Tag Archives: retribusi

Yehezkiel 18:21-29

Bertobat dan mendapat hidup

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 18:21-29 [ITB])
21 Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. 22 Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya. 23 Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?
24 Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik — apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berubah setia dan karena dosa yang dilakukannya.
25 Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat? 26 Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. 27 Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya. 28 Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. 29 Tetapi kaum Israel berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Apakah tindakan-Ku yang tidak tepat, hai kaum Israel, ataukah tindakanmu yang tidak tepat?

Ketika Yehezkiel selesai berbicara tentang pembalasan retribusi, ia menjelaskan mengenai orang meninggalkan kejahatan dan melakukan kebenaran, juga orang yang meninggalkan kebenaran dan melakukan kejahatan. Jika orang fasik meninggalkan semua kejahatan, taat semua hukum Allah dan melakukan melakukan keadilan dan kebenaran, orang ini akan hidup (ayat 21), itu karena Allah adalah Allah yang pengasih dan penyayang, Allah senang orang-orang berbalik untuk bertobat, tetapi juga berkenan kepada orang dan dengan demikian orang itu akan hidup, kejahatan yang dia lakukan sebelumnya tidak akan diingat (ayat 22, 23), ini menunjukkan kasih pengampunan Allah. Namun, ketika orang benar meninggalkan kebenaran dan berbuat kejahatan, maka Allah membalas dia atas perbuatannya, sehingga dia tidak bisa hidup, segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi, tetapi ia akan mati karena perbuatan jahatnya (ayat 24), menunjukkan bahwa Allah adalah Allah yang adil, kasih Allah tidak ada kesalahan moral, bukan pemanjaan tanpa aturan, Dia akan membalas dosa kejahatan yang dilakukan manusia.

Akan tetapi, pada waktu itu ada orang memprotes: Tindakan Tuhan tidak tepat! (ayat 25). Ini mungkin karena orang-orang pada waktu itu memiliki konsep akumulasi dan pemotongan antara kebaikan dan kejahatan, berpikir bahwa perbuatan baik dapat diakumulasi menumpuk, perbuatan kejahatan akan impas dengan kebaikan yang dilakukan, seperti tabungan dan pemakaian, seperti berbuat baik adalah menabung, kejahatan adalah pemakaian, hubungan antara keduanya adalah hubungan sederhana penambahan dan pengurangan (debit dan kredit), ini menjadi dianggap adil oleh orang zaman itu. Tetapi, Yehezkiel menyangkal konsep tersebut, dan Allah tidak berkenan pada konsep ini, seolah-olah melakukan kebaikan dapat membenarkan kejahatan, permainan debit kredit perbuatan kebaikan dan perbuatan kejahatan tidak akan mengurangi orang berbuat jahat, justru memberikan kesempatan orang berbuat jahat. Tetapi, apa yang Allah menyenangkan adalah insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya (ayat 28), dan yang Allah hargai adalah kerendahan hati, pertobatan, inilah keadilan di mata Allah, hanya pertobatan hidup, barulah dapat membawa diri menjauh dari kematian.

Pandangan Yehezkiel tentang pertobatan konsisten dengan keyakinan akan pembenaran oleh iman. Kita tidak akan pernah bisa diselamatkan karena kita mengumpulkan jasa kebaikan, tetapi kita dapat diselamatkan adalah karena kita bertobat dan percaya kepada Allah. Pada saat yang sama, pertobatan seperti itu bukan sekadar tiket masuk surga, tetapi menuntut insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya (ayat 28). Kehidupan yang memiliki iman ini secara alami akan meninggalkan dosa, iman secara alami akan membawa perbuatan. Meskipun kita dibenarkan oleh iman, perbuatan juga penting sebagai buah iman.

Renungkan:
Jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah, semua hati yang rela bertobat dari kejahatan dan berbuat baik, berkenan kepada Tuhan. Apakah ada bagian dari diri saya yang membutuhkan pertobatan?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yehezkiel 14:12-23

Biarpun ada tiga orang ini di antara mereka

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 14:12-23 [ITB])
12 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 13 Hai anak manusia, kalau sesuatu negeri berdosa kepada-Ku dengan berubah setia dan Aku mengacungkan tangan-Ku melawannya dengan memusnahkan persediaan makanannya dan mendatangkan kelaparan atasnya dan melenyapkan dari negeri itu manusia dan binatang, 14 biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Daniel dan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
15 Atau jikalau Aku membuat binatang buas berkeliaran di negeri itu, yang memunahkan penduduknya, sehingga negeri itu menjadi sunyi sepi, dan tidak seorangpun berani melintasinya karena binatang buas itu, 16 dan biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang tadi, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, mereka tidak akan menyelamatkan baik anak-anak lelaki maupun anak-anak perempuan; hanya mereka sendiri akan diselamatkan, tetapi negeri itu akan menjadi sunyi sepi.
17 Atau jikalau Aku membawa pedang atas negeri itu dan Aku berfirman: Hai pedang, jelajahilah negeri itu!, dan Aku melenyapkan dari negeri itu manusia dan binatang, 18 dan biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang tadi, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, mereka tidak akan menyelamatkan baik anak-anak lelaki maupun anak-anak perempuan, tetapi hanya mereka sendiri akan diselamatkan.
19 Atau jikalau Aku mendatangkan sampar atas negeri itu dan Aku mencurahkan amarah-Ku atasnya sehingga darah mengalir dengan melenyapkan dari negeri itu manusia dan binatang, 20 dan biarpun Nuh, Daniel dan Ayub berada di tengah-tengahnya, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, mereka tidak akan menyelamatkan baik anak laki-laki maupun anak perempuan, melainkan mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka.
21 Ya, beginilah firman Tuhan ALLAH: Jauh lebih dari itu, kalau Aku mendatangkan keempat hukuman-Ku yang berat-berat, yaitu pedang, kelaparan, binatang buas dan sampar, atas Yerusalem untuk melenyapkan dari padanya manusia dan binatang!
22 Tetapi sungguh, akan tertinggal di sana orang yang terluput, yang mengiring ke luar anak-anak lelaki dan perempuan; lihat, mereka akan datang kepadamu dan kamu akan melihat tingkah laku mereka dan kamu akan merasa terhibur tentang malapetaka yang Kudatangkan atas Yerusalem, ya tentang segala-galanya yang Kudatangkan atasnya. 23 Mereka akan menghibur kamu, kalau kamu melihat tingkah lakunya, dan kamu akan mengetahui bahwa bukan tanpa alasan Kuperbuat segala sesuatu yang Kuperbuat atas Yerusalem, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Perikop Yeh. 14:12-23 mencatat perkataan ilahi yang disampaikan Yehezkiel melawan kejahatan suatu negeri terhadap Allah. Meskipun tidak menunjukkan negeri yang mana, tetapi perkataan ilahi ini menggunakan kata 「berdosa」 (ma‘al) (ayat 12), kata ini secara tradisional digunakan oleh para imam yang memiliki arti pelanggaran tanpa otoritas terhadap Tempat Kudus, orang-orang kudus dan benda-benda kudus (Im. 15, 6:2), ini adalah kejahatan tidak menghormati kekudusan TUHAN. Jadi dapat disimpulkan yang dimaksudkan dengan 「sesuatu negeri berdosa」 ini sebenarnya adalah Israel. dalam perkataan ilahi ini, kita melihat bahwa Allah akan menggunakan empat bencana untuk melaksanakan penghakiman-Nya, pedang, kelaparan, binatang buas, dan penyakit sampar (ayat 21), bencana besar telah dicatat dalam Ulangan 28 merupakan bagian kutukan dari perjanjian, jadi bencana ini bukan bencana murni, tetapi membawa janji bagian kutukan dari perjanjian, menunjukkan bahwa jika orang Israel mengkhianati Allah, maka Allah akan memenuhi persyaratan perjanjian, memberikan bencana. Selain itu, empat bencana terjadi secara bersamaan, mewakili penghakiman Allah yang menyeluruh atas Yerusalem, juga menunjukkan bahwa situasi tawanan yang belum pernah terjadi sebelumnya, melibatkan semua orang Yerusalem dan seluruh tanah, dan dengan berfokus pada tangan Allah untuk menggambarkan datangnya bencana ini (ayat 13), ketika Allah mengacungkan tangan-Nya maka bencana ini akan segera terjadi, menunjukkan bahwa bencana ini datang dari Allah, juga menunjukkan bahwa tidak ada yang bisa lari menghindarkan diri dari tangan Allah.

Lalu, kata 「keselamatan」 (nṣl / natsal) adalah kata yang banyak digunakan dalam perikop ini (Yeh. 14:14, 16, 18, 20) menjelaskan bahwa meskipun Nuh, Daniel dan Ayub hadir berada di negeri ini, ketiga orang ini hanya bisa 「menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka」, bahkan mereka tidak akan bisa menyelamatkan anak-anak lelaki maupun anak-anak perempuan (Yeh. 14:14, 16, 18, 20). Nuh adalah orang benar (Kejadian 6:9-12), Ayub juga orang benar yang sempurna (Ayub 1:1, 8, 2:3), tetapi Daniel yang disebutkan dalam perikop ini lebih kontroversial. Salah satunya adalah karena Daniel adalah seorang pemuda yang tinggal di pengasingan pada zaman yang sama dengan Yehezkiel. Jika Yehezkiel membicarakan gambaran orang benar yang dihormati seperti Ayub atau Nuh, maka pemuda Daniel tidak memenuhi persyaratan ini; selain itu karena kata 「daniel」 (dn’l) di sini sedikit berbeda dengan nama 「Daniel」 (dny’l) dalam kitab Daniel. Apakah ini benar-benar Daniel? Beberapa ahli berpendapat bahwa ini bukan Daniel yang disebutkan dalam kitab Daniel, tetapi mungkin Daniel orang bijak di Tirus atau Kanaan utara (Yeh. 28:3), atau raja Daniel dalam kisah Aqhat yang ditemukan di arkeologi Ugarit kuno, karena ada deskripsi integritas dirinya. Namun, semua klaim ini belum dapat dikonfirmasi, sangat sulit untuk menentukan apakah Yehezkiel benar-benar tahu tentang 「Daniel」 yang di luar Israel. Sebaliknya, jika yang dimaksudkan adalah Daniel pemuda yang ditawan, justru karena dia telah masuk ke istana Nebukadnezar pada usia muda sehingga menjadi terkenal di penawanan ini, secara tradisional dia diakui adalah orang yang saleh, jadi Yehezkiel menggunakan Daniel yang satu zaman pembuangan yang sama untuk mengekspresikan citra orang benar bersama dengan Nuh dan Ayub yang saleh, itu sangat dapat dimengerti.

Renungkan:
Dosa orang Israel telah mencapai tingkat yang sangat serius, Allah pasti akan menurunkan empat bencana, bahkan jika ada ketiga orang benar tersebut di antara mereka, tetap tidak akan bisa membawakan keselamatan karena kebenaran ketiga orang itu. Ini juga menunjukkan kepada konsep retribusi Yehezkiel, menunjukkan bahwa masing-masing orang akan menderita hukuman karena dosa masing-masing pribadi, orang berdosa tidak bisa meminjam kebenaran orang lain untuk membawakan keselamatan, masing-masing orang akan karena dosa dirinya menerima hukuman yang setimpal. Jadi, kita harus merenungkan, jangan bergembira merasa beruntung berpikir bahwa di antara kita sudah ada orang benar dapat menghindarkan hukuman bagi seluruh komunitas, pada kenyataannya, masing-masing orang harus bertanggung jawab atas dosanya sendiri.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amsal 11:16-31

Menabur menuai
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 11:16-31 [ITB])
16 Perempuan yang baik hati beroleh hormat;
………sedangkan seorang penindas beroleh kekayaan.
17 Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri,
………tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.
18 Orang fasik membuat laba yang sia-sia,
………tetapi siapa menabur kebenaran, mendapat pahala yang tetap.
19 Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup,
………tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian.
20 Orang yang serong hatinya adalah kekejian bagi TUHAN,
………tetapi orang yang tak bercela, jalannya dikenan-Nya.
21 Sungguh, orang jahat tidak akan luput dari hukuman,
………tetapi keturunan orang benar akan diselamatkan.
22 Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.
23 Keinginan orang benar mendatangkan bahagia semata-mata,
………harapan orang fasik mendatangkan murka.
24 Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya,
………ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.
25 Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan,
………siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
26 Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang,
………tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum.
27 Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang,
………tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.
28 Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh;
………tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.
29 Siapa yang mengacaukan rumah tangganya akan menangkap angin;
………orang bodoh akan menjadi budak orang bijak.
30 Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang.
31 Kalau orang benar menerima balasan di atas bumi,
………lebih-lebih orang fasik dan orang berdosa!

Dalam perikop 11:16-31, orang bijak dengan jelas mengingatkan kepada pembaca tentang sebuah tema penting yakni hubungan antara tindakan dan konsekuensi (Action-Consequences), percaya bahwa kontras yang paling utama hidup … kematian adalah pusat perikop ini. Dalam ayat 16-21 membicarakan tentang pekerjaan dan upah, upah dan pahala (ayat 18), dan hidup dan mati (ayat 19), menunjukkan konsekuensi yang harus ditanggung dari setiap tindakan, setiap orang harus menuai apa yang ditaburnya. Bagi orang benar, perbuatan benar mereka mendatangkan kepuasan hati, kehidupan, dan keamanan; sedangkan orang fasik mengalami kekecewaan, kematian, dan hukuman. Orang bijak meminta pembaca untuk memikirkan logika yang menarik: murah hati dan kejam (ayat 17), hal ini dilakukan kepada orang lain, dapat membawa manfaat bagi orang lain, atau akan membawa dampak mencelakakan. Namun, orang bijak menunjukkan bahwa pada akhirnya, orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri. Karakter, motif, tindakan seseorang, konsekuensi yang diterimanya, saling berkaitan tidak dapat dipisahkan.

Dalam ayat 23-27, orang bijak terus mengajukan logika lain, yaitu subjek kemurahan hati. Dalam ayat 24, ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan, pemikirannya sama dengan di ayat 17. Jika seseorang berbagi uang dengan orang lain, memang kekayaannya pasti berkurang; dan mereka yang tahu cara berhemat, kekayaan seharusnya menumpuk. Tetapi mengapa orang bijak sampai pada kesimpulan yang berlawanan? Pemikiran paradoks ini karena ekonomi Allah berbeda dengan ekonomi kita. Ayat 25 menggunakan kalimat paralel sinonim: siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum, mereka yang memperlakukan orang lain dengan murah hati memberi manfaat kepada orang lain, membuat orang lain mendapat kelimpahan / disegarkan (refresh, NIV); pada saat yang sama, bahkan diri sendiri akan mendapat kelimpahan / disegarkan (will be refreshed, NIV). Ternyata, perbuatan baik yang benar, akan diingat Allah, seperti disebutkan 19:17 siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. Perjanjian Baru juga menuliskan pengajaran serupa: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. (2 Korintus 9:6). Tindakan dengan motif tulus ingin membawakan kesejahteraan bagi orang lain, akan diberkati.

Orang bijak mengakhiri pasal ini dengan sebuah pertanyaan: Kalau orang benar menerima balasan di atas bumi, lebih-lebih orang fasik dan orang berdosa? (ayat 31). Para ahli menunjukkan bahwa ayat ini mengandung beberapa karakteristik. Pertama-tama, kata-kata bijak jarang diekspresikan dalam bentuk pertanyaan, ini sengaja untuk membuat pembaca memikirkan pertanyaan ini. Selain itu, penggunaan kata lebih-lebih / apalagi (15:11; 17:7; 19:7, 10; 21:27) tidak hanya memunculkan makna perbandingan, tetapi juga menunjukkan keseriusannya. Akhirnya, para peneliti menunjukkan bahwa pembalasan setimpal (retribution) dapat terjadi selama hidup, yaitu tidak ada yang melakukan kejahatan tanpa dihukum. Dari Perjanjian Lama, kita melihat bahwa Musa dan Daud tidak terkecuali, konsep ini telah berlanjut sampai masa kini dan bahkan generasi masa depan. Seperti yang dikatakan Petrus: jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia (1 Petrus 4:18-19).

Renungkan:
(1) Marilah merenungkan: … Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya (Lukas 19:26). Apa pengertian yang ditunjukkan kepada saya?
(2) Jika Roh Kudus menyentuh hatiku: Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya (Gal. 6:7), berdoa agar Tuhan membantu saya untuk merenungkan hidup dengan serius dan iman percaya yang sungguh-sungguh.


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yehezkiel 10:1-8

「Pendahuluan saat meninggalkan」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 10:1-8 [ITB])
1 Lalu aku melihat, sungguh, di atas cakrawala yang di atas kepala kerub tampak di atas mereka sesuatu yang menyerupai takhta, yang seperti permata lazurit kelihatannya.
2 Maka Ia berkata kepada orang yang berpakaian lenan itu: Masuklah ke bawah kerub dari antara roda-rodanya dan penuhilah rangkup tanganmu dengan bara api dari tengah-tengah kerub itu dan hamburkan ke atas kota itu.
Lalu aku melihat dia masuk. 3 Kerub-kerub itu berdiri di sebelah selatan Bait Suci, waktu orang itu masuk ke tengah-tengah roda-rodanya; dan segumpal awan memenuhi pelataran dalam. 4 Dalam pada itu kemuliaan TUHAN naik dari atas kerub dan pergi ke atas ambang pintu Bait Suci, dan Bait Suci ini dipenuhi oleh awan itu dan pelatarannya penuh dengan sinar kemuliaan TUHAN. 5 Suara sayap kerub itu terdengar sampai pelataran luar seperti suara ALLAH Yang Mahakuasa, kalau Ia berfirman.
6 Ia memerintahkan kepada orang yang berpakaian lenan itu: Ambillah api dari tengah-tengah roda-rodanya, dari tengah-tengah kerub itu! Maka yang berpakaian lenan ini pergi berdiri di samping salah satu dari roda-roda itu. 7 Lalu seorang kerub itu mengulurkan tangannya dari tengah kerub-kerub ke api yang ada di tengah-tengah mereka, diambilnya sedikit dan ditaruhnya di dalam tangan orang yang berpakaian lenan. Orang ini menerimanya dan pergi.
8 Pada kerub-kerub itu tampak yang menyerupai tangan manusia di bawah sayap mereka.

Paragraf ini mencatat pendahuluan TUHAN meninggalkan Bait Suci, dilihat dalam penglihatan Yehezkiel. Ayat 1 menceritakan kembali penglihatan Yehezkiel ketika dia dipanggil, menjelaskan bahwa ada sesuatu yang menyerupai takhta di atas cakrawala (Yeh. 1:26), dan ayat 2 juga sekali lagi menjelaskan roda yang berputar di bawah kerub (Yeh. 1:15-21), kedua elemen ini telah menjadi elemen penting di pasal 10. Ringkasnya, kemuliaan TUHAN adalah hadirat Allah, dan takhta Allah adalah kerub, dan kerub memiliki roda yang berputar-putar, artinya takhta Allah dapat bergerak bebas seperti kereta. Hal ini akan memudahkan pembaca untuk memahami bahwa kemuliaan Allah pergi dan bergerak ke arah Babel, dan memahami mengapa orang-orang yang diasingkan memiliki penyertaan Allah bersama mereka, karena mobilitas kemuliaan Allah menyatakan Dia bersama dengan orang-orang yang terserak itu.

Ayat 3-4 memakai banyak ruang untuk menggambarkan interaksi antara kemuliaan Allah dan kerub. Pertama, kerub berhenti di sisi selatan Bait Suci, dengan enam malaikat pemusnah (Yeh. 9:2), kerub ada di sebelah selatan, malaikat pemusnah ada di utara. Kerub akan bersama dengan kemuliaan Allah pergi meninggalkan, dan malaikat pemusnah akan memusnahkan. Kedua, awan memenuhi pelataran dalam dan bagian dalam Bait Suci (ayat 3, 4), dan halaman itu juga dipenuhi dengan cahaya kemuliaan TUHAN (ayat 4), gambaran ini sesuai dengan awan dan kemuliaan yang memenuhi Bait Suci ketika Salomo mempersembahkan Bait Suci di masa lalu (2 Taw. 5:13-14, 7:1-3), menunjukkan bagaimana Allah datang ke Bait Suci di masa lalu, dan demikian juga Ia meninggalkan Bait Suci. Faktanya, awan dan kemuliaan juga muncul selama masa Kemah Pertemuan Musa (Kel. 40:34-35), dan ada tiang awan pada siang hari dan api di awan pada malam hari (Kel. 40:37-38). Oleh karena itu, penglihatan Yehezkiel sejalan dengan gambaran awan dan kemuliaan yang tercatat sebelumnya.

Ayat 2 menyebutkan bahwa orang yang memakai kain linen halus diperintahkan untuk mengambil bara api dari sela kerub dan memercikkannya ke kota, lalu ayat 6-8 meneruskan isi petunjuk yang diberikan kepada orang yang memakai kain linen halus, bahwa ia mengambil bara api dari roda-roda berputar kerub. Ayat 2 menggunakan kata hamburkan sering digunakan untuk menggambarkan tindakan imam memercikkan darah di atas mezbah (Im. 1:5, 11, diterjemahkan secara fungsional bahasa Indonesia sebagai menyiramkan), yaitu menahirkan mezbah dan menguduskannya, sedangkan ayat 2 menggunakan kata yang sama untuk menggambarkan tindakan malaikat yang menaburkan bara api di kota Yerusalem, ini bukan untuk membersihkan kota, tetapi untuk menajiskan kota, dan bara akan menjadi bahan bakar api penghakiman Allah.

Renungkan:
Menjelang kepergian TUHAN meninggalkan Bait Suci, di satu sisi kerub sewaktu-waktu siap berangkat bersama kemuliaan TUHAN, sedangkan di sisi lain para malaikat dan bara api yang membinasakan umat juga siap melaksanakan penghakiman. Dan yang menyedihkan, bagaimana kemuliaan TUHAN di masa lampau masuk ke dalam ruang Maha Kudus Bait suci, sekarang meninggalkan Bait Suci dalam cara yang sama. Sejak awal pendirian Bait Suci Salomo, kemuliaan tidak pernah meninggalkan, tetapi orang-orang tidak menghargai kehadiran Allah yang mulia, mereka terus berbuat dosa dan menyembah berhala, pada akhirnya Allah pergi, di hari penghakiman dan penghukuman Ia pergi meninggalkan kediaman-Nya yang telah menyertai ratusan tahun. Bukan Allah yang terlebih dahulu meninggalkan kita, namun kita yang lebih dahulu meninggalkan Allah. Apa maknanya bagi Anda atas kronologi urutan ini?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 9:1-11

「Pembalasan Allah」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 9:1-11 [ITB])
1 Lalu aku mendengar Dia berseru dengan suara yang nyaring: Maju ke mari, hai, yang harus menjalankan hukuman atas kota ini! Masing-masing dengan alat pemusnah di tangannya!
2 Lihat, enam orang laki-laki datang dari jurusan pintu gerbang Atas, yang menghadap ke utara, masing-masing dengan alat pemukul di tangannya. Dan satu orang di antara mereka berpakaian lenan dan di sisinya terdapat suatu alat penulis. Mereka ini masuk dan berdiri di samping mezbah tembaga.
3 Pada saat itu kemuliaan Allah Israel sudah terangkat dari atas kerub, tempatnya semula, ke atas ambang pintu Bait Suci dan Dia memanggil orang yang berpakaian lenan dan yang mempunyai alat penulis di sisinya. 4 Firman TUHAN kepadanya: Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana.
5 Dan kepada yang lain-lain aku mendengar Dia berfirman: Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu dan pukullah sampai mati! Janganlah merasa sayang dan jangan kenal belas kasihan. 6 Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!
Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci. 7 Kemudian firman-Nya kepada mereka: Najiskanlah Bait Suci itu dan penuhilah pelataran-pelatarannya dengan orang-orang yang terbunuh. Pergilah! Mereka pergi ke luar dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota.
8 Sedang mereka memukuli orang-orang sampai mati, waktu itu aku tinggal di belakang, aku sujud dan berseru, kataku: Aduh, Tuhan ALLAH, apakah Engkau memusnahkan seluruh sisa Israel di dalam mencurahkan amarah-Mu atas Yerusalem? 9 Jawab-Nya kepadaku: Kesalahan kaum Israel dan Yehuda sangat banyak, sehingga tanah ini penuh hutang darah dan kota ini penuh ketidakadilan; sebab mereka berkata: TUHAN sudah meninggalkan tanah ini dan TUHAN tidak melihatnya. 10 Karena itu Aku juga tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan; kelakuan mereka akan Kutimpakan atas kepala mereka.
11 Lihat, orang yang berpakaian lenan itu dan yang mempunyai alat penulis di sisinya memberikan laporan, katanya: Aku sudah kerjakan seperti Engkau perintahkan kepadaku.

Yehezkiel pasal 8 menggambarkan bagaimana para pemimpin kerajaan Yehuda menjalani kemunafikan, berbeda antara internal dan eksternal. Pada saat yang sama, kemunafikan ini memenuhi Yerusalem dengan pertumpahan darah, dan ketidakadilan meningkat (Yeh. 9:9), demikianlah TUHAN hendak menargetkan pembalasan retribusi terhadap orang-orang ini.

TUHAN mengutus satu kelompok yang terdiri dari tujuh orang untuk melaksanakan hukuman maut itu, dapat dipercaya malaikat adalah yang datang dari Allah, di antaranya enam orang membawa senjata yang mematikan (ayat 2), dan satu orang berpakaian lenan halus membawa suatu alat penulis (ayat 2). Linen halus adalah salah satu kostum imam (Keluaran 28:42, 39:28), terutama digunakan untuk menutupi tubuh bagian bawah sehingga para imam tidak akan terlihat selama bertugas. Linen halus juga merupakan pakaian malaikat (Dan. 2:6, 7), ini memunculkan semacam konsep teologis tentang Allah di tahun-tahun Bait Suci kedua, yaitu para imam di bumi dianalogikan sebagai pengabdian malaikat di surga. Malaikat dengan alat penulis ini terutama menandai dahi orang-orang yang melakukan perbuatan-perbuatan keji. Dalam teks aslinya, tanda ini adalah taw huruf terakhir dari dua puluh dua huruf dalam bahasa Ibrani. Ini bukan saja tanda untuk membedakan orang fasik, huruf taw lebih diartikan sebagai akhir (karena itu adalah huruf terakhir), yang berarti kehidupan orang-orang yang ditandai ini akan berakhir. Keadaan serupa juga terjadi ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, pada saat itu umat Allah harus mengoleskan darah pada kusen pintu mereka agar para malaikat yang membinasakan tidak membunuh anak laki-laki tertua (Keluaran 12), tetapi tanda noda darah itu digunakan untuk menghindari bencana. Tanda yang digambar oleh alat penulis digunakan untuk mengidentifikasi orang jahat sehingga enam malaikat lain dengan senjata mematikan dapat membunuh.

Sebelum malaikat melaksanakannya, kemuliaan TUHAN bangkit dari kerub (ayat 3) artinya Allah meninggalkan Ruang Mahakudus dan pergi menuju gerbang Bait Suci. kepergian tersebut berarti Allah akan meninggalkan tempat yang penuh dosa dan kejahatan ini, menyerahkan orang-orang tersebut dihancurkan Malaikat. Selain itu, kita melihat dari ayat 9 perkataan TUHAN tentang Israel dan Yehuda, yang menggambarkan dosa-dosa mereka sangat serius. Karena kesombongan pemimpin mereka, mereka menyebabkan pertumpahan darah dan keluh kesah di mana-mana. Mereka melakukan semua kejahatan untuk menindas yang lemah, dan pada saat yang sama berpikir bahwa TUHAN telah meninggalkan tempat ini dan pasti tidak akan melihat apa yang mereka lakukan. Ternyata, Roh Allah mengangkat Yehezkiel untuk dengan mata Allah melihat para pemimpin Yerusalem, perbuatan jahat mereka benar-benar diperlihatkan di hadapan Allah dan Yehezkiel, tetapi mereka dengan sembrono berpikir bahwa Allah tidak akan melihatnya. Oleh karena itu, ayat 10 menjelaskan bahwa mata Allah telah melihatnya, dan tidak akan menyayangkan lagi, dan pasti akan mengenakan pembalasan kepada mereka dan menegakkan keadilan bagi semua yang ditindas.

Renungkan:
Manusia melakukan, Allah mengawasi. Allah akan mengirim malaikat untuk mencatat orang fasik yang akan menerima penghakiman. Allah tidak akan salah membunuh orang yang melakukan kebenaran, dan pasti membalas orang jahat setimpal yang mereka lakukan. Hanya dengan secepatnya bertobat saja barulah orang-orang berdosa bisa terhindarkan.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 8:5-18

「Perbuatan-perbuatan kekejian di Bait Suci」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 8:5-18 [ITB])
5 Firman-Nya kepadaku: Hai anak manusia, lihatlah ke utara! Aku melihat ke utara, sungguh, di sebelah utara gerbang mezbah, dekat jalan masuk, terdapat berhala cemburuan tadi.
6 Firman-Nya kepadaku: Hai anak manusia, kaulihatkah apa yang mereka perbuat, yaitu perbuatan-perbuatan kekejian yang besar-besar, yang dilakukan oleh kaum Israel di sini, sehingga Aku harus menjauhkan diri dari tempat kudus-Ku? Engkau masih akan melihat perbuatan-perbuatan kekejian yang lebih besar lagi.
7 Dan dibawa-Nya aku ke pintu pelataran, aku melihat, sungguh, ada sebuah lobang di dalam temboknya.
8 Firman-Nya kepadaku: Hai anak manusia, perbesarlah lobang yang di tembok itu! Sesudah aku memperbesar lobang itu, lihat, ada sebuah pintu.
9 Firman-Nya kepadaku: Masuklah dan lihatlah perbuatan-perbuatan kekejian yang jahat, yang mereka lakukan di sini.
10 Lalu aku masuk dan melihat, sungguh, segala gambar-gambar binatang melata dan binatang-binatang lain yang menjijikkan dan segala berhala-berhala kaum Israel terukir pada tembok sekelilingnya. 11 Dan di hadapannya berdiri tujuh puluh orang tua-tua kaum Israel, dengan Yaazanya bin Safan di tengah-tengah mereka dan masing-masing memegang bokor ukupannya di tangannya, dan keharuman dari asap ukupan itu naik ke atas.
12 Firman-Nya kepadaku: Kaulihatkah, hai anak manusia, apa yang dilakukan oleh tua-tua kaum Israel di dalam kegelapan, masing-masing di dalam kamar tempat ukiran-ukiran mereka? Sebab mereka berkata: TUHAN tidak melihat kita; TUHAN sudah meninggalkan tanah ini.
13 Ditambahkan-Nya lagi: Engkau masih akan melihat perbuatan-perbuatan kekejian yang lebih besar lagi yang mereka lakukan.
14 Lalu dibawa-Nya aku dekat pintu gerbang rumah TUHAN yang di sebelah utara, sungguh, di sana ada perempuan-perempuan yang menangisi dewa Tamus.
15 Firman-Nya kepadaku: Hai anak manusia, kaulihatkah apa yang mereka perbuat? Engkau masih akan melihat perbuatan-perbuatan kekejian yang lebih besar lagi dari pada ini.
16 Kemudian dibawa-Nya aku ke pelataran dalam rumah TUHAN; sungguh, dekat jalan masuk ke bait TUHAN, di antara balai Bait Suci dan mezbah ada kira-kira dua puluh lima orang laki-laki, yang membelakangi bait TUHAN dan menghadap ke sebelah timur sambil sujud pada matahari di sebelah timur.
17 Lalu firman-Nya kepadaku: Kaulihatkah itu, hai anak manusia? Perkara kecilkah itu bagi kaum Yehuda untuk melakukan perbuatan-perbuatan kekejian yang mereka lakukan di sini, bahwa mereka memenuhi tanah ini dengan kekerasan dan dengan itu terus menyakiti hati-Ku? Sungguh, mereka berkelakuan tak senonoh di hadapan-Ku.
18 Oleh karena itu Aku akan membalas di dalam kemurkaan-Ku. Aku tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan. Dan kalaupun mereka berseru-seru kepada-Ku dengan suara yang nyaring, Aku tidak akan mendengarkan mereka.

Untuk mendeskripsikan pandangan TUHAN lebih detail, Roh Allah memimpin Yehezkiel untuk melakukan pengamatan atas Yerusalem dan Bait Suci, termasuk beberapa tempat tersembunyi. Perikop Kitab Suci terutama mencatat empat peristiwa: (1) berhala yang menimbulkan kecemburuan (ayat 5-6); (2) berbagai berhala di dalam lubang di dinding (ayat 7-13); (3) penyembahan oleh perempuan-perempuan yang menangisi dewa Tamus (ayat 14-15); (4) sujud menyembah matahari (ayat 16-18). Peristiwa (1) adalah berhala yang disembah secara eksplisit terlihat mata, dan adegan (2) adalah berhala yang disembah secara tersembunyi. Selain itu, kata-kata di sana dan di sini muncul beberapa kali (ayat 3, 4, 6, 9, 14, 17), menunjukkan bahwa Yehezkiel mengikuti instruksi Allah untuk mengamati, membuat nyata bahwa di sana dan di sini di Tempat Kudus TUHAN ada kekejian. Seharusnya, kekejian dan Tempat Kudus tidak cocok satu sama lain, tetapi kejatuhan orang Israel mempertemukan keduanya.

Pertama-tama, mari kita fokus pada adegan penyembahan berhala yang tersembunyi (ayat 7-13), dijelaskan ada lubang di dalam tembok (ayat 7), dan Allah meminta nabi Yehezkiel untuk memperbesar lubang di tembok itu, yang memungkinkan Yehezkiel untuk melihat bahwa akan ada pintu (ayat 8), dan setelah dia masuk ke pintu ini, dia melihat semua perbuatan keji yang dilakukan orang Israel di sini (ayat 9). Perbuatan-perbuatan keji ini melibatkan binatang melata yang diukir di dinding, binatang-binatang kekejian lain, dan berbagai berhala (ayat 10), dan fokus penekanan perikop ada pada ayat 11, yang menunjukkan bahwa tujuh puluh tua-tua Israel sedang berdiri di depan ukiran-ukiran ini. Ada Yaazanya bin Safan di tengah-tengah mereka, Safan adalah panitera di zaman Yosia, dan putranya Yaazanya termasuk di antara para bangsawan, dan Yehezkiel dalam penglihatan ini mengenali orang ini, dapat diyakini bahwa ia telah mengenalnya sebelum pengasingan tahun 597 SM. Bagi Yehezkiel baru melayani, sedangkan Yaazanya yang terhormat serta memiliki otoritas tinggi sepatutnya menjadi pendahulu yang dihormati dan menjadi contoh teladan bagi Yehezkiel. Namun, Yaazanya yang dihormati ini ternyata ikut dalam penyembahan berhala secara tersembunyi, dan bahkan mengajak tujuh puluh tua-tua Israel bersama-sama, pemandangan ini pasti mengejutkan Yehezkiel! Ini adalah demonstrasi sempurna tentang apa itu kemunafikan dan apa yang dimaksud dengan kemunafikan tidak cocoknya internal dan eksternal. Oleh karena itu, TUHAN menyatakan tempat yang paling menyebalkan selain berhala-berhala itu, tetapi juga orang-orang yang tidak tidak cocok luar dengan dalam, dan munafik (saleh baik yang palsu).

Ayat 14-18 mencatat penyembahan dewa Tamus dan penyembahan matahari. Ini adalah agama yang berlaku di Mesopotamia di Timur Dekat kuno, dilarang oleh hukum Taurat. Alkitab menjelaskan bahwa ada kira-kira dua puluh lima orang laki-laki, yang membelakangi bait TUHAN dan menghadap ke sebelah timur sambil sujud pada matahari di sebelah timur (ayat 16), pada saat itu pintu masuk utama bait TUHAN menghadap ke timur, dan matahari terbit dari timur, sehingga orang yang menyembah matahari harus memunggungi Bait Suci dan menyembah ke timur, sekaligus memunculkan makna simbolis yang sangat penting, yaitu bangsa Israel telah membalikkan badannya terhadap Bait Suci TUHAN, yang berarti mereka telah secara total mengkhianati meninggalkan TUHAN, dan menjadikan berbagai berhala sebagai sandaran dan iman mereka.

Renungkan:
Pemimpin bisa sangat bejat, tetapi mungkin sulit diketahui oleh orang lain, atau bahkan oleh diri mereka sendiri. Terkadang kita semua terbiasa dengan kejahatan, menyamarkan hasrat jahat itu dengan riasan munafik, dan berkolusi dengan para pemimpin di ruang rahasia untuk mempermalukan dan menyinggung Allah. Namun, Allah mengawasi mereka semua, dan akan mengundang para nabi seperti Yehezkiel untuk mengamati mereka. Bisakah kita semua bertobat dari kemunafikan?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 7:19-27

「Allah melenyapkan keagamaan」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 7:19-27 [ITB])
19 Perak mereka akan dicampakkan ke luar dan emas mereka akan dianggap cemar. Emas dan peraknya tidak akan dapat menyelamatkan mereka pada hari kemurkaan TUHAN. Mereka tidak akan kenyang karenanya dan perut mereka tidak akan terisi dengannya. Sebab hal itu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan.
20 Mereka menghiasi dirinya dengan emas dan peraknya dan kepermaian perhiasan ini membawa mereka dalam kecongkakan. Dari emas dan perak itu mereka membuat patung-patungnya yang keji dan dewa-dewanya yang menjijikkan; oleh sebab itu
Aku akan menjadikan emas dan peraknya cemar bagi mereka.
21 Aku akan menyerahkannya menjadi rampasan di tangan orang-orang asing dan menjadi jarahan bagi orang-orang fasik di bumi ini, dan mereka ini akan menajiskannya.
22 Aku akan memalingkan wajah-Ku dari pada mereka dan perampok-perampok akan menajiskan rumah-Ku yang berharga; mereka akan masuk ke dalamnya dan menajiskannya, 23 serta memusnahkannya. Sebab negeri itu penuh hutang darah dan kota itu penuh kekerasan.
24 Aku akan membiarkan datang bangsa-bangsa yang paling kejam dan bangsa-bangsa ini akan mengambil rumah-rumah mereka menjadi miliknya;
Aku akan mengakhiri kecongkakan mereka, yang ditimbulkan kekuatan mereka itu, dan tempat-tempat kudus mereka akan dinajiskan. 25 Ketakutan datang, dan mereka mencari keselamatan, tetapi tidak ada. 26 Bencana demi bencana akan datang, kabar demi kabar akan tersiar. Mereka akan menginginkan suatu penglihatan dari nabi, pengajaran hilang lenyap dari imam, dan nasihat dari tua-tua. 27 Raja akan berkabung dan pemimpin akan diliputi kekagetan dan tangan seluruh penduduk negeri itu menjadi lemas ketakutan.
Aku akan perbuat terhadap mereka selaras dengan tingkah lakunya
dan Aku akan menghakimi mereka selaras dengan cara mereka menghakimi.
Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.”

Paragraf ini melanjutkan tema Hari TUHAN, tetapi menggunakan sudut pandang lain untuk menggambarkannya, yaitu TUHAN akan melenyapkan semua tingkah laku keagamaan dan berhala orang Israel. Agama macam apa yang sedang dijalankan orang Israel?

Pertama, perilaku religius bangsa Israel melibatkan penyembahan berhala (ayat 19-22), mereka menggunakan emas, perak, dan perhiasan yang indah untuk membuat berhala. Meskipun logam mulia ini sangat indah, namun dianggap sebagai cemar benda kotor di mata Allah (ayat 19, 20). Ayat Alkitab bahkan menunjukkan bahwa ketika hari murka TUHAN datang, emas dan perak yang selama ini diandalkan orang Israel tidak dapat menyelamatkan mereka, tidak dapat membawakan makanan untuk mereka ketika di Yerusalem dikepung dan kelaparan terjadi (ayat 19), ini tidak hanya menunjukkan ketidakmampuan berhala bahkan ditunjukkan bahwa berhala-berhala ini telah menjadi batu sandungan dosa bangsa Israel. Ternyata salah satu ciri perilaku beragama orang Israel adalah menjawab setiap permintaan hubungan untung rugi antara berhala dan penyembahnya. Ketika orang Israel dalam kesusahan, mereka mencari berhala mereka, tetapi ketika hari TUHAN tiba, semua agama yang menjawab setiap permintaan akan disingkirkan, dan penyembah berhala tidak akan mendapatkan kedamaian atau keuntungan apa pun.

Kedua, perilaku beragama orang Israel adalah munafik (ayat 23-27), di satu sisi orang Israel mencari penglihatan dari para nabi dan pengajaran dari para imam, serta nasihat dari para tua-tua (ayat 26), di permukaan mereka tidak melepaskan iman mereka kepada TUHAN, tetapi mereka membuat iman ini menjadi agama (aturan-aturan saja) sebagai cara bagi mereka untuk mempertahankan kesalehan jubah luar yang di permukaan kulit saja, namun mereka melakukan semua hal jahat secara diam-diam, termasuk pertumpahan darah, hal-hal yang kejam, kesombongan, menajiskan tempat kudus, dll. (ayat 23-24 ), mereka menggunakan agama untuk membungkus ketidakadilan tersebut, dan kehidupan yang hanya mementingkan kulit luar sebagai norma (kebiasaan sehari-hari), sehingga mereka mencari perdamaian yang dangkal di kulit permukaan (ayat 25), tetapi tidak ada perdamaian yang sejati, karena begitu banyak orang yang tertindas. Karena itu, Allah akan menghentikan semua ilusi agama dari para nabi, imam, dan tua-tua (ayat 26), dan membuat mereka menerima penghakiman yang sepatutnya (ayat 27) — Allah akan menghancurkan agama yang munafik.

Renungkan:
Takut akan TUHAN bukanlah agama, itu adalah relasi perjanjian dan iman tulus yang mendominasi kehidupan orang Israel. Iman bukanlah cara yang kita gunakan untuk mencari keuntungan, juga bukan cara hidup yang kita gunakan untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain, tetapi relasi perjanjian antara Allah dan manusia. Namun, mudah bagi orang untuk menganut kepercayaannya, menggunakan Allah untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri, dan mempertahankan merek menjawab setiap permintaan, sehingga tempat kudus bisa mendapatkan penghasilan yang melimpah. Orang juga akan memperalat perilaku yang diagamakan yang hanya jubah luar saja untuk membuat diri sendiri terhormat, atau bahkan untuk mencari jalan keluar yang sebenarnya tidak adil tidak benar, menyuntikkan alasan agama yang terdengar tinggi, dan pada saat melakukan semua kejahatan, bahkan membungkus nya dengan jubah manis gula agama di permukaan. Bayangkan, yang kita percaya adalah agama atau TUHAN?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 7:10-18

「Hari TUHAN」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 7:10-18 [ITB])
10 Lihat, harinya sungguh datang: malapetaka akan menimpa, kelaliman bertunas, keangkuhan bertaruk. 11 Kekerasan bersimaharajalela, yang menjadi penopang segala kejahatan. Tidak ada dari mereka yang tertinggal, baik dari kelimpahan mereka maupun dari kemewahannya; kemolekannyapun akan terhapus.
12 Waktunya datang, harinya mendekat! Biarlah si pembeli jangan bergembira dan biarlah si penjual jangan berdukacita, karena kehangatan murka tertimpa atas segala kegemparan mereka. 13 Sebab si penjual tidak akan kembali kepada jualannya, kalaupun mereka masih di tengah-tengah orang hidup, karena kehangatan murka tertimpa atas segala kegemparan mereka dan tidak dapat ditahan lagi, dan seorangpun tidak dapat mempertahankan hidupnya oleh karena kesalahannya.
14 「Tiuplah sangkakala dan sediakanlah segala sesuatu! Tetapi seorangpun tidak maju berperang, sebab kehangatan murka-Ku tertimpa atas segala kegemparan mereka.
15 Pedang ada di luar kota, sampar dan kelaparan ada di dalam. Barangsiapa yang di luar kota akan mati karena pedang, dan barangsiapa yang di dalam kota akan binasa oleh kelaparan dan sampar.
16 Dan kalaupun ada yang terluput dari antara mereka, mereka akan tinggal di gunung-gunung seperti burung perkutut di lembah-lembah, semuanya mengerang, masing-masing karena kesalahannya sendiri. 17 Semua tangan terkulai dan semua orang terkencing ketakutan. 18 Mereka akan mengenakan kain kabung, kekejutan akan meliputi mereka, semuanya akan kehilangan muka dan semua kepala akan digundul sebagai tanda perkabungan.

Perikop ini diawali dengan lihat, harinya sungguh datang (ayat 10), dan juga menyebutkan waktunya datang, harinya mendekat (ayat 12), menunjukkan bahwa temanya adalah hari TUHAN. Hari TUHAN merupakan tema yang sangat penting dalam kitab nabi-nabi (terutama kedua belas nabi kecil), konsep terhadap waktu yang direfleksikan adalah pandangan bahwa waktu merupakan garis lurus, yaitu saat sejarah berkembang sampai suatu posisi, maka penghakiman dan keselamatan dari Allah akan segera datang. Siapapun harus menghadapi akhirnya pada hari ini — apapun kegiatan atau rencana yang orang lakukan, mereka harus berhenti dan mengakhiri secara seragam pada hari ini dan menghadapi penghakiman dari Allah. Itu adalah arti dari hari TUHAN.

Ayat 10-11, menggunakan metafora tongkat berbunga dan bertunas (lihat KJV the rod hath blossomed, pride hath budded), situasi ini aslinya adalah untuk mengkonfirmasikan bahwa Harun adalah imam yang dipilih (Bilangan 17:8-9), yang seharusnya bersifat positif. Tapi Yehezkiel mengubahnya menjadi penggunaan bersifat negatif, menyatakan bahwa keangkuhan telah tumbuh (ayat 10), serta menggunakan kekerasan bersimaharajalela (ayat 11) sebagai metafora untuk raja Nebukadnezar, ia akan menjadi tongkat penghukum kejahatan (ayat 11), sehingga pada hari penghakiman TUHAN, akan membuat orang Israel tidak akan punya apa-apa; dalam semalam semua kekayaan dan hartanya hilang (ayat 11). Oleh karena itu, metafora ini menunjukkan bahwa bangsa Israel memang adalah umat pilihan Allah, tetapi ketika hari TUHAN tiba, Allah akan memperlakukan mereka dengan tongkat penghukum kejahatan sehingga segala kemuliaan mereka akan musnah dalam satu hari tidak memiliki apa-apa.

Setelah itu, ayat Alkitab menyebutkan bahwa kegiatan ekonomi bangsa Israel akan segera terhenti pada saat hari TUHAN tiba (ayat 12-13) Pembeli membeli ladang dan sepatutnya menikmati apa yang dibelinya, dan penjual menjual ladang sesuai aturan tahun Yobel dan peraturan penebusan dalam hukum Taurat, dapat berharap suatu hari bisa menebus tanah miliknya itu (Im. 25), tetapi semua hak dan kepentingan yang ada di balik semua transaksi ini akan dibatalkan, dan semuanya hilang, tidak bisa dinikmati, tidak bisa ditebus. Selanjutnya, ayat 14-18 menyebutkan keadaan psikologis orang-orang ketika mereka menghadapi kehancuran Yerusalem, keterkejutan yang belum pernah terjadi sebelumnya, ayat 16 burung perkutut di lembah-lembah adalah gambaran orang-orang yang selamat yang melarikan diri ketika orang Babel menyerang kota. Seperti burung perkutut mencari lembah atau gua sebagai tempat berlindung, dan suara mengerang menyatakan kesedihan mereka, ini bukan suara kesedihan yang bersuara keras, tetapi kesedihan yang bergumam seperti suara burung. Ayat 17-18 menyebutkan reaksi psikologis non-verbal orang-orang yang selamat ini, mereka mengalami reaksi fisiologis yang tidak normal pada tangan, lutut, pakaian, wajah dan kepala, yang menunjukkan bahwa keterkejutan mereka telah mencapai keadaan lebih buruk daripada kematian. Ternyata ketika hari TUHAN datang, itu sangat mengerikan, semua kegiatan ekonomi akan berhenti, dan semua keadaan normal pikiran dan tubuh akan hilang, yang tersisa hanyalah ketakutan dan kecemasan.

Renungkan:
Sebelum hari itu, kita membeli dan menjual dan hidup seperti biasa. kita memiliki banyak rencana dan pengaturan. kita bahkan berpikir bahwa kita dapat mengendalikan hidup kita dalam sepuluh atau dua puluh tahun. Tidak berarti bahwa kita tidak boleh merencanakan dan mengatur, juga bukan mengatakan bahwa kita tidak boleh menikmati apa yang kita beli dan jual, tetapi kita tidak boleh berpikir bahwa kita dapat mengendalikan hari esok seperti Allah, dan juga jangan membiarkan kejahatan menelan hidup kita. Karena hari TUHAN akan segera datang, ketika hari ini tiba, rencana siapa pun untuk jual beli, penjajakan jalan di depan, pengaturan perjalanan, dll. semua harus segera dihentikan, membuat orang memahami betapa rentannya diri kita, sehingga tahu bahwa kita tidak dapat memakai kedua tangan kita untuk menopang langit. Kedatangan hari penghakiman Allah, merupakan satu-satunya hal yang paling pasti dalam hidup kita.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 7:1-9

「Tibalah kesudahan」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 7:1-9 [ITB])
1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 Engkau, anak manusia, katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tanah Israel:
Berakhir! Berakhirlah keempat penjuru tanah itu. 3 Kini kesudahanmu tiba
dan Aku akan mencurahkan murka-Ku atasmu
dan Aku akan menghakimi engkau selaras dengan tingkah lakumu
dan Aku akan membalaskan kepadamu segala perbuatanmu yang keji.
4 Aku tidak akan merasa sayang kepadamu dan tidak akan kenal belas kasihan,
tetapi Aku akan membalaskan kepadamu selaras dengan tingkah lakumu
dan perbuatan-perbuatanmu yang keji akan tertimpa atasmu.
Maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN.
5 Beginilah firman Tuhan ALLAH:
Lihat, bencana demi bencana akan datang!
6 Kesudahan datang, kesudahanmu tiba, seakan-akan ia terbangun melawan engkau, lihat datangnya!
7 Malapetaka datang atasmu, hai penduduk negeri!
Waktunya datang, saatnya tiba!
Hari huru-hara, bukan tempik sorak di atas gunung-gunung.
8 Sekarang dengan segera Aku akan mencurahkan amarah-Ku atasmu
dan melampiaskan murka-Ku kepadamu,
Aku akan menghakimi engkau
selaras dengan tingkah lakumu
dan membalaskan kepadamu segala perbuatan-perbuat yang keji.
9 Aku tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan;
selaras dengan tingkah lakumu akan Kubalaskan kepadamu
dan perbuatan-perbuatanm yang keji akan tertimpa atasmu.
Maka kamu akan mengetahui, bahwa Aku, Tuhanlah, yang memusnahkan.

Paragraf ini terutama terdiri dari dua bagian peringatan (Yeh. 71-4, 5-9), kedua bagian tersebut memiliki frasa yang mirip dengan kesudahan tiba (ayat 2, 6), yang menunjukkan waktu toleransi Allah mendekati batasnya, ruang rahmat yang disediakan Allah akan segera habis, kehidupan Yerusalem dan penduduknya akan segera berakhir.

Pertama-tama, bagian pertama menunjukkan bahwa akhir kesudahan akan datang ke keempat penjuru tanah itu (ayat 2). Teks bahasa aslinya adalah empat sudut bumi, dalam pandangan geografi Timur Dekat kuno berpendapat bahwa dunia terbagi menjadi empat penjuru, dan empat penjuru melambangkan ujung dari tanah, dan ayat 2 menunjukkan bahwa tanah ini adalah tanah Israel. Itu melambangkan bahwa penghakiman ultimat (yang terakhir dan yang terbesar) dari Allah akan datang ke semua tempat di Israel, dan semua penduduk tanah ini tidak ada yang akan bisa menghindarkan diri. Murka Allah hendak datang dan akan membalaskan orang sesuai dengan tindakannya (ayat 3-4). Konsep retribusi ini didasarkan pada janji perjanjian, berdasarkan hukum Taurat Allah untuk mendefinisikan kejahatan seseorang, dan untuk setiap kejahatan tertentu dilakukan pembalasan yang sesuai dan adil. Jika pelaku dosa benar-benar dihukum sebagaimana ditentukan oleh ketetapan perjanjian, maka memungkinkan orang untuk mengetahui bahwa Akulah TUHAN (ayat 4).

Bagian kedua juga menunjukkan bahwa kesudahan datang (ayat 6), dan fokusnya adalah malapetaka datang atasmu (ayat 7), kata malapetaka (doom) relatif jarang dipakai, di dalam Perjanjian Lama hanya muncul di tiga tempat (Yes. 28:5; Yeh. 7:7, 10), makna negatifnya diartikan sebagai bencana (Yeh. 7:7, 10), tetapi makna positifnya diartikan sebagai mahkota kepermaian (Yes. 28:5), yang merupakan simbol keindahan dan kemuliaan. Ada kemungkinan bahwa malapetaka ini berasal dari mahkota kepermaian penjajah, yang mengacu pada raja Nebukadnezar sendiri. Di sini adalah Allah menumpahkan murka-Nya untuk sepenuhnya membalas dan menghukum sesuai dengan tindakan orang-orang (ayat 8-9).

Bagian pertama (ayat 1-4) menjelaskan menyeluruhnya bencana, dan bagian kedua (ayat 5-9) menunjukkan bahwa pribadi yang melaksanakan hukuman adalah raja yang terkenal di bumi, keduanya bersama-sama menyatakan bahwa penghakiman dari Allah tidak bisa dihindari, akhir manusia segera datang, dan saat itu sudah tidak ada kemungkinan rahmat atau penundaan. Namun, ini tidak berarti bahwa Allah adalah Tuhan yang tanpa belas kasihan, padahal kesabaran dan toleransi Allah telah sekian lama, Dia tiada henti telah mengutus para nabi untuk memperingatkan bangsa Israel, tetapi mereka tetap menolak untuk bertobat. Dengan demikian, pengasingan dan kehancuran terjadi pada saat batas waktu berakhir — hari ketika semua murka Allah akan ditumpahkan, dan akhir setiap pribadi akan segera datang.

Renungkan:
Jika kita semua tahu akhir dari penghakiman Allah, apakah kita masih akan mencari bantuan dari berbagai berhala? Jika kita tahu akhir yang mengerikan, apakah kita masih akan melakukan kejahatan lagi dan lagi? Ditawan adalah penghakiman terakhir, Allah ingin mencurahkan semua murka sehingga kita dapat memahami secara mendalam: kalau tahu terjadi begini, dahulu tidak akan demikian!


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.