2 Timotius 4:22

「Mengabarkan Injil sebagai tugas utama」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 4:22 [ITB])
22 Tuhan menyertai rohmu. Kasih karunia-Nya menyertai kamu!

Surat 2 Timotius adalah catatan Paulus sebelum kemartirannya. Kalimat di akhir hidup Paulus adalah mendoakan kasih karunia Allah menyertai kita semua. Sebagai orang yang paling berdosa, dia bertemu dengan Tuhan di jalan di Damaskus dan mengalami pengampunan Tuhan, rahmat-Nya yang melimpah, dia memakai seumur hidupnya pergi ke mana-mana untuk bekerja keras mengabarkan Injil kabar baik, sebagai ucapan syukur atas kebaikan Allah. Di akhir kata-kata wasiat ini, dia mengingat kebaikan Allah, jadi ia berharap semua orang bisa merasakan indahnya kasih karunia Tuhan.

Orang-orang Kristen mengikuti dan menyembah, tentu saja, Juruselamat kita, Yesus Kristus, warisan gen gereja-gereja Kristen yang telah diturunkan dari generasi ke generasi berasal dari rasul Paulus. Dia mendirikan banyak gereja Perjanjian Baru, dan dia menuliskan selusin atau lebih surat kepada gereja-gereja ini, menjadi bagian besar dari Perjanjian Baru. Hari ini kita semua mengatakan bahwa kita tidak boleh melupakan hati yang mula-mula, memahami hati mula-mula dari gereja Kristen dan setiap orang Kristen, maka untuk menemukannya kita harus kembali ke Paulus. Dalam surat wasiat 2 Timotius, jelas menunjukkan hati mula-mula ini.

Sebelum meninggal, Paulus tentu khusus tertuju akan situasi ini, mengingatkan Timotius agar dalam penganiayaan besar tetap setia kepada Kristus, dan berpegang teguh pada kebenaran yang murni di hadapan bidat di gereja Efesus. Tetapi bagi Paulus, ini hanya gangguan kebisingan, atau bahkan bisa dibilang sebuah diskusi di luar topik, yang paling penting di hati Paulus sebenarnya – tidak peduli baik atau tidak baik waktunya, harus bekerja keras untuk memberitakan Injil kabar bahagia. Dengan cara janji sumpah, ia berpesan kepada Timotius, mengatakan bahwa hidupnya segera akan berakhir, dan dia harus menyerahkan tongkat estafet kepada Timotius, ia hendak menekankan tugas ini sebagai prioritas utama. Ini adalah nilai inti dari Gereja Kristen, warisan gen kita. Kita semua telah mengalami kasih karunia pengampunan dosa oleh Kristus, untuk membalas kasih karunia-Nya, kita harus mengabarkan Injil agar orang mengenal Kristus, itu adalah prioritas yang utama dari hidup.

Pengabaran Injil sebenarnya sangat sulit untuk menjadi pelayanan yang efektif, karena sasarannya adalah orang-orang yang tidak percaya, dan pasti ada berbagai faktor objektif dan subjektif yang menghalangi mereka untuk percaya kepada Tuhan. Jika kita hanya menganggap penginjilan sebagai tugas iman, hanyalah salah satu dari macam-macam tugas yang harus dilakukan, maka kita melakukannya sedikit-sedikit, secara simbolis sudah memenuhi tugas, dan Anda tidak akan pernah bisa memenangkan orang bagi Tuhan. Mungkin kebanyakan dari kita satu atau dua kali dalam satu tahun merasa sedikit tertegur lalu mengirim satu atau dua pesan kepada kerabat dan teman untuk mengundang mereka ke KKR, jika mereka tidak menanggapi, lalu tidak ada kelanjutannya juga.

Kita harus mendapatkan kembali hati mula-mula kita, bukan karena sekadar tanggung jawab, tetapi untuk membalas kebaikan Kristus, menjadikan penginjilan sebagai prioritas utama dalam hidup, untuk pergi keluar, dan tidak pernah kompromi.

Persekutuan yang saya pimpin beberapa waktu lalu mempromosikan kelas baru dan menantang semua anggota kelompok untuk mencoba mengundang tiga kerabat dan teman untuk datang, menghadiri pertemuan minum teh, berbincang tentang pekerjaan rumah, membangun kembali hubungan, dan akhirnya mengundang mereka untuk berperan serta dalam kelas Injil. Untuk memimpin dengan teladan, saya bekerja keras untuk menemukan anggota kelompok yang belum pernah saya temui selama bertahun-tahun. Akhirnya, saya berhasil bertemu dengan lebih dari 20 anggota kelompok lama secara individual, terutama karena saya pergi makan siang dan mengobrol di dekat tempat kerja mereka. Kebanyakan dari mereka berjanji kepada saya untuk berpartisipasi dalam kelas-kelas Injil.

Renungkan:
Apakah penginjilan menjadi prioritas dalam hidup Anda? Apakah Allah menggerakkan Anda untuk memberitakan Injil kepada kerabat atau teman hari ini? Mungkin kerabat atau teman yang sudah lama tidak bertemu? Berapa usaha yang Anda bersedia bayar agar kerabat atau teman ini mengenal Kristus?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.