Ulangan 24:19-21

Saling memperlakukan dengan kebaikan

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 24:19-21 [ITB])
19 Apabila engkau menuai di ladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda
supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu.
20 Apabila engkau memetik hasil pohon zaitunmu dengan memukul-mukulnya, janganlah engkau memeriksa dahan-dahannya sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda.
21 Apabila engkau mengumpulkan hasil kebun anggurmu, janganlah engkau mengadakan pemetikan sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda.

Paragraf ini tampak sederhana dan lugas, tampaknya merupakan perintah untuk berbelas kasihan, tetapi para rabi Yahudi mengajukan tiga pertanyaan:

Pertama-tama, dari sudut pandang teks, tiga ayat 19-21 yang terkait orang asing, anak yatim dan janda seharusnya merupakan bagian paragraf yang sama dengan ayat sebelumnya di atas Janganlah engkau memperkosa hak orang asing dan anak yatim; juga janganlah engkau mengambil pakaian seorang janda menjadi gadai (ayat 17); tetapi ayat 18 Haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di Mesir dan engkau ditebus TUHAN, Allahmu, dari sana; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini merupakan akhir dari paragraf (lihat juga ayat 24:22 di bawah). Di sisi lain, tiga ayat ini di bagian akhir semuanya terdapat frasa itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda, jadi seharusnya menjadi satu paragraf independen.

Kedua, sifat tujuan perintah (janganlah memperkosa hak orang asing dan anak yatim) dan sifat konten (janganlah engkau mengambil pakaian seorang janda menjadi gadai) dalam ayat 17 dapat dilihat dengan jelas. Namun, tiga ayat 19-21 tidak menjelaskan tujuan dan konten, aspek kontennya lebih luas dan lebih sulit diterapkan: apakah hanya sebatas memanen gandum, memanen zaitun, dan memetik anggur? Bagaimana dengan produk pertanian lainnya?

Imamat 19:9-10 menuliskan: Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu. Juga sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu
Perintah dalam 3 ayat Kitab Ulangan ini jelas berasal dari Imamat. Tetapi bagaimana kriteria tidak habis-habis sampai ke tepinya, sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik? Semua ini hanya dapat dilakukan dengan hati nurani semua orang, bukan kriteria pasti yang dapat dikontrol hukum.

Juga, jika itu untuk membantu orang miskin, maka jumlahnya terlalu kecil. Hukum Musa sudah menetapkan jumlah tetap untuk membantu orang miskin (misal seperti persepuluhan), maka yang ditujukan di sini bukan orang miskin tapi sang pemberi. Persepuluhan dapat diatur, tetapi peraturan yang di sini tergantung kerelaan. Melalui sumbangan semacam ini, karakter bangsa yang baik dapat dibina.

Renungkan:
Lagu Pujian 554 – Little drops of water [Nyanyian Tetesan Air Kecil]
Tetesan-tetesan air yang kecil, menumpuk menjadi di laut;
butir-butir pasir halus yang kecil, menumpuk menjadi bumi.
Hal-hal kecil yang penuh kasih, tangan kecil menabur benih,
dapat menumbuhkan bunga yang harum, dan memberkati ribuan orang.
Hal-hal kecil yang penuh kasih, dan kata-kata kecil yang lembut,
dapat membuat dunia lebih baik, dan menjadi rumah Bapa surgawi.

Mungkin sedikit perbuatan baik mungkin tidak benar-benar membawa efek seperti yang dikatakan lagu pujian itu, tetapi diri kita yang telah mendapatkan berkat terlebih dahulu. Ini adalah janji Alkitab yang sangat dapat diandalkan.


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.