「Bertobat dan mendapat hidup」
Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yehezkiel 18:21-29 [ITB])
21 「Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. 22 Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya. 23 Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?
24 Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik — apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berubah setia dan karena dosa yang dilakukannya.
25 Tetapi kamu berkata: 『Tindakan Tuhan tidak tepat!』 Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat? 26 Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. 27 Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya. 28 Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. 29 Tetapi kaum Israel berkata: 『Tindakan Tuhan tidak tepat!』 Apakah tindakan-Ku yang tidak tepat, hai kaum Israel, ataukah tindakanmu yang tidak tepat?」
Ketika Yehezkiel selesai berbicara tentang pembalasan retribusi, ia menjelaskan mengenai orang meninggalkan kejahatan dan melakukan kebenaran, juga orang yang meninggalkan kebenaran dan melakukan kejahatan. Jika orang fasik meninggalkan semua kejahatan, taat semua hukum Allah dan melakukan melakukan keadilan dan kebenaran, orang ini akan hidup (ayat 21), itu karena Allah adalah Allah yang pengasih dan penyayang, Allah senang orang-orang berbalik untuk bertobat, tetapi juga berkenan kepada orang dan dengan demikian orang itu akan hidup, kejahatan yang dia lakukan sebelumnya tidak akan diingat (ayat 22, 23), ini menunjukkan kasih pengampunan Allah. Namun, ketika orang benar meninggalkan kebenaran dan berbuat kejahatan, maka Allah membalas dia atas perbuatannya, sehingga dia tidak bisa hidup, segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi, tetapi ia akan mati karena perbuatan jahatnya (ayat 24), menunjukkan bahwa Allah adalah Allah yang adil, kasih Allah tidak ada kesalahan moral, bukan pemanjaan tanpa aturan, Dia akan membalas dosa kejahatan yang dilakukan manusia.
Akan tetapi, pada waktu itu ada orang memprotes: 「Tindakan Tuhan tidak tepat!」 (ayat 25). Ini mungkin karena orang-orang pada waktu itu memiliki konsep akumulasi dan pemotongan antara kebaikan dan kejahatan, berpikir bahwa perbuatan baik dapat diakumulasi menumpuk, perbuatan kejahatan akan impas dengan kebaikan yang dilakukan, seperti tabungan dan pemakaian, seperti berbuat baik adalah menabung, kejahatan adalah pemakaian, hubungan antara keduanya adalah hubungan sederhana penambahan dan pengurangan (debit dan kredit), ini menjadi dianggap adil oleh orang zaman itu. Tetapi, Yehezkiel menyangkal konsep tersebut, dan Allah tidak berkenan pada konsep ini, seolah-olah melakukan kebaikan dapat membenarkan kejahatan, permainan debit kredit perbuatan kebaikan dan perbuatan kejahatan tidak akan mengurangi orang berbuat jahat, justru memberikan kesempatan orang berbuat jahat. Tetapi, apa yang Allah menyenangkan adalah 「insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya」 (ayat 28), dan yang Allah hargai adalah kerendahan hati, pertobatan, inilah keadilan di mata Allah, hanya pertobatan hidup, barulah dapat membawa diri menjauh dari kematian.
Pandangan Yehezkiel tentang pertobatan konsisten dengan keyakinan akan pembenaran oleh iman. Kita tidak akan pernah bisa diselamatkan karena kita mengumpulkan jasa kebaikan, tetapi kita dapat diselamatkan adalah karena kita bertobat dan percaya kepada Allah. Pada saat yang sama, pertobatan seperti itu bukan sekadar tiket masuk surga, tetapi menuntut 「insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya」 (ayat 28). Kehidupan yang memiliki iman ini secara alami akan meninggalkan dosa, iman secara alami akan membawa perbuatan. Meskipun kita dibenarkan oleh iman, perbuatan juga penting sebagai buah iman.
Renungkan:
Jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah, semua hati yang rela bertobat dari kejahatan dan berbuat baik, berkenan kepada Tuhan. Apakah ada bagian dari diri saya yang membutuhkan pertobatan?
Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.