「Penghakiman atas Tirus dan Edom」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amos 1:9-12 [ITB])
9Beginilah firman TUHAN: 「Karena tiga perbuatan jahat Tirus, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menyerahkan tertawan suatu bangsa seluruhnya kepada Edom dan tidak mengingat perjanjian persaudaraan, 10Aku akan melepas api ke dalam tembok Tirus, sehingga purinya dimakan habis.」
11Beginilah firman TUHAN: 「Karena tiga perbuatan jahat Edom, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia mengejar saudaranya dengan pedang dan mengekang belas kasihannya, memendamkan amarahnya untuk selamanya dan menyimpan gemasnya untuk seterusnya, 12Aku akan melepas api ke dalam Teman, sehingga puri Bozra dimakan habis.」
Tirus berada di barat laut Israel dan mewakili Fenisia. Selain sama seperti orang Filistin yang menyerahkan umat Allah seluruhnya kepada Edom, ditambah lagi kesalahannya tidak mengingat saudara perjanjiannya. Mereka merampok orang-orang Israel, dan menjual mereka ke Edom tanpa memandang usia, jenis kelamin, pada saat yang sama nabi Amos (mewakili TUHAN) juga meminta pertanggungjawaban mereka tidak mengingat perjanjian dengan Israel, perjanjian antara Tirus dan Israel, mungkin merujuk pada apa yang dimulai raja Hiram dan raja Daud (2 Sam. 5:11) berlanjut hingga Salomo juga memiliki janji dengan raja Hiram ketika ia membangun Bait Suci (1 Raj. 5:12), dan Ahab juga memiliki kontak dengan Tirus (1 Raj. 16:31). Sebenarnya, Israel dan Tirus memiliki agama dan politik yang berbeda, perjanjian tersebut dapat berupa bisnis yang saling menghormati dan saling menguntungkan. Perjanjian harus ditegakkan, termasuk dengan sikap mentalitas untuk menjaga dan memastikan dengan sikap positif. Tirus tidak memegang perjanjian, menawan Israel serta menjual ke Edom, menghancurkan perjanjian. Hukumannya juga bahwa kota Tirus dan istana terbakar dihancurkan.
Edom berada di bagian selatan Laut Mati, kata 「Edom」 memiliki arti mengandung warna merah, karena tanah dan batu pasir di sana berwarna merah. Edom adalah keturunan Esau merupakan kerabat Israel, jadi di sini mereka disebut 「saudara」. Tetapi dimulai dari Esau, terdapat perebutan persaingan antara Esau dan Yakub, karena Yakub menipu hak sulung milik Esau, Esau berniat membunuh Yakub setelah menunggu kematian ayahnya, meskipun Yakub kemudian mengetahui dan melarikan diri, di rumah pamannya menerima berkat besar dari Tuhan, ketika kembali ke Kanaan kedua saudara tampaknya sudah berdamai, tetapi mereka masih saling menghindari dan tidak bisa benar-benar berdamai.
Di zaman nabi Amos, orang Filistin dan Tirus demi keuntungan maka menjual tawanan perang kepada Edom, sehingga Edom tanpa belas kasihan menganiaya umat Allah, bahkan lebih kejam daripada orang luar. Allah mengejar dua kesalahan dari Edom, yang pertama adalah bahwa mereka memendam amarah terhadap orang Israel, itu adalah kebencian jangka panjang, telah diturunkan dari generasi ke generasi, sehingga amarah di hati hendak diluapkan, kemarahan terus kambuh meletup, CUV menerjemahkan sebagai amarah mengoyak, sepertinya semua kebencian yang terakumulasi di masa lalu ditumpahkan kepada orang Israel saat itu juga. Dosa kesalahan kedua adalah kekejaman brutal mereka, Edom tidak hanya menggunakan pedang tetapi juga mengejar orang-orang Israel, sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan, menyebabkan kerusakan besar terhadap orang-orang Israel. Edom menerima para tawanan orang Israel dari orang Filistin dan Tirus merupakan pelanggaran terhadap Allah, mereka tiga kali bahkan empat kali berbuat jahat, sehingga Allah menghukum mereka, Allah akan melepas api ke dalam Teman, sehingga puri Bozra dimakan habis.
Renungkan:
Di dalam lingkaran gereja, meskipun kita saling menyebut saudara-saudari, tetapi banyak waktu perbedaan memisahkan kita seolah-olah jarak antara timur dan barat tidak dapat dijangkau, perbedaan politik, warna biru kuning, generasi, ekonomi, membuat sebutan saudara-saudari tidak dapat dihidupkan, meskipun tidak sampai saling kejar dengan pedang pisau, tetapi situasi terkoyak robek sangat disesalkan. Memohon Tuhan mengajar kita untuk menghargai persaudaraan ini, mengingat bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan dari setiap saudara dan saudari, dan berusaha keras untuk menjaga kesatuan Roh Kudus (Efesus 4:3).
Kebencian dapat menghancurkan pikiran seseorang, apakah Anda membiarkan kemarahan tetap ada di hati Anda? Apakah Anda membenci seseorang? Menyimpan kebencian di hati, adalah seperti membangun penjara di dalam hatinya sendiri, dan memasukkan orang yang dibenci itu ke dalam penjara di dalam hatinya itu, dan dengan sering membawanya keluar disalahkan, memukulinya beberapa kali, lalu memenjarakannya lagi di dalam hati. Setiap kali membawanya keluar, yang dilukai adalah dirinya sendiri, bukan melukai orang yang ia penjara dalam hatinya, orang itu bahkan tidak tahu dipenjara di dalam hati! Biarkan dia pergi, biarkan dirinya pergi! Mohon Tuhan membantu agar bisa melupakan dan mengampuni, sama seperti Tuhan telah mengampuni kita.
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Renungan pemahaman Kitab Amos
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.