「Lewi ── status dan identitas yang kacau」
Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.
(Hak. 19:1-21 [ITB])
1 Terjadilah pada zaman itu, ketika tidak ada raja di Israel, bahwa di balik pegunungan Efraim ada seorang Lewi tinggal sebagai pendatang. Ia mengambil seorang gundik dari Betlehem-Yehuda. 2 Tetapi gundiknya itu berlaku serong terhadap dia dan pergi dari padanya ke rumah ayahnya di Betlehem-Yehuda, lalu tinggal di sana empat bulan lamanya.
3 Berkemaslah suaminya itu, lalu pergi menyusul perempuan itu untuk membujuk dia dan membawanya kembali; bersama-sama dia bujangnya dan sepasang keledai. Ketika perempuan muda itu membawa dia masuk ke rumah ayahnya, dan ketika ayah itu melihat dia, maka bersukacitalah ia mendapatkannya. 4 Mertuanya, ayah perempuan muda itu, tidak membiarkan dia pergi, sehingga ia tinggal tiga hari lamanya pada ayah itu; mereka makan, minum dan bermalam di sana.
5 Tetapi pada hari yang keempat, ketika mereka bangun pagi-pagi dan ketika orang Lewi itu berkemas untuk pergi, berkatalah ayah perempuan muda itu kepada menantunya: 「Segarkanlah dirimu dahulu dengan sekerat roti, kemudian bolehlah kamu pergi.」 6 Jadi duduklah mereka, lalu makan dan minumlah keduanya bersama-sama. Kata ayah perempuan muda itu kepada laki-laki itu: 「Baiklah putuskan untuk tinggal bermalam dan biarlah hatimu gembira.」 7 Tetapi ketika orang itu bangun untuk pergi juga, mertuanya itu mendesaknya, sehingga ia tinggal pula di sana bermalam.
8 Pada hari yang kelima, ketika ia bangun pagi-pagi untuk pergi, berkatalah ayah perempuan muda itu: 「Mari, segarkanlah dirimu dahulu, dan tinggallah sebentar lagi, sampai matahari surut.」 Lalu makanlah mereka keduanya. 9 Ketika orang itu bangun untuk pergi, bersama dengan gundiknya dan bujangnya, berkatalah mertuanya, ayah perempuan muda itu, kepadanya: 「Lihatlah, matahari telah mulai turun menjelang petang; baiklah tinggal bermalam, lihat, matahari hampir terbenam, tinggallah di sini bermalam dan biarlah hatimu gembira; maka besok kamu dapat bangun pagi-pagi untuk berjalan dan pulang ke rumahmu.」 10 Tetapi orang itu tidak mau tinggal bermalam; ia berkemas, lalu pergi.
Demikian sampailah ia di daerah yang berhadapan dengan Yebus — itulah Yerusalem; bersama-sama dengan dia ada sepasang keledai yang berpelana dan gundiknya juga. 11 Ketika mereka dekat ke Yebus dan ketika matahari telah sangat rendah, berkatalah bujang itu kepada tuannya: 「Marilah kita singgah di kota orang Yebus ini dan bermalam di situ.」 12 Tetapi tuannya menjawabnya: 「Kita tidak akan singgah di kota asing yang bukan kepunyaan orang Israel, tetapi kita akan berjalan terus sampai ke Gibea.」 13 Lagi katanya kepada bujangnya: 「Marilah kita berjalan sampai ke salah satu tempat yang di sana dan bermalam di Gibea atau di Rama.」
14 Lalu berjalanlah mereka melanjutkan perjalanannya, dan matahari terbenam, ketika mereka dekat Gibea kepunyaan suku Benyamin. 15 Sebab itu singgahlah mereka di Gibea, lalu masuk untuk bermalam di situ, dan setelah sampai, duduklah mereka di tanah lapang kota. Tetapi tidak ada seorangpun yang mengajak mereka ke rumah untuk bermalam.
16 Tetapi datanglah pada malam itu seorang tua, yang pulang dari pekerjaannya di ladang. Orang itu berasal dari pegunungan Efraim dan tinggal di Gibea sebagai pendatang, tetapi penduduk tempat itu adalah orang Benyamin. 17 Ketika ia mengangkat mukanya dan melihat orang yang dalam perjalanan itu di tanah lapang kota, berkatalah orang tua itu: 「Ke manakah engkau pergi dan dari manakah engkau datang?」 18 Jawabnya kepadanya: 「Kami sedang dalam perjalanan dari Betlehem-Yehuda ke balik pegunungan Efraim. Dari sanalah aku berasal; aku tadinya pergi ke Betlehem-Yehuda dan sekarang sedang berjalan pulang ke rumah. Tetapi tidak ada orang yang mengajak aku ke rumahnya, 19 walaupun ada padaku jerami dan makanan untuk keledai kami, pula roti dan anggur untuk aku sendiri, untuk hambamu perempuan ini dan untuk bujang yang bersama-sama dengan hambamu ini; kami tidak kekurangan sesuatu.」 20 Lalu berkatalah orang tua itu: 「Jangan kuatir! Segala yang engkau perlukan biarlah aku yang menanggung, tetapi janganlah engkau bermalam di tanah lapang kota ini.」 21 Sesudah itu dibawanyalah dia masuk ke rumahnya, lalu keledai-keledai diberinya makan; maka merekapun membasuh kaki, makan dan minum.
Perikop ini mencatat kisah keluarga seorang Lewi yang 「tinggal di balik pegunungan Efraim」 (ayat 1). Kisah ini sangat istimewa. Mengapa demikian? Mengenai 「orang Lewi」 ini, Alkitab tidak mencatat namanya (bahkan 「gundik」 yang 「marah kepada suaminya」 ini juga tidak dicatat namanya), dan keseluruhan peristiwa tidak ada hubungannya dengan kewajiban agama imam Lewi. Sebaliknya, itu adalah deskripsi dari peristiwa kehidupan pribadi. Ayat 2 mencatat bahwa gundiknya kembali ke rumah ayahnya selama empat bulan, dan kemudian barulah imam Lewi itu 「pergi」 ke rumah ayahnya dan membujuknya untuk kembali (ayat 3) Beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa ini adalah plot gambaran yang samar yang sengaja ditinggalkan oleh penulis 《Kitab Hakim-hakim》, untuk memberikan lebih banyak ruang bagi pembaca untuk membayangkannya. Terlebih lagi, penulis Alkitab berulang kali dalam ayat 1 dan 2 menyebutkan 「Betlehem-Yehuda」 sebenarnya bermaksud untuk menyiratkan bahwa orang Lewi karena terganggu urusan lain sehingga mengabaikan tanggung jawabnya dan tidak fokus pada tugasnya. Jadi meskipun 「marah」 adalah 「gundik」 tersebut, tetapi menurut uraian tempat dan identitas orang Lewi ini, sebenarnya dia dan gundiknya harus memikul tanggung jawab yang sama.
Ayat 3 「membujuk」 adalah menggunakan kata-kata yang baik untuk membujuk dia agar kembali (terjemahan Studium Biblicum: 「menghiburnya dan membujuknya untuk kembali」; terjemahan Lu Zhenzhong: 「menggunakan kata-kata yang baik untuk menyentuh hatinya untuk memanggilnya kembali」), ada peneliti yang berpendapat: mungkin dia tidak melakukan kejahatan nyata, bahkan ketika orang Lewi pergi ke rumah ayah gundiknya, ayat 3-8 mencatat bahwa dia 「makan, minum」 dengan santai di rumah ayah gundiknya dan bukan dengan 「ketegangan」.
Setelah empat hari makan, minum dan bergembira, pada hari kelima, orang Lewi itu dengan tegas hendak pulang. Namun, ketika bujangnya mengusulkan untuk menginap di Yebus, orang Lewi itu menolaknya dan mengajukan Gibea?
「Yebus」 adalah 「Yerusalem」 (ayat 10); tanah ini awalnya milik suku Benyamin, tetapi mereka tidak dapat merebut tanah ini, sehingga pada waktu itu ditempati oleh orang Yebus. Karena tidak ingin tinggal di antara orang asing, maka mereka memilih untuk bermalam di Gibea, yang merupakan kota orang-orang Benyamin.
Catatan Alkitab sangat istimewa; ketika orang Lewi dan kelompok mereka memasuki Gibea, mengira bahwa kota orang Israel akan menyambut mereka dengan hangat, ayat 15 mengatakan: Mereka 「duduklah mereka di tanah lapang kota. Tetapi tidak ada seorang pun yang mengajak mereka ke rumah untuk bermalam.」Mungkin ketika kita membaca sampai ayat 22, kita akan merasakan bahaya dari kota ini ── kerusakan moral, bahaya mengintai dari empat penjuru! Tidak heran jika tidak ada yang berani berada di jalan setelah gelap, apalagi untuk menerima orang asing di rumah!
Untungnya, mereka bertemu dengan seorang yang ramah, bahkan lelaki tua itu berasal dari kampung halaman yang sama dengannya (pegunungan Efraim). Namun, kalimat lelaki tua ini: 「… janganlah engkau bermalam di tanah lapang kota ini」 (ayat 20), mungkin juga menegaskan betapa berbahayanya kota itu!
Renungkan:
Seorang Lewi yang sama sekali telah menyimpang dari tugasnya, tampaknya mirip dengan kisah Simson ── menjalani kehidupan yang tidak sesuai dengan identitasnya! Bisa dilihat dari hal ini, bagaimana situasi orang Israel saat itu? Ketika kita membaca catatan kisah ini lagi, apa yang mengingatkan kita sebagai umat Allah agar menjalani kehidupan yang sesuai dengan jati dirinya?
Apalagi di era 「tanpa raja」, orang tua ini telah menunjukkan kepada kita bahwa masih ada kehidupan yang indah, hal ini mengingatkan apa kepada kita?
Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.