Tag Archives: Kitab Ulangan

Ulangan 24:19-21

Saling memperlakukan dengan kebaikan

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 24:19-21 [ITB])
19 Apabila engkau menuai di ladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda
supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu.
20 Apabila engkau memetik hasil pohon zaitunmu dengan memukul-mukulnya, janganlah engkau memeriksa dahan-dahannya sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda.
21 Apabila engkau mengumpulkan hasil kebun anggurmu, janganlah engkau mengadakan pemetikan sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda.

Paragraf ini tampak sederhana dan lugas, tampaknya merupakan perintah untuk berbelas kasihan, tetapi para rabi Yahudi mengajukan tiga pertanyaan:

Pertama-tama, dari sudut pandang teks, tiga ayat 19-21 yang terkait orang asing, anak yatim dan janda seharusnya merupakan bagian paragraf yang sama dengan ayat sebelumnya di atas Janganlah engkau memperkosa hak orang asing dan anak yatim; juga janganlah engkau mengambil pakaian seorang janda menjadi gadai (ayat 17); tetapi ayat 18 Haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di Mesir dan engkau ditebus TUHAN, Allahmu, dari sana; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini merupakan akhir dari paragraf (lihat juga ayat 24:22 di bawah). Di sisi lain, tiga ayat ini di bagian akhir semuanya terdapat frasa itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda, jadi seharusnya menjadi satu paragraf independen.

Kedua, sifat tujuan perintah (janganlah memperkosa hak orang asing dan anak yatim) dan sifat konten (janganlah engkau mengambil pakaian seorang janda menjadi gadai) dalam ayat 17 dapat dilihat dengan jelas. Namun, tiga ayat 19-21 tidak menjelaskan tujuan dan konten, aspek kontennya lebih luas dan lebih sulit diterapkan: apakah hanya sebatas memanen gandum, memanen zaitun, dan memetik anggur? Bagaimana dengan produk pertanian lainnya?

Imamat 19:9-10 menuliskan: Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu. Juga sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu
Perintah dalam 3 ayat Kitab Ulangan ini jelas berasal dari Imamat. Tetapi bagaimana kriteria tidak habis-habis sampai ke tepinya, sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik? Semua ini hanya dapat dilakukan dengan hati nurani semua orang, bukan kriteria pasti yang dapat dikontrol hukum.

Juga, jika itu untuk membantu orang miskin, maka jumlahnya terlalu kecil. Hukum Musa sudah menetapkan jumlah tetap untuk membantu orang miskin (misal seperti persepuluhan), maka yang ditujukan di sini bukan orang miskin tapi sang pemberi. Persepuluhan dapat diatur, tetapi peraturan yang di sini tergantung kerelaan. Melalui sumbangan semacam ini, karakter bangsa yang baik dapat dibina.

Renungkan:
Lagu Pujian 554 – Little drops of water [Nyanyian Tetesan Air Kecil]
Tetesan-tetesan air yang kecil, menumpuk menjadi di laut;
butir-butir pasir halus yang kecil, menumpuk menjadi bumi.
Hal-hal kecil yang penuh kasih, tangan kecil menabur benih,
dapat menumbuhkan bunga yang harum, dan memberkati ribuan orang.
Hal-hal kecil yang penuh kasih, dan kata-kata kecil yang lembut,
dapat membuat dunia lebih baik, dan menjadi rumah Bapa surgawi.

Mungkin sedikit perbuatan baik mungkin tidak benar-benar membawa efek seperti yang dikatakan lagu pujian itu, tetapi diri kita yang telah mendapatkan berkat terlebih dahulu. Ini adalah janji Alkitab yang sangat dapat diandalkan.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 24:16

Atas nama ayah

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 24:16 [ITB])
16 Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.

Dalam bahasa asli Ibrani, bagian pertama kata ayah dan anak menggunakan jamak, tetapi di bagian kedua, setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri menggunakan bentuk tunggal. Prinsip utama terdapat di bagian kedua dari ayat ini:setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri, bagian pertama merupakan pedoman pelaksanaan: Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya

Bentuk jamak ayah (’avoth) tidak mengacu pada banyak ayah (bagaimana satu orang dapat memiliki banyak ayah?) tetapi mengacu pada orang tua, kakek-nenek dan buyut. Demikian pula, anak mencakup anak-anak, cucu dan cicit; dengan ekstensi, itu mencakup semua saudara dan famili. Dengan demikian, orang Israel di era Perjanjian Lama tidak memiliki hukuman mati seluruh kaum seperti era feodal kerajaan Tiongkok kuno.

Sekarang, timbul pertanyaan, di ayat 5:9 Allah berkata: … Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, selain itu, Yes. 14:21 mengatakan: … Anak cucu orang yang berbuat jahat tidak akan disebut-sebut untuk selama-lamanya. Dirikanlah bagi anak-anaknya tempat pembantaian, oleh karena kesalahan nenek moyang mereka, supaya mereka jangan bangun dan menduduki bumi dan memenuhi dunia dengan kota-kota, sangat jelas: terhadap orang berdosa harus dibersihkan sampai ke akar, jika tidak maka tidak akan ada hasilnya.

Di sisi lain, struktur sosial kuno didasarkan pada klan / kaum sebagai unit dasar, dan Hukum Musa juga memberi hak kepada kerabat dekat korban untuk meminta pertanggungjawaban bagi kerabat mereka; oleh karena itu, dalam keadaan khusus, seperti di masa-masa awal sejarah Israel, terdapat contoh kasus jika tidak bisa menemukan pelaku kejahatan menutup kasus yang mengakibatkan kerabat pelaku terkena getah. Raja Saul pernah membantai orang Gibeon, setelah kematiannya, orang Gibeon menuntut darah kepada Daud. Daud harus menyerahkan tujuh kerabat putri Saul ke orang Gibeon untuk dihukum mati (2 Samuel 21). Apakah dua perintah langsung yang jelas (Ul. 5:9 dan Yes. 14:21) tidak bertentangan dengan perintah Ul. 24:16 ini? Orang Israel (dan kemudian orang Yahudi) seharusnya menggunakan ayat yang mana sebagai pedoman dalam pelaksanaannya?

Banyak rabi percaya bahwa perintah ini ditujukan kepada pengadilan manusia; yaitu bahwa pengadilan manusia tidak memiliki hak untuk menghukum mati anak karena ayahnya, juga tidak dapat menghukum mati ayah karena anaknya. Hanya Allah yang mahatahu yang memiliki hak ini. Talmud Yahudi menafsirkannya sebagai: Tidak boleh menghukum mati ayah dengan kesaksian anak, tidak dapat menghukum mati anak karena kesaksian ayah.

Dalam 2 Raj. 14:5-6 terdapat kasus seperti itu: Segera sesudah kuasa kerajaan itu kokoh di tangannya (Amazia), dibunuhnyalah pegawai-pegawainya yang telah membunuh raja, yaitu ayahnya. Tetapi anak-anak para pembunuh itu tidak dihukum mati olehnya, seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, di mana TUHAN telah memberi perintah: Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya, melainkan setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.』」 Jadi berdasarkan aplikasi pelaksanaan kemudian dapat dipahami: Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya, maka pengadilan Israel memakai Ul. 24:16 sebagai dasar keputusan. Kaum Gibeon menutut pembalasan darah kepada anak pelaku, hanyalah contoh dari periode yang sangat awal dari sejarah Israel di masa belum tercapainya ketidakstabilan, dan Yesaya adalah kutukan terhadap musuh-musuh Israel, tidak bisa digunakan sebagai dasar pertimbangan keputusan pengadilan.

Pemahaman Yahudi tentang hukum, ada empat sikap: Pashut (makna sederhana dari kata secara permukaan), Remez (metafora), Darash (studi mendalam) dan Sod (rahasia).

Renungkan:
Allah ingin kita berlaku adil dan benar, dalam menghidupi firman Allah jangan terlalu menggigit mati satu kata, jangan sombong, dan jujur dalam menjalankannya.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 24:8-9

Berkata-kata jahat

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 24:8-9 [ITB])
8 Hati-hatilah dalam hal penyakit kusta dan lakukanlah dengan tepat segala yang diajarkan imam-imam orang Lewi kepadamu; apa yang kuperintahkan kepada mereka haruslah kamu lakukan dengan setia. 9 Ingatlah apa yang dilakukan TUHAN, Allahmu, kepada Miryam pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir.

Untuk memahami peringatan Musa kepada orang Israel: haruslah engkau menjaga diri terhadap segala yang jahat (Ul. 23:9), selain melalui latar belakang peristiwa, tetapi juga dapat mulai dari makna kata yang dipakai. Segala yang jahat adalah semua hal yang jahat (lihat KJV every wicked thing), teks aslinya adalah kol davar ra. Kata davar dapat diartikan sebagai hal atau kata. Nama Kitab Ulangan – Devarim – diambil dari 1:1 perkataan-perkataan yang diucapkan Musa. Oleh karena itu, menjaga diri terhadap segala yang jahat adalah menjauhi segala perkataan jahat, ajaran Yahudi Midrash Sifri mengatakan dengan lugas: davar ra (hal jahat) adalah lashon ra (lidah yang jahat).

Orang bijak Yahudi mengutip seruan dari Ulangan 24:8-9 sebagai dukungan: Saudara perempuan Musa, Miryam, pernah mencela Musa karena menikahi seorang wanita dari Kush (sekarang Etiopia), tetapi Allah memarahi Miryam dan menghukumnya menderita kusta selama 7 hari (Bil. 12:1-15) itulah yang disebut dengan bencana karena banyak mulut. Menurut aturan agama umat Israel, meskipun penderita kusta tidak terlibat dalam masalah moral, tetapi begitu ia terkena kusta, ia akan dianggap tidak tahir (Im. 13) Kata-kata jahat mengakibatkan pada hal jahat, davar ra lashon ra (hal jahat adalah lidah yang jahat), alasannya begitu sederhana.

Orang Yahudi memandang perkataan jahat (lashon ra) adalah kejahatan yang sangat besar, lalu apa itu perkataan jahat? Berikut ini adalah apa yang Alkitab ajarkan agar kita tidak mengatakan:

1. Fitnah. Jangan katakan atau dengarkan celaan negatif orang lain, itu sama saja dengan mempermaikan benar dan salah. Im 25:16 Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia (bhasa Ibrani: menumpahkan darahnya); Akulah TUHAN. Menyebarkan fitnah sering menyebabkan cedera dan kematian orang lain.

2. Kesaksian palsu. Gosip mungkin tidak disengaja, tetapi fitnah dengan sengaja menggunakan fakta palsu untuk merugikan orang lain. Itu adalah salah satu larangan dari Sepuluh Perintah. Demikian pula, jika Anda mengetahui kebenaran fakta dan menolak untuk bersaksi, itu adalah sama dengan memberikan kesaksian palsu.

3. Kata-kata kotor dan bahasa yang cemar. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia (Ef. 4:29)

4. Mengutuk Allah (atau menyangkal nama Allah) Im 20:9 Apabila ada seseorang yang mengutuki ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati … apalagi janganlah mengutuk Allah. Orang Yahudi memiliki tiga hal yang mereka lebih baik mati daripada melakukan: pemerkosaan, pembunuhan dan menyangkal nama Allah. Tentu saja tidak boleh bersumpah atas nama Allah (Matius 5:33-37).

5. Membocorkan rahasia.

Singkatnya, Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi (Amsal 10:19)

Renungkan:
Ini adalah zaman berbicara. Mohon Tuhan mengajar saya berhati-hati dengan kata-kata kita sendiri, jangan bicara omong kosong, dan belajar mengatakan hal-hal baik untuk mendorong orang lain.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 23:9

Jauhi segala yang jahat

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 23:9 [ITB])
Apabila engkau maju dengan tentaramu melawan musuhmu, maka haruslah engkau menjaga diri terhadap segala yang jahat.
When you are encamped against your enemies, keep away from everything impure. (NIV)
When you go out as an army against your enemies, you shall keep yourself from every evil thing. (NASB)

Apa sebenarnya yang jahat yang disebutkan di sini? Terjemahan yang berbeda memberikan wawasan jawaban yang berbeda. Sebagai contoh, CUV Mandarin menunjuk kepada menyerang musuh, CNV Mandarin berkemah untuk menyerang musuh. CUV mengacu pada Ul. 20:1 Apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu, sehingga mengacu sebagai pedoman dalam operasi militer.

Mengapa Allah secara khusus mengingatkan orang Israel untuk menjaga diri terhadap segala yang jahat ketika mereka pergi berperang? Pandangan umum memberitahu kita bahwa ketika pergi berperang, roh (atmosfer) membunuh mendidih keras, adalah waktu yang paling sulit untuk mengendalikan nafsu; Allah secara khusus mengingatkan orang Israel agar ketika pergi berperang harus jauhi segala kejahatan. Masalah moral yang dihadapi tentara adalah pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, dll, semua itu jarang ditemui dalam kehidupan normal.

Pada Abad Pertengahan, gereja Eropa melancarkan Perang Salib. Dikatakan bahwa tujuan awalnya adalah untuk merebut kembali Tanah Suci di Palestina. Namun, segera setelah tentara meninggalkan Prancis, mereka membantai dan menjarah ghetto Yahudi di Rhine wilayah; setelah tiba di Tanah Suci, bukan hanya mendatangkan penderitaan kepada umat Islam, tetapi juga kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang percaya gereja Timur. Perbuatan jahat pasukan perang salib ditanggapi celaan dari St. Bernard of Clairvaux, dan ia bahkan secara pribadi ikut pergi pasukan perang salib kedua ke Tanah Suci. Namun, perbuatan jahat dari para prajurit seperti ritual, St. Bernard of Clairvaux tidak dapat melakukan apa-apa.

CNV Mandarin berpendapat bahwa umat Israel selama mengembara di padang gurun mereka mengadopsi barisan pasukan militer, jadi pengajaran di sini tidak memiliki hubungan langsung dengan operasi militer. Diterjemahkan sebagai berkemah untuk menyerang musuh, karena konten di ayat-ayat berikut adalah beberapa peraturan kebersihan higienis pribadi. Kata segala yang jahat secara halus menunjuk kepada kotoran manusia yaitu terkait bahwa di luar perkemahan itu haruslah ada bagimu suatu tempat ke mana engkau pergi untuk kada hajat (toilet umum ) ayat 12.

NASB When you go out as an army against your enemies, you shall keep yourself from every evil thing, menerjemahkan perkemahan tentara sebagai pasukan tentara, lalu menyelipkan kata as (sebagai) sehingga menjadi frasa sebagai pasukan tentara (as an army) mungkin agak terlalu jauh.

Abad Pertengahan Rabbi Perancis yang terkenal, Solomon bin Ishak (Rashi) juga berpendapat bahwa latar belakang perikop ini adalah bergeraknya barisan, ia menunjukkan bahwa ini adalah saat yang paling berbahaya mudah mendatangkan tuduhan Setan. Ia berdasarkan Yer. 7:30 Sungguh, orang Yehuda telah melakukan apa yang jahat di mata-Ku, demikianlah firman TUHAN, telah menempatkan dewa-dewa mereka yang menjijikkan di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini untuk menajiskannya, ia berpendapat bahwa segala yang jahat yang dikatakan dalam ayat Kitab Ulangan ini adalah penyembahan berhala, kejahatan yang membuat orang Israel tidak bisa hidup selamanya di Tanah Suci.

Renungkan:
Terlepas dari perbedaan pemahaman penerjemahan dan interpretasi, memang benar bahwa Allah memiliki tuntutan kekudusan dari umat-Nya, mulai dari sekecil kebiasaan sanitasi higienis sehari-hari sampai yang besar kemurtadan mengkhianati iman. Hari ini kita harus berhati-hati dan saling mengingatkan satu dengan yang lain: dalam hal apa saja kita harus 「menjauhi segala yang jahat」?


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 22:9-12

Kosher

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 22:9-12 [ITB])
9 Janganlah kautaburi kebun anggurmu dengan dua jenis benih, supaya seluruh hasil benih yang kautaburkan dan hasil kebun anggurmu jangan menjadi milik tempat kudus.
10 Janganlah engkau membajak dengan lembu dan keledai bersama-sama.
11 Janganlah engkau memakai pakaian yang dua jenis bahannya, yakni bulu domba dan lenan bersama-sama.
12 Haruslah engkau membuat tali yang terpilin pada keempat punca kain penutup tubuhmu.

Orang-orang Yahudi memiliki aturan makanan yang sangat ketat, yang disebut Kosher atau G lat Kosher, yaitu daging halal dan haram yang tercantum dalam Alkitab, serta metode penyembelihan dan memasak. Kosher tidak hanya mengacu pada kebiasaan yang berkaitan dengan makanan, tetapi juga termasuk aturan tidak boleh mencampurkan.

Pertama-tama, tidak diperbolehkan menanam buah dan sayuran yang berbeda di ladang atau kebun yang sama. Banyak pertanian saat ini menggunakan teknik penanaman campuran; namun banyak pertanian di Israel masih menganut model penanaman tunggal. Ini mungkin juga berarti bahwa tanaman jenis yang berbeda tidak dapat ditanam di kebun anggur yang sama.

Kedua, lembu dan keledai tidak dapat digunakan untuk membajak bersama-sama. Banyak tempat di Timur Tengah masih memiliki kebiasaan memakai lembu dan keledai bersama-sama untuk membajak. Ada banyak alasan untuk menggunakannya, tetapi juga menyebabkan lebih banyak masalah. Mengambil contoh yang jelas: kekuatan sapi besar, dan keledai cenderung membiarkan sapi yang bekerja, keledai hanya mengikuti saja. Sapi tentu tidak bereaksi, sapi akan melambat dan berjalan perlahan-lahan, dan hasilnya bisa dibayangkan. Masalah lain adalah hibridisasi. Banyak peternakan Yahudi tidak memelihara hewan yang berbeda atau mensterilkan hewan mereka.

Di atas hanya teknik pertanian, tapi yang ketiga adalah larangan agar tidak mengenakan pakaian tenun campuran. Oh, hari ini banyak merek internasional campuran tenun untuk menarik pembeli. Sebagai contoh, karpet Timur Tengah yang ditenun dengan benang terbuat dari sutra dicampur katun atau sutra dicampur linen, percaya bahwa hanya orang Yahudi yang menuntut 100% bahan murni.

Mungkin ada beberapa alasan ilmiah untuk daftar sebelumnya, tetapi yang terakhir: membuat tali yang terpilin (tzitzit) pada keempat punca kain penutup tubuh (talit), tetapi tidak dapat dimengerti dengan alasan rasional.

Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan. Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN. Maksudnya supaya kamu mengingat dan melakukan segala perintah-Ku dan menjadi kudus bagi Allahmu. Akulah TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya Aku menjadi Allah bagimu; Akulah TUHAN, Allahmu. (Bil. 15:38-41)

Mungkin ini adalah apa yang TUHAN inginkan orang Israel untuk belajar: hidup dan perilaku harus berbeda dari dunia. Bukan karena mengapa, tetapi karena ini adalah firman Allah (perintah Allah).

Renungkan:
Hari ini adalah zaman yang berpikiran bebas (juga dikenal sebagai tercerahkan), semuanya rasional dan menuntut setara, dan menuntut harus terbuka terhadap semua orang dan tidak boleh berbeda dari yang lain. Tentu saja, memang banyak area di gereja yang harus berjalan bersama dengan waktu, jangan ketinggalan zaman, namun, kita sama sekali tidak boleh memberikan ruang untuk kompromi, harus bertahan bersikeras mematuhi Alkitab dan mengejar kehidupan suci, bahkan jika orang lain mencela kita sebagai anti-sosial atau tidak bisa bekerja sama.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 13:1-5

Membedakan nabi sejati dan nabi palsu

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 13:1-5 [ITB])
1 Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, 2 dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, 3 maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. 4 TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut.
5 Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan–dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.

Bagian ini mengungkapkan banyak masalah:

1. Perjanjian Lama pada dasarnya tidak memiliki istilah khusus untuk nabi palsu, hanya nabi. Dengan demikian, bagaimana orang-orang biasa bisa tahu jika seorang nabi adalah nabi yang benar / sejati ataukah ia adalah nabi palsu?
2. Jika ingin menunjukkan bahwa seorang adalah nabi palsu, apakah cukup dengan cara diuji berhasil atau tidaknya ia melakukan mukjizat?
3. Jika mukjizat tidak dapat diandalkan, lalu apa standar untuk menguji apakah seorang nabi memberitakan perkataan ilahi yang benar atau palsu?
4. TUHAN adalah Allah yang mahatahu, mengapa Ia harus menguji umat-Nya?
5. Melihat dari konteks keseluruhan kitab, apa inti sentral dari perikop ini?

Tidak mudah untuk menjawab semua pertanyaan sekaligus, di sini hanya bisa fokus pada dua atau tiga poin untuk dibagikan.

Pertama-tama, apakah dia disebut nabi, imam, orang berilmu; tidak peduli di sekolah nabi mana dia dididik, bahkan penyihir di depan Firaun dapat memainkan sihir meniru Musa, mengubah tongkatnya menjadi ular (Keluaran 4); apalagi beberapa mukjizat, nubuat perlu waktu untuk membuktikan (Lihat Yeremia 28) Ada dua kriteria untuk menguji: apakah melanggar hukum Musa dan apakah menyangkal keselamatan dari Mesir. Atau lebih sederhana: apakah berita disampaikan seorang nabi tidak melanggar hukum Allah.

Kedua, sesulit dan serumit apa pun urusannya, umat Allah memiliki tanggung jawab untuk mendengar dan mengambil putusan; Allah juga mempercayakan umat-Nya memiliki kemampuan untuk membedakan yang benar dan yang salah.

Ketiga, inti dari putusan yang diambil bukan pada penglihatan, nubuat, tetapi ada dukungan bukti.

Renungkan:
Gereja sejak kelahirannya telah dilanda ajaran sesat, dan tidak pernah kekurangan nabi palsu. Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebenaran Firman yang telah diserahkan kepada kita (Yudas 4), dan mencabut lalang dari antara gandum (Matius 13). Tentu saja, ini juga berarti bahwa kita harus terlebih dahulu mempelajari Alkitab dengan baik barulah kita dapat menjadi wasit yang adil dan bijaksana bagi Allah dan mempertahankan kemurnian Firman Allah.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 7:5

Hilangkan kebiasaan jahat

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 7:5 [ITB])
5 Tetapi beginilah kamu lakukan terhadap mereka: mezbah-mezbah mereka haruslah kamu robohkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, tiang-tiang berhala mereka kamu hancurkan dan patung-patung mereka kamu bakar habis.

Musa berpesan kepada orang Israel, setelah mereka menyeberang sungai Yordan, setelah menduduki tanah Kanaan, selain memusnahkan orang Kanaan juga harus menghancurkan mezbah-mezbah mereka (bamoth), ini lebih sulit (adapun yang pertama bisa atau tidak adalah hal lain). Perlengkapan paling dasar di atas mezbah adalah tugu berhala (masseboth) dan altar, ditemukan dalam penggalian arkeologi dari Sinai di selatan atau Arad di selatan sampai kota Dan di kaki lereng Gunung Hermon di utara; dari pertengahan Zaman Tembaga hingga akhir Kerajaan Yehuda. Pilar-pilar itu adalah potongan-potongan batu panjang dengan berbagai ukuran kubah, dan tidak ada ukiran di atasnya.

Karena pembagian tanah Kanaan berdasarkan suku-suku Israel, para imam dan orang Lewi juga hidup di antara suku-suku. Meskipun Kemah Pertemuan adalah altar pusat, upacara pengorbanan tahunan harus diadakan di sana, tetapi itu jika masyarakat umum mempersembahkan korban harian tidaklah praktis untuk mempersembahkan korban harus berkumpul di tabernakel (atau kelak di Bait Suci Yerusalem), maka adalah normal ditemukan mezbah hampir di semua pengalian arkeologi.

Di sisi lain, setidaknya ada empat tujuan tugu / tiang-tiang yang disebutkan dalam Alkitab, membantu kita memahami penemuan situs:
1. Berfungsi sebagai mezbah (Kej. 28:18 Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya);
2. Memperingati penampakan diri Allah (Kej. 28:16-17 Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.』」);
3. Mendefinisikan tempat kudus (1 Raj. 7:15, 21 Ia membentuk dua tiang tembaga, tinggi tiang yang satu delapan belas hasta dan dapat dililit oleh tali yang dua belas hasta panjangnya; tiang yang kedua demikian juga);
4. Sebagai pusat penyembahan atau saksi perjanjian (Yos. 4:1-7).

Semuanya sejalan dengan konsep agama Semit. Dengan kata lain, Tabernakel, Bait Suci, adalah mezbah hanya lebih indah. Samuel (1 Sam. 9:11-14), Salomo (2 Taw. 1:3) juga melakukan ibadah penyembahan di mezbah, tidak mengherankan bahwa pada masa awal Kerajaan Selatan, para raja yang bijaksana (seperti Asa) ingin menghapus mezbah-mezbah, tetapi itu tidak mudah (lihat 2 Taw. 15:17)? Sampai raja Hizkia (2 Taw. 31:1) dan raja Yosia (2 Raj. 23:4-14) menggunakan cara yang menentukan untuk sepenuhnya melarang mezbah-mezbah, sayangnya itu sudah di masa akhir Kerajaan Selatan.

Agama umat Israel juga bercampur dengan warna pagan. Dalam proses sejarah, baik Yudaisme maupun Kristen berusaha keras untuk menyingkirkan belenggu agama asing, hanya dengan demikian umat Allah barulah dapat melepaskan diri dari perbudakan memulai jalan menuju kebebasan spiritual.

Lebih dari 3.000 tahun yang lalu sudah ada pengajaran Musa, tetapi generasi selanjutnya selalu menolak untuk mendengarkan!

Renungkan:
Hati kita adalah tempat kudus kecil. Sudahkah kita mematuhi ajaran Musa untuk menghancurkan semua mezbah berhala di hati kita dan tidak memberikan tempat bagi iblis?


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 11:13-20

Shema (2)

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 11:13-20 [ITB])
13 Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, 14 maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu, 15 dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.
16 Hati-hatilah, supaya jangan hatimu terbujuk, sehingga kamu menyimpang dengan beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya. 17 Jika demikian, maka akan bangkitlah murka TUHAN terhadap kamu dan Ia akan menutup langit, sehingga tidak ada hujan dan tanah tidak mengeluarkan hasil, lalu kamu lenyap dengan cepat dari negeri yang baik yang diberikan TUHAN kepadamu.
18 Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu. 19 Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun; 20 engkau harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu

Shema dalam bahasa Ibrani berarti mendengarkan, dan merupakan moto orang Yahudi, mengingatkan diri sendiri bahwa TUHAN adalah satu-satunya Allah yang benar. Ini adalah paragraf kedua dari Shema (paragraf pertama dalam Ulangan 6:4-9). Rabi menyebutnya sebagai Kuk Perintah (Yoke of Commandments). Paragraf pertama Shema sebagai Kuk Surga (Yoke of Heaven)

Dibandingkan Shemaparagraf pertama, poin-poin utama Shema paragraf kedua yang berbeda adalah sebagai berikut:
1. Targetnya adalah komunitas, kalian;
2. Motivasi adalah takut;
3. Jika tidak menaati, hukuman yang akan didapatkan adalah: akan bangkitlah murka TUHAN terhadap kamu dan Ia akan menutup langit, sehingga tidak ada hujan dan tanah tidak mengeluarkan hasil, lalu kamu lenyap dengan cepat dari negeri yang baik yang diberikan TUHAN kepadamu (Ul. 11:17)

Iman dan melayani satu Allah yang benar bukan sekadar kesalehan pribadi, tetapi juga tanggung jawab kolektif komunitas: itu adalah tanggung jawab keluarga, teman, masyarakat, bangsa, negara dan bahkan diperpanjang seluruh bumi. Bukan hanya tanggung jawab agama (memakai sebuah kotak kitab suci, memakai jubah yang ada jumbai-jumbai, dll.), tetapi juga termasuk memimpin orang-orang non-Yahudi untuk mematuhi Perjanjian Nuh. Dengan kata lain, anak-anak Allah memiliki tanggung jawab untuk memimpin dunia untuk mematuhi perintah-perintah Allah, dan tidak bisa hanya peduli diri sendiri berbuat baik. Ini adalah makna penting menjadi umat pilihan, dan harga yang harus dibayar tentu besar. Tidak heran orang-orang Yahudi sering mengeluh tentang mengapa Allah tidak memilih bangsa lain saja.

Namun, di satu sisi, Tuhan Yesus memerintahkan para murid untuk bekerja keras memberitakan Injil; di sisi lain, Dia berjanji kepada mereka: Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, … Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan (Mat. 11:29-30)

Renungkan:
Orang Kristen sering menekankan bahwa iman adalah untuk membangun hubungan individu dengan Allah; tetapi Shema mengingatkan kita bahwa kegagalan komunitas akan mendatangkan hukuman yang lebih besar dari Allah. Melihat tragedi dalam sejarah modern, banyak adalah karena gereja tidak melakukan yang terbaik. Bagaimanakah kita bisa menutup mata dan telinga terhadap hal ini?


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 6:4-9

Shema (1)

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 6:4-9 [ITB])
4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. 6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, 9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.

Shema dalam bahasa Ibrani berarti dengarkan, ini adalah moto orang Yahudi selama ribuan tahun, mengingatkan diri sendiri untuk tidak melupakan: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! TUHAN adalah satu-satunya Allah yang benar. Dalam aspek positif harus Kasihilah TUHAN, Allahmu.

Kitab Ulangan dua kali mencatat Shema, yakni pasal 6 dan pasal 11. Bagaimana cara kasihilah TUHAN, Allahmu? Secara konkret, yakni sering merenungkan sebagai firman Allah (hukum Allah), dan berbagi firman Allah dengan orang lain, dan harus memakai perintah Allah di tangan dan dahi, dan menuliskannya di kusen pintu.

Di masa ini, orang laki-laki Yahudi telah melalui upacara dewasa Bar Mitzva, saat melantunkan dan berdoa di Sinagoge akan melilitkan sabuk kitab suci di tangan mereka dan sebuah kotak kitab suci di dahi mereka; semua kusen pintu rumah dan tiang pintu kota dipakukan kotak persegi kecil dengan Sepuluh Perintah di dalamnya, harus menyentuhnya setiap kali lewat, dilakukan sepanjang hidup.

Rabi menyebut paragraf pertama Shema sebagai Kuk Surga (Yoke of Heaven), intinya adalah sebagai berikut:
1. Objeknya adalah pribadi Anda;
2. Motivasinya adalah kasih;
3. Berkatnya adalah: supaya lanjut umurmu. Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. (Ulangan 6:2-3)

Oleh karena itu, meskipun agama orang Israel pada zaman dahulu adalah agama kolektif seluruh bangsa, sebenarnya sangat memperhatikan pelaksanaan individu, mematuhi hukum Allah tidak sepenuhnya karena tekanan komunitas, tetapi karena cinta kasih kepada Allah dari dalam hati seseorang.

Tuhan Yesus akrab dengan ajaran rabi, dan Dia mengomentari: Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya (Matius 11:12) orang berjuang untuk masuk kerajaan surga, dan mereka bekerja keras untuk mendapatkannya.

Renungkan:
Apa artinya bekerja keras (untuk memasuki kerajaan surga) bagi Anda? Apakah kita pernah membayar harga mahal untuk kerajaan surga? Atau apakah kita tidak pernah mau memiliki kesadaran ini sama sekali? Memikul kuk surga adalah berat, bukan sekadar seperti seorang Yahudi yang harus mematuhi banyak ajaran sepanjang hidupnya. Tetapi cinta kasih kepada Allah adalah sumber dari semua motivasi kita.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 5:12-15 (2)

Ingatlah! Ingatlah!

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 5:12-15 [ITB])
12 Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Allah, Allahmu. 13 Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, 14 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Allah, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau lembumu, atau keledaimu, atau hewanmu yang manapun, atau orang asing yang di tempat kediamanmu, supaya hambamu laki-laki dan hambamu perempuan berhenti seperti engkau juga. 15 Sebab haruslah kauingat (זָכַר zakar / remember), bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh Allah, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya Allah, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat.

Haruslah kauingat (ayat 15) nada perintah ini tidak seperti Kel. 20:8 yang merupakan perintah langsung, intensitas agak lebih lembut; ingatlah orang Israel pernah menjadi budak di Mesir; pada akhirnya, Allah yang mengulurkan tangan-Nya menyelamatkan barulah mendapatkan pembebasan. Di Keluaran 20:8-11, Allah meminta Israel untuk memelihara hari Sabat karena penciptaan dunia selesai pada hari ketujuh, dan Allah beristirahat (Ia berhenti pada hari ketujuh); itu adalah Sabat milik Allah, tetapi Dia juga mengundang manusia dan segala ciptaan untuk masuk ke dalam perhentian-Nya (Kejadian 2). Fokus Kitab Ulangan adalah beristirahatnya manusia, Allah memahami penderitaan orang Israel sebagai budak, maka secara pribadi turun ke bumi, dan mengutus Musa untuk menyelamatkan mereka keluar dari Mesir. Saat itu perjalanan di padang gurun segera akan berakhir, dan tanah yang mengalir dengan susu dan madu tepat di depan mata, Allah ingin orang Israel untuk tidak pernah melupakan pengalaman Mesir. Perikop ini adalah paragraf pertama dari tiga paragraf dalam Kitab Ulangan yang menghendaki orang Israel untuk mengingat bahwa mereka dahulu adalah budak di Mesir. Dua paragraf lainnya dicatat di 24:18 dan 24:22.

Apa manfaat mengingat sejarah gelap bangsa sendiri? Baik sangat bermanfaat.

Pertama-tama, dari perspektif negatif, mengingat-ingat sejarah mereka dahulu menjadi budak tidak menciptakan kebencian orang Israel terhadap Mesir. Orang Israel datang ke Mesir dengan sukarela. Sebenarnya tidak bisa dikatakan menjadi budak dengan paksa. Selir kesukaan raja Salomo adalah putri Mesir! Firaun juga memberinya kota Geser sebagai hadiah kawin anaknya (1 Raj. 9:16). Yang paling penting adalah: setelah Babilonia menghancurkan Yerusalem, pembunuhan Gedalya gubernur Yehuda, menyebabkan kepanikan di antara orang-orang Yahudi, akibatnya mereka melarikan diri ke Mesir secara kolektif, dan akhirnya menetap di pulau Elephantine di hulu Sungai Nil, di sana mereka membangun Bait Suci (Tetapi dalam bulan yang ketujuh datanglah Ismael bin Netanya bin Elisama, seorang yang asalnya dari keturunan raja, dan sepuluh orang bersama-sama dengan dia; mereka membunuh Gedalya dan orang-orang Yehuda dan orang-orang Kasdim yang ada bersama-sama dengan dia di Mizpa. Maka bangkitlah seluruh rakyat, dari yang kecil sampai yang besar, serta panglima-panglima tentara, lalu larilah mereka ke Mesir 2 Raj. 25:25-26). Kemudian, karena perubahan politik di Timur Tengah, Mesir menjadi pusat pengembangan Yudaisme. Penerjemahan Perjanjian Lama LXX Septuginta dilakukan di Alexandria, Mesir. Jika orang-orang Yahudi membenci mereka, mereka tidak akan melakukan demikian.

Kedua, dari perspektif positif, pengalaman menyakitkan mereka menjadi motivasi untuk memperlakukan orang dengan kebaikan di masa depan; oleh karena itu, tampaknya sifat kebangsaan orang Yahudi tidak dibangun di atas dasar hukum yang kaku mati, tetapi pada kasih kemurahan kebaikan.

Renungkan:
Filsafat Konfusius berkata: apa yang tidak diharapkan pada diri sendiri, jangan lakukan pada orang lain. Namun, hal yang tidak harapan sangat banyak terjadi dalam kehidupan, bagaimana kita dapat mengubah begitu banyak pengalaman negatif, mengubahnya menjadi semangat dan daya dorong positif, yang baik? Sering ingat kasih Allah, itu dapat membuat kita lebih dari pemenang dalam segala hal.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.