Tag Archives: ditinggikan direndahkan

Yehezkiel 28:11-15

Hati mula-mula untuk bertingkah laku tak bercela
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 28:11-15 [ITB])
11 Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: 12 Hai anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Tirus dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah. 13 Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu. 14 Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya.
15 Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.

Yehezkiel 28:11-19 adalah elegi yang dibuat TUHAN untuk raja Tirus. Ini dapat dibagi menjadi ayat 11-14 dan ayat 15-19. Bagian pertama (ayat 11-14) mengacu pada niat hati mula-mula bertingkah laku tidak bercela dari raja Tirus ketika dia diciptakan, menggunakan banyak metafora yang berbeda untuk mengilustrasikannya. Bagian kedua (ayat 15-19) menyebutkan ketidakadilan dan kejahatan dalam perdagangannya, akhirnya mendatangkan penghakiman Allah dan kehancuran kekalnya.

Pertama-tama, ayat 12 (KJV You seal up the sum, full of wisdom, and perfect in beauty) menyebutkan bahwa raja Tirus pernah menjadi gambar dari kesempurnaan, dalam bahasa teks aslinya meterai keteladanan, pada zaman kuno, meterai (seal) digunakan untuk memberikan jaminan (Kej. 38:18), perhiasan (Kel. 28:11, 21, 36), menyegel surat (1 Raj. 21:8) dan menyegel dokumen hukum (Yer. 32:11-14, Neh. 9:38,10:1), jadi kata ini melambangkan otoritas dan legitimasi. Ketika raja Tirus digambarkan sebagai meterai, itu berarti perilakunya benar-benar lurus dan dapat menjadi keteladanan yang berwibawa. Lebih lanjut, ayat 13 menjelaskan bahwa raja Tirus memakai berbagai permata di Taman Eden, ini mungkin merujuk pada pakaian istana yang dikenakan oleh raja (pakaian istana yang memakai segala macam permata), dan juga mengingatkan orang akan penutup dada imam besar, itu menunjukkan bahwa kebangsawanan raja Tirus bahkan dapat dibandingkan dengan imam besar. Terakhir, ayat 14 (KJV You are the anointed cherub that covers …, ITL Engkaulah seorang kerub yang berkembang sayapnya dan yang menaungi …) menjelaskan bahwa raja Tirus adalah kerub yang diurapi, kemunculan kerub terkait dengan taman Eden yang disebutkan ayat sebelumnya. Kita dapat memahami dari Kitab Kejadian bahwa kerub bertanggung jawab untuk mempertahankan jalan menuju pohon kehidupan di Taman Eden, lalu, raja Tirus bukan hanya kerub biasa, ia juga kerub yang diurapi, sama seperti imam yang diurapi (hanya imam besar yang diurapi), jadi dia lebih tinggi daripada kerub biasa, jadi dia dapat melakukan berjalan-jalan di gunung kudus Allah, di antara batu-batu permata yang bercahaya-cahaya.

Ayat 15 merangkum situasi asli raja Tirus ketika diciptakan sebagai tak bercela di dalam tingkah laku, baik dalam aspek moralitas, status, dan posisinya, ia dicintai dan ditinggikan oleh Allah. Tinggi aslinya bukanlah jenis tinggi yang mengklaim diri sebagai Allah, tetapi ketika Allah menciptakan dia ditugaskan untuk bertanggung jawab atas posisi penting di tempat kudus dan di Taman Eden. Ketinggiannya berasal dari ketetapan dan anugerah Allah, tetapi juga dari integritas dan keberadaan tingkah lakunya menjadi teladan bagi orang lain. Oleh karena itu, dari hakikat asali raja Tirus ketika diciptakan, kita dapat memahami bahwa bukan uang, perdagangan, status, dan banyak harta yang benar-benar membuat orang tinggi, tetapi kualitas hidup kesalehan dan rahmat Allah. Pada saat yang sama, membuat kita memahami agar kita kembali kepada hakikat asali kita diciptakan, melihat di mana Allah menempatkan kita, itu adalah yang tinggi dalam hidup kita. Dengan demikian ini, ditinggikan yang sesuai dengan kehendak Allah, tetapi ditinggikan oleh diri sendiri adalah mencari masalah.

Renungkan:
Jika seseorang dapat menghidupi kehendak Allah saat menciptakan, dan kita memahami bahwa diri kita tidak lain adalah ciptaan, maka ia adalah benar-benar tinggi. Tetapi jika kita meninggikan diri dan memperlakukan diri kita sebagai allah, maka kita semua akan direndahkan.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 28:1-10

Penghakiman atas raja Tirus
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 28:1-10 [ITB])
1 Maka datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: 『Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan.』 Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah.
3 Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel; tiada rahasia yang terlindung bagimu. 4 Dengan hikmatmu dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu. 5 Karena engkau sangat pandai berdagang engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau jadi sombong.
6 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah 7 maka, sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas, yang akan menghunus pedang mereka, melawan hikmatmu yang terpuja; dan semarakmu dinajiskan. 8 Engkau diturunkannya ke lobang kubur, engkau mati seperti orang yang mati terbunuh di tengah lautan. 9 Apakah engkau masih akan mengatakan di hadapan pembunuhmu: 『Aku adalah Allah!』? Padahal terhadap kuasa penikammu engkau adalah manusia, bukanlah Allah. 10 Engkau akan mati seperti orang tak bersunat oleh tangan orang asing. Sebab Aku yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Yehezkiel 28:1-19 bagian dapat dibagi menjadi dua bagian, bagian pertama (ayat 1-10) menyatakan penghakiman atas raja Tirus, sedangkan bagian kedua (ayat 11-19) adalah elegi dinyanyikan terhadap raja Tirus.

Apa kejahatan raja Tirus? Pertama, teks menggambarkan tinggi hati (ayat 2, 5) dan bahkan dengan sombong sampai-sampai menganggap diri sebagai allah, mengatakan bahwa Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan (ayat 2), dan hatimu menempatkan diri sama dengan Allah (ayat 2 dan 6), oleh karena itu, raja Tirus berpendapat bahwa dirinya bukan manusia, tetapi memiliki tempatnya sendiri seperti Allah, dan juga memiliki hati Allah, menyatakan bahwa dirinya secara hakikat dasarnya adalah setara dengan dewa-dewa Timur Dekat kuno. Lebih jauh lagi, dia pikir dia lebih bijaksana daripada Daniel (ayat 3), ini adalah pengakuan besar, karena dalam Kitab Daniel disebutkan bahwa Daniel memiliki hikmat Allah di dalam hatinya, dan tidak ada rahasia yang tersembunyi yang ia tidak tahu dan tidak dijelaskan (Dan. 2:19-23, 4:7-8, 5:13-14), jika raja Tirus menyatakan bahwa dia lebih bijaksana daripada Daniel, itu berarti dia berpikir dia tahu segalanya seperti Allah yang tahu segala rahasia yang tersembunyi. Lalu, raja Tirus percaya bahwa bukti kebijaksanaannya adalah memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu (ayat 4), ternyata kebijaksanaan raja Tirus hanyalah semacam kebijaksanaan untuk menghasilkan uang, bukan hikmat kebijaksanaan mengetahui kehendak Allah dan hikmat menjelaskan mimpi seperti Daniel (ayat 5). Kejahatan semacam ini semua karena raja Tirus tidak berpengetahuan terhadap identitas dan hakikat dirinya sendiri, ayat 2 menyebutkan engkau hanyalah seorang manusia, bukanlah Allah menunjukkan kebodohannya, jelas bahwa ia adalah tubuh daging dan darah, jadi dari mana pijakan dia bisa mengatakan dia adalah Allah? Peninggian diri kesombongan terbesar umat manusia adalah menjadikan dirinya allah.

Ketika Allah menghakimi raja Tirus tertuju pada apa yang dia banggakan. Hal ini dinyatakan dalam ayat 7 bahwa Allah akan memerintahkan orang asing penuh kekerasan untuk datang kepadanya dan menghancurkan hal-hal indah yang telah ia peroleh dengan kebijaksanaan diri, ini tertuju pada kebijaksanaan yang ia pikir di dalam hatinya sendiri; ayat 8 itu disebutkan bahwa Allah akan menyebabkan dia untuk jatuh ke dunia bawah, ini ditujukan tertuju pada perkataannya yang menyebut dirinya allah, karena para dewa umumnya tidak perlu memasuki dunia bawah (kecuali mereka yang bertanggung jawab atas dunia bawah). Hanya manusia yang memasuki dunia bawah setelah kematian. Oleh karena itu, deskripsi diturunkannya ke lubang kubur menunjukkan bahwa raja Tirus tidak lebih dari manusia, dia akan mati seperti orang biasa dan turun ke alam bawah. Terakhir, ayat 9 menunjukkan bahwa raja Tirus pada akhirnya akan dibunuh oleh orang-orang, sehingga dia mengerti bahwa engkau adalah manusia, bukanlah Allah. Ternyata kematian adalah akhir dari semua manusia, kematian bisa membuat seseorang menjadi lebih seperti manusia. Kematian bisa membuat orang mengerti bahwa mereka bukan Allah. Kematian adalah konsekuensi dari dosa, dan bahwa TUHAN adalah Allah yang benar.

Renungkan:
Mungkin kita tidak akan secara terang-terangan menyebut diri kita Allah, tetapi berbagai mentalitas atau perilaku kita mungkin bertindak seolah-olah kita adalah Allah. Ketika kita berpikir bahwa kita lebih unggul dalam kebijaksanaan dan bahwa kita lebih unggul dari yang lain, maka kita semua seperti raja Tirus menyebut diri kita adalah Allah. Kesombongan selalu tersembunyi dalam segala macam kemunafikan, tetapi di mata Allah, kita semua perlu dikembalikan kepada kebenaran, dan kita semua hanyalah manusia biasa.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 17:22-24

「Keputusan di tangan Allah

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 17:22-24 [ITB])
22 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku sendiri akan mengambil sebuah carang dari puncak pohon aras yang tinggi dan menanamnya; Aku mematahkannya dari pucuk yang paling ujung dan yang masih muda dan Aku sendiri akan menanamnya di atas sebuah gunung yang menjulang tinggi ke atas; 23 di atas gunung Israel yang tinggi akan Kutanam dia, agar ia bercabang-cabang dan berbuah dan menjadi pohon aras yang hebat; segala macam burung dan yang berbulu bersayap tinggal di bawahnya, mereka bernaung di bawah cabang-cabangnya. 24 Maka segala pohon di ladang akan mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, merendahkan pohon yang tinggi dan meninggikan pohon yang rendah, membuat pohon yang tumbuh menjadi layu kering dan membuat pohon yang layu kering bertaruk kembali. Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan akan membuatnya.

Metafora sampai di ujung akhir, tetapi juga merupakan puncak klimaks (Yeh. 17:22-24). Perumpamaan ini menunjukkan, Allah hendak memetik pucuk pohon (raja Yoyakhin) dari pohon aras (Yerusalem) dan ditanam di atas sebuah gunung yang menjulang tinggi ke atas (ayat 22), agar tumbuh cabang-cabang dan buah (kelompok Israel yang ditawan), sehingga berbagai macam burung akan hidup di bawahnya (ayat 23). Ini menunjukkan bahwa Allah bermaksud untuk meninggikan raja Yoyakhin, agar dia menjadi pohon aras yang hebat (ayat 23), dan istilah pohon aras yang hebat inilah yang sebelumnya dikehendaki oleh raja Zedekia agar dirinya menjadi pohon anggur yang bagus (Yeh. 17:8), yang mengatakan bahwa harapan Zedekia adalah menggelembungkan diri menjadi bagus / tinggi, tetapi dihancurkan Allah, dan Yoyakhin meskipun tidak mengharapkan apa-apa, tetapi akhirnya menjadi bagus / tinggi .

Isi perumpamaan tersebut berharap dapat membawakan kedaulatan dan kekuasaan Allah, menunjukkan bahwa Allah meninggikan seseorang maka ia menjadi tinggi, Allah merendahkan seseorang maka ia menjadi rendah. Ayat 24 menyebutkan segala pohon di ladang, itu adalah metafora atas bangsa-bangsa asing, tindakan TUHAN meninggikan Yoyakhin dan menghancurkan Zedekia membuat bangsa-bangsa akan dapat melihat adalah TUHAN saja yang benar-benar dapat merendahkan pohon yang tinggi dan meninggikan pohon yang rendah, membuat pohon yang tumbuh menjadi layu kering dan membuat pohon yang layu kering bertaruk kembali. Di permukaan, seseorang naik menjulang tinggi atau turun rendah adalah prestasi dan perbuatan orang, tetapi di balik semua ini yang memegang kendali adalah Allah. Namun, orang sering bingung dan berpikir bahwa mereka harus naik tinggi ke popularitas tertentu, status, identitas, dan kekayaan. Tetapi ketika seseorang ambisius dan menaikkan diri, Allah sebaliknya akan membuat orang ini turun rendah, orang ini adalah Zedekia. Tapi Yoyakhin yang ditawan hanyalah seorang tahanan, dan nasibnya dikendalikan tangan manusia, orang lain mungkin berpikir bahwa dia tidak punya kemampuan dan sudah jatuh, tetapi Allah ingin meninggikan orang yang rendah hati, menjadikannya orang ini indah, bahkan segala macam burung dan yang berbulu bersayap tinggal di bawahnya, mereka bernaung di bawah cabang-cabangnya (ayat 23). Ini artinya dia akan menjadi tempat berteduh bagi banyak orang, memiliki kemampuan untuk menjadi berkat bagi orang lain. Ternyata, yang membuat orang benar-benar besar, bukan orang kuat itu sendiri, tetapi TUHAN yang membuat orang besar, TUHAN adalah sumber dari segala kuasa dan kemuliaan, tidak ada yang bisa membanggakan diri, kita hanya bisa memuji TUHAN.

Renungkan:
Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (Lukas 18:14) ini adalah ajaran Yesus Kristus, juga diajarkan melalui Kitab Yehezkiel. Ayat ini bukan berbicara tentang bisa atau tidak mengontrol peningkatan diri, tetapi berbicara bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan tertinggi untuk membuat orang tinggi atau rendah. Apakah Anda percaya kedaulatan dan tindakan Allah? Dalam keadaan manusia yang ditinggikan dan direndahkan, apakah Anda dapat melihat kedaulatan dan keputusan Allah?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.