「Hendaklah Sepanjang Umur Hidup Dalam Kasih Sayang Tuhan!」
Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.
(Rom. 11:21-22 [ITB])
21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu. 22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.
Terjemahan literal dari Rom. 11:21-22 adalah 「karena jika di masa lalu Tuhan tidak mentolerir cabang-cabang yang alami, Ia tidak akan mentolerir engkau. Maka perhatikan kemurahan hati dan kekerasan tegas Tuhan: kepada orang yang jatuh, tegas keras; kepada engkau, kemurahan hati, asalkan engkau tetap dalam kemurahan hati-Nya; Jika tidak, engkau akan dipotong.」 Paulus mengingatkan orang percaya bangsa-bangsa non Yahudi agar jangan meninggalkan 「iman」, tetap tinggal dalam kemurahan hati Tuhan, dan memakai sikap 「tegas」 Allah terhadap Israel untuk mengingatkan kita: jika kita meninggalkan iman, kita juga akan dipotong.
Dalam Rom. 11:22-23 muncul istilah 「tetap」 (epimeno), yang dapat diterjemahkan sebagai 「terus berada di dalam」 atau 「terus tinggal dalam.」 Kata ini muncul 3 kali dalam Surat Roma. Dalam Rom. 6:1, Paulus menegur mereka yang berpikir bahwa mereka yang telah diselamatkan boleh 「tetap berada dalam」 dosa! Setelah percaya Tuhan Yesus, maka sepatutnya keluar dari gelap masuk ke dalam terang, meninggalkan yang jahat masuk ke dalam yang baik, harus senantiasa berada di dalam Tuhan. Orang Kristen yang berkenan kepada Allah, harus memiliki kualitas, yakni 「senantiasa hidup dalam」 Kristus! Ini juga merupakan ajaran yang sangat diperhatikan oleh Tuhan Yesus dan para Rasul!
Perhatian Paulus adalah seperti yang diajarkan Tuhan Yesus dalam Injil Yohanes 15: Anda harus senantiasa selalu di dalam diri-Ku! Kita harus senantiasa selalu di dalam Tuhan! Orang Kristen modern suka lebih banyak mendengarkan kebenaran tentang belas kasihan dan pengampunan Allah, tetapi sering mengabaikan banyak ayat Alkitab keras, peringatan dan tuntutan kekudusan. Beberapa orang bahkan mengajarkan kesesatan: 「Setelah percaya Tuhan, bahkan jika engkau memanjakan nafsu, meninggalkan iman, tidak perlu takut, karena anugerah Allah itu berkecukupan.」Ajaran sesat seperti ini yang dibenci dan ditentang dengan keras oleh Paulus, dan yang telah berulang-ulang ia cela dalam Surat Roman. Seperti Yesus, Paulus sering mengajarkan orang untuk berpegang pada kesalehan dan iman. Dalam Rom. 2:4, Paulus mencela orang yang merasa diri sendiri benar: 「Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?」 Belas kasihan kemurahan Tuhan bukanlah untuk membiarkan kita memanjakan menuruti kemauan diri, tetapi menghendaki kita tetap menjaga dengan berhati-hati, agar kita senantiasa menyimpan hati yang takut hormat, agar kita menjauhi yang jahat melakukan yang baik, agar kita erat bergantung pada Tuhan, agar kita seumur hidup percaya beriman kepada Tuhan Yesus, seumur hidup menjadi milik Tuhan, melayani Tuhan.
Ada orang keliru salah memahami perkataan 「sekali diselamatkan, selamanya diselamatkan」 sehingga salah memberikan pengajaran! Saat kuliah di Amerika Serikat, ada pendeta yang salah memahami kebenaran ini dan berkata dalam khotbahnya: 「Kalau anda percaya kepada Yesus hari ini, besok meninggalkan Allah, juga tidak takut. Asal anda ambil keputusan hari ini, anda akan diselamatkan. Besok menyembah Budha, juga tidak takut, tidak akan kehilangan keselamatan.」 Saat itu saya membantu menerjemahkan baginya ke dalam bahasa Kanton, saya tidak bisa meneruskan terjemahan tersebut. Saya bertanya: di bagian mana dalam Alkitab ada pengajaran seperti ini? Kemudian saya membaca tentang teori yang sesat ini: 「bahkan jika orang percaya menjadi orang tidak percaya karena berbagai alasan praktis, keselamatan tidak akan terpengaruh.」 「Bahkan jika orang meninggalkan iman, kasih Allah begitu besar, dan orang itu tidak akan kehilangan keselamatan dan akan tidak hilang dari tangan Tuhan」 Ajaran yang memanjakan orang boleh semaunya meninggalkan iman adalah kesalahan yang sangat besar dan ditentang oleh teologi yang ortodoks sejak dari masa lalu. Yesus tegas mengingatkan kita: 「Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah」 (Luk. 9:62). Surat Ibrani mengatakan 「Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya」 (Ibrani 10:38)
Yesus mengajarkan kita bahwa ada ilalang dan gandum di dalam gereja, ada kambing dan domba. Bagi mereka yang memiliki iman yang secara permukaan kulit, tetapi tidak memiliki akar dalam hati mereka dan semau hati meninggalkan iman mereka, Yesus menggambarkan mereka sebagai: 「Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad」 (Luk. 8:13) Tuhan Yesus telah berulang kali memperingatkan orang-orang percaya bahwa orang percaya tidak dapat meninggalkan Dia. 「Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar」 (Yoh. 15:5-6). Surat Ibrani memperingatkan kita: 「Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing.」 (Ibrani 13:9) 「… marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan」 (Ibrani 12:28-29). Perlindungan Tuhan adalah hendak menjaga kita berada di dalam Dia, di dalam kasih karunia, bukan menjaga kita untuk meninggalkan iman, bukan menjaga kita untuk memanjakan nafsu kejahatan!
Seorang percaya hendaklah bertanya: Apakah engkau masih berada di dalam kemurahan Tuhan? Jika Anda memanjakan kemauan diri sendiri, apakah Anda ingin mengalami kekerasan Allah?
Renungkan: Apakah Anda pernah mendengar ajaran sesat 「jikalaupun memanjakan nafsu kemauan diri, juga pasti akan diselamatkan」?
Jika Anda melihat seseorang yang berlabel 「Kristen」 tetapi dalam praktek bertindak semaunya, juga tidak benar-benar percaya kepada Yesus, apakah Anda akan suka orang-orang ini? Apakah nama Allah karena demikian menjadi dihujat?
Anda berpikir bagaimana Allah akan memperlakukan mereka?
Hendaklah kita ingat dengan erat bahwa kasih karunia Allah adalah untuk membuat kita tetap mengejar kekudusan, adalah untuk menjaga kita senantiasa berada dalam Tuhan!
Daftar renungan pemahaman Surat Roma (silahkan klik untuk membuka)
Daftar renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).