Filipi 3:20-21

「Warga Sorga」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Fil. 3:20-21 [ITB])
20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, 21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Ayat 20 dimulai dengan kita (milik kita), tetapi dalam bahasa aslinya dimulainya ayat ini dengan kata ganti kepemilikan membentuk kontras dengan mereka (milik mereka) pada paragraf sebelumnya (ayat 19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi), memiliki fungsi penekanan, agar pembaca menghargai perbedaan antara status orang percaya dan tidak percaya.

Bagi orang percaya Filipi, identitas kewarganegaraan adalah hal yang lazim dan penting. Dalam Kis. 16:12, Filipi digambarkan sebagai kota penting di Makedonia dan sebuah garnisun Romawi tempat pertahanan yang tetap. Sebagian besar terjemahan bahasa Inggris menerjemahkannya menjadi koloni (ITB suatu kota perantauan orang Roma). Terjemahan ini tidak sepenuhnya tepat, terutama karena koloni modern sangat berbeda dari koloni Romawi. Kota ini bukan hanya tempat untuk garnisun, tetapi penduduk lokal yang penting akan memiliki status warga negara Romawi, tempat di mana kedaulatan dan budaya Romawi dipraktikkan di luar Roma. Dalam Kis. 16:21, orang-orang Filipi non Kristen menuduh Paulus mengajarkan adat istiadat, tidak bisa diterima atau dituruti oleh mereka sebagai orang Romawi, dengan jelas mencerminkan bagaimana mereka sangat menghargai status mereka sebagai orang Romawi. Orang-orang Filipi menjadi warga negara Romawi, bukan karena mereka berasal dari Roma, bahkan mungkin tidak pernah ke Roma selama hidup mereka, tetapi mereka memiliki status dan hak yang sama dengan orang-orang Romawi.

Paulus menggunakan konsep yang lazim mereka kenal baik ini untuk menunjukkan bahwa orang percaya adalah warga negara surgawi. Meskipun kita hidup di bumi, dibatasi oleh lingkungan kita dan dipengaruhi oleh latar belakang budaya, tetapi kita dapat memiliki kualitas hidup yang transenden, karena kita bukan hanya penghuni bumi, tetapi juga warga Sorga, mewakili kerajaan Allah membawakan kesaksian dan menyatakan kehidupan kerajaan Sorga kepada mereka yang ada di dunia.

Bagi orang Filipi, kewarganegaraan Romawi mereka adalah karena kemenangan Caesar Agustus di tempat ini pada tahun 42 dan 31 SM, demi mengukuhkan dominasinya di Kekaisaran Romawi, maka menjadikan Filipi sebagai daerah khusus di bawah pemerintahan Romawi, bahkan menambahkan namanya ke mata uang yang dipakai di kota itu. Tetapi kita sebagai orang-orang percaya menjadi warga surgawi, tidak hanya karena kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dari kematian di masa lalu, menggenapkan penebusan, tetapi juga janji kedatangan-Nya kembali, oleh karena itu, warga surgawi adalah identitas yang yang memiliki pengharapan, sedang menunggu Yesus Kristus Juruselamat datang dari Sorga, dan menunggu Dia dengan kuasa yang dapat membawa segala sesuatu menjadi tunduk di bawah nama-Nya, membawakan kepada kita tubuh kebangkitan menyerupai tubuh kemuliaan-Nya. Kita karena memiliki harapan ini, sehingga dalam kehidupan hari ini, kita dapat menghadapi tantangan dan menjalani kehidupan yang sepadan dengan iman Injil.

Renungkan:

Kita perlu menghargai identitas kita sebagai orang Kristen, menghidupi harapan, dan menjadi saksi kepada generasi ini.


Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.