Amsal 11:16-31

Menabur menuai
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 11:16-31 [ITB])
16 Perempuan yang baik hati beroleh hormat;
………sedangkan seorang penindas beroleh kekayaan.
17 Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri,
………tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.
18 Orang fasik membuat laba yang sia-sia,
………tetapi siapa menabur kebenaran, mendapat pahala yang tetap.
19 Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup,
………tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian.
20 Orang yang serong hatinya adalah kekejian bagi TUHAN,
………tetapi orang yang tak bercela, jalannya dikenan-Nya.
21 Sungguh, orang jahat tidak akan luput dari hukuman,
………tetapi keturunan orang benar akan diselamatkan.
22 Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.
23 Keinginan orang benar mendatangkan bahagia semata-mata,
………harapan orang fasik mendatangkan murka.
24 Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya,
………ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.
25 Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan,
………siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
26 Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang,
………tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum.
27 Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang,
………tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.
28 Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh;
………tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.
29 Siapa yang mengacaukan rumah tangganya akan menangkap angin;
………orang bodoh akan menjadi budak orang bijak.
30 Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang.
31 Kalau orang benar menerima balasan di atas bumi,
………lebih-lebih orang fasik dan orang berdosa!

Dalam perikop 11:16-31, orang bijak dengan jelas mengingatkan kepada pembaca tentang sebuah tema penting yakni hubungan antara tindakan dan konsekuensi (Action-Consequences), percaya bahwa kontras yang paling utama hidup … kematian adalah pusat perikop ini. Dalam ayat 16-21 membicarakan tentang pekerjaan dan upah, upah dan pahala (ayat 18), dan hidup dan mati (ayat 19), menunjukkan konsekuensi yang harus ditanggung dari setiap tindakan, setiap orang harus menuai apa yang ditaburnya. Bagi orang benar, perbuatan benar mereka mendatangkan kepuasan hati, kehidupan, dan keamanan; sedangkan orang fasik mengalami kekecewaan, kematian, dan hukuman. Orang bijak meminta pembaca untuk memikirkan logika yang menarik: murah hati dan kejam (ayat 17), hal ini dilakukan kepada orang lain, dapat membawa manfaat bagi orang lain, atau akan membawa dampak mencelakakan. Namun, orang bijak menunjukkan bahwa pada akhirnya, orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri. Karakter, motif, tindakan seseorang, konsekuensi yang diterimanya, saling berkaitan tidak dapat dipisahkan.

Dalam ayat 23-27, orang bijak terus mengajukan logika lain, yaitu subjek kemurahan hati. Dalam ayat 24, ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan, pemikirannya sama dengan di ayat 17. Jika seseorang berbagi uang dengan orang lain, memang kekayaannya pasti berkurang; dan mereka yang tahu cara berhemat, kekayaan seharusnya menumpuk. Tetapi mengapa orang bijak sampai pada kesimpulan yang berlawanan? Pemikiran paradoks ini karena ekonomi Allah berbeda dengan ekonomi kita. Ayat 25 menggunakan kalimat paralel sinonim: siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum, mereka yang memperlakukan orang lain dengan murah hati memberi manfaat kepada orang lain, membuat orang lain mendapat kelimpahan / disegarkan (refresh, NIV); pada saat yang sama, bahkan diri sendiri akan mendapat kelimpahan / disegarkan (will be refreshed, NIV). Ternyata, perbuatan baik yang benar, akan diingat Allah, seperti disebutkan 19:17 siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. Perjanjian Baru juga menuliskan pengajaran serupa: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. (2 Korintus 9:6). Tindakan dengan motif tulus ingin membawakan kesejahteraan bagi orang lain, akan diberkati.

Orang bijak mengakhiri pasal ini dengan sebuah pertanyaan: Kalau orang benar menerima balasan di atas bumi, lebih-lebih orang fasik dan orang berdosa? (ayat 31). Para ahli menunjukkan bahwa ayat ini mengandung beberapa karakteristik. Pertama-tama, kata-kata bijak jarang diekspresikan dalam bentuk pertanyaan, ini sengaja untuk membuat pembaca memikirkan pertanyaan ini. Selain itu, penggunaan kata lebih-lebih / apalagi (15:11; 17:7; 19:7, 10; 21:27) tidak hanya memunculkan makna perbandingan, tetapi juga menunjukkan keseriusannya. Akhirnya, para peneliti menunjukkan bahwa pembalasan setimpal (retribution) dapat terjadi selama hidup, yaitu tidak ada yang melakukan kejahatan tanpa dihukum. Dari Perjanjian Lama, kita melihat bahwa Musa dan Daud tidak terkecuali, konsep ini telah berlanjut sampai masa kini dan bahkan generasi masa depan. Seperti yang dikatakan Petrus: jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia (1 Petrus 4:18-19).

Renungkan:
(1) Marilah merenungkan: … Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya (Lukas 19:26). Apa pengertian yang ditunjukkan kepada saya?
(2) Jika Roh Kudus menyentuh hatiku: Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya (Gal. 6:7), berdoa agar Tuhan membantu saya untuk merenungkan hidup dengan serius dan iman percaya yang sungguh-sungguh.


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.