「Kehidupan orang benar」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 10:17-32 [ITB])
17 Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan,
…….tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat.
18 Siapa menyembunyikan kebencian, dusta bibirnya; siapa mengumpat adalah orang bebal.
19 Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran,
…….tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.
20 Lidah orang benar seperti perak pilihan,
…….tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.
21 Bibir orang benar menggembalakan banyak orang,
…….tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi.
22 Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.
23 Berlaku cemar adalah kegemaran orang bebal, sebagaimana melakukan hikmat bagi orang yang pandai.
24 Apa yang menggentarkan orang fasik, itulah yang akan menimpa dia,
…….tetapi keinginan orang benar akan diluluskan.
25 Bila taufan melanda, lenyaplah orang fasik,
…….tetapi orang benar adalah alas yang abadi.
26 Seperti cuka bagi gigi dan asap bagi mata, demikian si pemalas bagi orang yang menyuruhnya.
27 Takut akan TUHAN memperpanjang umur,
…….tetapi tahun-tahun orang fasik diperpendek.
28 Harapan orang benar akan menjadi sukacita,
…….tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia.
29 Jalan TUHAN adalah perlindungan bagi orang yang tulus,
…….tetapi kebinasaan bagi orang yang berbuat jahat.
30 Orang benar tidak terombang-ambing untuk selama-lamanya,
…….tetapi orang fasik tidak akan mendiami negeri.
31 Mulut orang benar mengeluarkan hikmat,
…….tetapi lidah bercabang akan dikerat.
32 Bibir orang benar tahu akan hal yang menyenangkan,
…….tetapi mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat.
Dalam enam belas ayat hari ini, kita melanjutkan melihat kontras antara yang benar dan yang fasik (fasik KBBI: tidak peduli terhadap perintah Tuhan, tidak melakukannya, berarti: kelakuan buruk, jahat, berdosa). Demikian pula muncul berkali-kali deskripsi kata-kata seperti mulut / lidah / mulut / bibir, dan jika mencakup kata-kata seperti ucapan / bicara / bahasa, lebih dari sepuluh kali. Dari perikop ini, kita melihat kualitas hidup orang benar, sikap orang benar dalam hidup adalah takut hormat akan Tuhan dan menantikan kehendak Tuhan; orang benar akan mempraktikkan iman mereka, mereka akan menaati firman Tuhan dan berjalan di jalan kehidupan; orang benar menghasilkan buah hikmat kebijaksanaan, pengendalian diri, dan berbicara kata-kata yang membangunkan orang. Tetapi orang fasik akan menderita kebinasaan kekal yang tidak dapat ditolong lagi (ayat 25, 30), dan akan sangat menderita dan kecewa (ayat 24, 28). Mereka memiliki akhir yang demikian adalah hasil dari perbuatan jahat mereka. Pertama ayat 18 menuliskan kejahatan mereka: 「menyembunyikan kebencian, dusta bibirnya; siapa mengumpat (menyebarkan desas-desus bohong) adalah orang bebal」, kalimat ini mengandung antonim yang paralel, sangat menarik, yaitu 「menyembunyikan」 (conceal) versus 「menyebarkan」 (reveal). Perikop kemarin muncul kata-kata menyembunyikan, menutupi sebanyak tiga kali (ayat 6, 11, 12), perikop hari ini menunjukkan bahwa apa yang disembunyikan orang jahat adalah kebencian; dan apa yang disebarkan dan diungkapkan adalah fitnah desas-desus bohong. Mereka merugikan orang lain dan kelompok, dan akhirnya mereka harus menanggung hukuman dari Allah.
Nama 「TUHAN」 pertama kali muncul di pasal 10 (ayat 3, 22, 27, 29). Nama Allah disebutkan 55 kali dalam kumpulan bagian kedua ini, dan rata-rata disebutkan setiap 7 ayat. Namun, kemunculan nama TUHAN terkonsentrasi di pasal 15 dan 16, dua pasal. Kita akan memiliki kesempatan merenungkannya yang lebih rinci di minggu ke depan. Setelah kemunculan nama 「TUHAN (Yahweh)」 di ayat 3, lalu di perikop ini berbicara tentang tiga aspek dari nama Allah, yaitu berkat Tuhan (the blessing of the Lord, ayat 22) dan takut akan TUHAN (the fear of the Lord, ayat 27), dan jalan TUHAN (the way of the Lord, ayat 29). Setiap kali nama Allah muncul, akan membawa pahala, yakni kaya, dan umur panjang dan perlindungan Tuhan kepada orang benar. Perikop ini juga menunjukkan bahwa orang-orang benar diberkati dapat hidup dalam sukacita (ayat 28) dan menetap dengan tidak terombang-ambing (ayat 30).
10:6-32 dimulai dengan 「mulut orang fasik」 dan diakhiri dengan frasa 「mulut orang benar」. Alkitab menyatakan bahwa 「bibir orang benar tahu akan hal yang menyenangkan」 bibir orang benar berkata-kata yang membawakan sukacita. Sukacita (favor) dalam 《Kitab Amsal》 muncul 14 kali, semua menunjuk kepada sukacita yang melingkupi, di mana 10 kali berarti berkenan kepada Allah, 4 kali sukacita rajawi, dan tidak pernah merupakan sukacita biasa-biasa. Ini adalah jelas memberitahu kita bahwa kehidupan Kristen adalah mencari sukacita perkenan Allah.
Renungkan:
(1) Kata-kata orang benar memiliki tiga ciri, yaitu, 「lidah orang benar seperti perak pilihan」 (ayat 20), 「bibir orang benar menggembalakan (memelihara) banyak orang」 (ayat 21), dan 「Mulut orang benar mengeluarkan hikmat」 menghasilkan buah kebijaksanaan (ayat 31), kita dapat menggunakannya untuk meninjau dan introspeksi perkataan diri kita;
(2) Petrus berkata kepada Yesus:「Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal」 (Yoh. 6:68), orang benar 「menuju jalan kehidupan」 (Amsal 10:17), bagaimana Anda hendak menjaga dan merealisasikan Firman ini?
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.