Tag Archives: Kitab Ulangan

Ulangan 33:6-25

Nilai rapor

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 33:6-25 [ITB])
6 Biarlah Ruben hidup dan jangan mati, tetapi biarlah orang-orangnya sedikit jumlahnya.
7 Dan inilah tentang Yehuda. Katanya: Dengarlah, ya TUHAN, suara Yehuda dan bawalah dia kepada bangsanya. Berjuanglah baginya dengan tangan-Mu, dan jadilah Engkau penolongnya melawan musuhnya.
8 Tentang Lewi ia berkata: Biarlah Tumim dan Urim-Mu menjadi kepunyaan orang yang Kaukasihi, yang telah Kaucoba di Masa, dengan siapa Engkau berbantah dekat mata air Meriba; 9 yang berkata tentang ayahnya dan tentang ibunya: aku tidak mengindahkan mereka; ia yang tidak mau kenal saudara-saudaranya dan acuh tak acuh terhadap anak-anaknya. Sebab orang-orang Lewi itu berpegang pada firman-Mu dan menjaga perjanjian-Mu; 10 mereka mengajarkan peraturan-peraturan-Mu kepada Yakub, hukum-Mu kepada Israel; mereka menaruh ukupan wangi-wangian di depan-Mu dan korban yang terbakar seluruhnya di atas mezbah-Mu. 11 Berkatilah, ya TUHAN, kekuatannya dan berkenanlah kepada pekerjaannya. Remukkanlah pinggang orang yang melawan dia dan yang membenci dia, sehingga mereka tidak dapat bangkit.
12 Tentang Benyamin ia berkata: Kekasih TUHAN yang diam pada-Nya dengan tenteram! TUHAN melindungi dia setiap waktu dan diam di antara lereng-lereng gunungnya.
13 Tentang Yusuf ia berkata: Kiranya negerinya diberkati oleh TUHAN dengan yang terbaik dari langit, dengan air embun, dan dengan air samudera raya yang ada di bawah; 14 dengan yang terbaik dari yang dihasilkan matahari, dan dengan yang terbaik dari yang ditumbuhkan bulan; 15 dengan yang terutama dari gunung-gunung yang sejak dahulu, dan dengan yang terbaik dari bukit-bukit yang berabad-abad, 16 dan dengan yang terbaik dari bumi serta segala isinya; dengan perkenanan Dia yang diam dalam semak duri. Biarlah itu semuanya turun ke atas kepala Yusuf, ke atas batu kepala orang yang teristimewa di antara saudara-saudaranya. 17 Anak sulung lembu sapinya adalah kegemilangannya dan tanduk-tanduknya seperti tanduk-tanduk lembu hutan; dengan itu ia akan menanduk bangsa-bangsa, seluruh bumi, dari ujung ke ujung. Itulah orang Efraim yang puluhan ribu, dan itulah orang Manasye yang ribuan.
18 Tentang Zebulon ia berkata: Bersukacitalah, hai Zebulon, atas perjalanan-perjalananmu, dan engkaupun, hai Isakhar, atas kemah-kemahmu. 19 Bangsa-bangsa akan dipanggil mereka datang ke gunung; di sanalah mereka akan mempersembahkan korban sembelihan yang benar, sebab mereka akan mengisap kelimpahan laut dan harta yang terpendam di dalam pasir.
20 Tentang Gad ia berkata: Terpujilah Dia yang memberi kelapangan kepada Gad. Seperti singa betina ia diam dan menerkam lengan, bahkan batu kepala. 21 Ia memilih bagian yang terutama, sebab di sanalah tersimpan bagian panglima; ia datang kepada para kepala bangsa itu; dilakukannya kebenaran TUHAN serta penghukuman-penghukuman-Nya bersama-sama dengan orang Israel.
22 Tentang Dan ia berkata: Adapun Dan ialah anak singa yang melompat keluar dari Basan.
23 Tentang Naftali ia berkata: Naftali kenyang dengan perkenanan dan penuh dengan berkat TUHAN; milikilah tasik dan wilayah sebelah selatan.
24 Tentang Asyer ia berkata: Diberkatilah Asyer di antara anak-anak lelaki; biarlah ia disukai oleh saudara-saudaranya, dan biarlah ia mencelupkan kakinya ke dalam minyak. 25 Biarlah dari besi dan dari tembaga palang pintumu, selama umurmu kiranya kekuatanmu.

Saatnya mengirim lembar rapor lagi.

Meskipun perikop ini dalam bentuk berkat, ini bukan hanya memuji yang baik doa yang baik yang tanpa dasar, tetapi penilaian yang sebenarnya dari masing-masing suku.
Terakhir kali yang melakukan penilaian rapor adalah Yakub (Kejadian 49). Saat itu, dua belas suku baru saja terbentuk dan masih tinggal di Mesir. Hari ini, lebih dari tiga ratus tahun kemudian, dua belas suku telah membentuk sebuah bangsa dan keluar dari Mesir, berkelana di padang gurun selama empat puluh tahun lagi, dan sekarang pada malam memasuki Tanah Perjanjian Kanaan, yang juga saat Musa meninggalkan dunia, sesaat sebelum meninggal ia melaksanakan tanggung jawab patriark dan memberikan skor penilaian bagi Israel, dari tentu saja berdasarkan dengan kinerja suku-suku di padang gurun, memberikan urutan kepada masing-masing suku. Oleh karena itu, untuk memahami rapor ini harus dilihat bersama dengan berkat Yakub menjelang kematian.

Pertama-tama, urutan tidak lagi berdasarkan urutan tua atau muda (misalnya, Benyamin terdaftar sebelum Yusuf sang kakak), tetapi sesuai dengan struktur suku. Tentu saja, sesuai dengan praktik yang biasa, Ruben masih urutan pertama; diikuti oleh kelompok utara dan selatan. Pertama adalah kelompok selatan (kelak adalah kerajaan selatan), Yehuda, Lewi dan Benyamin. Adapun Simeon tidak muncul dalam daftar mungkin sudah tergabung dalam suku Yehuda. Kemudian selanjutnya kelompok utara yang dipimpin oleh suku Yusuf dan suku Gad di sebelah timur sungai.

Kedua, urutan kedua adalah Yehuda. Jelas mereka memegang peran kepemimpinan di antara suku-suku, sedangkan kelak keluarga kerajaan adalah berasal dari suku ini. Urutan ketiga adalah suku Lewi, karena umat Israel adalah umat religius, oleh karena itu, keluarga imam memiliki status superior. Urutan keempat adalah suku Benyamin, karena mereka telah membentuk hubungan yang tidak bisa dipecahkan dengan suku Yehuda.

Ketiga, jika urutan ditentukan oleh panjang komentar, suku Lewi dan Yusuf akan menonjol dan jauh melampaui suku-suku lain. Ini semua terkait dengan ketekunan Yusuf menerima penghinaan dan menyelamatkan seluruh keluarga; dan imam Pinehas mengambil inisiatif untuk menghancurkan kerabat yang berdosa sehingga menyelamatkan bangsa, menyelamatkan agama umat itu dan moralitas dari kehancuran, mungkin inilah alasan mengapa kedua suku itu penilaian baik.

Renungkan:
Menurut tradisi Yahudi, setiap Tahun Baru adalah saat umat Allah diurutkan kembali. Allah akan menilai naik turunnya orang-orang dalam kitab kehidupan menurut kinerja tahunan mereka (lihat Malekhi 3:16). Perjanjian Baru juga mengingatkan orang percaya dalam Wahyu 20:13, 15 aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu … setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu, yang terakhir itu adalah arsip perbuatan kita sehari-hari. Kita seharusnya tidak hanya melihat apakah nama tercatat dalam kitab kehidupan, tetapi juga ingat bahwa Allah akan menghakimi kita menurut perbuatan kita, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu kelak!


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 33:1-5

Allah adalah Raja

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 33:1-5 [ITB])
1 Inilah berkat yang diberikan Musa, abdi Allah itu, kepada orang Israel sebelum ia mati. 2 Berkatalah ia: 「TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala. 3 Sungguh Ia mengasihi umat-Nya; semua orang-Nya yang kudus di dalam tangan-Mulah mereka, pada kaki-Mulah mereka duduk, menangkap sesuatu dari firman-Mu. 4 Musa telah memerintahkan hukum Taurat kepada kita, suatu milik bagi jemaah Yakub. 5 Ia menjadi raja di Yesyurun, ketika kepala-kepala bangsa datang berkumpul, yakni segala suku Israel bersama-sama.

Betapa indah gambaran dari Alkitab!

Orang-orang kudus dari berbagai penjuru di bawah pimpinan Israel datang menyembah TUHAN, merayakan Allah adalah Raja. Gambaran ini membawakan gema penciptaan ketika TUHAN telah menyelesaikan penciptaan-Nya Ia menikmati Sabat. Saat itu, Adam seperti Kepala Menteri memimpin makhluk ciptaan di dunia untuk menyembah Sang Pencipta, mengucapkan selamat kepada-Nya sebagai Kepala segala sesuatu. Dunia Musa sangat berbeda dari dunia Adam. Tempat yang didiami umat manusia bukan lagi Taman Firdaus, tetapi dunia yang dirusak oleh dosa. Sama seperti ketika dunia diciptakan, didirikan hukum aturan pada alam belum berbentuk dan kosong, dan sekarang Allah melalui Musa memberikan hukum-Nya kepada manusia.

Ada banyak latar belakang dan masalah tekstual dalam perikop ini. Misalnya, TUHAN datang dari gunung mana berasal: Sinai? Paran? atau Seir? Para ahli Alkitab memiliki pendapat yang berbeda selama seribu tahun. Namun begitu, beberapa poin utama yang jelas:

Pertama-tama: wibawa otoritas TUHAN terkandung menjadi otoritas hukum Allah. Hukum api yang menyala / a fiery law, Firman-Nya, dan hukum Taurat muncul dalam perikop ini, Allah yang tidak terbatas membatasi tuntutan hukum-Nya menjadi terbatas hitam di atas kertas putih kepada manusia. Orang Israel tidak perlu lagi menebak-nebak untuk mengetahui kehendak Allah, asalkan mereka mengikuti hukum Musa dengan tulus dan jujur. Kita hampir tidak bisa menghindari pertanyaan: seberapa baik orang Israel, sehingga Allah bisa mempercayakan hukum suci Allah kepada mereka?

Kedua, anugerah Allah kepada bangsa-bangsa. Perhatikan: ayat 3 sungguh Ia mengasihi umat-Nya; semua orang-Nya yang kudus, kata mengasihi (חֹבֵ֣ב ḥō·ḇêḇ) harus dipahami sebagai persahabatan, berbeda dengan cinta (’ahava) atau kasih keluarga (yedidah); umat(‘am·mîm) adalah bentuk jamak tidak terbatas pada umat Israel, oleh karena itu, arti dari kalimat ini adalah: Allah mengasihi semua orang di dunia, dan Dia pada akhirnya akan memberikan hukum Taurat-Nya kepada dunia melalui Israel.

Terakhir, Allah adalah Raja di antara jemaah Israel. Kata jemaah bukan saja bersifat luas mencakup bangsa-bangsa yang berbeda, tetapi juga memiliki kedalaman yakni orang-orang kudus dari segala zaman; jika tidak, dari mana asal puluhan ribu orang yang kudus / myriads of holy ones yang datang kepada TUHAN?

Renungkan:
Mempelajari hukum Allah adalah nilai inti dari orang-orang Yahudi, disebut bangsa kitab suci (People of the Book). Mereka mungkin bisa mengalami kesalahan karena berusaha melakukan koreksi yang berlebihan, namun, gereja juga merupakan bangsa kitab suci, namun, tujuan mempelajari Alkitab untuk mendukung penobatan Allah sebagai Raja, perjalanan memang masih jauh!


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 32:23-24

Wabah

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 32:23-24 [ITB])
23 Aku akan menimbun malapetaka ke atas mereka, seluruh anak panah-Ku akan Kutembakkan kepada mereka. 24 Apabila mereka sudah lemas karena lapar dan merana oleh demam yang membara, dan oleh penyakit sampar, maka Aku akan melepaskan taring binatang buas kepada mereka, dengan racun binatang yang menjalar di dalam debu.

Kata demam (רֶשֶׁף resheph) sulit untuk diterjemahkan, karena aslinya bukan dari bahasa Ibrani tetapi bahasa Mesir. Resheph adalah dewa dalam mitologi Mesir yang mengkhususkan diri dalam menyerang musuh dengan demam. Sampai setelah Alexander Agung membawa budaya Yunani ke Mesir, digantikan dengan dewa matahari Apollo, karena Apollo juga dewa yang menembak musuh dengan demam sebagai anak panah.

Tentu saja, banyak wabah modern, dari AIDS hingga SARS atau flu burung, kemungkinan besar terkait dengan kehidupan manusia yang tidak normal, tetapi orang modern tidak lagi melihatnya dari sisi agama, dan sulit untuk mendapatkan pengakuan publik. Selama masalah bisa diselesaikan itu saja sudah cukup.
Namun, Alkitab penuh dengan contoh-contoh hukuman Allah untuk memahami bencana yang terjadi di antara manusia. Daud menggambarkan pengalaman hidupnya dengan cara ini:
Sesungguhnya gelora-gelora maut telah mengelilingi aku, banjir-banjir jahanam telah menimpa aku, tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku. Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya (2 Sam. 22:5-7)

Tali, perangkap semua peralatan pemburu, adalah jebakan memburu mangsa. Tali-tali dunia orang mati , perangkap-perangkap maut adalah bencana yang fatal. Jahanam (בְּלִיַעַל bliya`al) dalam Gulungan Laut Mati dan Perjanjian Baru (2 Korintus 6:15) digunakan sebagai utusan kematian atau dunia orang mati. Tetapi bencana adalah akibat dosa manusia, atau bencana seperti tali menjerat, dan merupakan nasib buruk yang manusia tidak bisa hindari?

Midrash Tehillim Yahudi lebih lanjut menerapkan kata-kata Daud yang disebutkan di atas pada bencana hancurnya kerajaan umat itu: Asyur, Babel, Persia, dan Edom semua adalah alat yang digunakan oleh Allah untuk menghukum orang-orang Yahudi. Hal ini sejalan dengan kutukan lagu Musa. Asalkan kita meneliti sejarah umat manusia (atau sejarah modern negara kita) dengan sudut pandang jangka waktu yang panjang, tidak sulit untuk menarik kesimpulan yang sama.

Renungkan:
Daud menyaksikan bahwa banyak kesulitan dalam hidupnya mungkin akibat dari kegagalannya, tetapi ketika dia berseru kepada Allah, Allah menjawab doanya dan menyelamatkannya dari penderitaan ini, setidaknya agar dia tidak lagi bingung terjerat dengan tragedi-tragedi ini.
Kita dapat memanjatkan doa yang sama untuk diri kita sendiri dan untuk zaman kita, sehingga demam yang membara tidak menjadi alat di tangan iblis untuk menyerang kita, tetapi utusan Allah yang memimpin orang untuk kembali kepada Allah.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 31:16-22

Mengutuk diri, mendisiplin diri

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 31:16-22 [ITB])
16 TUHAN berfirman kepada Musa: Ketahuilah, engkau akan mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu dan bangsa ini akan bangkit dan berzinah dengan mengikuti allah asing yang ada di negeri, ke mana mereka akan masuk; mereka akan meninggalkan Aku dan mengingkari perjanjian-Ku yang Kuikat dengan mereka. 17 Pada waktu itu murka-Ku akan bernyala-nyala terhadap mereka, Aku akan meninggalkan mereka dan menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, sehingga mereka termakan habis dan banyak kali ditimpa malapetaka serta kesusahan. Maka pada waktu itu mereka akan berkata: Bukankah malapetaka itu menimpa kita, oleh sebab Allah kita tidak ada di tengah-tengah kita? 18 Tetapi Aku akan menyembunyikan wajah-Ku sama sekali pada waktu itu, karena segala kejahatan yang telah dilakukan mereka: yakni mereka telah berpaling kepada allah lain.
19 Oleh sebab itu tuliskanlah nyanyian ini dan ajarkanlah kepada orang Israel, letakkanlah di dalam mulut mereka, supaya nyanyian ini menjadi saksi bagi-Ku terhadap orang Israel. 20 Sebab Aku akan membawa mereka ke tanah yang Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka, yakni tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya; mereka akan makan dan kenyang dan menjadi gemuk, tetapi mereka akan berpaling kepada allah lain dan beribadah kepadanya. Aku ini akan dinista mereka dan perjanjian-Ku akan diingkari mereka. 21 Maka apabila banyak kali mereka ditimpa malapetaka serta kesusahan, maka nyanyian ini akan menjadi kesaksian terhadap mereka, sebab nyanyian ini akan tetap melekat pada bibir keturunan mereka. Sebab Aku tahu niat yang dikandung mereka pada hari ini, sebelum Aku membawa mereka ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka.
22 Maka Musa menuliskan nyanyian ini dan mengajarkannya kepada orang Israel.

Nyanyian Musa (Ulangan 32:1-43) adalah puisi nyanyian kenabian, dan juga ratapan yang dinyanyikan selama pemakaman. Yahudi membacakannya dalam per bagian yang disebut Ha’azinu, yang diambil dari kata pertama di bagian ini dengarkan ah! tapi kata ini berbeda dengan Shema, kata kerja ini diambil dari kata benda: telinga; mirip seperti Perjanjian baru Yesus menggunakan kata-kata: Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan; atau bahasa Inggris: Lend me your ear! Jadi, itu bukan perintah tapi nyanyian sedih.

Latar belakang dari nyanyian ini adalah: suatu hari ketika Allah menghukum orang Israel, Dia sudah tahu bahwa mereka akan membantah balik, dan alih-alih mengakui tanggung jawab mereka menyalahkan Allah. Sekarang, Allah ingin Musa menuliskan nyanyian untuk mereka sampaikan dari generasi ke generasi, sampai ketika hukuman mereka terjadi, mereka tidak bisa menolak tanggung jawab mereka, dan mereka tidak bisa menggunakan ketidaktahuan sebagai alasan untuk mengelak dari tanggung jawab mereka. Dengan kata lain, itu adalah nyanyian untuk mendakwah diri sendiri.

Mengapa Allah begitu repot-repot, bukankah sudah tahu bahwa orang Israel adalah umat yang gagal; jika tidak, jangan biarkan mereka masuk ke Kanaan dan biarkan mereka menghilang di Sinai; atau jika tidak, ketika mereka berdosa dan meninggalkan Allah, hancurkan saja mereka atau usir saja mereka keluar dari tanah yang dijanjikan. Mengapa repot-repot, di satu sisi untuk merancang trilogi hukuman, dan di sisi lain mengutus nabi untuk mengingatkan mereka lagi dan lagi?

Allah adalah kudus, Allah yang adil benar, dan Allah yang penuh kasih, dari sejarah-Nya kepada bangsa Israel, kasih-Nya mendahului di depan kebenaran. Mungkin ini adalah mengapa pada awal nyanyian Musa, TUHAN menyatakan bahwa hubungan-Nya dengan orang Israel adalah hubungan antara Bapa dan anak-anak.

Mazmur 103:8-10 8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. 9 Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. 10 Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita

Renungkan:
Allah ingin orang Israel menyimpan nyanyian ini di bibir untuk diwariskan dari generasi ke generasi yang akan datang. Tentu saja, dia ingin mereka belajar menjaga diri dan disiplin diri. Mereka seharusnya tidak menjadi masyarakat yang bersikeras menyelesaikan segala hal dengan dakwaan pengadilan hukum; hanya sayangnya, Israel tidak menghargai kesabaran dan kasih karunia Allah, akhirnya mereka jatuh ke dalam situasi tidak bisa diobati lagi. Kita masih mencintai kasih karunia Allah tetapi tidak bersedia membayar harga, seperti semua orang menyukai bentuk tubuh yang indah, tapi sopan menolak undangan untuk kontrol diet. Nyanyian Musa masih pengingat yang baik!


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 30:11-14

Sulit sekali seperti naik ke langit?

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 30:11-14 [ITB])
11 Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh.
12 Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
13 Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
14 Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.

Bagaimana mematuhi hukum tidak sulit? Bahkan tidak mudah untuk belajar undang-undang dan hukum, jika tidak maka biaya pengacara tidak akan begitu mahal. Saya percaya bahwa di Hong Kong, tidak ada orang yang membaca habis semua hukum.

Sejak zaman dahulu para peneliti Yahudi memiliki dua pertanyaan terhadap penjelasan paragraf ini:
Pertama, apakah firman di sini mengacu pada teks di atas (ayat 10) perintah Musa kepada orang Israel agar berbalik, atau apakah itu secara umum merujuk kepada semua hukum? Kebanyakan peneliti berpendapat itu adalah merujuk kepada semua hukum Allah.
Kedua, naik ke langit … menyeberang laut mengacu pada apa? Tentu saja, naik ke langit, menyeberang laut adalah kiasan. Tetapi Hukum Musa adalah Musa naik ke gunung, Allah turun (dikatakan sebagai malaikat turun) dan memberikan kepadanya, oleh karena itu, jika kalimat ini mengacu pada Musa naik gunung untuk menerima hukum Allah, itu juga masuk akal. Dengan kata lain, Musa berkata: aku akan pergi, tidak ada yang akan pergi ke gunung untuk mengambil kitab suci bagi mereka, dan tidak perlu lagi. Kehendak Allah telah diberitakan kepada mereka, dan itu akan tergantung pada mereka sendiri untuk melaksanakan di masa depan.

Semua penjelasan di atas kurang satu hal, yaitu bagian terakhir dengan jelas menyatakan: firman tidak perlu dicari jauh-jauh, karena itu ada di mulut dan hati orang itu; itu mengacu pada hukum yang terukir dalam diri manusia. Paulus menjelaskan ini:
… mereka (orang Yahudi) sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya.
Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga? yaitu: untuk membawa Yesus turun, atau: Siapakah akan turun ke jurang maut?, yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.
Tetapi apakah katanya? Ini: Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu. Itulah firman iman, yang kami beritakan (Roma 10:2-8)

Orang bukan saja harus mengejar sisi terang manusia (ini adalah inti dari hukum Yahudi), jika tidak maka akan bertentangan dengan kebenaran Allah. Kristus adalah manifestasi hidup dari hukum Allah, dan orang dibenarkan oleh iman di dalam Kristus (tanpa mendaki gunung dan menyeberangi laut).

Renungkan:
Ada 613 hukum Musa, dan itu menakutkan untuk berpikir tentang hal itu. Allah menggunakan nabi Yeremia (Yeremia 31:31-34) untuk menubuatkan bahwa ketika perjanjian baru digenapi, orang tidak harus mengikuti hukum yang terukir di loh batu, tetapi hukum Allah tertulis di hati orang, jadi tidak perlu orang lain menunjuk atau menunjuk mereka, Roh Kudus memimpin umat Allah untuk melakukan kehendak Allah dan menerima keselamatan sejati.
Kita adalah umat Allah di era Perjanjian Baru, kita tidak hanya harus rajin mempelajari Firman Allah yang tertulis di dalam Alkitab, tetapi juga mengembangkan terang Roh Kudus di dalam hati kita.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 30:1-10

Engkau berbalik Aku berbalik, pertobatan dan keselamatan

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 30:1-10 [ITB])
1 Maka apabila segala hal ini berlaku atasmu, yakni berkat dan kutuk yang telah kuperhadapkan kepadamu itu, dan engkau menjadi sadar dalam hatimu di tengah-tengah segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, menghalau engkau, 2 dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya sesuai dengan segala yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, baik engkau maupun anak-anakmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
3 maka TUHAN, Allahmu, akan memulihkan keadaanmu dan akan menyayangi engkau. Ia akan mengumpulkan engkau kembali dari segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, telah menyerakkan engkau. 4 Sekalipun orang-orang yang terhalau dari padamu ada di ujung langit, dari sanapun TUHAN, Allahmu, akan mengumpulkan engkau kembali dan dari sanapun Ia akan mengambil engkau.
5 TUHAN, Allahmu, akan membawa engkau masuk ke negeri yang sudah dimiliki nenek moyangmu, dan engkaupun akan memilikinya pula. Ia akan berbuat baik kepadamu dan membuat engkau banyak melebihi nenek moyangmu.
6 Dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup.
7 TUHAN, Allahmu, akan menjatuhkan segala sumpah serapah itu kepada musuhmu dan pembencimu, yang telah mengejar engkau. 8 Engkau akan mendengarkan kembali suara TUHAN dan melakukan segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini.
9 TUHAN, Allahmu, akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam segala pekerjaanmu, dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu, sebab TUHAN, Allahmu, akan bergirang kembali karena engkau dalam keberuntunganmu, seperti Ia bergirang karena nenek moyangmu dahulu
10 apabila engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dengan berpegang pada perintah dan ketetapan-Nya, yang tertulis dalam kitab Taurat ini dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.

Sebelum kematiannya, Musa dengan tulus memberi tahu orang Israel bahwa apakah masa depan mereka adalah berkat atau kutukan, tergantung pada apakah mereka dengan tulus mencintai Allah dan mematuhi perintah Musa. Musa juga tidak sungkan memberitahukan bahwa sifat mereka keras kepala, kelak akan membuat mereka diusir keluar dari Tanah Perjanjian oleh Allah. Ketika orang Israel (Yahudi) diserakkan tersebar ke seluruh dunia, dia berseru agar umat Allah untuk bertobat dan berbalik kembali. Kata kunci yang menyambung di seluruh perikop ini adalah kata berbalik, muncul tujuh kali dalam bentuk yang berbeda dalam perikop sepuluh ayat ini.

Mengamati format dari berbalik keselamatan di sini dan jelas berbeda dari tempat lain dalam Alkitab. Format umum (misalnya: Kitab Hakim-hakim) adalah:
* Orang Israel berdosa → hukuman Allah → orang Israel bertobat → Allah kembali kepada keselamatan
* Orang Israel terlebih dahulu kembali bertobat, dan kemudian Allah kembali ke keselamatan.

Kita harus memahami bahwa kronologis waktu yang dinubuatkan di sini adalah bahwa pengasingan telah terjadi, dan umat Allah sudah ditawan ke Babel; di sisi lain, ini adalah pesan nubuat yang ditinggalkan Musa, mendorong agar mereka tidak sepenuhnya putus asa jika sampai di saat itu, asalkan jika mereka bersedia untuk berbalik, Allah masih bersedia untuk menyelamatkan mereka dari nasib buruk, namun, pra-syarat utama adalah bahwa Israel harus mengambil inisiatif untuk berbalik kembali kepada Allah. Tentu saja, apakah keselamatan adalah inisiatif Allah atau inisiatif manusia adalah pertanyaan teologis yang tidak pernah jelas, namun bagi Israel yang dengan sengaja melakukan kejahatan, tentu saja, pada tingkat tertentu orang harus mengambil inisiatif, dan kemudian Allah akan menyelesaikannya. (Lihat kisah anak yang hilang dalam Lukas 19)
Nubuat Musa di sini, sayangnya, tergenapi beberapa ratus tahun kemudian. Sebelum pengasingan besar, Hosea, nabi Kerajaan Utara, membuat seruan yang sama:
Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami. Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim.
Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka. Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar. Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon. Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon.
Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah. Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ. (Hos. 14:1-10)

Menurut nabi Hosea, berbaliknya Israel mengacu pada:
1. Berdoa dengan sungguh-sungguh menggantikan persembahan korban lahiriah;
2. Jangan mengandalkan kekuatan asing;
3. Tidak lagi menyembah berhala.

Renungkan:
Dunia sekarang penuh bencana. Kita punya tanggung jawab untuk menyerukan Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat! (Mat. 3:2). Hendaknya kita tahu, zaman saat nabi Hosea hidup —— Yeroboam II memerintah atas Kerajaan Utara —— negara itu seperti berada di tengah-tengah langit; namun, nabi Hosea siap menghadapi bahaya dan dengan keras menyerukan pertobatan. Sayangnya, orang Israel tidak pernah mendengarkan dia. Akibatnya, Kerajaan Utara menghilang setelah seratus tahun kemudian, jadi bagaimana bisa menyalahkan orang lain? Gereja hari ini adalah penjaga zaman, jangan membungkam mulut diri sendiri, jika tidak, Anda akan malu pada para pendahulu.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 27:16

Orang yang memandang rendah ibu dan bapanya

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 27:16 [ITB])
16 Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu dan bapanya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!

Ulangan 27 mulai mencatat hal-hal yang Musa katakan kepada orang Israel terkait keselamatan umat Israel di masa depan. Semua itu harus mereka tuliskan pada batu-batu segera setelah menyeberangi sungai, merupakan fondasi bangsa itu di masa depan. Perkataan-perkataan ini menyangkut mati atau hidupnya individu dan bangsa, lebih berat dari Sepuluh Perintah, tetapi sayangnya gereja jarang menyebutkannya dalam pengajaran.

Kata memandang rendah dari sudut pandang tulisan bahasa Mandarin: memandang rendah adalah memandang hina dan penuh kesombongan. Jika kita menempatkannya pada Sepuluh Perintah Allah maka kutukan ini harus diklasifikasikan di bawah peraturan menghormati orang tua (dari sudut padang kebalikannya). Memandang rendah orang tua adalah tidak berbudi dan tidak menghormati pada orang tua.

Namun, dalam bahasa aslinya akar kata ini berarti ringan. Penggunaan yang sama ditemukan di Kej. 12:3, Allah menjanjikan Abraham: mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau. Kutukan pertama, bahasa asli juga berarti ringan: bahkan jika orang Kanaan hanya memandang ringan Abraham (memandang rendah, tidak menghormati), maka Allah akan membalas dengan kutukan lebih berat untuk.

Kata kerja yang sama juga diterjemahkan menjadi rendah di mata, yaitu memandang rendah, tidak menghormati. Menghukum sesama Israel empat puluh kali harus orang itu dipukuli, jangan lebih; supaya jangan saudaramu menjadi rendah di matamu, apabila ia dipukul lebih banyak lagi (Ul. 25:3) Di lain kata-kata, anak-anak tidak boleh melecehkan atau memperlakukan buruk orang tua mereka sehingga orang lain memandang rendah mereka. Perilaku seperti itu kekejian yang menjijikkan di mata Allah.

Bahkan kekerasan verbal juga tidak dapat diterima. Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap (Amsal 20:20), perhatikan kutukan di sini dalam bahasa aslinya adalah ringan, diterjemahkan sebagai kutukan karena referensi hasil yang diperoleh terdapat dalam konteks. Mengutuki (memandang ringan) orang tua, dalam Kel. 21:17 adalah pelanggaran berat hukuman mati, karena mengutuk orang tua sama dengan mengutuk Allah (Im. 24:15). Kehidupan seseorang bukan sekadar berasal dari orang tua, tetapi juga merupakan penciptaan Allah. Definisi rabi terhadap mengutuki tidak hanya kata-kata kasar, tetapi juga mencakup mempermainkan benaran antara orang tua, atau bahkan sampai pada tidak boleh membangunkan orang tua yang tidur.

Renungkan:
Tentu saja, hubungan antar personal adalah dua arah, juga saling sebab dan akibat. Orang tua menuntut generasi muda tidak boleh memandang rendah mereka, pada saat yang sama mereka juga harus merenungkan apakah mereka memandang rendah anak-anak mereka? Kekerasan dalam rumah tangga adalah masalah serius di masyarakat saat ini. Yudaisme percaya bahwa hubungan perjanjian keluarga harus diatur dan dikembalikan di bawah Hukum Musa. Rasul Paulus lebih lanjut mengusulkan untuk membangun hubungan yang baik dengan satu sama lain di dalam Tuhan (Efesus 6:1-4).
Oleh karena itu, memimpin anggota keluarga untuk percaya kepada Allah dan mengasihi Allah bukan hanya tentang keselamatan pribadi, tetapi juga untuk kebahagiaan kekal keluarga!


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 29:18-21

Bencana sudah dekat

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 29:18-21 [ITB])
18 Sebab itu janganlah di antaramu ada laki-laki atau perempuan, kaum keluarga atau suku yang hatinya pada hari ini berpaling meninggalkan TUHAN, Allah kita, untuk pergi berbakti kepada allah bangsa-bangsa itu; janganlah di antaramu ada akar yang menghasilkan racun atau ipuh. 19 Tetapi apabila seseorang pada waktu mendengar perkataan sumpah serapah ini menyangka dirinya tetap diberkati, dengan berkata: Aku akan selamat, walaupun aku berlaku degil dengan demikian dilenyapkannya baik tanah yang kegenangan maupun yang kekeringan 20 maka TUHAN tidak akan mau mengampuni orang itu, tetapi murka dan cemburu TUHAN akan menyala atasnya pada waktu itu; segenap sumpah serapah yang tertulis dalam kitab ini akan menghinggapi dia, dan TUHAN akan menghapuskan namanya dari kolong langit. 21 TUHAN akan memisahkan orang itu dari segala suku Israel supaya dia mendapat celaka, sesuai dengan segala sumpah serapah perjanjian yang tertulis dalam kitab hukum Taurat ini.

Ayat-ayat Perjanjian Lama, seperti Pentateukh, karena usia penulisan, kita tidak terlalu mengenal cara penggunaan teks pada saat itu, sehingga menerjemahkannya benar-benar tidak mudah. Saat membaca, perlu merujuk ke teks sebelum dan sesudahnya. Misal, di awal paragraf kaum keluarga atau suku. Itu adalah fenomena yang mengerikan, dimulai dari kemurtadan pribadi individu, dan akhirnya menyebar menjadi kemurtadan seluruh suku. Sungguh: ada akar yang menghasilkan racun atau ipuh (sayuran pahit dan apsintus). Ketika seluruh kelompok jatuh dan mendatangkan hukuman Allah, orang yang merupakan akar pemulai itu bahkan merasa dirinya baik (menyangka dirinya tetap diberkati).

Raja Daud pernah karena khilaf sesaat melakukan sensus penghitungan jumlah orang, kesalahan Daud mengakibatkan tujuh puluh ribu orang mati (2 Sam. 24:15), tujuh puluh ribu orang ini tanpa memandang jenis kelamin, status sosial atau usia, dan mereka dihukum terkena getah imbas dosa Daud. Apakah Daud dapat menempatkan diri di luar?Apakah ia dapat merasa dirinya baik? Tentu saja tidak, dapat dipercaya dia akan menanggung bayang-bayang tragedi ini dalam sisa hidupnya.

Mengapa ada orang dalam kesusahan sosial masih bisa merasa baik (menyangka dirinya tetap diberkati)? Mungkin ketika dia memulai kemurtadan, situasinya tidak terlalu menonjol, ketika makin banyak orang lain yang mengikuti dan semakin terjerumus makin dalam; akhirnya, ketika semua jatuh ke dalam hukuman disiplin Allah, ia menarik diri dan menertawakan semua orang. Ada orang berpikir bahwa ketika orang itu pertama kali meninggalkan imannya mungkin telah dinasihati dan ditegur oleh beberapa orang beriman, namun, ketika hukuman Allah datang dan mereka yang dahulu berusaha mencegah dia juga ikut terkena getah, tetapi malahan dia tidak menderita (atau selamat), maka dia bisa menertawakan mereka dahulu mencegah dia murtad itu.

Bagaimanapun, jelas bahwa dia adalah orang yang secara iman memotong dirinya putus dari segala suku Israel.
Allah membenci orang seperti itu dan bersumpah untuk mendongkel dia keluar dan menghukumnya.

Renungkan:
Allah membentuk komunitas iman di Israel agar mereka membuat perjanjian untuk saling menjaga, saling mendukung, dan saling mencintai. Allah membenci orang-orang yang melanggar perjanjian dan kemurtadan, dan bahkan terlebih membenci mereka yang menabur benih kemurtadan.
Kita hendaknya mencintai apa yang Allah cintai dan membenci apa yang dibenci Allah. Bagi orang percaya yang melakukan kesalahan dalam perilaku, kita mencoba yang terbaik untuk memulihkannya; tetapi untuk pengkhianat yang memikat orang percaya lain ikut murtad menjauh dari Tuhan, kita benar-benar harus berdiri teguh dan menegakkan disiplin. Jika tidak, kita hanya akan mendatangkan hukuman Allah yang lebih besar.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 25:17-19 (2)

「Ingatlah apa yang dilakukan orang Amalek」

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 25:17-19 [ITB])
17 Ingatlah apa yang dilakukan orang Amalek kepadamu pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir; 18 bahwa engkau didatangi mereka di jalan dan semua orang lemah pada barisan belakangmu dihantam mereka, sedang engkau lelah dan lesu. Mereka tidak takut akan Allah. 19 Maka apabila TUHAN, Allahmu, sudah mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada segala musuhmu di sekeliling, di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dimiliki sebagai milik pusaka, maka haruslah engkau menghapuskan ingatan kepada Amalek dari kolong langit. Janganlah lupa!

Orang Yahudi setiap tahun merayakan Purim, selama satu minggu sebelumnya di dalam pelajaran Kitab Suci harus menambahkan perikop ini, yang dikenal sebagai Zachor (yaitu berarti Janganlah lupa).

Mengapa masih harus memegang erat rasa sakit masa lalu? Apakah Musa menghendaki Israel membalas dendam bangsa? Pengkhotbah 3:5, 7 mengatakan: ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk … ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. Apa ada hal baik bagi Israel untuk memendam kebencian lama?

Metafora rabi Yahudi mengatakan akal adalah pada kepala manusia, perasaan adalah pada hati, dan ingatan adalah lehernya, ia menghubungkan pengalaman dengan akal. Kita semua tidak memahami konflik kepentingan antara orang Israel dan orang Amalek yang menyebabkan orang Amalek menyerang mereka. Sama sekali tidak ada. Israel hanya sekelompok orang kecil melarikan diri keluar dari Mesir; mereka juga bukan hendak menduduki padang gurun Sinai. Orang Amalek sesungguhnya ingin menghancurkan semua harapan orang-orang Israel yang saat itu hanya baru mengalami keselamatan keluaran dari Mesir, dan orang Amalek ingin sebelum orang Israel memasuki tanah yang dijanjikan sudah dilenyapkan ingatan bahwa mereka telah mengalami keselamatan. Allah ingin umat-nya untuk memusnahkan semua kekuatan yang menghalangi mereka membangun iman yang benar.

Iman kita sedikit atau banyak dibangun di atas ingatan sejarah, karya perbuatan Allah disampaikan dari generasi ke generasi. Misalnya: Kisah Keluaran dari Mesir membuat kita menyadari bahwa Allah adalah Penebus; Tuhan berdoa di Taman Getsemani membuat kita memahami Yesus memiliki dua kodrat Allah dan manusia. Dan ingatan tidak semuanya negatif, orang Yahudi menyebut ingatan adalah Eidim (kesaksian). Bagi orang Yahudi, perayaan Purim bukan hanya peringatan hari kemenangan atas musuh, tapi juga momen yang sukacita; dan setelah mengatasi banyak kesulitan, menantikan kedatangan Mesias.

Renungkan:
Orang Amalek sesungguhnya ingin menghancurkan semua harapan orang-orang Israel yang saat itu hanya baru mengalami keselamatan keluaran dari Mesir, dan orang Amalek ingin sebelum orang Israel memasuki tanah yang dijanjikan sudah dilenyapkan ingatan bahwa mereka telah mengalami keselamatan.
Ada orang berpendapat: untuk memaafkan (forgive) harus melupakan (forget).Namun, fakta memberitahu kita bahwa cinta yang buta seringkali menjadi sumber kejahatan yang semakin banyak.
Berani membenci berani mencintai. Di Yerusalem ada sebuah Memorial Hall bagi orang Yahudi yang menjadi korban Perang Dunia II, selain menunjukkan kengerian kamp-kamp konsentrasi, di luar taman telah didirikan sebuah monumen bagi orang-orang non-Yahudi yang menyelamatkan mereka agar terus diingat keturunan mereka. Di antaranya terdapat orang Tionghoa di sana pada waktu itu Mr. He Fengshan, Konsul Austria.
Siapa dalam hidup kita yang telah membantu diri kita sendiri? Jangan lupa untuk selalu mengucapkan syukur bagi mereka di hadapan Allah.
Jangan biarkan ada apa pun yang memotong kita dari mengubah pengalaman baik menjadi nutrisi positif bagi iman kita.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 25:17-19

「Peritiswa orang Amalek (1)」

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 25:17-19 [ITB])
17 Ingatlah apa yang dilakukan orang Amalek kepadamu pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir; 18 bahwa engkau didatangi mereka di jalan dan semua orang lemah pada barisan belakangmu dihantam mereka, sedang engkau lelah dan lesu. Mereka tidak takut akan Allah. 19 Maka apabila TUHAN, Allahmu, sudah mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada segala musuhmu di sekeliling, di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dimiliki sebagai milik pusaka, maka haruslah engkau menghapuskan ingatan kepada Amalek dari kolong langit. Janganlah lupa!

Ulangan 23 sampai 26 terlihat seperti mencatat banyak peraturan sepele bagi orang Israel. Kadang-kadang kita bingung bagaimana mengklasifikasikannya. Jika kita perhatikan dengan saksama, kita dapat menemukan bahwa ketiga pasal ini dapat dibagi menjadi tiga bagian besar, setiap bagian diakhiri sepotong frasa Janganlah lupa! sebagai penanda sejarah, sebagai penjelasan dari perintah / aturan yang dijabarkan sebelumnya. Misalnya, sebelum perikop hari ini, 24:9 adalah Miryam yang terkena kusta; berikutnya 24:18 pengalaman menjadi budak di Mesir; di sini adalah pertempuran dengan orang Amalek saat perjalanan di padang belantara.

Sejarah yang relevan dicatat dalam Keluaran 17:8-16, datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim … berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit. … Ia berkata: Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-temurun.』」

Kita semua akrab dengan kisah bagaimana orang Israel mengalahkan Amalek, tapi mengapa berperang? Mengapa Allah begitu murka atas mereka?
Di sini, Musa memberikan dua alasan: pertama adalah bahwa orang Amalek menyerang orang Israel yang tua dan lemah. Sampai hari ini, menyerang orang yang tidak mampu melawan tetap dibenci oleh para pejuang Arab. Alasan kedua lebih khusus: Mereka tidak hormat takut akan Allah.

Apa itu hormat takut akan Allah? Mengapa kejahatan yang tampaknya sulit dipahami ini begitu penting di mata Allah? Anehnya, meskipun kita sering meletakkan kalimat ini di bibir kita, tidak banyak catatan penjelasan konkret tentang hormat takut akan Allah di dalam Alkitab, terutama merupakan tuntutan mendasar dari TUHAN terhadap bangsa-bangsa asing (lihat, Kej. 20:11; 42:18; Kel. 1:17; Kis. 10:34-35, 17:22).

Yudaisme memiliki apa yang disebut Tujuh Hukum Nuh (Seven Laws of Noah), yang berisi tujuh standar moral yang bahkan harus diikuti oleh orang asing non-Yahudi yang tidak diatur oleh Hukum Musa. Pada tahun 1991, Kongres AS mengesahkan undang-undang untuk memasukkan Tujuh Hukum Nuh ke dalam kurikulum etika sekolah. Hukum pertama adalah: tidak boleh menyembah berhala.

Pada Kongres Yerusalem, Yakub memutuskan bahwa syarat-syarat dasar bagi orang-orang non-Yahudi untuk memasuki gereja (saat itu anggota gereja sebagian besar masih orang Yahudi) adalah: menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah (Kis. 15:19-21), 《Ensiklopedia Yahudi》 juga mengakui bahwa ini mungkin standar minimum bagi orang bukan Yahudi untuk takut akan Allah di zaman Romawi.

Renungkan:
Generasi / zaman saat ini adalah dunia yang didominasi oleh non-Kristen. Apa saja yang merupakan kekejian yang dibenci Allah, dan apakah kita telah memenuhi tanggung jawab Kristen dan berseru mendorong orang untuk bertobat? Kami tidak mengharapkan mereka menjadi seperti orang Amalek mendapat kutukan Allah akhirnya menyebabkan kehancuran bangsa.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.