「Kuasa yang dihasilkan Injil 」
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Kolose 1:6-8 [ITB])
6 yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya.
7 Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia. 8 Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.
Surat Kolose 1:1-3 merupakan ucapan syukur Paulus kepada Tuhan dan terdapat pujian kepada gereja. Hari ini kita melihat bagian pujian.
Sebenarnya pujian Paulus kepada gereja Kolose sudah ada dalam ucapan syukurnya. Paulus (termasuk Timotius) bersyukur kepada Allah adalah karena mendengar berita tentang gereja Kolose dari Epafras (Kol. 1:7-8), tahu bahwa mereka mempunyai kesaksian yang indah dalam iman, kasih dan pengharapan. Puji syukur Paulus kepada Allah, secara nyata merupakan afirmasi kepastian dan pujian. Paulus tahu bahwa semua ini berasal dari Injil. Injil adalah firman kebenaran (Kol. 1:5), yang membuat orang yang mendengarkannya dan bertahan menjaganya mendapatkan pengharapan dalam Sorga, sehingga saat di dunia mempertahankan iman dan merealisasikan saling mengasihi.
Ayat 6-8 (Kol. 1:6-8) melanjutkan penjelasan tentang kuasa daripada Injil di antara orang percaya. Dalam bahasa aslinya, Paulus menggunakan kata penghubung 「seperti 」 (καθώς kathos) untuk menyambung kuasa Injil yang berbeda menjadi satu rangkaian (dalam ITB tidak tampak kata penghubung ini, “6 yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang (seperti) di seluruh dunia, demikian (seperti) juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya. 7 Semuanya itu (seperti) telah kamu ketahui dari Epafras… ). Pertama, Paulus menunjukkan saat Injil datang kepada gereja Kolose kuasanya seperti di seluruh dunia tanpa henti menghasilkan buah dan berkembang, terus bertumbuh (Kol. 1:6). Di sini Paulus memuji kuasa Injil yang berbunga di muka bumi, juga secara tidak langsung memuji mereka adalah komunitas orang percaya yang penuh daya hidup, tepat seperti terjemahan Contemporary Chinese Version (新漢語譯本) 「kamu sekalian mendengar Injil, semenjak hari engkau bersandar kebenaran mengenal karunia Allah sampai sekarang, Injil tiada henti berbuah di antara kalian, sama seperti tiada henti bertumbuh 」
「Seperti 」 yang ketiga muncul di ayat 7 (Kol. 1:7) 「(seperti) telah kamu ketahui dari Epafras 」, di sini memuji Epafras sebagai 「yang kami kasihi 」, 「kawan pelayan 」 dan 「pelayan Kristus yang setia bagi kamu 」. Melalui tiga 「seperti 」, kita bisa melihat kuasa Injil memberikan efek dalam tiga lapisan: di seluruh dunia, gereja lokal, dan secara individu orang percaya. Tiga 「seperti 」 membuat kita melihat secara tidak langsung bahwa Injil dapat berbunga dan berbuah di segala tempat di muka bumi, melaluinya gereja di masing-masing tempat penuh daya hidup dengan membawakan Injil, dan gereja dapat mempertahankan daya hidupnya adalah terkait kuasa Injil yang bekerja dalam diri setiap individu orang percaya. Jika setiap individu adalah seperti Epafras, yang bersedia menjadi hamba Kristus 「demi orang lain 」 dan 「berpikiran untuk orang lain 」, maka gereja yang disusun dari orang-orang percaya yang demikian sangatlah sulit untuk tidak memiliki daya hidup dan nafas hidup.
Injil berkuasa di dunia, gereja dan setiap individu adalah karena Roh Kudus bekerja di dalam hati orang (Kol. 1:8). Pada saat kita terus membaca Alkitab maka perlahan-lahan akan mendapatkan jawaban tentang bagaimana peran Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus dalam pemberitaan Injil.
Renungkan: bacalah sekali lagi Kol. 1:3-8, renungkan apa yang disebut sebagai 「keadaan gereja yang sehat 」, kemudian berdoalah untuk diri sendiri dan untuk gereja.
Tambahan Blogger:
Gereja yang sehat terdiri dari orang-orang percaya yang sehat secara rohani, yang bertumbuh, berbuah dan berkembang seperti yang dikatakan Paulus dalam ayat 6 (Kol. 1:6). Epafras adalah sebuah contoh yang sangat tepat, pada mulanya ia adalah seorang yang bertobat dan menjadi murid Kristus, pasti ia kemudian melalui proses pertumbuhan rohani dalam kuasa Injil, dan ia berbuah yakni gereja Kolose, tidak hanya sebagai pendiri saja tetapi ia menjadi teladan di gereja Kolose dalam kedewasaan rohani dan pengetahuan kebenaran Kristus yang cukup. Jemaat Kolose belajar tentang kebenaran Injil dari Epafra (Kol. 1:7) “Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras” dalam terjemahan UKJV “As all of you also learned of Epaphras” bahwa mereka belajar dari Epafras, tidak hanya secara pengetahuan saja tetapi juga belajar dari teladan yang diberikan Epafras.
Salah satu sikap Epafras adalah rendah hati, ia sebagai salah satu pendiri jemaat Kolose namun tidak merasa bahwa ia lebih unggul, ia sadar bahwa kuasa Injil lah yang hebat, sikap ini terlihat dari relasinya dengan Paulus sehingga Paulus memuji dia sebagai pelayan Kristus yang setia, pujian yang tidak mungkin diberikan Paulus jika Epafras adalah seorang yang penuh kesombongan merasa dirinya penuh kehebatan sebagai penatua atau pendiri jemaat Kolose. Suatu keadaan yang adakalanya terjadi di gereja zaman sekarang, jemaat senior, atau penatua, atau pendiri gereja merasa sebagai senior gereja sehingga seringkali memandang dengan mata sebelah atau bersikap kurang rendah hati terhadap orang baru, atau hamba Tuhan yang baru.
Baik adanya kita berdoa agar kita dapat dewasa dalam rohani dan menjadi seperti Epafras.