Tag Archives: Kantong Kulit

Lukas 5:27-39

「Apakah yang Kita Pakai adalah Kantung Kulit yang Baru?」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 1-6 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan April 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Luk. 5:27-39 [ITB])
27Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: 「Ikutlah Aku!」
28Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. 29Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.
30Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: 「Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?」
31Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: 「Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; 32Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.」
33Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: 「Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.」
34Jawab Yesus kepada mereka: 「Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? 35Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa.」
36Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: 「Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. 37Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur. 38Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. 39Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.」

Di bagian permulaan Injil Lukas pasal 5, Lukas telah mencatat proses Yesus memanggil para murid. Perikop hari ini merupakan perpanjangan lanjutan catatan pemanggilan para murid, tetapi kelompok orang yang mengikut Yesus atau yang bersedia bercakap-cakap dengan Yesus, yang semuanya adalah pemungut cukai atau orang berdosa, orang-orang dari kelompok komunitas tidak disambut (lihat Luk. 5:29). 「Komunitas masyarakat」 yang demikian ini muncul di perjamuan makan bersama Yesus, sesuai tradisi saat itu, hal ini menyatakan bahwa Yesus bersedia berhubungan dengan mereka, dan komunitas masyarakat ini bersedia belajar pengajaran dan kata-kata nasehat Yesus.

Tetapi tepat seperti yang dikatakan perikop kemarin, penyembuhan dan perbuatan ajaib Yesus tidak semata-mata hanya ingin menyatakan kuasa Yesus, tetapi Ia menantang penafsiran pemahaman orang pada zaman itu terhadap hukum Taurat, agar orang melepaskan pemahaman iman diri sendiri yang menyimpang, dan terlebih lagi bersedia menerima komunitas iman ini yang sesungguhnya dapat membawakan daya tular kehidupan! Oleh karena itu, saat Yesus mendapatkan celaan orang Farisi, Ia melanjutkan memberikan penafsiran pemahaman siapakah yang merupakan umat Allah yang sesungguhnya, yakni mereka 「orang-orang yang sakit」, 「orang-orang yang bersedia bertobat」, bukanlah mereka yang mengakui diri sendiri 「orang yang tidak sakit」 atau 「orang yang berpikir dan mengakui diri sendiri orang benar」. Maka sesungguhnya pekerjaan Yesus adalah mencari orang-orang yang bersedia bertobat. Kemudian yang terlebih dipandang penting oleh Yesus adalah orang Yahudi zaman itu, karena penafsiran dan pemahaman mereka yang melenceng terhadap hukum Taurat, sehingga orang hanya memiliki kemungkinan ditetapkan sebagai berdosa (maka orang seperti pemungut cukai hanya memiliki satu-satunya kemungkinan yaitu sebagai orang berdosa). Ini membuat orang kehilangan kesempatan untuk dengan tulus bertobat dan kembali kepada Allah. Oleh karena itu, dalam perikop selanjutnya di Injil Lukas, 「bertobat」 merupakan sebuah indikator pertanda yang paling penting bagi kelompok komunitas Yesus.

Dalam pemandangan selanjutnya, orang Farisi tidak lagi bersungut-sungut terhadap para murid, untuk mengatakan bahwa Yesus makan bersama dan berhubungan dengan orang berdosa, tetapi langsung membuat pengumuman terhadap Yesus, bahwa integritas moral keagamaan orang Farisi lebih unggul menang dibandingkan Yesus.
Orang Farisi terlebih dahulu memakai tindakan keagamaan ─ berpuasa ─ dari Yohanes Pembaptis, seseorang yang dengannya mereka tidak berdamai, untuk menyatakan kesalahan Yesus, karena Yesus sering makan bersama orang; orang Farisi juga menyebutkan puasa diri mereka sendiri merupakan salah satu dari penampilan kesalehan mereka mencintai Allah, ini makin lebih lanjut menyatakan integritas moral keagamaan orang Farisi lebih superior dibandingkan Yesus.

Tetapi Yesus sekali lagi mengkoreksi permasalahan mereka, yakni pembenaran diri dalam keagamaan, terlebih dahulu, baptisan Yohanes Pembaptis merupakan 「baptisan pertobatan」, tetapi puasa mereka merupakan keinginan untuk ditunjukkan di depan manusia. Dan juga, orang Farisi tidak memahami Yesus adalah Mesias, jikalaupun mereka melihat begitu banyak orang memiliki kebutuhan, memiliki penyakit, ada yang dirasuki setan, lalu mendapatkan kehidupan yang dibalikkan dari Yesus, mereka masih tetap tidak percaya, masih hendak melemparkan tanggungan dan nama dosa di atas diri orang lain. Oleh karena itu, saat Yesus menghadapi tantangan yang berulang kali dari semua pemimpin keagamaan ini, Ia memakai perumpamaan untuk membuat kesimpulan tentang sifat khusus dari misi-Nya.

Yesus mengetahui cara keselamatan dari diri-Nya (anggur baru) hendak diterima oleh sebuah kelompok komunitas yang baru, yakni kelompok yang dengan pertobatan sebagai hal yang nyata, dengan tulus kembali kepada Allah (kantong kulit yang baru), tetapi mereka para pemimpin keagamaan yang terbiasa minum anggur lama, selalu akan mengatakan integritas moral keagamaan mereka merupakan yang paling baik.

Renungkan: saat kita melihat pekerjaan Allah yang baru dan perbuatan yang terjadi di sekitar kita, kita mungkin akan memiliki pertanyaan keraguan. Ini mungkin merupakan sesuatu yang seharusnya, tetapi saat kita sungguh-sungguh benar melihat begitu banyak orang mendapatkan kehidupan yang dibalikkan, dan berkomitmen dalam pekerjaan Injil Kristus saat, mungkin sebaiknya kita jangan terlalu cepat mengatakan: anggur lama selalu yang terbaik. Malah sebaliknya hendaknya merenungkan bagaimana memakai kantong kulit yang baru untuk memuat anggur baru.

Tambahan Penerjemah:
Injil tidak pernah kadaluwarsa, Injil selalu sebagai anggur baru dapat dipakai dalam penerapan yang baru untuk menghadapi berbagai situasi baru pada setiap zaman. Tentunya Injil yang diberitakan dan diterapkan tidak boleh dirubah esensinya. Kiranya kita boleh makin diperlengkapi dan memperlengkapi diri dalam pemahaman Firman Allah. Serta diberikan hikmat menerapkan Injil dalam situasi di zaman yang baru ini.