Tag Archives: Mencari

Yohanes 1:41

「Mendapatkan yang dicari」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:1 [ITB])
41 Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).

「menemukan」

Meskipun di terjemahkan sebagai bertemu, itu sebenarnya lebih memiliki arti menemukan (εὑρίσκω heurisko). Kata tersebut muncul dua kali dalam ayat ini: Andreas bertemu dengan Simon dan kami menemukan Mesias.
(Kata bertemu dalam bahasa Indonesia bisa memiliki makna bersua atau berjumpa tanpa membawa makna mencari dan mendapatkan, bandingkan bahasa Inggris kata find, He first found his own brother Simon and said to him, “We have found the Messiah”)

Tentunya kedua frasa dalam ayat ini merupakan frasa dengan tingkat makna yang berbeda. Frasa pertama, Andreas menemukan Simon Petrus, itu merupakan respons karena dirinya telah menjadi murid. Andreas menjadi murid Yesus Kristus, dan hal pertama yang dia lakukan adalah menjadi saksi bagi Kristus — untuk menyaksikan Mesias kepada saudaranya. Ini adalah aksi kesaksian para murid di dunia. Menemukan ini adalah perbuatan yang baik sebagai murid (Matius 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.), dan itu juga amanat pengutusan dari Yesus Kristus kepada gereja (Matius 28:19, Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus).

Namun, frasa berikutnya, menemukan Mesias, itu sepenuhnya merupakan aspek tingkat lain. Ini bukan murni masalah tindakan manusia. Di permukaan, pada tahun, bulan dan hari tertentu kita mengenal Kristus, percaya kepada Kristus, dan menemukan Kristus di dunia. Namun, ini hanya hasil yang kita lihat, dan ini hanya dapat digunakan sebagai saksi: Saya menemukan Kristus! Tetapi yang sebenarnya adalah Kristus menemukan kita. Tidak sulit bagi kita untuk mendapati contoh menemukan ini di dalam Alkitab:
Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? (Lukas 15:4),
Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? (Lukas 15:8),
Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali … (Lukas 15:24)

Oleh karena itu, bukan karena kita yang menemukan Mesias, tetapi Mesias yang datang dan Dia menemukan kita. Menariknya, teks tersebut menekankan bahwa Andreas mula-mula (foremost) (πρῶτον proton) menemukan Simon Petrus, saudaranya. Namun sebenarnya Andreas mula-mula menemukan Mesias, barulah kemudian menemukan Petrus, saudaranya. Namun, sebelum dua peristiwa tindakan manusia ini, Kristuslah yang mula-mula menemukan Andreas. Sama seperti Yohanes Pembaptis bersaksi: Dialah yang mula-mula 1:15; 1:30); Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu (Kol. 1:18); Dia adalah: Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir(Wahyu 22:13).

Oleh karena itu, seluruh urutannya sebenarnya seperti ini:
– Kristus menemukan Andreas dan Petrus
– Andreas menemukan Kristus
– Andreas menemukan Petrus, saudaranya

Renungkan:
Ketika kita bersaksi, kita sebenarnya menanggapi, merespons penemuan Yesus Kristus terhadap manusia dunia — Yesus Kristus menemukan kita, dan Dia juga mencari mendapatkan mereka yang kepadanya ditujukan kesaksian kita. Yang pertama adalah tanggapan kita terhadap Kristus yang menemukan kita, dan yang kedua adalah perpanjangan dari Kristus yang menemukan orang lain. Bagaimanapun, kita tidak dapat melakukannya tanpa Kristus mencari dan mendapatkan. Kristus mengasihi kita.

「Dialah yang mula-mula」

Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Zefanya 1:14-2:3

「Mungkin akan Terlindung」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Zefanya 1:14-2:3 [ITB])
1:14 Sudah dekat hari TUHAN yang hebat itu, sudah dekat dan datang dengan cepat sekali! Dengar, hari TUHAN pahit, pahlawanpun akan menangis. 15 Hari kegemasan hari itu, hari kesusahan dan kesulitan, hari kemusnahan dan pemusnahan, hari kegelapan dan kesuraman, hari berawan dan kelam, 16 hari peniupan sangkakala dan pekik tempur terhadap kota-kota yang berkubu dan terhadap menara penjuru yang tinggi. 17 Aku akan menyusahkan manusia, sehingga mereka berjalan seperti orang buta, sebab mereka telah berdosa kepada TUHAN. Darah mereka akan tercurah seperti debu dan usus mereka seperti tahi. 18 Mereka tidak dapat diselamatkan oleh perak atau emas mereka pada hari kegemasan TUHAN, dan seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Nya; sebab kebinasaan, malah kebinasaan dahsyat diadakan-Nya terhadap segenap penduduk bumi.
2:1 Bersemangatlah dan berkumpullah, hai bangsa yang acuh tak acuh, 2 sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN. 3 Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.

Paruh pertama perikop ini, yakni 1:14-18, menggambarkan situasi hari TUHAN (Yahweh) yang datang mendekat, yang membuat kita dengan sangat kuat merasakan ancaman hari ini. Bagian kedua perikop, yakni 2: 1-3, merupakan seruan kepada orang-orang.

Dalam teks bahasa asli, kata dekat merupakan kata pertama, dan segera diulangi dalam kalimat berikutnya dan ditambahkan cepat sekali sebagai pelengkap, yang sangat kuat mengungkapkan mendesaknya waktu yang mendekat. Oleh karena itu, bukan lagi menubuatkan penghakiman Tuhan yang datang di masa depan, tetapi penghakiman ini telah datang di depan pintu dan akan segera terjadi. Mengikut setelah peringatan ini, nabi Zefanya menggunakan serangkaian kata untuk menggambarkan sifat hari ini, yakni kegemasan, kesusahan, kesulitan, kemusnahan, kegelapan suram, berawan kelam, peniupan sangkakala dan pekik tempur, menunjukkan pengaruh apa yang dibawakan hari itu. Di sini yang tercantum adalah enam hari, mungkin bermaksud membuat pembaca untuk memikirkan enam hari ketika Allah menciptakan dunia. Penciptaan Allah adalah membangun dan memberkati, tetapi enam hari yang disebutkan di sini bersifat merusak dan kutukan, seolah-olah Allah ingin menghapus pekerjaan ciptaan Dia.

Setelah orang melakukan kejahatan, tidak hanya harus menghadapi konsekuensi hasil kejahatan kita, tetapi yang lebih penting, kita perlu menghadapi murka Allah. Karena kejahatan itu tidak hanya menyinggung orang, bukan hanya melanggar aturan hukum yang ditetapkan di antara manusia, tetapi kejahatan itu sebenarnya melanggar Allah serta menghancurkan hubungan antara Allah dan manusia. Oleh karena itu, di ayat 1:17 (CUV, BIMK Aku akan mendatangkan banyak bencana … atau ITB Aku akan menyusahkan manusia …) nabi Zefanya menunjukkan bahwa bencana-bencana ini semakin dekat karena mereka telah melanggar TUHAN, dan pada hari murka TUHAN (hari kegemasan TUHAN), segala emas, perak, kekuasaan mereka, tidak dapat menyelamatkan diri mereka, karena api kecemburuan TUHAN akan membakar habis seluruh bumi. Meski begitu, ayat 2:1-3 menunjukkan bahwa Allah masih akan memberi orang kesempatan untuk berbalik.

Ayat 2:1 dua kali mengulangi panggilan berkumpul di satu tempat di awal ayat 1, lihat KJV Gather yourselves together, yea, gather together, sedangkan terjemahan Mandarin CUVR karena cara ungkapan dalam bahasa Mandarin sehingga terpaksa menempatkan kedua panggilan perintah ini di akhir ayat 1, walau pengulangan dua kata dapat dipertahankan, namun tidak dapat mengekspresikan getaran pengulangan di awal kalimat. Kata ini hanya muncul delapan kali dalam Alkitab (Kel. 5:7,12; Bil. 15:32,33; 1 Raj. 17:10, 12; Zefanya 2:1), kecuali dua pemakaian di sini, kata ini digunakan untuk menggambarkan tindakan mengumpulkan kayu atau rumput. Sedangkan penggunaan pertama di sini menggunakan kata kerja refleksif untuk menunjukkan bahwa itu adalah tindakan yang dilakukan pada diri pelaku sendiri. Dan perintah berkumpul ini harus dilakukan dibuat sebelum datang hari itu, menunjukkan bahwa ini adalah kesempatan terakhir.

Mereka tidak hanya harus berkumpul, di ayat 2:3 berulang tiga kali menunjukkan bahwa mereka harus mencari: mencari TUHAN, mencari keadilan, dan mencari kerendahan hati. Ini adalah hal-hal yang harus kita kejar sebelum menghadapi penghakiman Allah. Hanya dengan demikian ini kita dapat memiliki harapan berkenan di hadapan Allah Hakim yang adil benar, pengharapan mendapatkan rahmat anugerah-Nya. Zefanya menggunakan makna dari namanya sebagai metafora, menunjukkan bahwa mereka yang melakukan ini mungkin disembunyikan pada hari kemurkaan TUHAN.

Renungkan:
Dunia harus menghadapi penghakiman yang adil benar dari Allah, ketika kita masih memiliki kesempatan, kita perlu mencari Dia, mencari keadilan kebenaran dan kerendahan hati.


Renungan pemahaman Kitab Zefanya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.