Tag Archives: Tirus

Yehezkiel 28:11-15

Hati mula-mula untuk bertingkah laku tak bercela
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 28:11-15 [ITB])
11 Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: 12 Hai anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Tirus dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah. 13 Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu. 14 Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya.
15 Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.

Yehezkiel 28:11-19 adalah elegi yang dibuat TUHAN untuk raja Tirus. Ini dapat dibagi menjadi ayat 11-14 dan ayat 15-19. Bagian pertama (ayat 11-14) mengacu pada niat hati mula-mula bertingkah laku tidak bercela dari raja Tirus ketika dia diciptakan, menggunakan banyak metafora yang berbeda untuk mengilustrasikannya. Bagian kedua (ayat 15-19) menyebutkan ketidakadilan dan kejahatan dalam perdagangannya, akhirnya mendatangkan penghakiman Allah dan kehancuran kekalnya.

Pertama-tama, ayat 12 (KJV You seal up the sum, full of wisdom, and perfect in beauty) menyebutkan bahwa raja Tirus pernah menjadi gambar dari kesempurnaan, dalam bahasa teks aslinya meterai keteladanan, pada zaman kuno, meterai (seal) digunakan untuk memberikan jaminan (Kej. 38:18), perhiasan (Kel. 28:11, 21, 36), menyegel surat (1 Raj. 21:8) dan menyegel dokumen hukum (Yer. 32:11-14, Neh. 9:38,10:1), jadi kata ini melambangkan otoritas dan legitimasi. Ketika raja Tirus digambarkan sebagai meterai, itu berarti perilakunya benar-benar lurus dan dapat menjadi keteladanan yang berwibawa. Lebih lanjut, ayat 13 menjelaskan bahwa raja Tirus memakai berbagai permata di Taman Eden, ini mungkin merujuk pada pakaian istana yang dikenakan oleh raja (pakaian istana yang memakai segala macam permata), dan juga mengingatkan orang akan penutup dada imam besar, itu menunjukkan bahwa kebangsawanan raja Tirus bahkan dapat dibandingkan dengan imam besar. Terakhir, ayat 14 (KJV You are the anointed cherub that covers …, ITL Engkaulah seorang kerub yang berkembang sayapnya dan yang menaungi …) menjelaskan bahwa raja Tirus adalah kerub yang diurapi, kemunculan kerub terkait dengan taman Eden yang disebutkan ayat sebelumnya. Kita dapat memahami dari Kitab Kejadian bahwa kerub bertanggung jawab untuk mempertahankan jalan menuju pohon kehidupan di Taman Eden, lalu, raja Tirus bukan hanya kerub biasa, ia juga kerub yang diurapi, sama seperti imam yang diurapi (hanya imam besar yang diurapi), jadi dia lebih tinggi daripada kerub biasa, jadi dia dapat melakukan berjalan-jalan di gunung kudus Allah, di antara batu-batu permata yang bercahaya-cahaya.

Ayat 15 merangkum situasi asli raja Tirus ketika diciptakan sebagai tak bercela di dalam tingkah laku, baik dalam aspek moralitas, status, dan posisinya, ia dicintai dan ditinggikan oleh Allah. Tinggi aslinya bukanlah jenis tinggi yang mengklaim diri sebagai Allah, tetapi ketika Allah menciptakan dia ditugaskan untuk bertanggung jawab atas posisi penting di tempat kudus dan di Taman Eden. Ketinggiannya berasal dari ketetapan dan anugerah Allah, tetapi juga dari integritas dan keberadaan tingkah lakunya menjadi teladan bagi orang lain. Oleh karena itu, dari hakikat asali raja Tirus ketika diciptakan, kita dapat memahami bahwa bukan uang, perdagangan, status, dan banyak harta yang benar-benar membuat orang tinggi, tetapi kualitas hidup kesalehan dan rahmat Allah. Pada saat yang sama, membuat kita memahami agar kita kembali kepada hakikat asali kita diciptakan, melihat di mana Allah menempatkan kita, itu adalah yang tinggi dalam hidup kita. Dengan demikian ini, ditinggikan yang sesuai dengan kehendak Allah, tetapi ditinggikan oleh diri sendiri adalah mencari masalah.

Renungkan:
Jika seseorang dapat menghidupi kehendak Allah saat menciptakan, dan kita memahami bahwa diri kita tidak lain adalah ciptaan, maka ia adalah benar-benar tinggi. Tetapi jika kita meninggikan diri dan memperlakukan diri kita sebagai allah, maka kita semua akan direndahkan.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 28:1-10

Penghakiman atas raja Tirus
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 28:1-10 [ITB])
1 Maka datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: 『Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan.』 Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah.
3 Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel; tiada rahasia yang terlindung bagimu. 4 Dengan hikmatmu dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu. 5 Karena engkau sangat pandai berdagang engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau jadi sombong.
6 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah 7 maka, sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas, yang akan menghunus pedang mereka, melawan hikmatmu yang terpuja; dan semarakmu dinajiskan. 8 Engkau diturunkannya ke lobang kubur, engkau mati seperti orang yang mati terbunuh di tengah lautan. 9 Apakah engkau masih akan mengatakan di hadapan pembunuhmu: 『Aku adalah Allah!』? Padahal terhadap kuasa penikammu engkau adalah manusia, bukanlah Allah. 10 Engkau akan mati seperti orang tak bersunat oleh tangan orang asing. Sebab Aku yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Yehezkiel 28:1-19 bagian dapat dibagi menjadi dua bagian, bagian pertama (ayat 1-10) menyatakan penghakiman atas raja Tirus, sedangkan bagian kedua (ayat 11-19) adalah elegi dinyanyikan terhadap raja Tirus.

Apa kejahatan raja Tirus? Pertama, teks menggambarkan tinggi hati (ayat 2, 5) dan bahkan dengan sombong sampai-sampai menganggap diri sebagai allah, mengatakan bahwa Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan (ayat 2), dan hatimu menempatkan diri sama dengan Allah (ayat 2 dan 6), oleh karena itu, raja Tirus berpendapat bahwa dirinya bukan manusia, tetapi memiliki tempatnya sendiri seperti Allah, dan juga memiliki hati Allah, menyatakan bahwa dirinya secara hakikat dasarnya adalah setara dengan dewa-dewa Timur Dekat kuno. Lebih jauh lagi, dia pikir dia lebih bijaksana daripada Daniel (ayat 3), ini adalah pengakuan besar, karena dalam Kitab Daniel disebutkan bahwa Daniel memiliki hikmat Allah di dalam hatinya, dan tidak ada rahasia yang tersembunyi yang ia tidak tahu dan tidak dijelaskan (Dan. 2:19-23, 4:7-8, 5:13-14), jika raja Tirus menyatakan bahwa dia lebih bijaksana daripada Daniel, itu berarti dia berpikir dia tahu segalanya seperti Allah yang tahu segala rahasia yang tersembunyi. Lalu, raja Tirus percaya bahwa bukti kebijaksanaannya adalah memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu (ayat 4), ternyata kebijaksanaan raja Tirus hanyalah semacam kebijaksanaan untuk menghasilkan uang, bukan hikmat kebijaksanaan mengetahui kehendak Allah dan hikmat menjelaskan mimpi seperti Daniel (ayat 5). Kejahatan semacam ini semua karena raja Tirus tidak berpengetahuan terhadap identitas dan hakikat dirinya sendiri, ayat 2 menyebutkan engkau hanyalah seorang manusia, bukanlah Allah menunjukkan kebodohannya, jelas bahwa ia adalah tubuh daging dan darah, jadi dari mana pijakan dia bisa mengatakan dia adalah Allah? Peninggian diri kesombongan terbesar umat manusia adalah menjadikan dirinya allah.

Ketika Allah menghakimi raja Tirus tertuju pada apa yang dia banggakan. Hal ini dinyatakan dalam ayat 7 bahwa Allah akan memerintahkan orang asing penuh kekerasan untuk datang kepadanya dan menghancurkan hal-hal indah yang telah ia peroleh dengan kebijaksanaan diri, ini tertuju pada kebijaksanaan yang ia pikir di dalam hatinya sendiri; ayat 8 itu disebutkan bahwa Allah akan menyebabkan dia untuk jatuh ke dunia bawah, ini ditujukan tertuju pada perkataannya yang menyebut dirinya allah, karena para dewa umumnya tidak perlu memasuki dunia bawah (kecuali mereka yang bertanggung jawab atas dunia bawah). Hanya manusia yang memasuki dunia bawah setelah kematian. Oleh karena itu, deskripsi diturunkannya ke lubang kubur menunjukkan bahwa raja Tirus tidak lebih dari manusia, dia akan mati seperti orang biasa dan turun ke alam bawah. Terakhir, ayat 9 menunjukkan bahwa raja Tirus pada akhirnya akan dibunuh oleh orang-orang, sehingga dia mengerti bahwa engkau adalah manusia, bukanlah Allah. Ternyata kematian adalah akhir dari semua manusia, kematian bisa membuat seseorang menjadi lebih seperti manusia. Kematian bisa membuat orang mengerti bahwa mereka bukan Allah. Kematian adalah konsekuensi dari dosa, dan bahwa TUHAN adalah Allah yang benar.

Renungkan:
Mungkin kita tidak akan secara terang-terangan menyebut diri kita Allah, tetapi berbagai mentalitas atau perilaku kita mungkin bertindak seolah-olah kita adalah Allah. Ketika kita berpikir bahwa kita lebih unggul dalam kebijaksanaan dan bahwa kita lebih unggul dari yang lain, maka kita semua seperti raja Tirus menyebut diri kita adalah Allah. Kesombongan selalu tersembunyi dalam segala macam kemunafikan, tetapi di mata Allah, kita semua perlu dikembalikan kepada kebenaran, dan kita semua hanyalah manusia biasa.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 27:26-36

Semua pasti tenggelam ke dasar laut
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 27:26-36 [ITB])
26 Ke lautan luas pendayungmu membawa engkau. Tetapi badai timur melandamu di tengah lautan. 27 Hartamu, barangmu, daganganmu, anak kapalmu dan pelaut-pelautmu, tukang-tukangmu dan pedagang-pedagangmu dengan semua prajurit-prajuritmu yang ada padamu, ya, bersama seluruh penumpang-penumpangmu, terbenam dalam lautan pada hari tenggelammu.
28 Mendengar teriakan pelautmu gemetarlah tanah daratan. 29 Mereka turun dari kapalnya, yang mengayun dayung semua. Anak kapal, pelaut semuanya ke daratan lari mereka. 30 Ratapan kuat, teriakan pahit diperdengarkan terhadapmu; taruh abu di atas kepala, berguling-guling dalam debu. 31 Mereka menggundul diri, demi engkau, dan melilitkan kain kabung; mereka menangis, jiwa merana, karena engkau; suatu ratapan yang pahit. 32 Dalam meratap karena engkau mereka mengucapkan, menangiskan ratapan: Siapa seperti Tirus, yang sudah dimusnahkan di tengah lautan?
33 Sesudah barangmu datang dari laut engkau mengenyangkan banyak bangsa-bangsa, dengan banyaknya hartamu, daganganmu engkau memperkaya raja-raja dunia. 34 Sekarang engkau dirusak dan dilenyapkan dari permukaan laut dan tenggelam di dasar lautan; daganganmu dan seluruh penumpangmu tenggelam dengan engkau. 35 Orang pesisir kaget semua melihatmu; raja-rajanya menggigil, mukanya berkerut. 36 Pedagang bangsa-bangsa bersuit-suit terhadapmu, akhir hidupmu mendahsyatkan, dan lenyap selamanya engkau.

Ini adalah paragraf terakhir dari elegi Tirus, menyebutkan penghakiman TUHAN atas Tirus. Fokus deskripsi adalah kapal dagang yang penuh dengan muatan, menunjukkan bahwa kapal itu telah pergi ke kedalaman air, tetapi angin timur melandanya (ayat 26), dan semua muatan, pelaut, kapal, pejuang dan tentara tenggelam ke dasar laut (ayat 27). Semua barang, pelaut, kapal, prajurit, dan pasukan ini sesuai dengan semua hal yang dibanggakan Tirus dalam Yeh. 27:5-11, menunjukkan bahwa semua yang dianggap Tirus sebagaisangat indah di masa lalu akan tenggelam ke dasar laut karena pukulan Allah (ayat 27). Hal-hal yang dianggap Tirus sebagai benar-benar indah ini menjadi alasan mengapa ia menjadikan diri tinggi, dan sekarang hal-hal ini tenggelam ke dasar laut dan menjadi alasan rendah. Ketika seseorang meninggikan diri, Allah akan memukul apa yang dianggap dapat meninggikan diri oleh orang tersebut, sehingga semua yang dimilikinya lenyap dalam semalam.

Ayat 30-32 mencatat tema tangisan, menjelaskan bahwa orang-orang meratap bagi Tirus. Dalam proses menangis, mereka taruh abu di atas kepala, berguling-guling dalam debu (ayat 30), dan juga menggundul diri, demi engkau, dan melilitkan kain kabung (ayat 31), semua ini adalah elemen pemakaman, yang berarti bahwa Tirus telah resmi meninggal, dan orang-orang menangisi kematiannya, dan tangisan seperti itu adalah sangatjiwa merana dan ratapan yang pahit (ayat 31, 32) yang merupakan tangisan paling tragis dan menyakitkan pada waktu itu, dan tangisan seperti itu diakhiri dengan Siapa seperti Tirus, yang sudah dimusnahkan di tengah lautan? (ayat 32), menunjukkan bahwa kematian Tirus seperti kematian seseorang di tengah lautan tidak ada tempat untuk menguburnya, dan tidak ada yang menemukan mayatnya, ia benar-benar dilupakan orang, sama sekali tidak ada jejak yang ditinggalkan, itu secara total menjadi tidak ada dan menghilang.

Terakhir, elegi Tirus terus menggambarkan tentara dan muatan Tirus tenggelam (ayat 34). Kapal Tirus dihempas ombak di perairan dalam, melambangkan bahwa Allah berinisiatif untuk menyerang Tirus, seolah-olah ada tentara yang datang untuk menyerangnya. Jadi bahwa semua pasukannya tenggelam, tema tenggelamnya tentara tersebut menggambarkan tenggelamnya kekuatan militer di Tirus, ini mengingatkan pada fakta bahwa perairan Laut Merah membanjiri tentara Mesir setelah Israel menyeberangi Laut Merah di masa lalu. Oleh karena itu, apakah itu bisnis, ekonomi, militer, atau sumber daya manusia, semua hal yang dipakai Tirus meninggikan diri semua ini tenggelam di lautan dan sama sekali lenyap secara total.

Renungkan:
Ternyata materi dan reputasi yang dikejar dalam hidup semuanya sia-sia, dan orang bodoh membanggakan semua ini, berpikir bahwa mereka dapat ditinggikan dan disembah seperti dewa, tetapi mereka tidak tahu bahwa dalam semalam, Allah akan menghakimi kesombongan manusia. Bagaimana elegi Tirus menjadi pengingat hidup kita?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 27:12-25

Banyak mitra dagang Tirus
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 27:12-25 [ITB])
12 Tarsis berdagang dengan engkau dalam segala macam harta yang banyak; mereka menukarkan perak, besi, timah putih dan timah hitam ganti barang-barangmu.
13 Yawan, Tubal dan Mesekh berdagang dengan engkau; mereka menukarkan budak-budak, barang-barang tembaga ganti barang-barang daganganmu.
14 Dari Bet-Togarma mereka menukarkan kuda kereta, kuda tunggang dan bagal ganti barang-barangmu.
15 Orang Rodos berdagang dengan engkau, banyak daerah pesisir menjadi daerah pasaranmu; mereka membawa kepadamu tulang gading dan kayu arang sebagai upeti.
16 Edom berdagang dengan engkau karena banyaknya hasil-hasilmu; mereka menukarkan permata batu darah, kain ungu muda, pakaian berwarna-warna, kain lenan halus, karang dan batu delima ganti barang-barangmu.
17 Yuda dan tanah Israel berdagang dengan engkau; mereka menukarkan gandum dari Minit, mur, madu, minyak dan balsam ganti barang-barang daganganmu.
18 Damsyik berdagang dengan engkau karena banyaknya hasil-hasilmu, karena segala macam barangmu yang banyak. Anggur dari Helbon, bulu domba dari Sakhar, 19 dan anggur ditukarkan mereka ganti barang-barangmu; besi yang sudah dikerjakan dari Uzal, kayu teja dan tebu ada di antara barang-barang daganganmu.
20 Dedan berdagang dengan engkau dalam kulit pelana untuk menunggang kuda.
21 Arab dan semua pemuka Kedar berdagang dengan engkau dalam anak domba, domba jantan dan kambing jantan; dalam hal-hal itulah mereka berdagang dengan engkau.
22 Pedagang Syeba dan Raema berdagang dengan engkau; mereka menukarkan yang terbaik dari segala rempah-rempah dan segala batu permata yang mahal-mahal dan emas ganti barang-barangmu.
23 Haran, Kane, Eden, Asyur dan Kilmad berdagang dengan engkau. 24 Mereka berdagang di pasar-pasarmu dalam jubah-jubah yang maha indah, kain ungu tua, pakaian yang berwarna-warni, permadani yang beraneka warna dan tali berpilin yang teguh.
25 Kapal-kapal Tarsis membawa barang-barang dagangan ini bagimu. Penuh dengan muatan berat engkau di tengah lautan.

Paragraf ini Yeh. 27:12-25 adalah bagian terpanjang dari elegi Tirus, dan merinci banyak mitra dagang Tirus, perikop ini dimulai dengan Tarsis (ayat 12) dan diakhiri dengan Tarsis (ayat 25). Yunus pergi ke Tarsis dengan perahu dari Yafo melalui Laut Tengah (Yun. 1:3), tempat yang terletak di Laut Tengah hampir paling barat, yakni Spanyol hari ini. Tarsis memiliki banyak perak, besi, timah putih dan timah hitam, tambang logam mulia digali. Perikop Kitab Suci menggunakan Tarsis sebagai awal dan akhir yang berkorespondensi, karena pernah menjadi pemimpin dan mewakili wilayah Laut Tengah lainnya (Kejadian 10:4, Tawarikh 1:7), sehingga dapat menjadi simbol negara-negara Laut Tengah.

Kata-kata yang paling banyak muncul dalam seluruh elegi adalah banyak (ayat 12, 16, 18), di antaranya segala macam harta yang banyak (mēriv kŏl hôn) (ayat 12, 18) dan banyaknya hasil-hasilmu (mēriv ma‘ăšyik) (ayat 16, 18), kata banyak ini di satu sisi mengacu pada banyaknya kekayaan yang diperoleh dari perdagangan orang, di sisi lain juga menunjukkan bahwa besarnya kuantitas dan banyaknya jenis barang, di antaranya bahan bakunya, jenis produk langka, produk olahan, dll, dan volume ekspor impor tidak sedikit, dapat dikatakan arus barang yang sangat deras. Ayat 17 secara khusus menyatakan bahwa baik Yehuda dan Israel berdagang dengan Tirus, karena Yehuda dan Israel banyak menghasilkan gandum, roti, madu, minyak, dan kemenyan, ini adalah produk Kanaan, dan produk ini harus dijual melewati pusat perdagangan Tirus untuk mendapatkan produk lain. Oleh karena itu, barang Yehuda dan Israel tidak sepatutnya dilihat sebagai pesaing, tetapi sebagai mitra perdagangan Tirus.

Dengan demikian, Tirus merupakan pusat perdagangan Timur Dekat kuno. Ia pikir itu adalah modal dirinya dan keindahan dirinya sendiri sangat menarik banyak negara untuk berdagang dengannya, tetapi ia tidak tahu bahwa keindahan seperti itu bukan miliknya. Jika tidak didukung oleh negara lain, semua keindahannya hanyalah omong kosong belaka. Selanjutnya, perikop Kitab Suci menunjukkan bahwa negara-negara lain dalam kemasan yang sangat berlebihan berdagang dengan Tirus: berdagang di pasar-pasarmu dalam jubah-jubah yang maha indah, kain ungu tua, pakaian yang berwarna-warni, permadani yang beraneka warna dan tali berpilin yang teguh (ayat 24), gambaran ini menunjukkan bahwa Tirus sangat menghargai keindahan penampilan luar dan kemuliaan palsu. Kalaupun barangnya asli, tetapi jika tanpa kemasan yang baik maka tidak akan menarik bagi para pedagang Tirus. Terakhir, Kitab Suci menunjukkan bahwa kapal-kapal yang menuju Tarsis dimuati dengan muatan dalam jumlah besar, yang membuat kapal menjadi berat.

Renungkan:
Ketika hidup dan pencapaian kita dipenuhi dengan banyak, kita mungkin berpuas diri seperti Tirus; ketika hati kita dipenuhi dengan banyak ini, kita tidak dapat melihat bahwa TUHAN-lah yang membuat seseorang kuat dan makmur. Jika semua hal yang indah ini dijadikan alasan untuk menyombongkan dan meninggikan diri, maka penghakiman Allah pasti akan datang.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 27:1-11

Tirus berkata: 『aku kapal yang maha indah』
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 27:1-11 [ITB])
1 Datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 Hai engkau anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai Tirus, 3 dan katakanlah kepada Tirus, yang terletak di pintu masuk lautan, dan yang berdagang dengan bangsa-bangsa di banyak daerah pesisir: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai Tirus, engkau berkata: aku kapal yang maha indah.
4 Wilayahmu di tengah lautan; ahli bangunmu membuat keindahanmu sempurna. 5 Seluruh badanmu mereka buat dari kayu sanobar Senir, mereka mengambil aras Libanon membuat bagimu tiang layar. 6 Pohon tarbantin dari Basan dipakai untuk dayungmu; geladakmu mereka buat dari tulang gading ditatahkan di cemara dari pantai Kitim. 7 Layarmu diperbuat dari lenan halus yang berwarna-warni dari tanah Mesir; itulah tandamu. Dan tendamu diperbuat dari kain ungu tua dan kain ungu muda dari pantai Elisa.
8 Orang Sidon dan Arwad menjadi pendayungmu; tukang-tukangmu, hai Tirus, berada padamu, mereka menjadi pelaut-pelautmu. 9 Tua-tua Gebal dengan ahli-ahlinya berada padamu hendak memperbaiki kerusakan-kerusakanmu. Segala kapal laut beserta anak kapalnya berlabuh padamu hendak menukarkan barang dagangannya.
10 Orang Persia, Lud dan Put, yang menjadi prajuritmu ada dalam ketenteraanmu. Perisai dan ketopong digantungkan padamu; mereka menambah semarakmu. 11 Orang Arwad dan tentaranya memanjat di atas tembok-tembokmu sekeliling dan orang Gamad di atas menara-menaramu; mereka menggantungkan perisai-perisainya pada tembok-tembokmu sekeliling, mereka membuat keindahanmu sempurna.

Yehezkiel 27 adalah sebuah elegi (qînâ) yang ditulis untuk Tirus, sebagaimana dinyatakan dalam renungan sebelumnya, elegi terutama adalah meratapi kematian, menyatakan keindahan sebelumnya saat hidup dan kesedihan setelah kematian. Namun, elegi ini tidak dibuat oleh raja-raja bangsa-bangsa, tetapi oleh TUHAN sendiri.

Paragraf pertama elegi ini (ayat 3-11) dimulai dengan aku kapal yang maha indah (ayat 3, KJV I am of perfect beauty / akulah keindahan yang sempurna) dan diakhiri dengan membuat keindahanmu sempurna (ayat 11). Kata keindahan biasanya digunakan untuk menggambarkan penampilan cantik wanita atau ketampanan laki-laki, juga bisa diartikan sebagai kecantikan, kejayaan atau keindahan, dan sebagainya. Dalam ayat 3, maha indah / sempurna digunakan untuk menggambarkan keindahan ini sempurna, yang berarti bahwa Tirus menganggap dirinya sebagai kota yang paling sempurna di dunia. Mengapa? Karena terletak di tengah laut (ayat 4), pohon sanobar, tarbantin dan cemara yang paling indah digunakan untuk membuat semua kayu untuk perahu (ayat 5-6), dan layar di kapal terbuat dari kain terbaik dari Mesir (ayat 7), semua orang terkemuka dan profesional melayani Tirus (ayat 8-9), dan di antara mereka adalah para prajurit perang yang luar biasa (ayat 10-11). Dengan demikian, keindahan Tirus memiliki aspek komersial, militer, sumber daya manusia, dan keunggulan geografis, merupakan impian negara-negara Timur Dekat kuno.

Pengakuan aku kapal yang maha indah / akulah keindahan yang sempurna (ayat 3) adalah sikap narsisme dan kesombongan peninggian diri. Orang ini hanya melihat kecantikannya sendiri di matanya, tidak ada orang lain di mata dia, dan juga tidak ada Allah di mata dia! Uraian tentang Wilayahmu di tengah lautan (ayat 4) menunjukkan bahwa Tirus menganggap dirinya sebagai pusat seluruh samudra raya, meninggikan diri sebagai pusat segalanya. Seluruh dunia tampaknya memiliki kewajiban untuk berdagang dengan Tirus, ia menganggap dirinya sebagai pusat dunia, memegang kuasa atas aturan permainan untuk semua uang, reputasi, dan status. Namun, sikap peninggian diri akulah keindahan yang sempurna ini menjadi alasan utama ia diturunkan. Kenyataannya, banyak kerajaan di Timur Dekat kuno saling membandingkan dan bersaing dengan kerajaan lain dalam hal militer, politik, perdagangan, dan status. Kerajaan-kerajaan kecil harus bergantung pada kerajaan-kerajaan besar untuk bertahan hidup, dan kerajaan-kerajaan besar juga saling menyerang serta menaklukkan demi kepentingan mereka sendiri. Tirus hanyalah salah satu dari sekian banyak kerajaan pesaing, bagaimana bisa ia mengatakan bahwa dia maha indah / keindahan yang sempurna? Mengenal posisi diri sendiri dan rendah hati dalam membandingkan diri di antara kerajaan, itu barulah cara yang indah.

Renungkan:
Apakah Anda memiliki sikap hidup yang benar-benar indah? Bagaimana mencegah diri terhindar dari jalan narsisme yang berpusat pada diri sendiri?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 26:15-21

Bangsa-bangsa menyanyikan elegi untuk Tirus
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 26:15-21 [ITB])
15 Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada Tirus: Apakah daerah pesisir tidak akan gemetar mendengar derum kejatuhanmu, kalau orang-orang yang berebahan mengerang karena pembunuhan bersimaharajalela di tengah-tengahmu? 16 Semua pemuka bangsa-bangsa yang di tepi lautan akan turun takhta dan menjauhkan jubah-jubah kerajaannya dan menanggalkan pakaiannya yang berwarna-warna. Mereka akan diliputi kegentaran dan akan duduk di tanah; mereka akan gentar senantiasa dan kaget melihat engkau. 17 Dan mereka akan mengucapkan suatu ratapan mengenai engkau dan akan mengatakan kepadamu: Bagaimana engkau, hai kota yang terpuja, hilang dari lautan, kota yang berkuasa di laut, engkau dengan pendudukmu, yang menimbulkan ketakutan pada penduduk di daratan? 18 Sekarang, daerah pesisir jadi gentar pada hari jatuhmu, ya, daerah pesisir yang di tepi laut gempar mendengar kesudahanmu.
19 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Pada saat Aku menjadikan engkau kota reruntuhan, seperti kota-kota yang tidak berpenduduk lagi, kalau Aku menaikkan pasang samudera raya atasmu dan air banjir menutupi engkau, 20 maka Aku akan menurunkan engkau, supaya engkau bersama-sama di sana dengan orang-orang yang turun ke liang kubur, kepada bangsa dahulu kala, dan Aku akan membuat engkau tinggal di bumi yang paling bawah seperti reruntuhan dahulu kala, bersama dengan orang-orang yang turun ke liang kubur, supaya engkau jangan lagi didiami orang, dan jangan tampil lagi di negeri orang-orang hidup. 21 Aku menentukan bagimu akhir hidupmu yang mendahsyatkan dan engkau tidak terjumpa lagi. Engkau dicari orang, tetapi tidak ditemui lagi untuk selama-lamanya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Sebagai pelabuhan transit internasional, Tirus berfungsi melayani kebutuhan ekonomi dan perdagangan raja-raja yang berbeda dari negara-negara, dan kehancuran Tirus pasti akan mengecewakan dan mengejutkan raja-raja berbagai kerajaan. Alkitab menyebutkan bahwa ketika Tirus dihancurkan, semua raja-raja yang di tepi lautan akan turun takhta dan menjauhkan jubah-jubah kerajaannya dan menanggalkan pakaiannya yang berwarna-warna. Mereka akan diliputi kegentaran dan akan duduk di tanah; mereka akan gentar senantiasa dan kaget (ayat 16) deskripsi yang begitu rinci menggambarkan suasana pemakaman, raja-raja di sepanjang pesisir pantai penuh kesedihan karena kematian Tirus, mereka mengucapkan suatu ratapan di pemakaman (qînâ) (ayat 17), dapat diterjemahkan sebagaielegi, elegi bukanlah nyanyian ratapan, itu adalah nyanyian biasa, hanya dinyanyikan untuk diri sendiri atau ditujukan untuk orang mati, adegannya adalah pemakaman, nyanyian putus asa. Elegi sama sekali tidak mengungkapkan kemungkinan pemulihan dan kembali (KBBI elegi: syair atau nyanyian yang mengandung ungkapan dukacita, khususnya pada peristiwa kematian). Tetapi nyanyian ratapan memiliki harapan untuk kembali dan pemulihan, sehingga pemazmur menaikkan nyanyian ratapan berduka untuk Yerusalem, karena memiliki kemungkinan kembali dan pemulihan, tetapi untuk Tirus, itu hanya bisa menjadi elegi.

Elegi ini terutama meratapi kekuatan almarhum sebelum kematian dan kesedihan setelah kematian. Kontras antara hidup dan mati ini juga merupakan karakteristik elegi Tirus. Elegi ini dimulai dengan Bagaimana engkau (ayat 17). Ini pertama-tama menjelaskan betapa kuatnya Tirus di masa lalu. Ini adalah kota yang terpuja, hilang dari lautan, kota yang berkuasa di laut, engkau dengan pendudukmu, yang menimbulkan ketakutan pada penduduk di daratan (ayat 17), yang menunjukkan bahwa Tirus sangat berkuasa di masa hidupnya; kemudian, ayat 18 menjelaskan kesedihan tragis Tirus setelah kematiannya, menyatakan bahwa daerah pesisir jadi gentar pada hari jatuhmu, ya, daerah pesisir yang di tepi laut gempar mendengar kesudahanmu.Ini menunjukkan bahwa Tirus sendiri adalah pelabuhan perdagangan internasional penting yang menghubungkan negara-negara pulau dan raja-raja, tetapi mati dalam semalam. Elegi ini menggunakan kontras antara hidup dan mati untuk menggambarkan kepanikan bangsa-bangsa yang belum pernah terjadi sebelumnya atas kematian Tirus.

Akhirnya, kitab suci menjelaskan dengan rinci bahwa setelah kematian Tirus, ia akan pergi ke dunia orang mati seperti orang biasa lainnya (ayat 20). Hal ini menunjukkan bahwa Tirus yang dianggap superior di mata orang lain, sekarang akan mati seperti orang-orang biasa. Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang hebat hanyalah orang biasa saja, tidak ada bedanya dengan orang lain dalam hal kematian. Tirus juga akan menjadi reruntuhan yang tidak berpenghuni, menyatakan memuliakan Allah di negeri orang hidup. Ternyata kemuliaan Tirus itu tidak bertahan lama, kemuliaan yang seolah-olah ada selamanya itu rapuh dan rentan, dan hanya kemuliaan Allah bisa bertahan selamanya.

Renungkan:
Apakah kemuliaan yang Anda hargai berasal dari orang lain, atau kemuliaan Allah sendiri? Apa makna kematian Tirus bagi Anda?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 26:1-14

Menghancurkan tembok Tirus
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 26:1-14 [ITB])
1 Pada tahun kesebelas, dalam bulan yang tertentu, pada tanggal satu bulan itu, datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 Hai anak manusia, oleh karena Tirus berkata mengenai Yerusalem: Syukur! Sudah rusak pintu gerbang bangsa-bangsa itu; ia akan beralih kepadaku, sehingga aku menjadi penuh, tetapi ia menjadi reruntuhan. 3 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku menjadi lawanmu, hai Tirus. Aku akan menyuruh bangkit banyak bangsa melawan engkau, seperti lautan menimbulkan gelombang-gelombangnya. 4 Mereka akan memusnahkan tembok-tembok Tirus dan meruntuhkan menara-menaranya, debu tanahnya akan Kubuang sampai bersih dari padanya dan akan Kujadikan dia gunung batu yang gundul. 5 Ia akan menjadi penjemuran pukat di tengah lautan, sebab Aku yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH; ia akan menjadi jarahan bagi bangsa-bangsa. 6 Dan anak-anaknya perempuan, yang tinggal di daratan akan ditewaskan dengan pedang. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.
7 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membawa dari utara raja Nebukadnezar, raja Babel, raja segala raja untuk melawan Tirus dengan memakai kuda, kereta, pasukan berkuda, dan sekumpulan tentara yang banyak. 8 Anak-anakmu perempuan yang tinggal di daratan akan dibunuhnya dengan pedang; ia akan menimbun tembok pengepungan dan menyusun alat-alat pendobrak dan memasang perisai melawan engkau.
9 Tumbukan alat pendobraknya akan dilancarkan terhadap tembok-tembokmu dan menara-menaramu akan dirobohkan dengan beliung-beliungnya. 10 Kudanya adalah begitu banyak, sehingga engkau akan ditutupi oleh abu; karena derap pasukan berkudanya dan kertak roda keretanya tembok-tembokmu akan gemetar, kalau ia memasuki pintu-pintu gerbangmu seperti orang memasuki kota yang sudah terbuka karena pendobrakan.
11 Dengan kaki kuda-kudanya ia hendak menginjak-injak semua jalan-jalanmu, rakyatmu akan dibunuh dengan pedang, dan tugu-tugu yang kauandalkan akan dirobohkan ke tanah. 12 Mereka akan merampas kekayaanmu dan menjarah barang-barang perniagaanmu; mereka akan meruntuhkan tembok-tembokmu dan merobohkan rumah-rumahmu yang indah; batumu, kayumu dan tanahmu akan dibuang ke dalam air.
13 Aku akan mengakhiri keramaian nyanyianmu dan suara kecapimu tidak akan kedengaran lagi. 14 Aku akan menjadikan engkau gunung batu yang gundul dan dengan demikian engkau akan menjadi penjemuran pukat, sehingga engkau tidak akan dibangun kembali, sebab Aku, Tuhanlah yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Penghakiman atas Tirus dalam Kitab Yehezkiel relatif panjang (Yeh. 26:1- 28:19), terbentuk dari beberapa bagian secara paralel:
A Penghakiman atas Tirus (Yeh. 26:1-21)
………B Ratapan atas kehancuran Tirus (Yeh. 27:1-36)
A’ Penghakiman atas raja Tirus (Yeh. 28:1-10)
………B’ Ratapan atas kematian raja Tirus (Yeh. 28:11-19)

Dalam tiga pasal Alkitab ini terdapat kalimat yang muncul di akhir perkataan ilahi di setiap pasal, Aku menentukan bagimu akhir hidupmu yang mendahsyatkan dan engkau tidak terjumpa lagi, diulang tiga kali (Yeh. 26:21, 27:36, 28:19). Oleh karena itu, kita memahami bahwa penghakiman ini akan membawakan rasa takut (teror) kepada mereka (Tirus) juga orang lain, bahwa sejak itu Tirus tidak ada lagi.

Tirus adalah pelabuhan yang dibangun di atas batu di semenanjung. Karena letak geografis dan topografinya yang unik, mudah dipertahankan dan sulit diserang. Pada saat yang sama, ia menjadi pusat perdagangan internasional. Ia merupakan pelabuhan transit penghubung laut dan darat, sangat makmur dan kaya. Lalu, setelah Yerusalem menerima hukuman, ia seperti bangsa-bangsa lain juga bergembira atas celakanya orang lain: Syukur! Sudah rusak pintu gerbang bangsa-bangsa itu; ia akan beralih kepadaku, sehingga aku menjadi penuh, tetapi ia menjadi reruntuhan! (Yeh. 26:2) Tirus mendeskripsikan Yerusalem sebagai pintu gerbang bangsa-bangsa mencerminkan bahwa mereka menganggap Yerusalem sebagai pesaing perdagangan komersial. Yerusalem sebagai pintu gerbang bangsa-bangsa dapat mengontrol cara perdagangan dan mempengaruhi status Tirus, jadi ketika Yerusalem dihancurkan, Tirus berpikir bahwa dia bisa melakukan bisnis monopoli, sehingga aku menjadi penuh. Apakah kita akan memiliki mentalitas yang sama dengan Tirus dan merasa terlena saat melihat kehancuran para pesaing di sekitar kita? Bahkan jika pihak lain tidak memiliki dendam dengan kita, dan bukan tangan kita sendiri yang menghancurkan pihak lain, sikap semacam ini yang bergembira atas penderitaan orang lain adalah persis yang akan dihakimi Allah.

Kitab Suci menunjukkan penghakiman Allah, termasuk memusnahkan tembok-tembok Tirus (ayat 4), menjadi jarahan bagi bangsa-bangsa (ayat 5), juga raja Babel untuk menyerang Tirus (ayat 7-14), sehingga semua harta kepemilikan Tirus akan menjadi milik orang lain. Akhirnya Tirus akan menjadi gunung batu yang gundul (ayat 14). Hal ini karena kota Tirus dibangun di atas gunung batu, ketika seluruh kota dihancurkan, tidak ada yang tinggal di atas batu ini, sehingga menjadi batu yang gundul melambangkan bahwa penghakiman Allah sangat total, dan Tirus tidak mungkin menjadi Tirus makmur di masa lalu.

Renungkan:
Bagaimana Anda memperlakukan pesaing Anda? Persaingan bisnis yang normal tidak bisa dihindari, tetapi jika kita menertawakan kemalangan dan kegagalan orang lain membuat kita berpuas diri, ini adalah kejahatan di mata Allah. Kegagalan orang lain seringkali menjadi pengingat dan kewaspadaan kita sendiri, dan kita juga harus hormat takut akan Allah.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Amos 1:9-12

Penghakiman atas Tirus dan Edom
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 1:9-12 [ITB])
9Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Tirus, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menyerahkan tertawan suatu bangsa seluruhnya kepada Edom dan tidak mengingat perjanjian persaudaraan, 10Aku akan melepas api ke dalam tembok Tirus, sehingga purinya dimakan habis. 11Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Edom, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia mengejar saudaranya dengan pedang dan mengekang belas kasihannya, memendamkan amarahnya untuk selamanya dan menyimpan gemasnya untuk seterusnya, 12Aku akan melepas api ke dalam Teman, sehingga puri Bozra dimakan habis.

Tirus berada di barat laut Israel dan mewakili Fenisia. Selain sama seperti orang Filistin yang menyerahkan umat Allah seluruhnya kepada Edom, ditambah lagi kesalahannya tidak mengingat saudara perjanjiannya. Mereka merampok orang-orang Israel, dan menjual mereka ke Edom tanpa memandang usia, jenis kelamin, pada saat yang sama nabi Amos (mewakili TUHAN) juga meminta pertanggungjawaban mereka tidak mengingat perjanjian dengan Israel, perjanjian antara Tirus dan Israel, mungkin merujuk pada apa yang dimulai raja Hiram dan raja Daud (2 Sam. 5:11) berlanjut hingga Salomo juga memiliki janji dengan raja Hiram ketika ia membangun Bait Suci (1 Raj. 5:12), dan Ahab juga memiliki kontak dengan Tirus (1 Raj. 16:31). Sebenarnya, Israel dan Tirus memiliki agama dan politik yang berbeda, perjanjian tersebut dapat berupa bisnis yang saling menghormati dan saling menguntungkan. Perjanjian harus ditegakkan, termasuk dengan sikap mentalitas untuk menjaga dan memastikan dengan sikap positif. Tirus tidak memegang perjanjian, menawan Israel serta menjual ke Edom, menghancurkan perjanjian. Hukumannya juga bahwa kota Tirus dan istana terbakar dihancurkan.

Edom berada di bagian selatan Laut Mati, kata Edom memiliki arti mengandung warna merah, karena tanah dan batu pasir di sana berwarna merah. Edom adalah keturunan Esau merupakan kerabat Israel, jadi di sini mereka disebut saudara. Tetapi dimulai dari Esau, terdapat perebutan persaingan antara Esau dan Yakub, karena Yakub menipu hak sulung milik Esau, Esau berniat membunuh Yakub setelah menunggu kematian ayahnya, meskipun Yakub kemudian mengetahui dan melarikan diri, di rumah pamannya menerima berkat besar dari Tuhan, ketika kembali ke Kanaan kedua saudara tampaknya sudah berdamai, tetapi mereka masih saling menghindari dan tidak bisa benar-benar berdamai.

Di zaman nabi Amos, orang Filistin dan Tirus demi keuntungan maka menjual tawanan perang kepada Edom, sehingga Edom tanpa belas kasihan menganiaya umat Allah, bahkan lebih kejam daripada orang luar. Allah mengejar dua kesalahan dari Edom, yang pertama adalah bahwa mereka memendam amarah terhadap orang Israel, itu adalah kebencian jangka panjang, telah diturunkan dari generasi ke generasi, sehingga amarah di hati hendak diluapkan, kemarahan terus kambuh meletup, CUV menerjemahkan sebagai amarah mengoyak, sepertinya semua kebencian yang terakumulasi di masa lalu ditumpahkan kepada orang Israel saat itu juga. Dosa kesalahan kedua adalah kekejaman brutal mereka, Edom tidak hanya menggunakan pedang tetapi juga mengejar orang-orang Israel, sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan, menyebabkan kerusakan besar terhadap orang-orang Israel. Edom menerima para tawanan orang Israel dari orang Filistin dan Tirus merupakan pelanggaran terhadap Allah, mereka tiga kali bahkan empat kali berbuat jahat, sehingga Allah menghukum mereka, Allah akan melepas api ke dalam Teman, sehingga puri Bozra dimakan habis.

Renungkan:
Di dalam lingkaran gereja, meskipun kita saling menyebut saudara-saudari, tetapi banyak waktu perbedaan memisahkan kita seolah-olah jarak antara timur dan barat tidak dapat dijangkau, perbedaan politik, warna biru kuning, generasi, ekonomi, membuat sebutan saudara-saudari tidak dapat dihidupkan, meskipun tidak sampai saling kejar dengan pedang pisau, tetapi situasi terkoyak robek sangat disesalkan. Memohon Tuhan mengajar kita untuk menghargai persaudaraan ini, mengingat bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan dari setiap saudara dan saudari, dan berusaha keras untuk menjaga kesatuan Roh Kudus (Efesus 4:3).

Kebencian dapat menghancurkan pikiran seseorang, apakah Anda membiarkan kemarahan tetap ada di hati Anda? Apakah Anda membenci seseorang? Menyimpan kebencian di hati, adalah seperti membangun penjara di dalam hatinya sendiri, dan memasukkan orang yang dibenci itu ke dalam penjara di dalam hatinya itu, dan dengan sering membawanya keluar disalahkan, memukulinya beberapa kali, lalu memenjarakannya lagi di dalam hati. Setiap kali membawanya keluar, yang dilukai adalah dirinya sendiri, bukan melukai orang yang ia penjara dalam hatinya, orang itu bahkan tidak tahu dipenjara di dalam hati! Biarkan dia pergi, biarkan dirinya pergi! Mohon Tuhan membantu agar bisa melupakan dan mengampuni, sama seperti Tuhan telah mengampuni kita.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.