teks aslinya dapat diartikan 「tidak bertanya pada mulut-Ku」. Kata 「 mulut-Ku」 mengacu pada Firman TUHAN. Di sini, Firman TUHAN merupakan kontras terhadap Mesir, yang menunjukkan bahwa jika orang Israel percaya pada keselamatan Mesir, sama artinya mereka tidak percaya pada keselamatan yang datang dari Firman TUHAN. Karena itu, Firman TUHAN adalah kontras yang kuat terhadap Mesir. Dalam Yes. 30:8 「Maka sekarang, pergilah, tulislah itu di depan mata mereka di suatu loh, dan cantumkanlah di suatu kitab, supaya itu menjadi kesaksian untuk waktu yang kemudian, sampai selama-lamanya」, diantaranya kata 「tulislah itu」adalah mengacu pada Firman TUHAN, kata-kata ini harus diukir di atas suatu loh, tujuannya adalah untuk diteruskan ke generasi berikutnya selamanya. Selain itu, juga disebutkan dalam ayat 12 「Sebab itu beginilah firman Yang Mahakudus, Allah Israel: “Oleh karena kamu menolak firman ini, dan mempercayakan diri kepada orang-orang pemeras dan yang berlaku serong dan bersandar kepadanya, 」 orang-orang Israel memandang rendah Firman TUHAN. Berdasarkan konteks (teks sebelum dan sesudahnya), kita memahami bahwa Firman TUHAN itu kekal, sangat kontras dengan perkataan semu penuh ilusi dari nabi palsu yang disebutkan dalam ayat 10 dan tembok tinggi yang segera runtuh di ayat 13. Yes. 30:15 menuliskan 「beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel」 ini kontras sangat berbeda dengan ayat 16: 「Kamu berkata」, perintah TUHAN adalah agar mereka bertobat dan tinggal diam, tetapi orang berkata untuk naik kuda dan lari cepat.

Oleh karena itu, perikop ini utamanya memakai 「Firman TUHAN」 sebagai pembukaan dari setiap paragraf yang disebutkan dalam ayat 1, 8 dan 15, membentuk tiga paragraf: Yes. 30:1-7; 8-14; 15-18, yang menjelaskan kebenaran tentang penantian pertobatan yang damai, dan kita pakai sebagai tema dari renungan kita tiga hari ini.

Pertama-tama, Yes. 30:1-7 menunjukkan bahwa fokus utama diletakkan pada diri Mesir. Ayat 1 menunjukkan bahwa Mesir adalah pihak yang dicari Yehuda untuk beraliansi, dalam teks aslinya kata 「persekutuan」 adalah 「melaksanakan sebuah rencana」 (execute a plan), yang menunjukkan bahwa raja Yehuda tidak tertarik untuk mencari TUHAN ketika ia diserang oleh raja Asyur, karena ia sudah memiliki 「rencana」 (plan) di hati, yaitu bersekutu membentuk aliansi dengan Mesir. Dalam ayat 2 dibuat kontras perbandingan antara 「berangkat ke Mesir」 dengan 「tidak meminta keputusan-Ku」, kata 「meminta keputusan-Ku」 dalam bahasa aslinya memiliki arti 「bertanya mulut-Ku」, yaitu Firman perkataan TUHAN. Raja Yehuda tidak tertarik untuk mencari Firman TUHAN, tetapi justru telah memiliki rencana untuk pergi ke Mesir. Kemudian dalam ayat 3-5, menggunakan 「dipermalukan」 (penghinaan) sebagai tema, yang menyatakan bahwa 「perlindungan Firaun akan memalukan kamu」 (ayat 3), dan bahwa orang Mesir hanya akan menjadi 「memalukan, bahkan mengaibkan mereka」 orang Yehuda (ayat 5). Ini harus dipahami bersama Yes. 29:22 「Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah kaum keturunan Yakub, Dia yang telah membebaskan Abraham: “Mulai sekarang Yakub tidak lagi mendapat malu, dan mukanya tidak lagi pucat. 」 Hanya TUHAN yang benar-benar mampu membuat keluarga Yakub tidak dipermalukan (dan tidak pucat terkejut). Sekarang mereka ternyata berangkat pergi mencari Mesir, berharap bahwa mereka dapat mencari solusi bagi penghinaan mereka, namun malahan karena demikian mereka menjadi direndahkan mendapat hinaan. Jadi, nabi Yesaya memperjelas bahwa bantuan Mesir adalah sia-sia 「tidak dapat memberi faedah kepada mereka, dan tidak dapat memberi pertolongan atau faedah」, karena Mesir adalah 「Rahab yang dibuat menganggur」 yang tidak berguna (ayat 7), dan 「Rahabhem」 (lihat juga BIMK, VMD atau CEV menerjemahkan sebagai Naga atau monster) sebenarnya adalah mitos monster laut Rahabhem yang harus dibunuh agar orang lain dapat kesempatan hidup. Sekarang Kitab Suci menganalogikan Rahabhem dengan Mesir, yang menunjukkan bahwa kematian Mesir adalah alasan bagi orang lain untuk mendapat pembebasan dan kesempatan untuk bertahan hidup. Jika bangsa Israel ingin bebas, mereka itu harus berdiri di pihak yang sama dengan TUHAN melawan Mesir.

Renungkan:

Dengan demikian dapat dilihat, orang-orang Yehuda berharap dapat membentuk aliansi dengan Mesir melawan Asyur, tetapi Kitab Suci dengan jelas menyatakan bahwa Mesir adalah (1) sumber rasa malu orang-orang Yehuda; (2) Mesir adalah musuh TUHAN, dan orang Israel tidak dapat membentuk aliansi dengan musuh TUHAN, itu sama artinya bersekutu dengan musuh Allah; (3) Mesir bukanlah juruselamat orang Yehuda, dan TUHAN adalah keselamatan yang sebenarnya.

Apa yang menjadi 「Mesir」 dalam hidup kita? Apa yang menjadi penghalang kita untuk bersandar pada Tuhan?


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 24 – 39 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Kolose 3:16

「Simpanlah Firman Kristus di dalam Hati 」

Apakah pujian-pujian dan nyanyian rohani yang kita kumandangkan membuat kita menerima pengajaran dan nasehat teguran? Apakah pujian yang kita kumandangkan adalah untuk kepuasan hati kita?  Apa yang Paulus katakan tentang tujuan menaikkan puji-pujian?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kol. 3:16 [ITB])
16Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

Paulus di Kol. 3:12-16 seluruhnya menyebutkan lima pesan, menjelaskan bahwa umat pilihan Allah harus: (1) mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran; (2) mengenakan kasih; (3) membiarkan damai sejahtera Kristus memerintah di dalam hati; (4) mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu; (5) menyimpan Firman Perkataan Kristus disimpan di dalam hati (ayat renungan hari ini).

Surat Kolose berulang kali mengingatkan kita, bahwa Firman / Perkataan Kristus (the word of Christ) adalah sangat penting. Paulus melihat bahwa dirinya adalah pelayan Injil, mempunyai tanggung jawab memberitakan dengan sempurna rahasia yang Allah singkapkan di dalam Kristus (Kol. 1:25-26). Di dalam proses pemberitaannya, Paulus memerlukan hikmat untuk menasehati, mengajar orang, ia bersungguh-sungguh dan berusaha keras. Paulus tidak pernah menyembunyikan bahwa pemberitaan Injil adalah pelayanan yang berat, tetapi ia merasa bersukacita karena dapat menggenapkan apa kurang pada penderitaan Kristus Kristus yang belum lengkap (Kol. 1:24, 29). Paulus berusaha keras memberitakan Firman Perkataan Kristus, adalah demi mengukuhkan orang percaya, agar mereka menerima segala hikmat dan pengertian dapat mengetahui kehendak Tuhan, sehingga di dalam kehidupan memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik (Kol. 1:9). Pada dasarnya pesan dalam Kol. 3:16 adalah meringkas apa yang telah dibicarakan dalam teks sebelumnya. Di dalam segala pesan, yang paling penting adalah 「Menyimpan Firman Perkataan Kristus dengan segala kekayaannya di dalam hati.」

Bagaimana menyimpan Firman Perkataan Kristus dengan segala kekayaannya di dalam hati? Paulus sekali lagi menyebutkan 「dengan segala hikmat」(Kol. 3:16; 1:28). Apakah Paulus memberikan usul yang nyata? Paulus berikutnya lebih lanjut memakai tiga tindakan untuk menjelaskan kata 「dengan segala hikmat」yakni mencakup: pengajaran (teaching), teguran (admonishing) dan mazmur pujian (singing), dan ketiga tindakan semuanya tersambung dengan memuji Tuhan. Di dalam pandangan Paulus, pengajaran dan teguran tidak hanya terbatas di dalam khotbah, sekolah minggu atau pembinaan orang percaya saja. Sebenarnya mazmur (psalms), pujian-pujian (hymns) dan nyanyian rohani(spiritual songs) juga memiliki unsur pengajaran dan nasehat teguran, asal digunakan dengan penuh hikmat maka akan bisa membantu saudara saudari menyimpan Firman Perkataan Kristus dengan segala kekayaannya di dalam hati. Sebenarnya apa yang dimaksudkan dengan 「nyanyian rohani」? Apakah ini adalah 「bahasa lidah」 atau 「bahasa malaikat dalam keadaan khusus」 (1 Kor. 13:1)? Paulus tidak menjelaskan perbedaan mazmur, pujian-pujian dan nyanyian rohani, namun titik berat dari ketiganya adalah hati yang sukacita menyanyikan dengan mulut memuji Tuhan (Ef. 5:19). Saudara saudari hendaklah memuji Tuhan, sering dengan hati yang bersyukur bermazmur memuji Tuhan. Saat bersatu hati bermazmur memuji Tuhan, saudara saudari pada saat yang sama juga menerima pengajaran dan nasehat teguran dari isi mazmur, pujian-pujian dan nyanyian rohani. Dengan demikian, 「nyanyian rohani」 sepatutnya adalah yang dapat dipahami orang dengan pengertian manusia, yang tidak memerlukan karunia khusus penterjemah bahasa lidah.

Renungkan: bagaimana kita bisa dengan hikmat memakai mazmur, pujian-pujian dan nyanyian rohani? Saat menaikkan puji-pujian di dalam ibadah, kelompok kecil, kita seharusnya memilih puji-pujian yang bagaimana? Atau bagaimana memutuskan apakah sebuah lagu puji-pujian adalah 「baik」 atau 「tidak baik」, yang seringkali merupakan hal yang subjektif tergantung masing-masing orang, bukan hal yang mudah memutuskannya secara objektif, memakai standard yang umum. Namun saat kita di dalam menciptakan puji-pujian atau memilih puji-pujian, apakah kita karena menitik beratkan suatu aspek (misal memilih karena perasaan kita), lalu mengabaikan kekayaan Firman Perkataan Kristus? Bagaimana gereja anda melalui puji-pujian ibadah membantu saudara saudari menyimpan Firman Perkataan Kristus dengan segala kekayaannya di dalam hati? Semua ini adalah perihal yang berharga untuk kita instropeksi.


Tambahan dari Blogger:

  1. Secara singkat jelaskan apa yang menjadi satu poin terpenting dalam memilih atau menaikkan lagu puji-pujian?
  2. Akan sangat berguna jika anda meringkas sekali lagi paragraf satu dan dua dari renungan ini tentang tujuan serta buah dari menyimpan Firman Perkataan Kristus dengan segala kekayaannya di dalam hati?