
「Semua pasti tenggelam ke dasar laut」
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yeh. 27:26-36 [ITB])
26 「Ke lautan luas pendayungmu membawa engkau. Tetapi badai timur melandamu di tengah lautan. 27 Hartamu, barangmu, daganganmu, anak kapalmu dan pelaut-pelautmu, tukang-tukangmu dan pedagang-pedagangmu dengan semua prajurit-prajuritmu yang ada padamu, ya, bersama seluruh penumpang-penumpangmu, terbenam dalam lautan pada hari tenggelammu.
28 Mendengar teriakan pelautmu gemetarlah tanah daratan. 29 Mereka turun dari kapalnya, yang mengayun dayung semua. Anak kapal, pelaut semuanya ke daratan lari mereka. 30 Ratapan kuat, teriakan pahit diperdengarkan terhadapmu; taruh abu di atas kepala, berguling-guling dalam debu. 31 Mereka menggundul diri, demi engkau, dan melilitkan kain kabung; mereka menangis, jiwa merana, karena engkau; suatu ratapan yang pahit. 32 Dalam meratap karena engkau mereka mengucapkan, menangiskan ratapan: Siapa seperti Tirus, yang sudah dimusnahkan di tengah lautan?
33 Sesudah barangmu datang dari laut engkau mengenyangkan banyak bangsa-bangsa, dengan banyaknya hartamu, daganganmu engkau memperkaya raja-raja dunia. 34 Sekarang engkau dirusak dan dilenyapkan dari permukaan laut dan tenggelam di dasar lautan; daganganmu dan seluruh penumpangmu tenggelam dengan engkau. 35 Orang pesisir kaget semua melihatmu; raja-rajanya menggigil, mukanya berkerut. 36 Pedagang bangsa-bangsa bersuit-suit terhadapmu, akhir hidupmu mendahsyatkan, dan lenyap selamanya engkau.」
Ini adalah paragraf terakhir dari elegi Tirus, menyebutkan penghakiman TUHAN atas Tirus. Fokus deskripsi adalah kapal dagang yang penuh dengan muatan, menunjukkan bahwa kapal itu telah pergi ke kedalaman air, tetapi angin timur melandanya (ayat 26), dan semua muatan, pelaut, kapal, pejuang dan tentara tenggelam ke dasar laut (ayat 27). Semua barang, pelaut, kapal, prajurit, dan pasukan ini sesuai dengan semua hal yang dibanggakan Tirus dalam Yeh. 27:5-11, menunjukkan bahwa semua yang dianggap Tirus sebagai「sangat indah」 di masa lalu akan 「tenggelam ke dasar laut」 karena pukulan Allah (ayat 27). Hal-hal yang dianggap Tirus sebagai 「benar-benar indah」 ini menjadi alasan mengapa ia menjadikan diri 「tinggi」, dan sekarang hal-hal ini tenggelam ke dasar laut dan menjadi alasan 「rendah」. Ketika seseorang meninggikan diri, Allah akan memukul apa yang dianggap dapat meninggikan diri oleh orang tersebut, sehingga semua yang dimilikinya lenyap dalam semalam.
Ayat 30-32 mencatat tema tangisan, menjelaskan bahwa orang-orang meratap bagi Tirus. Dalam proses menangis, mereka 「taruh abu di atas kepala, berguling-guling dalam debu」 (ayat 30), dan juga 「menggundul diri, demi engkau, dan melilitkan kain kabung」 (ayat 31), semua ini adalah elemen pemakaman, yang berarti bahwa Tirus telah resmi meninggal, dan orang-orang menangisi kematiannya, dan tangisan seperti itu adalah sangat「jiwa merana」 dan 「ratapan yang pahit」 (ayat 31, 32) yang merupakan tangisan paling tragis dan menyakitkan pada waktu itu, dan tangisan seperti itu diakhiri dengan 「Siapa seperti Tirus, yang sudah dimusnahkan di tengah lautan? 」 (ayat 32), menunjukkan bahwa kematian Tirus seperti kematian seseorang di tengah lautan tidak ada tempat untuk menguburnya, dan tidak ada yang menemukan mayatnya, ia benar-benar dilupakan orang, sama sekali tidak ada jejak yang ditinggalkan, itu secara total menjadi tidak ada dan menghilang.
Terakhir, elegi Tirus terus menggambarkan tentara dan muatan Tirus 「tenggelam」 (ayat 34). Kapal Tirus dihempas ombak di perairan dalam, melambangkan bahwa Allah berinisiatif untuk menyerang Tirus, seolah-olah ada tentara yang datang untuk menyerangnya. Jadi bahwa semua pasukannya tenggelam, tema tenggelamnya tentara tersebut menggambarkan tenggelamnya kekuatan militer di Tirus, ini mengingatkan pada fakta bahwa perairan Laut Merah membanjiri tentara Mesir setelah Israel menyeberangi Laut Merah di masa lalu. Oleh karena itu, apakah itu bisnis, ekonomi, militer, atau sumber daya manusia, semua hal yang dipakai Tirus meninggikan diri semua ini tenggelam di lautan dan sama sekali lenyap secara total.
Renungkan:
Ternyata materi dan reputasi yang dikejar dalam hidup semuanya sia-sia, dan orang bodoh membanggakan semua ini, berpikir bahwa mereka dapat ditinggikan dan disembah seperti dewa, tetapi mereka tidak tahu bahwa dalam semalam, Allah akan menghakimi kesombongan manusia. Bagaimana elegi Tirus menjadi pengingat hidup kita?
Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
