Tag Archives: Kitab Ulangan

Ulangan 5:12-15

Memelihara hari Sabat

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 5:12-15 [ITB])
12 Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Allah, Allahmu. 13 Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, 14 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Allah, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau lembumu, atau keledaimu, atau hewanmu yang manapun, atau orang asing yang di tempat kediamanmu, supaya hambamu laki-laki dan hambamu perempuan berhenti seperti engkau juga. 15 Sebab haruslah kauingat (זָכַר zakar / remember), bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh Allah, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya Allah, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat.

Dalam kitab Ulangan, Musa meminta orang Israel ingat tiga hal: ingatlah apa yang dilakukan TUHAN, Allahmu, kepada Miryam (24:9, waspada berbicara), Ingatlah apa yang dilakukan orang Amalek kepadamu pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir (25:17-19, hancurkan orang Amalek), dan ingat bahwa engkaupun dahulu budak di Mesir, hal terakhir ini tiga kali berulang disebutkan di 5:14-15; 24:18 dan 24:22.

Perintah tentang Sabat, di masa awal Hukum Musa diberlakukan (Keluaran 20), mengingat (זָכַר zakar / remember) hari Sabat paralel dengan memelihara (שָׁמַר shamar / keep) hari sabat, penggunaan kedua kata itu bisa saling menggantikan. Lalu Imamat 19:3 memakai kata memelihara (keep) hari sabat, karena fokus dari bagian Kitab Imamat tersebut adalah memelihara aturan agama. Sedangkan di Kitab Ulangan, Musa menjabarkan ulang, empat tahun setelah sepuluh perintah diberlakukan, maka penggunaan kedua kata ini memiliki makna yang berbeda secara signifikan (Ul. 5:12 seharusnya diterjemahkan peliharalah (שָׁמַר shamar / keep) dan kuduskanlah hari Sabat …). Memelihara adalah aturan dan perintah agama, tetapi mengingat berasal dari pengalaman bangsa itu sendiri. Fokus memelihara bukan pada akal rasionalitas manusia, selama itu berasal dari perintah TUHAN, setiap orang memiliki tanggung jawab untuk mematuhinya secara turun-temurun. Mengingat menekankan prinsip yang dibangun dan ditransformasikan melalui pengalaman, sering dibahas dan saling menasihati untuk dipraktikkan. Ada rabbi yang mengatakan dengan baik: ini seperti dua organ yang paling penting dari manusia —— hati dan kepala, satu mengenai perasaan, dan yang lain bertanggung jawab atas rasionalitas pikiran; Allah meminta umat-Nya untuk mematuhi hukum Allah maka memberi kita rasionalitas dan perasaan. Musa mengingatkan semua orang dalam mematuhi hukum Allah bukan semua terlebih dahulu dinilai dan disensor dengan standar rasionalitas manusia, jika demikian maka tidak ada yang dilakukan.

Renungkan:
Kita berada di era pengejaran rasionalitas yang berlebihan. Segala sesuatu harus terlebih dahulu menyajikan alasan dan bukti yang persuasif, barulah kemudian orang bersedia mengikuti dengan patuh. Rabi Prancis abad pertengahan Rashi berkata: Syarat Allah untuk menebus Anda adalah menjadi budak milik-Nya dan menuruti perintah-Nya. (God redeemed you on the condition that you will be His slave and keep His commandments). Rasul Paulus juga berkata: … Dahulu memang kamu hamba dosa, … Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. … kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan (Rom. 6:17-19)

Ada juga celah yang lebar antara memelihara dan mengingat dalam kehidupan iman kita yang tidak tertulis, misalnya, apakah perlu pergi ke gereja setiap hari Minggu? Mengapa kita harus memberi persepuluhan? Apakah kita harus memelihara Perjamuan Kudus sebulan sekali? Dan sebagainya. Jika menunggu semua orang mencapai konsensus satu pendapat yang sama, gereja sudah tutup duluan. Memelihara itu kaku, tetapi juga sangat penting!


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 2:10-21

Peperangan dunia roh

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 2:10-21 [ITB])
10 Dahulu orang Emim diam di sana, suatu bangsa yang besar dan banyak jumlahnya, tinggi seperti orang Enak. 11 Mereka itupun dikira orang Refaim, seperti juga orang Enak, tetapi orang Moab menyebut mereka orang Emim.
12 Dan dahulu di Seir diam orang Hori, tetapi bani Esau telah menduduki daerah mereka, memunahkan mereka dari hadapannya, lalu menetap di sana menggantikan mereka, seperti yang dilakukan orang Israel dengan negeri miliknya yang diberikan Allah kepada mereka.
13 Jadi sekarang bersiaplah kamu dan seberangilah sungai Zered. Lalu kita menyeberangi sungai Zered. 14 Lamanya kita berjalan sejak dari Kadesh-Barnea sampai kita ada di seberang sungai Zered, ada tiga puluh delapan tahun, sampai seluruh angkatan itu, yakni prajurit, habis binasa dari perkemahan, seperti yang dijanjikan Allah dengan sumpah kepada mereka; 15 dan tangan Allah juga melawan mereka untuk menghamburkan mereka dari perkemahan, sampai mereka habis binasa.
16 Maka ketika dari bangsa itu telah habis binasa semua prajurit, 17 berfirmanlah Allah kepadaku: 18 Pada hari ini engkau akan berjalan melintasi perbatasan Moab, yakni Ar, 19 maka engkau sampai ke dekat bani Amon. Janganlah melawan mereka dan janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak akan memberikan kepadamu apapun dari negeri bani Amon itu menjadi milikmu, karena Aku telah memberikannya kepada bani Lot menjadi miliknya.
20 Negeri inipun dikira orang negeri orang Refaim. Dahulu orang Refaim diam di sana, tetapi orang Amon menyebut mereka orang Zamzumim, 21 suatu bangsa yang besar dan banyak jumlahnya, tinggi seperti orang Enak, tetapi Allah telah memunahkan mereka dari hadapan bani Amon, sehingga orang-orang ini menduduki daerah mereka dan menetap di sana menggantikan mereka;

Dalam Ulangan 2, Musa menjabarkan tentang orang-orang Kanaan yang dikalahkan Israel timur sungai Yordan: orang Emim, orang Enak, orang Refaim dan Zamzumim. Sebenarnya mereka adalah bangsa apa? Karena Alkitab tidak mencatat secara detail, kita hanya bisa menganalisa dari namanya saja.

Pertama-tama, Emim, menurut catatan Kej. 15:12 Emim artinya besar / menakjubkan (gelap). Pada saat itu Abraham dalam tidur merasakan ada kekuatan gelap yang menekan pada dirinya, kita umumnya menyebut fenomena ini sebagai mimpi buruk hantu; oleh karena itu, orang-orang Emim mungkin merujuk kepada utusan kegelapan.

Kedua, Enak,. Bil. 13:28, 32-33 menyebutkan bahwa mata-mata yang dikirim oleh Musa bertemu dengan mereka di Kanaan; para mata-mata itu menggambarkan mereka sebagai orang yang sangat tinggi dan keturunan orang-orang yang gagah perkasa. Yang disebut orang-orang yang gagah perkasa merujuk Kej. 6:1-4 adalah keturunan anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia.

Ketiga, Refaim (Raphaim), Yes. 26:14, 19; 14:9-10 mengacu pada orang mati atau arwah-arwah. Dalam Kejadian 6:4 dalam kata Nephilim orang besar dalam bahasa aslinya adalah jatuh (malaikat yang jatuh) artinya yaitu iblis.

Terakhir, Zamzumim, kata ini dalam bahasa Ibrani berasal dari kata kerja: berbisik. Banyak terjemahan menerjemahkannya sebagai orang yang berbicara tidak jelas. Di mana ada bangsa di dunia yang tidak dapat berbicara dengan jelas? Bahasa Kanton mengatakan hantu makan lumpur, jadi yang disebut Zamzumim mengacu pada hantu di dunia bawah.

Oh, bagaimana Allah memberi umat-Nya, yang dikenal sebagai Tanah Suci dari Tanah Perjanjian, tanah yang dahulu sebenarnya dipenuhi dengan setan dan kegelapan? Musa sebenarnya bagaimana menggambarkannya, peta Tanah Suci yang bagaimana ini? Mungkin Musa hendak memperingatkan umat Israel: yang ada di hadapan mereka, adalah peperangan hebat dunia roh. Iblis dan pasukannya telah lama siap untuk berperang. Orang Israel harus siap secara rohani spiritual, dan mereka hanya boleh menang dalam pertempuran yang sulit ini.

Renungkan:
Orang-orang yang gagah perkasa yang disebutkan oleh Musa ini tidak dijelaskan secara rinci dalam Alkitab. Mungkin hanya kekuatan gelap yang tersembunyi di balik musuh. Mereka mungkin orang Kanaan pada waktu itu atau kuasa kekuatan politik dalam sejarah (lihat Daniel 10), atau budaya sekuler, agama. Paulus mengingatkan orang-orang percaya di Efesus: perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara (Ef. 6:12)

Semua jenis musuh dan perang yang menunggu kita. Namun, kita memiliki janji: semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita (1 Tes. 5:23)

Semua perang spiritual yang berbeda, tidak sama setiap hari, kita sering perlu untuk berdoa di hadapan Allah, memohon kebijaksanaan, dan kasih karunia, perlindungan. Benar?


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 1:19-25

Menjelajahi menyelidiki Kanaan

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 1:19-25 [ITB])
19 Kemudian kita berangkat dari Horeb dan berjalan melalui segenap padang gurun yang besar dan dahsyat yang telah kamu lihat itu, ke arah pegunungan orang Amori, seperti yang diperintahkan kepada kita oleh Allah, Allah kita; lalu kita sampai ke Kadesh-Barnea.
20 Ketika itu aku berkata kepadamu: Kamu sudah sampai ke pegunungan orang Amori, yang diberikan kepada kita oleh Allah, Allah kita. 21 Ketahuilah, Allah, Allahmu, telah menyerahkan negeri itu kepadamu. Majulah, dudukilah, seperti yang difirmankan kepadamu oleh Allah, Allah nenek moyangmu. Janganlah takut dan janganlah patah hati.
22 Lalu kamu sekalian mendekati aku dan berkata: Marilah kita menyuruh beberapa orang mendahului kita untuk menyelidiki negeri itu bagi kita dan membawa kabar kepada kita tentang jalan yang akan kita lalui, dan tentang kota-kota yang akan kita datangi. 23 Hal itu kupandang baik. Jadi aku memilih dari padamu dua belas orang, dari tiap-tiap suku seorang. 24 Mereka pergi dan berjalan ke arah pegunungan, lalu sampai ke lembah Eskol, kemudian menyelidiki negeri itu. 25 Maka mereka mengambil buah-buahan negeri itu dan membawanya kepada kita. Pula mereka membawa kabar kepada kita, demikian: Negeri yang diberikan Allah, Allah kita, kepada kita itu baik.』」

Musa menceritakan ulang pengalaman perjalanan orang Israel di padang gurun (sebenarnya lebih tepat disebut perjalanan kegagalan di padang gurun), dimulai dengan peristiwa Kadesh-Barnea. Seluruh peristiwa dicatat dalam Bilangan 13-14.

Pertama-tama, mengapa Musa melihat peristiwa ini lebih penting daripada peristiwa-peristiwa lainnya? Bukankah lebih jahat perbuatan bangsa Israel menyembah anak lembu emas di bawah Gunung Sinai?
Jawabannya: Pemberontakan Kadesh-Barnea menyebabkan Israel kehilangan segenap satu generasi dan menyia-nyiakan empat puluh tahun. Empat puluh tahun kemudian, generasi baru Israel harus mulai dari Kadesh-Barnea melanjutkan perjalanan ke Kanaan.

Kedua, mengapa Musa tidak mencantumkan daftar nama para mata-mata?
Jawabannya: sejak segenap satu generasi telah meninggal, Musa tidak mau membebankan tanggung jawab para pendahulu kepada keturunannya; keturunan dari mata-mata itu masih ada, apalagi mata-mata itu adalah kepala-kepala di antara orang Israel (Bil. 13:3), keturunan penerus mereka mungkin masih merupakan keluarga terpandang. Musa membutuhkan mereka untuk membantu mengatur urusan kaum, sebenarnya tidak perlu menghancurkan reputasi leluhur mereka. Ini sejalan dengan prinsip dari kebenaran dan keadilan.

Di sisi lain, tambahan dari yang tercatat dalam Kitab Bilangan, bukan saja pikiran untuk menyelidiki Kanaan diajukan oleh orang Israel kepada Musa atas inisiatif mereka sendiri, tetapi juga bahwa Musa memandang Hal itu baik.

Dari sini dapat dilihat Musa memang seorang pemimpin yang berbeda, dia bersedia untuk memikul semua tanggung jawab. Saat ini, mereka yang dahulu terlibat sudah mati, dan bahkan Musa sendiri terseret oleh peristiwa, sebagai pemimpin tertinggi dia bersedia untuk mengambil semua tanggung jawab. Di satu sisi, mengirim mata-mata untuk menyelidiki situasi militer musuh sebelum pertempuran menjadi suatu tindakan yang tak terelakkan, penting bagi Israel yang kelak akan menyerang Kanaan di masa depan, menunjukkan bahwa Musa sangat memandang penting hal ini dan ia memuji Hal itu baik.

Renungkan:
Musa memberikan contoh pemimpin yang baik untuk generasi mendatang. Ia tidak menjelek-jelekkan kisah kegagalan rekan-rekannya, tetapi bersikap memaafkan. Hari ini, kita dapat mengambil dia sebagai teladan dan menjadi orang yang bertindak bajik di dalam dan di luar gereja, menjadi pemimpin yang baik.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 1:9-17

Jangan pandang bulu

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 1:9-17 [ITB])
9 Pada waktu itu aku berkata kepadamu, demikian: Seorang diri aku tidak dapat memikul tanggung jawab atas kamu. 10 Allah, Allahmu, telah membuat kamu banyak dan sesungguhnya, sekarang kamu sudah seperti bintang-bintang di langit banyaknya. 11 Allah, Allah nenek moyangmu, kiranya menambahi kamu seribu kali lagi dari jumlahmu sekarang dan memberkati kamu seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu. 12 Tetapi bagaimana seorang diri aku dapat memikul tanggung jawab atas kesusahanmu, atas bebanmu dan perkaramu? 13 Kemukakanlah dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu.
14 Lalu kamu menjawab aku: Memang baik apa yang kauanjurkan untuk dilakukan itu. 15 Kemudian aku mengambil kepala-kepala sukumu, yakni orang-orang yang bijaksana dan berpengalaman, lalu aku mengangkat mereka menjadi pemimpin atas kamu, yakni sebagai kepala pasukan seribu, kepala pasukan seratus, kepala pasukan lima puluh dan kepala pasukan sepuluh dan sebagai pengatur pasukan bagi suku-sukumu.
16 Dan pada waktu itu aku memerintahkan kepada para hakimmu, demikian: Berilah perhatian kepada perkara-perkara di antara saudara-saudaramu dan berilah keputusan yang adil di dalam perkara-perkara antara seseorang dengan saudaranya atau dengan orang asing yang ada padanya. 17 Dalam mengadili jangan pandang bulu. Baik perkara orang kecil maupun perkara orang besar harus kamu dengarkan. Jangan gentar terhadap siapapun, sebab pengadilan adalah kepunyaan Allah. Tetapi perkara yang terlalu sukar bagimu, harus kamu hadapkan kepadaku, supaya aku mendengarnya.

Dalam mengadili jangan pandang bulu (memandang muka) (ayat 17) apa yang dimaksudkan pandang bulu (memandang muka)? Imamat 19:15 (ITL) … jangan kamu memandang akan muka orang kecil atau mengindahkan muka orang besar … di sini membela tidak sewajarnya dengan memandang muka memiliki arti mengangkat wajah orang miskin, mungkin orang miskin atau strata bawah masyarakat saat berada di hadapan pengadilan, mereka sering merasa malu dan takut untuk mengangkat wajah; walaupun demikian, hakim tidak dapat menggunakan kekuasaannya untuk memberinya kelonggaran hukum yang tidak benar. Demikian pula, orang-orang besar dan kaya sudah cukup memiliki wajah dalam masyarakat, juga tidak perlu untuk diangkat wajahnya.

Apa yang disebut pandang bulu / memandang muka? Ada rabi berpendapat bahwa jika hakim menemukan penuntut atau pihak pembela memiliki orang yang kenal maka harus menghindari menimbulkan kecurigaan dalam persidangan. Namun, Rabi Rasi (Solomon bin Ishak) membandingkan dengan Kel. 23:8 dan Ul. 16:19 berpendapat bahwa ayat ini menyatakan agar hakim tidak menerima suap. Di sisi lain, kata kerja di ayat 16:19 adalah bentuk tunggal dan kata kerja di ayat 1:17 ini menggunakan bentuk jamak, artinya pemimpin dari masyarakat tidak boleh memilih hakim berdasarkan prasangka dirinya sendiri, mencegah terjadi masalah yang tak ada habisnya.

Bahkan lebih menarik adalah kata נָשָׂא nasa’ (memandang / mengangkat) wajah orang miskin dalam Imamat 19:15 , adalah kata נָשָׂא nasa’ (mengangkat / memikul tanggung jawab) di ayat 9 dan 12 (Seorang diri aku tidak dapat memikul tanggung jawab atas kamu) Musa seakan mengatakan: ia tidak pernah mengadili dengan berdasarkan memandang wajah, atau dalam penunjukan berbagai pejabat. Mereka juga harus demikian dalam memilih hakim, agar tidak mengkhianati integritas mereka.

(Lihat juga renungan Imamat 19:13-15, klik untuk membuka)

Renungkan:
Sebagai contoh, jika mengikuti sistem hukum negara dan mengadopsi sistem pengangkatan hakim, maka akan menghindari kemungkinan yang disebutkan di atas. Namun, dalam sistem gereja, orang suka menghindari hukum dan relasi antar personal, masih menjadi masalah yang tidak suka dihadapi dengan serius. Kita memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan hukum secara terbaik sebagai warga negara, mematuhi hukum dan hidup harmonis dengan orang lain; di sisi lain, kita harus melakukan bagian kita dan melakukan yang terbaik untuk menegakkan prinsip-prinsip Alkitab. Kita tidak semua adalah hakim, tetapi tidak dapat dihindari bahwa setiap hari kita harus membuat keputusan terhadap orang lain dan diri kita sendiri: lakukan ini, jangan lakukan itu. Apakah kita tidak melihat wajah orang atau memihak sebelah, tetapi membuat keputusan sesuai dengan kehendak Allah?


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 1:5-17

Kitab pedoman bagi para hakim

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 1:5-17 [ITB])
5 Di seberang sungai Yordan, di tanah Moab, mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini, katanya:
6 Allah, Allah kita, telah berfirman kepada kita di Horeb, demikian: Telah cukup lama kamu tinggal di gunung ini. 7 Majulah, berangkatlah, pergilah ke pegunungan orang Amori dan kepada semua tetangga mereka di Araba-Yordan, di Pegunungan, di Daerah Bukit, di Tanah Negeb dan di tepi pantai laut, yakni negeri orang Kanaan, dan ke gunung Libanon sampai Efrat, sungai besar itu. 8 Ketahuilah, Aku telah menyerahkan negeri itu kepadamu; masukilah, dudukilah negeri yang dijanjikan Allah dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka dan kepada keturunannya.
9 Pada waktu itu aku berkata kepadamu, demikian: Seorang diri aku tidak dapat memikul tanggung jawab atas kamu. 10 Allah, Allahmu, telah membuat kamu banyak dan sesungguhnya, sekarang kamu sudah seperti bintang-bintang di langit banyaknya. 11 Allah, Allah nenek moyangmu, kiranya menambahi kamu seribu kali lagi dari jumlahmu sekarang dan memberkati kamu seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu. 12 Tetapi bagaimana seorang diri aku dapat memikul tanggung jawab atas kesusahanmu, atas bebanmu dan perkaramu? 13 Kemukakanlah dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu.
14 Lalu kamu menjawab aku: Memang baik apa yang kauanjurkan untuk dilakukan itu. 15 Kemudian aku mengambil kepala-kepala sukumu, yakni orang-orang yang bijaksana dan berpengalaman, lalu aku mengangkat mereka menjadi pemimpin atas kamu, yakni sebagai kepala pasukan seribu, kepala pasukan seratus, kepala pasukan lima puluh dan kepala pasukan sepuluh dan sebagai pengatur pasukan bagi suku-sukumu. 16 Dan pada waktu itu aku memerintahkan kepada para hakimmu, demikian: Berilah perhatian kepada perkara-perkara di antara saudara-saudaramu dan berilah keputusan yang adil di dalam perkara-perkara antara seseorang dengan saudaranya atau dengan orang asing yang ada padanya. 17 Dalam mengadili jangan pandang bulu. Baik perkara orang kecil maupun perkara orang besar harus kamu dengarkan. Jangan gentar terhadap siapapun, sebab pengadilan adalah kepunyaan Allah. Tetapi perkara yang terlalu sukar bagimu, harus kamu hadapkan kepadaku, supaya aku mendengarnya.

Kitab Ulangan adalah kitab yang seperti apa, itu selalu menimbulkan banyak diskusi. Masorah Yahudi mengikuti tradisi penamaan memakai kata pertama dari keseluruhan kitab sebagai nama kitab ini, kitab Devarim; karena ayat pertama bahasa Ibrani dimulai dengan perkataan-perkataan (də·ḇā·rîm). Ini juga merupakan judul dari subbagian pertama (1:1 hingga 3:22) dari kitab ini.

Dalam ayat 5, Musa lebih lanjut menjelaskan bahwa yang ingin dia katakan adalah: menguraikan hukum Taurat. Namun, kata menguraikan adalah dua kata dalam bahasa Ibrani: ho’eel dan ba’er. Kata pertama artinya adalah: keputusan yang dipertimbangkan secara mendalam sebelum mulai bertindak; kata kedua adalah: jernih (seperti mata air), digabungkan memiliki arti: paham dengan jelas dan dengan pasti menegakkan hukum (yang harus dilakukan pejabat). Dengan kata lain, kitab Ulangan adalah pedoman bagi para hakim untuk menegakkan hukum Allah, yakni merupakan buku pegangan para hakim. Inti dari keseluruhan kitab ini adalah hakim harus menghakimi dengan benar dan adil (ayat 16).

Semudah itukah menangani perkara dengan tidak memihak sebelah? Bagaimanapun, Musa mengingatkan hakim bahwa mengadili itu seperti menegakkan kebenaran mewakili surga, hendaknya khusyuk dan bijaksana, dan dibawa naik ke tingkat rohani, karena hukum Allah itu dianugerahkan oleh Allah, harus memandangnya sebagai ibadah kepada Allah.

Renungkan:
Undang-undang zaman kini juga mengharuskan warga negara untuk menghormati sistem pengadilan sebagai tujuan yang suci dan khusyuk. Tentu saja, hakim juga akan menghadapi tekanan besar atau kecil. Di Hong Kong, banyak hakim adalah orang Kristen (atau para penegak hukum di negara kita masing-masing), kita harus lebih banyak berdoa untuk mereka, kiranya mereka bisa membuat keputusan yang adil dan tidak memihak sebelah.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.