「Tiga tindakan orang bijak」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 13:12-25 [ITB])
12 Harapan yang tertunda menyedihkan hati,
………tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.
13 Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya,
………tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.
14 Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut.
15 Akal budi yang baik mendatangkan karunia,
………tetapi jalan pengkhianat-pengkhianat mencelakakan mereka.
16 Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan,
………tetapi orang bebal membeberkan kebodohan.
17 Utusan orang fasik menjerumuskan orang ke dalam celaka,
………tetapi duta yang setia mendatangkan kesembuhan.
18 Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan,
………tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati.
19 Keinginan yang terlaksana menyenangkan hati,
………menghindari kejahatan adalah kekejian bagi orang bebal.
20 Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak,
………tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.
21 Orang berdosa dikejar oleh malapetaka,
………tetapi Ia membalas orang benar dengan kebahagiaan.
22 Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya,
………tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.
23 Huma orang miskin menghasilkan banyak makanan,
………tetapi ada yang lenyap karena tidak ada keadilan.
24 Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya;
………tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.
25 Orang benar makan sekenyang-kenyangnya,
………tetapi perut orang fasik menderita kekurangan.
Kemarin kita merenungkan tema 「keinginan」, dan hari ini kita terus memikirkan konsep terkait, yaitu 「harapan.」 Kata itu muncul tiga kali masing-masing dalam ayat 12 dan 19. Jika 「keinginan」 secara khusus mengacu pada kepuasan jangka pendek dan fisik jasmani, maka 「keinginan pengharapan」 ini manis dan kepuasan bagi jiwa (NIV 「sweet to the soul」, ITB 「menyenangkan hati」) seperti yang disebutkan dalam ayat 19. Ayat ini tidak menjelaskan isi dari harapan, tetapi menunjukkan bahwa hasilnya adalah bertumbuhnya sebuah 「pohon kehidupan」 (ayat 12). Beberapa peneliti percaya bahwa harapan orang bijak adalah untuk mendapatkan kebijaksanaan, dan menggunakan 「pohon kehidupan」 dan 「sumber kehidupan」 (fountain of life, NIV) sebagai simbol, sebagaimana dinyatakan dalam ayat 14: 「Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan.」 Orang yang telah memperoleh kebijaksanaan maka memperoleh sumber kehidupan. Harapan semacam ini bukan hanya semacam sikap, tetapi juga merupakan motivasi kekuatan pendorong, karena keinginan pengharapan yang terus-menerus dan memperoleh sumber kehidupan.
Dalam ayat 20-25 orang bijak mendorong pembaca untuk berjalan bersama dengan orang bijak. Orang selalu akan terpengaruh oleh komunitas. Seorang ibu memilih untuk anaknya lingkungan berteman dan belajar yang baik, lingkungan selalu membawakan pengaruh, ini mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam berteman. Dalam Perjanjian Lama, Lot adalah contoh negatif, ketika dia meninggalkan Abraham dan tinggal di kota Sodom yang penuh dosa, kehidupan rohaninya sangat terpengaruh. Ada literatur yang menuliskan demikian: 「teman orang bebal adalah orang bebal; teman orang bijak adalah orang bijak」 (The friend of a fool is a fool; the friend of a wise man is a wise man). Karena itu, 「Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak」 (ayat 20) Lingkaran pertemanan seseorang adalah kelompok yang membentuk karakternya. Seperti pepatah lama mengatakan, 「selalu ada yang menjadi guru dalam perjalanan tiga orang.」 Berjalan dengan orang bijak dapat memperoleh kebijaksanaan dari perkataan, perbuatan, dan kehidupan mereka. Karena komunitas sangat penting, dengan siapa berteman maka mencerminkan kebijaksanaan orang bijak. Orang bijak menunjukkan bahwa konsekuensi dari 「bergaul dengan orang bebal」 adalah orang yang bersangkutan akan menderita kerugian. Karena itu, seperti yang dikatakan pada renungan Amsal 12:16-28 「Waspada berhati-hati」 dalam segala tindakan, marilah dengan hati-hati memilih teman!
Perikop hari ini dengan jelas menunjukkan bahwa mereka yang mencari hikmat akan mendapatkan sumber kehidupan (ayat 12-19); berjalan bersama dengan orang bijak, mendapatkan hikmat (ayat 20-25). Orang bijak taat dan mengindahkan kepada perintah Allah (ayat 13), dan bersedia menerima 「teguran.」 Kata 「teguran」 muncul beberapa kali di seluruh pasal (ayat 1, 10, 18). Selanjutnya ayat Alkitab juga menunjukkan bahwa orang bijak tidak melarikan diri dari teguran (rebuke), mau menerima nasihat (take advice), dan menerima didikan (correction). Dengan kata lain, komunitas orang bijak akan saling membangun kehidupan satu sama lain, saling menasihati, dan menjalani kehidupan disiplin (discipline) bersama.
Renungkan:
(1) Yesus adalah sumber kehidupan, Dia berkata, 「Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: 『Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup』」 (Yoh. 7:38), marilah renungkan janji Tuhan;
(2) Yesus berkata: 「Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!」 (Wahyu 3:19) Apakah saya mengerti dan mau menerima kebenaran ini?
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.