Tag Archives: Elephantine Mesir

Ulangan 5:12-15 (2)

Ingatlah! Ingatlah!

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 5:12-15 [ITB])
12 Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Allah, Allahmu. 13 Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, 14 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Allah, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau lembumu, atau keledaimu, atau hewanmu yang manapun, atau orang asing yang di tempat kediamanmu, supaya hambamu laki-laki dan hambamu perempuan berhenti seperti engkau juga. 15 Sebab haruslah kauingat (זָכַר zakar / remember), bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh Allah, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya Allah, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat.

Haruslah kauingat (ayat 15) nada perintah ini tidak seperti Kel. 20:8 yang merupakan perintah langsung, intensitas agak lebih lembut; ingatlah orang Israel pernah menjadi budak di Mesir; pada akhirnya, Allah yang mengulurkan tangan-Nya menyelamatkan barulah mendapatkan pembebasan. Di Keluaran 20:8-11, Allah meminta Israel untuk memelihara hari Sabat karena penciptaan dunia selesai pada hari ketujuh, dan Allah beristirahat (Ia berhenti pada hari ketujuh); itu adalah Sabat milik Allah, tetapi Dia juga mengundang manusia dan segala ciptaan untuk masuk ke dalam perhentian-Nya (Kejadian 2). Fokus Kitab Ulangan adalah beristirahatnya manusia, Allah memahami penderitaan orang Israel sebagai budak, maka secara pribadi turun ke bumi, dan mengutus Musa untuk menyelamatkan mereka keluar dari Mesir. Saat itu perjalanan di padang gurun segera akan berakhir, dan tanah yang mengalir dengan susu dan madu tepat di depan mata, Allah ingin orang Israel untuk tidak pernah melupakan pengalaman Mesir. Perikop ini adalah paragraf pertama dari tiga paragraf dalam Kitab Ulangan yang menghendaki orang Israel untuk mengingat bahwa mereka dahulu adalah budak di Mesir. Dua paragraf lainnya dicatat di 24:18 dan 24:22.

Apa manfaat mengingat sejarah gelap bangsa sendiri? Baik sangat bermanfaat.

Pertama-tama, dari perspektif negatif, mengingat-ingat sejarah mereka dahulu menjadi budak tidak menciptakan kebencian orang Israel terhadap Mesir. Orang Israel datang ke Mesir dengan sukarela. Sebenarnya tidak bisa dikatakan menjadi budak dengan paksa. Selir kesukaan raja Salomo adalah putri Mesir! Firaun juga memberinya kota Geser sebagai hadiah kawin anaknya (1 Raj. 9:16). Yang paling penting adalah: setelah Babilonia menghancurkan Yerusalem, pembunuhan Gedalya gubernur Yehuda, menyebabkan kepanikan di antara orang-orang Yahudi, akibatnya mereka melarikan diri ke Mesir secara kolektif, dan akhirnya menetap di pulau Elephantine di hulu Sungai Nil, di sana mereka membangun Bait Suci (Tetapi dalam bulan yang ketujuh datanglah Ismael bin Netanya bin Elisama, seorang yang asalnya dari keturunan raja, dan sepuluh orang bersama-sama dengan dia; mereka membunuh Gedalya dan orang-orang Yehuda dan orang-orang Kasdim yang ada bersama-sama dengan dia di Mizpa. Maka bangkitlah seluruh rakyat, dari yang kecil sampai yang besar, serta panglima-panglima tentara, lalu larilah mereka ke Mesir 2 Raj. 25:25-26). Kemudian, karena perubahan politik di Timur Tengah, Mesir menjadi pusat pengembangan Yudaisme. Penerjemahan Perjanjian Lama LXX Septuginta dilakukan di Alexandria, Mesir. Jika orang-orang Yahudi membenci mereka, mereka tidak akan melakukan demikian.

Kedua, dari perspektif positif, pengalaman menyakitkan mereka menjadi motivasi untuk memperlakukan orang dengan kebaikan di masa depan; oleh karena itu, tampaknya sifat kebangsaan orang Yahudi tidak dibangun di atas dasar hukum yang kaku mati, tetapi pada kasih kemurahan kebaikan.

Renungkan:
Filsafat Konfusius berkata: apa yang tidak diharapkan pada diri sendiri, jangan lakukan pada orang lain. Namun, hal yang tidak harapan sangat banyak terjadi dalam kehidupan, bagaimana kita dapat mengubah begitu banyak pengalaman negatif, mengubahnya menjadi semangat dan daya dorong positif, yang baik? Sering ingat kasih Allah, itu dapat membuat kita lebih dari pemenang dalam segala hal.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.